Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH BIOLOGI SELULER

OLEH
TUTORIAL B-4
BLOK FBS 1

FK UPN “VETERAN” JAKARTA


TAHUN AJARAN 2012
Page 2: Cells Biology
Seminggu kemudian saat Seli merasa bahwa tubuhnya sudah bugar
kembali Seli membuka laptop untuk mengerjakan tugas tutorialnya, disana Seli
mengetahui bahwa sel dapat berkomunikasi satu dengan lainnya.
Seli juga mengetahui bahwa semua molekul dalam sel akan berinteraksi
satu sama lain. Interaksi antar molekul tersebut akan menentukan sifat-sifat
biologis molekul-molekul di dalam sel. Pada umumnya interaksi molecular
tersebut berupa interaksi nonkovalen disamping kovalen.
Sel baik berdiri sendiri sebagai sel tunggal maupun bergabung sebagai
organism multiseluler, harus berkomunikasi agar tetap eksis. Komunikasi
intrasel maupun intersel dilaksanakan melalui suatu jejaring (network)
komunikasi, dengan tujuan mengkoordinasi dan regulasi pertumbuhan,
diferensiasi, metabolism sel bahkan ketahanan hidup sel.

Terminologi (Page 2)
1. Interaksi nonkovalen
2. Kovalen
3. Komunikasi Intrasel
4. Intersel
5. Regulasi
6. Diferensiasi

Problem
1. Bagaimana cara sel berkomunikasi?
2. Apa saja sifat-sifat biologis molekul dalam sel?

I Don’t Know (IDK)


1. Sifat biologis molekul?

Jawaban :
Terminologi:
1. Interaksi Nonkovalen
Interaksi antar atom yang tidak terikat secara kovalen satu sama lain.
2. Interaksi Kovalen
Ikatan yang ada diantara atom-atom yang menyusun suatu molekul
merupakan ikatan yang paling kuat dan stabil antar atom-atom.
3. Komunikasi Intrasel
Komunikasi yang terjadi di dalam sel, atau lebih tepatnya setelah
melewati membran sitoplasma.
4. Komunikasi Intersel
Komunikasi antar sel yang terjadi diluar sel dan identic memiliki jarak
tempuh.
5. Regulasi
1. Tindakan penyesuaian atau keadaan yang disesuaikan dengan standar
tertentu. 2. Dalam Biologi, adaptasi bentk atau tingkah laku organisme
terhadap keadaan yang berubah.
6. Diferensiasi
Tindakan atau proses memperoleh sifat makhluk secara lengkap seperti
terjadinya diversifikasi progresif sel dan jaringan dalam embrio.

Learning Issue
1. Komunikasi Sel
Komunikasi Intersel
Evolusi organisme multiseluler sangat bergantung pada kemampuan sel-
sel untuk saling berkomunikasi. Komunikasi melibatkan dua pihak, yaitu
pihak yang memberikan/mengirim pesan atau sinyal dan pihak yang
menerima pesan. Pihak yang menerima pesan akan memberikan respon
dengan mengubah perilakunya. Komunikasi antar sel dibutuhkan untuk
mengatur pengembangan dan pengorganisasiannya menjadi jaringan,
mengawasi pertumbuhan dan pembelahannya dan mengkodinasikan
aktivitasnya. Ini berarti bahwa perubahan perilaku sel baru dapat
berlangsung apabila mendapatkan sinyal dari sel yang mengirimkan
pesan. Untuk dapat menerima pesan tersebut, sel sasaran harus memiliki
reseptor yang akan meneruskan pada gena sel untuk melakukan respon.
Tahap Pensinyalan Sel
1. Penerimaan (reception) sinyal merupakan pendeteksian sinyal yang
datang dari luar sel oleh sel target. Sinyal kimiawi “tedeteksi” apabila
sinyal itu terikat pada protein seluler, biasanya pada permukaan sel
yang bersangkutan.
2. Pengikatan molekul sinyal mengubah protein reseptor, dengan
demikian mengawali (menginisiasi) proses transduksi. Tahap
transduksi ini mengubah sinyal menjadi suatu bentuk yang dapat
menimbulkan respons seluler spesifik. Pada sistem Sutherland,
pengikatan epinefrin ke bagian luar protein reseptor dalam membran
plasma sel hati berlangsung melalui serangkaian langkah untuk
mengaktifkan glikogen fosforilase. Transduksi ini kadang-kadang
terjadi dalam satu langkah, tetapi lebih sering membutuhkan suatu
urutan perubahan dalam sederetan molekul yang berbeda–jalur
transduksi-sinyal. Molekul di sepanjang jalur itu disebut molekul relai.
3. Pada tahap ketiga pensinyalan sel, sinyal yang ditransduksi akirnya
memicu respons seluler spesifik. Respons ini dapat berupa hampir
seluruh aktivitas seluler–seperti katalisis oleh suatu enzim (seperti
glikogen fosforilase), penyusunan-ulang sitoskeleton, atau
pengaktifan gen spesifik di dalam nukleus. Proses pensiyalan-sel
membantu memastikan bahwa aktivitas penting seperti ini terjadi
pada sel yang benar, pada waktu yang tepat, dan pada koordinasi yang
sesuai dengan sel lain dalam organisme bersangkutan.
Sinyal ekstraseluler  reseptor spesifik pada atau di dalam sel
target
 Molekul sinyal:
- Protein, peptida kecil, asam amino
- Nukleotida
- Steroid, retinoid, derivat asam
lemak
- Gas terlaut seperti NO dan CO
 Kebanyakan molekul sinyal
dikeluarkan oleh sel dengan cara:
 - Eksositosis
- Difusi melalui membran plasma,
atau
- Terikat pada permukaan sel
sehingga hanya mempengaruhi pada sel yang berinteraksi
dengan sel pemberi sinyal
 Sinyal (ligand) akan berikatan dengan reseptor pada sel target

Molekul sinyal bekerja dengan konsentrasi rendah ≤10-8M & reseptor


berikatan dengan afinitas yang tinggi, menimbulkan suatu kaskade sinyal
intraselular yang dapat mengubah perilaku sel.

Posisi Reseptor
 Reseptor:
- Pada membran sel
- Dalam sel: dalam sitoplasma atau inti sel

Reseptor di dalam sel target dan ligand sinyal


memasuki dan mengatifasi sel target. Molekul
sinyal harus merupakan molekul sinyal yang
kecil dan hidofobik dan dapat berdifusi
menembus membran plasma.
Penyampaian Molekul Sinyal
o Endokrin: sel target jauh  hormon dibawa melalui pembuluh darah
o Parakrin: mediator local  mempengaruhi sel target tetangga,
dirusak oleh sutu enzim ekstraseluler atau diimobilisasi oleh ECM
o Autokrin: sel responsif terhadap substansi yang dihasilkan oleh sel itu
sendiri
o Sinaptik: penyampaian sinyal dapat dilakukan dengan cara protein
dari suatu sel berikatan langsung dengan protein lain pada sel lain

Endokrin

Parakrin
Contact Dependent

Sinaptik

Tiga Cara Sel Berkomunikasi:


1. Dengan mengadakan kontak langsung melalui molekul-molekul khusus pada
membran yang akan memberikan sinyal pada reseptor sel yang menerima
sinyal.

Cell-cell recognition. Two cells in an animal may commu


nicate by interaction between molecules protruding from
their surfaces.
2. Dengan melepaskan bahan-bahan kimia (mediator) yang bertindak
sebagai sinyal untuk dikirimkan ke sel-sel lain yang berada jauh letaknya.
Mediator dapat berbentuk molekul-molekul protein atau bentuk lain,
sehingga untuk dapat diterima pesannya oleh sel sasarannya diperlukan
adanya reseptor khusus yang berada di membran sel atau di dalam sel.
Komunikasi yang menggunakan bahan kimia sebagai pembawa pesan
(mediator), dapat dikelompokkan atas dasar cara penyampaiannya
dalam:
a) Sinyal kimia yang berfungsi sebagai mediator kimiawi setempat
b) Sinyal kimia yang dilepaskan oleh ujung tonjolan sel saraf (axon)
kepada sasarannya (otot atau saraf) yang berjarak sangat dekat.
c) Sinyal kimiawi yang memerlukan pengangkutan melalui peredaran
darah, oleh karena sel sasarannya cukup jauh jaraknya.

3. Dengan membentuk gap junction, sehingga terjadi hubungan


sitoplasma dari kedua sel yang berkomunikasi tersebut. Hal ini
memungkinkan molekul dapat bebas lewat diantara sel-sel yang
berdekatan tanpa menembus membran plasma.

Plasma membranes

Gap junctions Plasmodesmata


between animal cells between plant cells
Respon Sel Terhadap Sinyal
a. Satu sinyal tipe  satu reseptor  beragam efek pada berbagai sel:
bentuk sel, pergerakan, metabolisme, ekspresi gen

b. Setiap sel memiliki beragam


reseptor spesifik untuk beragam
sinyal  sel memberi respon 
misalkan efek untuk kelulusan
hidup, diferensiasi
Penyampaian Sinyal
Sinyal disampaikan molekul intrasel
melalui jalur kaskade sinyal:
o Sinyal berikatan dengan ligand
o Sinyal  ligand  transformasi
sinyal ke molekul lain
o Amplifikasi sinyal yang diterima
o Distribusi sinyal untuk pengaruhi
beberapa efek secara paralel

Reseptor Sinyal Intraselular

o Sinyal: hormon yang larut


lemak: estrogen,
progesterone, testosterone,
asam retinoat
o Reseptor: di dalam
sitoplasma atau inti
Aktivasi Reseptor Pada Permukaan Sel
 Reseptor terikat protein G
Ligand – reseptor  aktivasi protein G  aktivasi/hambat suatu enzim 
yang mengaktivasi ion channel atau second messenger

 Ion channel linked receptor


Ligand – reseptor  perubahan konformasi reseptor  aliran ion
tertentu  ubah potensial elektris pada membran sel. Contoh: reseptor
asetilkolin

 Reseptor yang berikatan dengan tirosin kinase


Reseptor tidak memiliki aktivitas katalitik.
Ligand – reseptor  stimulasi dimerisasi reseptor  interaksi dengan
protein tirosin kinase pada sitosol. Contoh: faktor tumbuh
 Reseptor yang memiliki aktivitas enzimatik intrinsik
Reseptor memiliki aktivitas katalitik intrinsik.
Ligand – reseptor  katalisasi GTP  cGMP atau berperan sebagai
protein fosfatase  mengkatalisasi pelepasan fosfat dari fosfotirosin
(reseptor tirosin kinase). Contoh: reseptor insulin

Komunikasi Intrasel
Komunikasi yang terjadi di dalam sel, atau lebih tepatnya setelah melewati
membran plasma. Komunikasi ini biasa terjadi di dalam sitoplasma dan inti
sel, seperti komunikasi antara komponen-komponen yang ada di dalam sel.
Proses pensinyalan prinsipnya sama dengan intersel. Contoh yang dapat kita
amati untuk komunikasi intrasel ialah protein dan lemak yang baru terbentuk
berjalan melalui RE kasar untuk berkumpul di RE halus. Bagian-bagian dari
RE halus kemudian “bud off’ (yaitu membentuk gelembung keluar
dipermukaan yang kemudian terlepas), membentuk vesikel transport yang
mengandung molekul-molekul baru yang terbungkus dalam kapsul bulat yang
berasal dari membran RE halus. Vesikel transpor mengalir ke kompleks golgi
kemudian menembus apparatus golgi dengan cara berdifusi.
Kaskade sinyal intrasel  berperan sebagai seperangkat saklar molekul
 Terjadinya penambahan gugus fosfat pada molekul
 Terjadinya pengikatan GTP

Jalur Sinyal Intrasel