Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN

Dalam kasus CSS kita dapat melakukan beberapa hal untuk menaikan produksi
oil, dari segi jumlah maupun jangka waktu, diantaranya adalah dengan cara menaikan
suhu air bertujuan untuk menurunkan viskositasnya, menurunkan viskositasnya, dan
menaikan rate water injectionnya
Dalam kondisi default kita bisa lihat posisi breakthrough ada ditahun ke 3.66 yang
setelah tahun itu produksi minyak sudah tidak efficient lagi, sehingga metode CSS yang
optimum hanya dijalankan selama 3 tahun saja.

Gambar 1.1 posisi breakthrough.


Dengan cara menaikkan mxWT (maximum Water Temperature) dan
menambahkan waktu shut wellnya sehingga waktu soaking yang diperoleh akan lebih
lama, maka kita dapat menaikan hasil produksi minyak. Garis biru menandakan suhu
diubah sedangkan garis merah menandakan suhu tidak diubah.

Gambar 1.2 Injeksi Air dalam keadaan default vs Injeksi Air dengan suhu yang telah
dinaikan
Pada grafik ini diperlihatkan semua parameter yang telah diubah baik dari
viskositas, water rate, dan suhu waternya. Pada grafik ini ditahunn kedua mengalami
peningkatan produksi yang di sebabkan karena perpindahan panas yang telah menyebar
melewati bagian pinggir sehingga viskositas minyak dapat diturunkan dan didapatlah
produksi yang lebih besar, sedangkan pada tahun ketiga mengalami penurunan karena

sudah dibatas optimum yang bisa dihasilkan sehingga produksi minya turun kembali
Gambar 1.3 Hasil perubahan 6 data
Hasil tertinggi yang diperoleh ketika sumur diinjeksikan dengan water rate yang
besar, memiliki viskositas minyak yang kecil, dan suhu yang tinggi, akan tetapi, untuk
produksi dilapangan ini membutuhkan biaya yang sangat besar, dapat dilihat dari hasil
penginjeksian dan produksinya, kami mencoba untuk grafik berwarna ungu yang
memperoleh produksi minyak tertinggi yaitu sekitar 35 STB/day membutuhkan injeksi air
sebesar 6000STB/day yang artinya jumlah yang diinjeksikan lebih sedikit dari jumlah
yang di produksikan, dan sumur ini ketika kita turunkan viskositasnya dan menaikkan rate
injection waternya, dapat bertahan lebih lama dibandingkan tanpa kita lakukan EOR ini
sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih banyak menggunakan metode EOR
KESIMPULAN
Dari apa yang telah dibahas pada bab sebelumnya mengenai pengaruh dari
parameter terhadap Recovery Factor dan laju produksi melalui keenam data pengujian,
dapat disimpulkan bahwa :
1. Initial Viscosity dari fluida sangat menentukan berapa lama sumur tersebut
bisa diproduksi.
2. Initial Viscosity yang lebih rendah memiliki waktu produksi migas yang lebih
lama.
3. Initial Viscosity yang lebih tinggi memiliki waktu produksi yang lebih singkat.
4. Injection Rate yang lebih besar memiliki waktu produksi lebih lama.
5. Injection Rate yang lebih kecil memiliki waktu produksi lebih singkat.
6. Waktu produksi terlama hingga menyentuh batas efisien ketika Injection Rate
paling besar dan Initial Viscosity paling kecil.
7. Dalam kondisi default minyak hanya bisa diproduksi selama 3,663 tahun.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1982-2010. ECLIPSE reservoir simulation software. Schlumberger 1982-


2010
Anonim. 2010. ECLIPSE reservoir simulation software. Schlumberger 2010
K Aziz, dkk. 1987. Comparison of steam injection simulators. SPE 1987
Pramana, Dr. Astra Agus. 2018. EOR Thermal metode pendesakan minyak berat
dengan pemanasan. Medan : Perdana Publishing