Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN

PENYELENGGARAAN PEMILU 2019

Disusun Oleh:

1. Rohmad (Ketua)
2. Khoirul Masruri (Anggota)
3. Luthfi Widodo (Anggota)
4. Sugeng Santoso (Anggota)
5. Wahid Syahril Shidiq (Anggota)

PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN (PPK)


WATULIMO
2019
KATA PENGANTAR

Pemilihan Umum tahun 2019 di wilayah Kecamatan Watulimo


telah berjalan dengan sukses, aman, damai dan demokratis. Seluruh
tahapan yang diselenggarakan tentunya perlu dikilas balik untuk
mengevaluasi setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu yang telah
dilakukan, selain itu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebagai badan
adhoc penyelenggara Pemilu di tingkat Kecamatan tentunya perlu
melaporkan penyelenggaraan Pemilu tahun 2019.
Syukur Alhamdulillah, segala puji-pujian hanya milik Allah SWT,
yang telah memberikan taufiq dan hidayah-Nya, sehingga PPK Watulimo
dapat menyelesaikan laporan sederhana ini.
Laporan Penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 ini dibuat
sebagai salah satu upaya pertanggungjawaban PPK Watulimo terhadap
Penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 di wilayah Kecamatan
Watulimo, selain itu Laporan ini juga merupakan bahan evaluasi
terhadap Penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019.
Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah turut serta membantu menyusun dan menyelesaikan laporan ini.
Kami berharap laporan ini bisa menggambarkan dan menjelaskan
tahapan-tahapan penting penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun
2019 di wilayah Kecamaran Watulimo

Watulimo, Juni 2019

PPK Watulimo

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pemilihan Umum merupakan sarana untuk mewujudkan
kedaulatan rakyat sebagai wujud keikutsertaan seluruh rakyat
Indonesia dalam penyelenggaraan Pemerintahan Negara berdasarkan
Undang-Undang Dasar 1945.
Sepanjang perjalanan sejarah, bangsa Indonesia telah
melaksanakan Pemilihan Umum sebanyak 12 (dua belas) kali yakni
tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009,
2014 dan 2019. Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 ini merupakan
pemilu paling rumit sepanjang sejarah, karena melaksanakan 5 jenis
pemilihan sekaligus. Yaitu memilih DPRD kab/kota, DPRD Provinsi,
DPD, DPR RI dan sekaligus memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Jumlah partai politik peserta pemilu di tahun ini adalah 16 Parpol
nasional, 28 calon DPD dan 2 pasangan calon Presiden dan wakil
Presiden.
Dengan kerumitan tersebut tentu memberikan beban tugas yang
lebih berat bagi penyelenggara pemilu ditingkat bawah khususnya PPK.
Karena selain harus menjelaskan secara detail bagaimana teknis
pelaksanaan pemilu kepada PPS maupun KPPS, juga harus menjelaskan
kepada masyarakat bagaimana tata cara memberikan suara di TPS.
Ditambah dengan tidak adanya rekapitulasi di tingkat PPS, sehingga
rekapitulasi dilaksanakan di tingkat PPK.
Dalam melaksanakan tugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)
Watulimo Kabupaten Trenggalek berpedoman pada Program, Tahapan
dan Jadwal Waktu Penyelenggaraan Pemilu yang dikeluarkan oleh
Komisi Pemilihan Umum. Secara umum seluruh rangkaian
penyelenggaraan Pemilu di Kecamatan Watulimo dapat berjalan lancar,
masalah-masalah yang timbul sebagai perkembangan dinamika dalam
setiap penyelenggaraan kegiatan dapat diselesaikan secara baik dengan
mengedepankan langkah koordinasi dengan semua pihak terkait.
Bagi instansi setiap selesai melaksanakan kegiatan mempunyai
kewajiban membuat laporan pertanggungjawaban, hal itu pun berlaku
bagi Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Watulimo. Agar setiap kegiatan
yang diselenggarakan dapat berdaya dan berhasil guna, transparan PPK
Watulimo selalu berupaya menjalin komunikasi, koordinasi dengan
semua pihak yang terkait sehingga semua kegiatan dapat terlaksana
sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

1
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dibuatnya laporan ini untuk
memberikan gambaran menyeluruh seputar pelaksanaan Pemilu 2019
di wilayah Kecamatan Watulimo sekaligus mengevaluasi seluruh
tahapan pemilu tahun 2019 agar dapat digunakan sebagai persiapan
untuk Pemilu maupun Pilkada mendatang.

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dari Laporan ini adalah seluruh tahapan
penyelenggraan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden dan Wakil
Presiden Tahun 2019 yang secara garis besar terbagi kepada dua
tahapan, yaitu Tahapan Persiapan dan Tahapan Penyelenggaraan.

D. SISTEMATIKA
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. MAKSUD DAN TUJUAN
C. RUANG LINGKUP
D. SISTEMATIKA
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. PERENCANAAN
B. PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH
C. SOSIALISASI DAN BIMTEK
D. PEMBENTUKAN KPPS DAN PETUGAS TRANTIB TPS
E. SETTING PACKING LOGISTIK
F. PEMUNGUTAN SUARA DAN REKAPITULASI
BAB III PENUTUP

2
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. PERENCANAAN
Kegiatan Pemilu 2019 dilaksanakan mulai bulan Januari s.d. Juni 2019,
mengikuti tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh KPU RI maupun
KPU Kab Trenggalek. Secara umum kegiatan yang dilaksanakan
meliputi: Pemutakhiran data pemilih dan Rapat pleno penetapannya,
Rekrutmen KPPS dan Trantib, Sosialisasi dan Bimtek Pungut hitung
KPPS, Setting packing dan distribusi logistik, dan Pemungutan dan
Rekapitulasi. Selama proses itu PPK Watulimo terus melakukan
koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Camat Watulimo dan
Sekretaris, Kapolsek, Danramil, Panwascam, Puskesmas, Pimpinan
Parpol/saksi, KPU Kabupaten Trenggalek dan pihak-pihak lain yang
berkaitan dengan tahapan yang sedang berlangsung demi meminimalisir
dan mengantisipasi adanya permasalahan selama kegiatan Pemilu 2019.

B. PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH


1. Dasar Hukum
a. UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
b. Peraturan KPU nomor 37 Tahun 2019 tentang Perubahan atas
Perubahan KPU nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan
Daftar Pemilih Dalam Negeri dalam pemilihan umum tahun 2019
c. Peraturan KPU nomor 11 tahun 2019 tentang perubahan kedua
atas Peraturan KPU nomor 11 tahun 2018 tentang Penyusunan
Daftar Pemilih Dalam Negeri dalam pemilihan umum tahun 2019

2. Proses Kegiatan
Proses kegiatan ini membutuhkan waktu yang sangat panjang dan
melalui beberapa tahapan, sehingga didapatkan data yang valid.
Yakni mulai dari data DPS, kemudian menjadi data DPSHP,
selanjutnya menjadi data DPT, DPTHP-1, DPTHP-2 dan terakhir
DPTHP-2 Perbaikan. Penyusunan daftar pemilih tersebut dilakukan
oleh PPS dan PPK serta dilakukan Rapat Pleno Terbuka Penetiapan
daftar pemilih di tingkat PPK maupun ditingkat KPU yang dihadiri
oleh pengawas kecamatan maupun perwakilan parpol maupun calon
yang dilakukan secara terbuka. Sehingga memungkinkan adanya
masukan maupun tanggapan dari perwakilan partai politik, panwas,
maupun masyarakat jika ada data pemilih yang dianggap kurang
sesuai

3
3. Permasalahan dan Solusi
Secara nasional, beberapa kendala yang sering ditemukan dalam
pemuthakiran data pemilih diantaranya adalah tidak seluruh
dispendukcapil memberikan data perubahan pemilih, pencatatan
data pemilih yang mendaftar pada hari dan tanggal pemungutan
suara tidak lengkap, daftar pemilih yang mendaftar pada hari dan
tangggal pemungutan suara tidak tersimpan baik/sulit untuk
dikumpulkan, sosialisasi pemutakhiran daftar pemilih
berkenlanjutan kepada masyarakat kurang optimal, dan elemen data
yang tidak lengkap.
Menindaklanjuti beberapa persoalan tersebut, maka kami PPK
Watulimo sejauh ini telah melaksanakan pemutakhiran daftar
pemilih berkelanjutan secara integral yaitu dengan melibatkan
pihak-pihak terkait dalam upaya updating daftar pemilih secara
optimal. Selalu koordinasi dengan pihak terkait dari tokoh
masyarakat hingga pengawas dan partai politik terus dilakukan
secara kontinyu pada setiap tahapan pemutakhiran daftar pemilh
sehingga mendapatkan perkembangan dan perubahan data
penduduk di Kecamatan Watulimo menjadi valid dan kredibel

4. Hasil Kegiatan
Semua hasil dari tahapan yang ada pada tahap pemutakhiran data
pemilih yaitu terekap pada DPT yang telah diumumkan di setiap desa
ataupun TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang dijadikan acuan
untuk Pemilihan Umum tahun 2019. Adapun Jumlah pemilih awal
dalam DPS sejumlah 54.898 dengan pemilih laki-laki sebesar 27.543
dan perempuan 27.355. setelah melalui berbagai tahapan
pemutakhiran, jumlah akhir pemilih dalam DPT yang ditetapkan
dalam rapat pleno adalah Laki-laki sejumah 27.298, perempuan
26.634 total pemilih DPT 53.932.

C. SOSIALISASI DAN BIMTEK


1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109);
b. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 10
Tahun 2018 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan
Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum

2. Proses Kegiatan
Adapun kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis yang dilakukan
oleh PPK Watulimo antara lain :

4
1. Sosialisasi kepada PKK Kecamatan Watulimo pada 12 Maret
2019 yang langsung dihadiri oleh Divisi SDM, Parmas Sosdiklih,
Bapak Nurani Soyomukti. Bertempat di Aula Kecamatan
Watulimo.
2. Bimtek pungut hitung kepada seluruh PPS se Kecamatan
Watulimo pada tanggal 17 Maret 2019, dimana Hadir Bapak
Nurhuda, Divisi Teknis KPU Kabupaten Trenggalek. Bertempat di
Aula Kecamatan Watulimo.
3. Simulasi Pungut hitung pada tanggal 13 April 2019 di Aula
Kecamatan Watulimo.
4. Sosialisasi serentak bersamaan dengan Pelantikan Ketua KPPS
di 12 Desa se Kecamatan Watulimo pada 28 Maret 2019.
5. Bimbingan Teknis KPPS

No Desa Waktu Tempat


1 Tasikmadu Kamis-Minggu/28- Gedung Serbaguna
30 Maret 2019 Desa Tasikmadu
2 Karanggandu Selasa, 2 April Balai Desa
2019 Karanggandu
3 Prigi Rabu, 3 April 2019 Aula Balai Desa
Prigi
4 Margomulyo Sabtu & Minggu/ Aula Balai Desa
30-31 Maret 2019 Margomulyo
5 Sawahan Kamis, 28 Maret Aula Balai Desa
2019 Sawahan
6 Slawe Sabtu, 30 Maret Aula Balai Desa
2019 Sawahan
7 Gemaharjo Minggu, 31 Maret SD Gemaharjo
2019
8 Watulimo Senin, 1 April Aula Balai Desa
2019 Watulimo
9 Pakel Minggu, 31 Maret Aula Balai Desa
2019 Pakel
10 Dukuh Kamis, 28 Maret Aula Balai Desa
2019 Dukuh
11 Watuagung Sabtu, 30 Maret Aula Balai Desa
2019 Pakel
12 Ngembel Kamis, 28 Maret Aula Balai Desa
2019 Ngembel

5
3. Permasalahan dan Solusi
a. Sistem Pemilu 2019 yang baru pertama kali diterapkan, sehingga
memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi, memaksa harus
ekstra keras dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat
baik bagaimana cara menggunakan hak pilih, untuk
meminimalisir kesalahan dalam penggunaan hak pilih tersebut.
b. Anggaran untuk kegiatan sosialisasi di tingkatan Kecamatan
sangat minim, atau mungkin bisa dikatakan relative tidak ada,
padahal disatu sisi, penyelenggara di Kecamatan memiliki
kedekatan dengan masyarakat dibawah karena hampir tiap hari
bersinggungan dengan masyarakat
c. Materi bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara di
TPS dari KPU Kabupaten Trenggalek kurang jelas, sehingga tim
teknis PPK harus menyusun materi sendiri yang bisa lebih
mudah diterima oleh KPPS

4. Hasil Kegiatan
a. Tersampaikannya informasi tentang pemilihan umum tahun
2019 ini sehingga Kecamatan Watulimo untuk tingkat kehadiran
ke TPS bisa mencapai 83 %.
b. Terpenuhinya tataran penyelenggara di tingkat bawah baik KPPS
maupun petugas ketertiban TPS sehingga kegiatan pungut
hitung di Kecamatan Watulimo bisa berjalan dengan lancar tidak
ada kendala apapun.

D. PEMBENTUKAN KPPS DAN PETUGAS KEAMANAN DAN


KETERTIBAN TPS
1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109);
b. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Tahapan, Program dan Jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum
Tahun 2019 diubah terakhir dengan dengan Peraturan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 32 Tahun 2018
c. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2018 tentang
Pembentukan dan Tata Kerja Panitia Pemilihan Kecamatan,
Panitia Pemungutan Suara, dan Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum
diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 36
Tahun 2018
d. Keputusan KPU Nomor 31/PP.05-Kpt/03/KPU/I/2018 tanggal
30 Januari 2018 sebagaimana diubah dengan Keputusan KPU

6
Nomor 221/PP.05-Kpt/03/KPU/III/2018 tanggal 12 Maret
tentang Petunjuk Teknis Pembentukan Panitia Pemilihan
Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, dan Kelompok
Penyelenggara Pemungutan Suara dalam Penyelenggara
Pemilihan Umum;
e. Surat Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor
172/PP.05-SD/01/KPU/II/2018 tanggal 14 Februari 2018
Perihal Pembentukan PPK dan PPS Penyelenggara pemilu 2019

2. Proses Kegiatan
Dalam rangka Seleksi Calon Anggota Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara untuk Pemilihan Umum 2019, Panitia
Pemungutan Suara se-Kecamatan Watulimo Kabupaten
Trenggalek melaksanakan seleksi Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Ketertiban TPS di
wilayahnya masing-masing.
Rapat kerja pembentukan KPPS dan Petugas Trantib TPS
- Sebelum proses pembentukan KPPS dan Petugas Trantib,
PPK Kecamatan Watulimo melakukan rapat kerja dengan
PPS se Kecamatan Watulimo pada tanggal 26 februari
2019. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan bekal
kepada seluruh PPS di Kecamatan Watulimo agar mereka
memahami mekanisme dan juknis perekrutan KPPS dan
Petugas Trantib TPS.
- Rapat kerja ini merupakan tindak lanjut dari rapat kerja
yang sudah didapat oleh PPK Kecamatan Watulimo dari
KPU Kabupaten Trenggalek pada tanggal 23 Februari 2019.
- Hasil dari rapat kerja ini adalah tersampaikannya jadwal
rekruitmen KPPS dan Petugas Trantib mulai dari
pengumuman yang disampaikan kepada masyarakat
sampai pada pelantikan Ketua KPPS dan pembekalan.
Adapun kualifikasi untuk mendaftarkan diri menjadi anggota
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara untuk Pemilihan
Umum 2019 dengan ketentuan sebagai berikut:
Persyaratan:
a. Warga Negara Indonesia;
b. berusia paling rendah 17 (tujuh belas) tahun;
c. setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tungga
Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;
d. mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil;
e. tidak menjadi anggota Partai Politik yang dinyatakan

7
dengan surat pernyataan yang sah atau paling singkat 5
(lima) tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang
dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus partai
politik yang bersangkutan;
f. berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS dan KPPS;
g. bebas dari penyalahgunaan narkotika dan mampu secara
jasmani dan rohani;
h. berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau
sederajat;
i. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan
pengadilan yang telah memeroleh kekuatan hukum tetap
karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan
pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
j. tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap
oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota atau Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu;
k. belum pernah menjabat 2 (dua) kali dalam jabatan yang
sama sebagai anggota PPK, PPS dan KPPS;
l. tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama
penyelenggara Pemilu;
m. tidak menjadi tim kampanye Peserta Pemilu yang
dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling
singkat 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi tim kampanye
Peserta Pemilu yang dibuktikan dengan surat keterangan
dari pengurus Partai Politik dan tim kampanye sesuai
tingkatannya;
n. mampu secara jasmani dan rohani.
Sedangkan untuk Petugas Ketertiban TPS, sesuai amanat Undang-
undang nomor 7 Tahun 2017, Pasal 73 ayat 2. PPK Kecamatan
Watulimo meneruskan usulan PPS tentang kebutuhan petugas
Ketertiban TPS kepada KPU Kabupaten Trenggalek yang nantinya
KPU akan menyampaikan usulan petugas trantib per TPS 2 orang
tersebut kepada Pemerintah Daerah.
Kecamatan Watulimo yang terbagi dalam 12 Desa dan memiliki 277
tempat pemungutan suara (TPS) membutuhkan 1939 KPPS. Serta
554 petugas ketertiban TPS. Ini merupakan tantangan yang sangat
luar biasa, mengingat baik KPPS maupun petugas ketertiban TPS
membutuhkan sumber daya yang mumpuni di setiap bidangnya
masing-masing.
Tahapan perekrutan KPPS se Kecamatan Watulimo :
1. Pengumuman pendaftaran ( 28 Februari 2019-5 Maret 2019)
2. Penerimaan Berkas Pendaftar (6-12 Maret 2019)
3. Penelitian kelengkapan persyaratan calon anggota KPPS (13-19

8
Maret 2019)
4. Pengumunan hasil seleksi administrasi (20-22 Maret 2019)
5. Masukan dan tanggapan masyarakat (22-26 Maret 2019)
6. Pengumuman (24-26 Maret 2019)
7. Pelantikan (27 Maret 2019)
Sedangkan untuk perekrutan petugas ketertiban TPS, Panitia
Pemungutan Suara (PPS) se Kecamatan Watulimo melalui PPK
Watulimo mengusulkan nama-nama calon petugas ketertiban TPS
kepada KPU Kabupaten Trenggalek. Dimana nama-nama tersebut
yang nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten
Trenggalek, untuk di verifikasi dan ditetapkan sebagai petugas
trantib apabila memenuhi persyaratan.

3. Permasalahan dan Solusi


a. Aturan perundang-undangan yang ada dengan sejumlah kriteria,
yakni kriteria usia dan pendidikan maupun periodisasi menjadi
momok tersendiri dalam perekrutan baik KPPs maupun petugas
ketertiban TPS. Belum lagi bayang-bayang pekerjaan di TPS
dengan lima jenis pemilihan, sudah mengendorkan semangat
masyarakat untuk bergabung dalam penyelenggaraan pemilu di
tingkat TPS. Pasalnya, dengan pekerjaan yang cukup eksta
menguras tenaga, namun dengan gaji yang cukup rendah,
sehingga sulit mendapatkan orang yang mau bekerja menjadi
KPPS maupun Petugas Trantib secara sukarela.
b. Honor baik KPPS maupun Petugas Trantib yang terbilang kecil,
namun memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar. Hal ini
menjadi permasalahan tersendiri di Kecamatan Watulimo.
Banyak masyarakat yang memilih berlayar mencari ikan, dengan
pendapatan yang besar namun resiko tanggung jawab yang
cukup minim.
c. Periodisasi. Perekrutan penyelenggara pemilu 2019 juga
disibukkan dengan larangan menjadi penyelenggara pemilu
apabila sudah pernah menjadi penyelenggara selama dua periode
sebagaimana diatur dalam undang-undang. Mengingat
kebutuhan penyelenggara yang sangat banyak di Kecamatan
Watulimo untuk Pemilu 2019 ini. Hal ini juga cukup membuat
PPK maupun PPS memutar otak mengatur formula dan formasi
yang ideal di setiap TPS.
d. Anggaran yang minim untuk Bimtek KPPS. Proses pelatihan dan
bimbingan teknis yang kadang terganjal oleh anggaran yang
minim. PPK maupun PPS tidak bisa memberikan pelatihan dan
bimtek yang maksimal kepada semua KPPS.

9
Salah satu solusi yang diterapkan di Kecamatan Watulimo untuk
suksesnya perekrutan KPPS dan Petugas Trantib adalah melakukan
pendekatan personal kepada masyarakat yang kiranya memiliki
potensi untuk mendaftar sebagai calon anggota KPPS. Selain itu
bimtek baik formal di kelembagaan PPS maupun personal terus
digalakkan oleh PPK Watulimo. Mengingat proses pungut hitung
yang akan dihadapi dan dilaksanakan KPPS maupun Petugas
Trantib memiliki kerumitan yang luar biasa. Dan ini baru pertama
kali dilaksanakan di Indonesia tentunya, pemilihan umum dengan 5
jenis pemilihan sekaligus, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden;
Pemilihan DPR; Pemilihan DPD; Pemilihan DPRD Propinsi; dan
Pemilihan DPRD Kabupaten/Kota.

4. Hasil Kegiatan
Adapun hasil kegiatan dari perekrutan KPPS dan Petugas Ketertiban
TPS adalah terbentuknya 7 (tujuh) KPPS dan 2 (dua) Petugas
Ketertiban di masing masing TPS di 277 Tempat Pemungutan Suara
di Kecamatan Watulimo.
Jumlah KPPS dan Petugas Ketertiban TPS antara lain:
Jumlah
Jumlah Jumlah
No Desa Petugas
TPS KPPS
Trantib
1 Dukuh 20 140 40
2 Gemaharjo 29 203 58
3 Karanggandu 30 210 60
4 Margomulyo 26 182 52
5 Ngembel 9 63 18
6 Pakel 12 84 24
7 Prigi 26 182 52
8 Sawahan 19 133 38
9 Slawe 13 91 26
10 Tasikmadu 46 322 92
11 Watuagung 21 147 42
12 Watulimo 26 182 52
Jumlah 277 1939 554

E. SETTING PACKING LOGISTIK


1. Dasar Hukum
a. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 3 tahun 2019 Pasal
20,21.22.23.24.25.26,27

10
b. SK KPU No.999/HK.D3.1-Kpt/07/KPU/VII/2018 tentang
kebutuhan dan spesifikasi teknis perlengkapan penyelenggaraan
pemilu.

2. Proses Kegiatan
Setting packing logistic dilaksanakan di Kantor Kecamatan
Gandusari. Diawali dengan kegiatan perakitan kotak suara sejumlah
1385 oleh PPK Dilanjutkan dengan setting packing logistic oleh PPK
dan seluruh anggota PPS beserta sekretariat masing masing.
Dilaksanakan mulai tanggal 9 s/d 13 April 2019.

3. Permasalahan dan Solusi


1. Tidak ada bimtek khusus pelaksanaan setting packing baik di
tingkatan PPK maupun PPS dan tidak tersedia mata anggaran
untuk itu. Sehinngga pada waktu pelaksanaan banyak terjadi
kesalahan dan ketidakfahaman terkait dengan logistik apa dan
berapa yang harus berada di dalam maupun diluar kotak.
2. Pelaksanaan setting packing yang di tempatkan di masing
masing dapil menimbulkan permasalahan baru ketika ada
kekurangan logistik PPK merasa kesulitan dan ketika terjadi
permasalah seperti itu koordinasi antar petugas KPU harus lebih
baik, karena sering terjadi PPK merasa kebingungan ketika
terjadi permasalahn seperti itu. Solusinya saya kira setting
packing terpusat di satu tempat saja dan pelaksanaannya
terjadwal atau bergiliran sehingga memudahkan KPU baik dalam
pengawasan maupun koordinasi
3. Dalam kegiatan pengawalan maupun pengamanan dari fihak
terkait mohon KPU Kabupaten berkoordinasi dengan pihak
terkait di tingkatan kabupaten agar ketika dalam pelaksanaan
petugas di lapangan (khususnya di tingkatan desa maupun
kecamatan) faham akan tupoksinya masing masing sehingga
pengamanan maupun pengawalan berjalan lebih baik.

4. Hasil Kegiatan
Pelaksanaan setting packing PPK Watulimo sebanyak 1385 kotak
suara secara umum berjalan dengan baik. Mulai dari perakitan kotak
suara yang dilakukan oleh PPK kemudian pelaksanaan setting
packing yang dilaksanbakan oleh PPK bersama sama PPS Se kec
Watulimo. Logistik di distribusikan dari Kecamatan Gandusari
menuju Kecamatan Watulimo Pada tanggal 14 April 2019. Dan
Distribusikan kepada PPS pada tanggal 15 April 2019 selanjutnya
pada tanggal 16 April 2019 PPS mendistribusikan kepada KPPS.

11
F. PEMUNGUTAN SUARA DAN REKAPITULASI
1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan umum
b. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 3 Tahun 2019 tentang
pemungutan suara, Diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan
Umum No 9 Tahun 2019
c. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 4 Tahun 2019 tentang
rekapitulasi
d. Surat Edaran Bersama Bawaslu dan KPU RI No 4 Tahun 2019

2. Proses kegiatan
a. Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS
Kegiatan pemungutan suara dilaksanakan secara serentak di
277 TPS yang tersebar di 12 Desa se Kecamatan Watulimo pada
hari Kamis tanggal 17 April 2019 mulai pukul 07.00 dan ditutup
pukul 13.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan penghitungan
suara mulai pukul 13.00 dan selesai penghitungan suara di TPS
rata-rata diatas pukul 00.00 bahkan ada yang pukul 06.00 baru
selesai dan mengirim logistik kembali PPS. Adapun pengembalian
logistik dari PPS ke PPK paling awal pukul 04.30 dan paling akhir
tanggal 18 April 2019 pukul 14.00. Pelaksaaan pemungutan dan
penghitungan suara di TPS secara umum tidak ada masalah
berarti dan tidak ada keberatan saksi maupun rekomendasi dari
pengawas TPS. Segala permasalahan di tingkat KPPS
diselesaikan saat itu juga bersama saksi, PTPS, dan
berkoordinasi dengan PPS.
b. Rekapitulasi tingakat kecamatan
Rekapitulasi di tingkat PPK Watulimo dilaksanakan mulai hari
Jumat tanggal 19 April 2019 s/d 22 April 2019. Mulai pukul
08.00 s/d maksimal pukul 00.00. Rekapitulasi diawali dengan
pembukaan yang dihadiri oleh Camat Watulimo, Danramil,
Kapolsek, Panwascam, dan Saksi. Pada hari pertama rekapitulasi
dilaksanakan secara pararel 2 Desa, hari kedua 4 desa, hari
ketiga 4 desa dan hari keempat 2 desa. Kegiatan dilanjutkan
dengan penadatanganan berita acara dan sertifikat hasil
rekapitulasi oleh PPK dan saksi parpol, DPD, malupun presiden.
Pendatanganan berlangsung selama 2 hari. Secara umum tidak
ada keberatan saksi baik pada saat rekapitulasi dilaksanakan
maupun pada saat hasil rekapitulasi di sahkan, namun dalam
proses rekapitulasi ada beberapa TPS yang formulir C1 nya,
antara yang dipegang saksi, panwascam, maupun yang
dibacakan PPS dari dalam kotak tidak sama, sehingga harus
membuka C1 Plano.

12
3. Permasalahan dan Solusi
Permasalahan yang kami hadapi selama proses pemungutan dan
rekapitusai yaitu:
a. Pemungutan dan penghitungan suara di TPS
1. Tidak lengkapnya logistik di beberapa TPS. Diketahui ketika
proses pemungutan suara dimulai. Diantaranya tidak adanya
bantalan coblos, C1 hologram, C1 Plano, dan Salinan C1.
Solusinya KPPS laporkan ke PPS dan PPS melaporkan ke PPK.
Jika logistik tersebut tersedia di PPK maka PPS langsung
mengambil di PPK. Jika tidak tersedia di PPK, PPK koordinasi
dengan KPU.
2. Banyak KPPS yang kebingungan dalam pelaksanaan
pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Terutama
ketika berhubungan dengan pemilih DPTb maupun DPK, dan
pada saat pengisian formulir C dan C1 hologram beserta
salinannya. Bahkan ada KPPS yang salah persepsi dalam
penghitungan suara parpol dan suara calon sehingga terjadi
perolehan ganda. Solusi KPPS berkoordinasi dengan PPS dan
PPS berkoordinasi dengan PPK. Selain itu PPS dan PPK
melakukan pendampingan ke TPS.
3. Penghitungan suara dan pengisian formulir membutuhkan
waktu yang lama. Hal ini terjadi karena 5 jenis pemilihan
dilaksanakan secara bersamaan, ditambah dengan banyak
dan ribetnya berbagai macam formulir yang harus diisi.
Sehinga proses ini menyita waktu, fikiran dan tenaga KPPS.
4. Pada saat proses penghitungan suara malam hari, di
beberapa tempat terjadi pemadaman listrik dan hujan lebat
disertai angin. Sehingga proses penghitungan dihentikan
sementara sampai dukungan listrik tersedia. Dan hujan lebat
itu juga menghambat proses distribusi kotak suara dari TPS
ke PPS terutama didaerah yang medannya terjal.
b. Rekapitulasi tingkat Kecamatan
1. Membutuhkan waktu yang lama. Proses rekapitulasi di
Kecamatan Watulimo membutuhkan waktu 4 hari dan
penandatanganan berita acara dan sertifikat hasil
rekapitulasi oleh saksi dan PPK membutuhkan waktu 2 hari.
Hal ini terjadi karena ada 5 jenis pemilihan sekaligus dan
jumlah TPS di kecamatan watulimo adalah 277 TPS (1385
kotak suara). Jumlah ini adalah jumlah terbesar se
kabupaten Trenggalek. Dalam proses rekapitulasi ini menyita
waktu tenaga dan fikiran yang sangat luar biasa berat.
2. Jarak Gudang penyimpanan kotak pilpres dan 4 kotak yang
lain berjauhan. Karena keterbatasan tempat, hanya kotak

13
pilpres yang akan digunakan untuk rekapitulasi yang
ditempatkan di kantor kecamatan. Sedangkan 4 kotak yang
lain ditempatkan di kantor Desa Tasikmadu yang jarakya
cukup jauh (sekitar 3 km). sehingga ketika terjadi selisih
dalam rekapitulasi dan harus membuka C1 plano, maka
harus mengambil kotak di Tasikmadu dengan dikawal oleh
polisi/TNI dan panwas.

4. Hasil Kegiatan
Pemilu di wilayah kecamatan watulimo secara umum berjalan
dengan baik. Tidak ada masalah maupun keberatan saksi. Dan
menghasilkan perolehan sebagai berikut:

Data Pemilih
Jumlah Pemilih L P Jumlah
DPT 27.298 26.634 53.932
DPTb 10 11 21
DPK 226 228 454
Jumlah 27.534 26.873 54.407

Pengguna Hak Pilih dan Perolehan


a. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden:
Pengguna Hak Pilih:
Jumlah Pemilih L P Jumlah
DPT 22.337 21.755 44.092
DPTb 9 9 18
DPK 226 228 454
Jumlah 22.572 21.992 44.564

Perolehan
CALON Jumlah
01 (JOKOWI-AMIN) 36,282
02 (PRABOWO-SANDI) 7,392
TIDAK SAH 890
Jumlah 44,564

b. Pemilihan Anggota DPR RI (DAPIL VII)


Pengguna Hak Pilih:
Jumlah Pemilih L P Jumlah
DPT 22.337 21.755 44.092
DPTb 6 6 12
DPK 226 228 454

14
Jumlah 22.569 21.989 44.558

Perolehan
PARPOL Jumlah
1 Partai Kebangkitan Bangsa 6,384
2 Partai Gerakan Indonesia Raya 2,257
3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 12,993
4 Partai Golongan Karya 5,712
5 Partai Nasdem 1,198
6 Partai Gerakan Perubahan Indonesia 82
7 Partai Berkarya 364
8 Partai Keadilan Sejahtera 832
9 Partai Persatuan Indonesia 464
10 Partai Persatuan Pembangunan 790
11 Partai Solidaritas Indonesia 171
12 Partai Amanat Nasional 819
13 Partai Hati Nurani Rakyat 24
14 Partai Demokrat 3,568
19 Partai Bulan Bintang 39
20 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 23
TIDAK SAH 8,838
Jumlah 44,558

c. Pemilihan Anggota DPD RI


Pengguna Hak Pilih:
Jumlah Pemilih L P Jumlah
DPT 22.337 21.755 44.092
DPTb 9 9 18
DPK 226 228 454
Jumlah 22.572 21.992 44.564

Perolehan
NAMA CALON Jumlah
21 A. AGUS PATMINTO 1,522
22 Ir. H. AA LA NYALLA MAHMUD MATTALITTI 2,923
23 ABDUL QADIR AMIR HARTONO, S.E., S.H., 2,656
M.H
24 ACHMAD NURUL ILMI, S.H 1,534
25 ACHMAD RUSYAD MANFALUTI, S.Ag., M.Si 952
26 ADILLA AZIS 2,684
27 H. AHMAD NAWARDI, S.Ag 958

15
28 Ir. H. ALFA ISNAENI, M.Si 2,671
29 ANDI YUWONO, S.Sos., M.Si 354
30 A SYAIFUL ISMAIL, S.H., M.H 715
31 ENRICO WHENRY RIZKY TAMBUNAN 483
32 EVI ZAINAL ABIDIN 4,466
33 FAIROUZ HUDA, S.Sos 266
34 FATIHUL FAIZUN, S.Sos 201
35 Dra. Hj. HARBIAH SALAHUDDIN, M.Si 1,437
36 IMAM KHODRI TF, S.S., M.Th.I 465
37 MASHUDI, S.T.P 153
38 MISBAHUL MUNIR, M.Ag 256
39 MOHAMMAD TRIJANTO, S.H 386
40 MUHAMAD KODERI HW, M.T 396
41 H. NADJIB HAMID, M.Si 1,459
42 H. PUDJO BASUKI 177
43 PURWO ALI 40
44 Dr. H. RPA. MUJAHID ANSORI, M.Si 320
45 H. SONHADJI ZAINUDIN, S.E., M.M 60
46 Ir.H. SUHANDOYO SP 513
47 H. SUPRIASTO, S.H., M.H 1,018
48 ZAIFUL ANAM 117
TIDAK SAH 15,382
Jumlah 44,564

d. Pemilihan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (DAPIL IX)


Pengguna Hak Pilih:
Jumlah Pemilih L P Jumlah
DPT 22.337 21.755 44.092
DPTb 6 6 12
DPK 226 228 454
Jumlah 22.569 21.989 44.558

Perolehan
PARPOL Jumlah
1 Partai Kebangkitan Bangsa 7,582
2 Partai Gerakan Indonesia Raya 2,361
3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 11,446
4 Partai Golongan Karya 5,934
5 Partai Nasdem 1,139
6 Partai Gerakan Perubahan Indonesia 115
7 Partai Berkarya 417

16
8 Partai Keadilan Sejahtera 750
9 Partai Persatuan Indonesia 386
10 Partai Persatuan Pembangunan 747
11 Partai Solidaritas Indonesia 149
12 Partai Amanat Nasional 1,034
13 Partai Hati Nurani Rakyat 26
14 Partai Demokrat 1,598
19 Partai Bulan Bintang 36
20 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 25
TIDAK SAH 10,813
Jumlah 44,558

e. Pemilihan Anggota DPRD Kab. Trenggalek (DAPIL 2)


Pengguna Hak Pilih:
Jumlah Pemilih L P Jumlah
DPT 22.337 21.755 44.092
DPTb 5 4 9
DPK 226 228 454
Jumlah 22.568 21.987 44.555

Perolehan
PARPOL Jumlah
1 Partai Kebangkitan Bangsa 7,879
2 Partai Gerakan Indonesia Raya 6,614
3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 11,177
4 Partai Golongan Karya 6,190
5 Partai Nasdem 1,355
6 Partai Gerakan Perubahan Indonesia 49
7 Partai Berkarya 177
8 Partai Keadilan Sejahtera 721
9 Partai Persatuan Indonesia 129
10 Partai Persatuan Pembangunan 2,123
11 Partai Solidaritas Indonesia 43
12 Partai Amanat Nasional 898
13 Partai Hati Nurani Rakyat 10
14 Partai Demokrat 3,979
19 Partai Bulan Bintang 26
20 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 9
TIDAK SAH 3,176
Jumlah 44,555

17
BAB II
PENUTUP

Kesimpulan
Pelaksanaan Pemilu 2019 telah berhasil dilaksanakan dengan sukses
dan lancar. Walaupun pasti masih banyak kekurangan tetapi secara
umum tidak ada permasalahan berarti yang menghambat jalannya
tahapan demi tahapan. Hal itu tidak terlepas karena kerjasama yang
baik dari semua pihak.

Saran
Melihat beberapa permasalahan yang kami temukan kiranya ada
beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan sebagai masukan demi
kelancaran Pemilu mendatang:
1. Data pemilih untuk pemilu yang akan datang menggunakan data
pemilih dari pemilihan terakhir yang paling mutakhir, sehingga
proses pemutakhiran datanya tidak berkepanjangan.
2. Memaksimalkan coklit untuk memutakhirkan data, tentu dengan
memberikan honor yang layak bagi pantarlih / PPDP
3. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan di tingkat bawah (PPK dan
PPS) agar lebih tepat sasaran bukan hanya di tingkat Kabupaten.
4. Materi Bimbingan Teknis seharusnya disusun rapi oleh KPU
Kabupaten sehingga tidak ada perbedaan persepsi antara PPK
kecamatan satu dengan lainnya.
5. Peraturan perundang-undangan tentang kriteria KPPS harus
ditinjau ulang terutama berkaitan dengan periodesasi.
6. Beban kerja KPPS yang berat seharusnya honor ditambah lebih
besar. Termasuk anggaran untuk bimtek KPPS, karena harus
dilakukan lebih dari satu kali bimtek
7. Setting packing logistic dilakukan disatu tempat saja, ketimbang di
tiap dapil atau malah langsung di kecamatan masing-masing
8. Bimtek dari KPU Kabupaten berkaitan dengan Teknis pungut hitung
dan setting packing logistic harus sambung. Karena antara teknis
dan logistiknya terkadang tidak sinkron.
9. Pemerintah/DPR/KPU RI wajib meninjau ulang pelaksaan pemilu
legislatif bersamaan dengan pemilu presiden. Karena selain pemilih
kebingungan dengan banyaknya surat suara yang harus dicoblos,
KPPS juga kuwalahan dalam pelaksanaan pemungutan,
penghitungan maupun pengisian formulir C, C1 dan sejenisnya.
Ditambah dengan rekapitulasi berhari-hari di kecamatan, bukan
hanya melelahkan PPK, tetapi juga Panwascam dan Saksi.

18