Anda di halaman 1dari 11

Jalan layang adalah jalan yang dibangun tidak sebidang melayang menghindari daerah/kawasan

yang selalu menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas, melewati persilangan kereta api
untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan efisiensi.

Jalan layang merupakan perlengkapan jalan bebas hambatan untuk mengatasi hambatan karena
konflik dipersimpangan, melalui kawasan kumuh yang sulit ataupun melalui kawasan rawa-rawa.

Kegiatan di bawah jalan layang

Ruang di bawah jalan layang dapat menjadi unsur estetika [1] untuk meminimalkan unsur
kekakuan konstruksi jalan dengan menjadikan menjadi taman kota, tempat istirahat/berteduh
ataupun kegiatan lainnya.

Taman di bawah jalan layang

Untuk memanfaatkan ruang di bawah jalan layang dapat dimanfaatkan menjadi taman, dimana
tanaman yang ditanam adalah tanaman dari jenis yang tidak memerlukan cahaya matahari
langsung.

Parkir

Ruang bebas di bawah jalan layang dapat juga dimanfaatkan sebagai tempat parkir bagi
kendaraan, tempat parkir yang demikian hanya dilakukan bila tidak mengganggu kelancaran lalu
lintas[2] bagi kendaraan yang keluar masuk ke tempat parkir.

Rumah liar di bawah jalan layang

Beberapa permasalahan yang ditemukan di bawah jalan layang kalau tidak dikendalikan dengan
baik adalah pemukiman liar. Pada bulan Agustus tahun 2007 [3] terjadi kebakaran dipemukiman
liar di bawah jalan layang Pluit yang mengakibatkan rusaknya struktur jalan layang tersebut,
yang mengakibatkan perlunya perbaikan konstruksi dengan biaya yang tidak sedikit[4].

Pengendalian ruang di bawah jalan layang

Agar ruang di bawah jalan layang tidak disalah gunakan seperti yang terjadi didaerah Pluit perlu
dikendalikan dengan baik agar gubuk-gubuk atau rumah-rumah liar tumbuh dan berkembang.

Soal Fly Over


$alam mengatasi kemacetan lalu lintas di pusat kota kita, maka langkah - langkah tadilah yang seharusnya
dilakukan oleh pemerintah. Mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas dengan membangun fy over di pusat kota
adalah menyelesaikan masalah dengan masalah baru. )ebab yang kita lihat hanya soal arus lalu
lintasnya saja. Bagi pengguna jalan, pembangunan fy over mungkin saja baik. /amun bagi
pemerintah kota, itu berarti menyembunyikan dan menyuburkan persoalan perkotaan.#embangunan fy
over mungkin lebih murah dibandingkan dengan kerugian kemacetan lalu lintas pusat kota !saya sebenarnya
masih mempertanyakan proses perhitungan angka kerugian ini". Tapi kerawanan sosial yang muncul di bawah fy
over, harus dihitung juga sebagai kerugian pasca pembangunan.
Fly over merupakan perlengkapan jalan bebas hambatan untuk mengatasi hambatan karena
konflik di persimpangan dan menghindari daerah/kawasan yang selalu menghadapi
permasalahan kemacetan lalu lintas. Sebagaimana jembatan fly over pada umumnya terdiri dari
dua bangunan utama yaitu bangunan atas (super structure) dan bangunan bawah (sub structure).

Fungsi dan mamfaat Jalan layang (flyover) dalam mengatasi kemacetan


Jalan layang (fly over) adalah jalan yang berfungsi menghindari kontra langsung antara sesama
kendaraan dibangun tidak sebidang dapat dikatakan di atas permukaan jalan/ melayang pada
daerah/kawasan yang selalu menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas yang sangat parah
karena terlalu besar volume kendaraan dibandingkan ruas jalan yang ada .

secara langsung ada persamaan mendasar antara Jembatan dengan Jalan layang (fly over) karena
posisinya sama-sama melayang yang merupakan bangunan struktur bertujuan menghubungkan
dua daratan/permukaan jalan yang terpisah satu dengan yang lainnya
Fungsi dan mamfaat jalan layang dapat di uraikan sebagai berikut;
 Jalan layang/ Fly over dibangun untuk mengatasi kemacetan besar suatu daerah/kawasan
yang tidak dapat diatasi dengan penggunaan lampu merah sebagai pengaturannya.

 Dapat meningkatkan efisiensi lalu lintas dan mengurangi resiko kecelakaan pada
kawasan yang melewati persilangan kereta api.

 Jalan layang merupakan struktur bangunan perlengkapan jalan yang bebas hambatan
dari konflik dipersimpangan ataupun melalui kawasan kumuh dan kawasan rawa-rawa.

pembangunan jalan layang/ fly over mempuyai beberapa hal nilai positif yang diperoleh sebagai
berikut:
dapat memecahkan permasalahan mobilitas dan aksesibiltasguna peningkatan kinerja lalu lintas,
karena terjadi peningkatan kecepatan lalu lintas pada jalan layang karena biasanya jumlah akses
jalan layang terbatas, sehingga konflik merging dan konflik diverging berkurang pada ramp
masuk ataupun keluar dan kelancaran mengakibatkan penurunan emisi gas buang, karena
kendaraan yang jalan pada kecepatan rendah akan lebih tinggi ketimbang berjalan pada
kecepatan yang lebih tinggi.Hal negatif yang diperoleh dalam pembangunan jembatan jalan
layang adalah :
Pembangunan jalan baru di wilayah perkotaan akan meningkatkan mobilitas kendaraan pribadi
yang akan menarik masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, sehingga dalam waktu
hanyab eberapa tahun jalan sudah terjadi kemacetan lalu lintas lagi,

Mengganggu estetika kota, struktur baik jalan layangnya maupun tiang penyangga (pier) jalan
layang yang mengganggu pandangan,yang mengakibatkan cahaya matahari terganggu untuk
sampai kepermukaan tanah.

Jalan layang didesain menggunakan tipe struktur beton prategang twin box girder bentang
menerus (continues beam), Salah satu tipe struktur jalan layang adalah bentuk box girder. Box
girder yang cukup langsing adalah dengan bentuk trapesium.

Pada pemilihan bentuk penampang, tipe box girder sangat cocok untuk Jalan layang bentang
panjang. Selain karena bentuknya yang langsing, juga karena dinilai memiliki kekuatan menahan
momen lentur yang lebih tinggi dan kekakuan torsional yang lebih baik dibandingkan bentuk
lainnya.

Box girder biasanya terdiri dari elemen beton pratekan, baja structural, atau komposit baja dan
beton bertulang. Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapesium dan
dapat direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel, seperti gambar dibawah ini:

Tinggi elemen box girder dapat dibuat constant maupun bervariasi, makin ke tengah makin kecil
seperti gambar dibawah ini:
box girder beton umumnya dipadukan dengan system prategang. Konsep prategang adalah
memberikan gaya tarik awal pada tendon sebagai tulangan tariknya serta memberikan momen
perlawanan dari eksentrisitas yang ada sehingga selalu tercipta tegangan total negative baik serat
atas maupun bawah yang besarnya selalu dibawah kapasitas tekan beton. Struktur akan selalu
bersifat elastic karena beton tidak pernah mencapai tegangan tarik dan tendon tak pernah
mencapai titik plastisnya.

Metode pelaksanaan box girder juga kompleks dan bervariatif tergantung dari keadaan tanahnya,
jenis tendon pratekannya apakah internal prestressing atau external prestressing, tergantung juga
lekatan kabel dengan beton apakah bonded ataukah unbounded, pengaturan bentangan jembatan
apakah menerus atau bentang sederhana, tinggi elemen box girder apakah bervariasi atau
constant serta proses pelaksanaan di lapangan apakah cor ditempat atau pracetak.

Metode pelaksanaan yang umum digunakan adalah metode konvensional dengan perancah,
balance cantilever, atau kombinasinya, dan incremental launching.

1. Metode pelaksanaan box girder cara konvensional menggunakan falsework


2. Metode pelaksanaan box girder cara incremental erection.

3. Metode pelaksanaan box girder cara cantilever.


Bagian dari jalan layang terdiri dari :

1. Abutmen/ Kepala jalan layang

Bangunan bawah jalan layang yang terletak pada kedua ujung jalan layang yang berfungsi
memikul reaksi beban pada ujung jalan layang dan dapat juga berfungsi sebagai dinding
penahan tanah.

2. Pilar

Perencanaan pilar merupakan hal yang sangat penting dan mendasar yang akan mempengaruhi
estetika, keekonomisan serta perilaku struktur dari jalan layang. Pilar akan menerima gaya dari
gelagar. Secara prinsip pemakaian beton pada pilon mempunyai dasar yang kuat mengingat akan
mengalami gaya tekan yang besar.

3. Gelagar

Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapezium dan dapat
direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel.
4. Lock Up Device

Fungsi dari lock up device adalah untuk memberikan suatu hubungan yang kaku (rigid link)
antara dek jembatan dengan abutmen atau pilar jalan layang, sehingga pada akibat beban yang
cepat dangan durasi yang pendek seperti gempa, tabrakan, rem, gaya tersebut akan disalurkan ke
perletakan. Akibat beban yang terjadi perlahan-lahan seperti suhu, susut dan rangkak, maka tidak
terjadi hubungan kaku sehingga tidak terjadi penyaluran gaya.

5. Modular Expansion Joint

Sebagaimana umumnya jalan layang bentang panjang, pergerakan pada dek jalan layang akan
selalu terjadi dan harus diakomodasi dengan baik. Untuk mengakomodasi pergerakan yang
relative besar tersebut. Umumnya digunakan expansion joint tipe modular. Gambar dibawah
menyajikan tipikal Expansion Joint tipe modular yang umum digunakan.
6. Mechanical Bearing

Sebagaimana umumnya jalan layang bentang panjang, gaya-gaya pada perletakan akan memiliki
magnitude yang besar. Untuk itu tipe perletakan yang digunakan pada jembatan bentang panjang
adalah perletakan yang mempunyai kemampuan menahan gaya yang besar. Tipe perletakan
mekanik seperti pot bearing dan spherical bearing umum digunakan pada jembatan bentang
panjang.
FLYOVER TIDAK DAPAT DIANDALKAN DALAM
MENGATASI KEMACETAN

Flyover atau jembatan layang kerap kita temukan di kota-kota besar


di Indonesia, selain memperindah, mempertegas serta menunjukkan
kota tersebut ialah kota besar yang berkembang pesat dimana rata-
rata masyarakatnya mempunyai mobilitas yang tinggi namun selain
itu salah satu fungsi utamanya ialah untuk mengurai kemacetan yang
terjadi maupun untuk mempersingkat jarak tempuh dari satu tujuan
ke tujuan lainnya.

Memang benar pembangunan flyover di kota besar dengan tingkat mobilitas yang tinggi salah
satunya bertujuan untuk mengurai kemacetan yang ada, dengan adanya alternatif jalur melalui
flyover para pengendara dapat menentukan jalur mana yang akan dilewatinya untuk menghindari
kemacetan maupun mempersingkat waktu perjalanan.
Aturan lain yang mungkin saja bisa diterapkan ialah dengan menaikkan pajak kendaraan
bermotor, atau dengan menerapkan tarif parkir yang tinggi yang telah diterapkan oleh sebagian
negara-negara maju seperti Inggris, Perancis, Hongkong, dengan demikian orang akan enggan
menggunakan atau akan mempertimbangkan akan membeli kendaraan baru. Cara lain ialah
dengan menggalakkan program-program yang bertema lingkungan seperti go green, car free day,
bike to work, back to nature dan sebagainya serta masih banyak cara lainnya dalam mengatasi
kemacetan, emmang dalam membuat suaatu aturan tidaklah mudah.
Seperti yang kita ketahui daya beli masyarakat Indonesia golongan menengah ke atas tergolong
baik, kita lihat saja hampir setiap hari kita melihat dijalanan kendaraan baru bermunculan, tentu
kita mengetahui dengan jelas perbedaan yang mnecolok untuk mengetahui kendaraan yang beru
keluar dari showroom, ditambah dengan mudahnya proses untuk mendapatkan kendaraan baru
yang tidak begitu sulit, misalnya saja untuk kendaraan roda dua dengan uang muka berkisa Rp.
1.000.000 orang bisa membeli motor baru dengan angsuran yang begitu murah per bulannya,
terlebih para agen atau distributor tengah gencar-gencarnya membuat promo untuk menarik
calon pembeli seperti promo cash back, free angsuran 1 bulan, atau bonus lainnya serta dengan
uang muka dan angsuran yang begitu terjangkau oleh masyarakat.
Tidak ada manfaatnya bagi kota yang memiliki atau yang akan membangun sebuah flyover
dengan megah dan modern dengan menghabiskan dana bermilyaran bahkan hingga trliyunan
untuk membangunan flyover jika jumlah kendaraan bermotor semakin hari, bulan, tahun terus
meningkat. Kelak perluasan jalan, penambahan jalan tidak akan efektif untuk mengatasi
kemacetan jika sumbernya tida mampu ditekan yaitu kendaraan itu sendiri

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF FLYOVER


a. Dampak Positif
proses pembangunan fly over Jatingaleh terhadap lingkungan diantaranya mulai dari
pengemudi kendaraan, kemacetan akan menimbulkan ketegangan atau stress, selain itu juga
akan menimbulkan dampak negatif ditinjau dari segi ekonomi yang berupa kehilangan
waktu, karena waktu perjalanan yang lama serta bertambahnya biaya operasi kendaraan
(bensin, perawatan mesin) karena seringnya kendaraan stop and go.
b. Dampak negative
Dan juga timbul dampak negatif terhadap lingkungan berupa peningkatan polusi udara
karena gas racun CO serta peningkatan gangguan suara kendaraan (kebisingan). Hasil
penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa setiap kendaraan yang beroperasi
memberikan kontribusi 2.718,19 ug/m3 gas CO pada udara. Penyebaran emisi ini terpapar
hingga jarak 50 m searah dengan kecepatan angin untuk gas dan hingga jarak 250 m untuk
partikel padat menurut Mursid pada tahun 2007.

Terjadinya kemacetan lalu lintas akan memperbesar emisi gas CO karena terjadi pembakaran
yang tidak sempurna, hingga hampir 6 kali bila lalu lintas tidak mengalami kemacetan. Paparan
tersebut yang memberikan beban kepada masyarakat di sekitar jalan, baik pemukim, pengasong,
polisi lalu lintas, maupun pekerja di pinggir jalan, karena mereka menghirup karbonmonoksida
(CO) setiap harinya. Belum lagi ditambah aktifitas alat berat yang bekerja pada proyek fly over
tersebut yang menghasilkan gas CO dan kebisingan.

Jika membahas mengenai dampak proses pembangunan fly over Jatingaleh terhadap lingkungan
akan banyak sekali yang terdampak. Mulai dari pekerja proyek, pengguna jalan, petugas lalu
lintas dan yang sangat terdampak paling lama adalah pemukiman disekitar lokasi pembangunan.
Namun begitu, pembangunan fly over memiliki manfaat yang banyak seperti mengatasi macet
pada peersimpangan Jatingaleh tanpa penggunaan traffic light sebagai pengaturnya serta
menjadikan arus lalu lintas tanpa hambatan meski pada daerah persimpangan. Namun demikian,
fly over bukan solusi satu-satunya untuk mengatasi kemacetan, jika tidak dibarengi dengan upaya
menekan pertumbuhan kendaraan bermotor dan pembenahan trasportasi umum.