Anda di halaman 1dari 7

DWI ADE NOVIANTORO

Tugas Akhir M3: Aplikasi Teori Belajar dan Pembelajaran

PENGORGANISASIAN INFORMASI/PENGETAHUAN
DALAM INGATAN MANUSIA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Informasi adalah pengetahuan yang didapat dari pembelajaran, pengalaman atau
instruksi. Informasi yang diterima melalui alat indera akan dipersepsikan oleh bagian-bagian
yang berfungsi secara khusus. Semua informasi yang diperoleh akan terekam di dalam
ingatan, tetapi tidak semua informasi tersebut dapat bertahan lama dalam ingatan karena
beberapa faktor yang memengaruhinya. Ingatan adalah suatu hal yang sangat mendasar
dalam kehidupan manusia. Hubungannya yang sangat erat dengan pola pikir membuatnya
menjadi salah satu yang paling sering dan paling menarik untuk diperbincangkan.
Berdasarkan rentang waktu tersimpannya, ingatan yang tersimpan dalam otak manusia
terbagi menjadi dua, yaitu memori jangka panjang dan memori jangka pendek. Memori
jangka pendek adalah ingatan yang tersimpan dalam rentang waktu 30 detik jika tanpa
pengulangan, dan ingatan yang sedang merespons rangsang dari lingkungan. Sedangkan
memori jangka panjang adalah ingatan yang tersimpan secara permanen di otak. Ketika
individu memperoleh suatu informasi, secara tidak langsung otak akan memproses informasi
tersebut, namun jika infomasi tersebut dalam pemrosesannya mendapatkan perhatian
(attention), maka akan menghasilkan suatu pemahaman.
Pemrosesan informasi didasari pada asumsi bahwa pembelajaran merupakan fakor
yang sangat penting, sehingga guru sebagai fasilitator, motovator dan inspirator diharapkan
dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna agar informasi dapat diproses
secara matang, terorganisasi, serta dapat tersimpan dengan baik pada ingatan siswa.
Pengolahan informasi mengandung pengertian tentang bagaimana individu mempersepsi,
mengorganisasi, dan mengingat sejumlah besar informasi yang diterima individu dari
lingkungan. Berdasarkan uraian di atas, maka guru perlu mengetahui tentang
pengorganisasian informasi yang terjadi pada ingatan manusia agar dapat merencanakan
kegiatan pembelajaran yang lebih baik karena pembelajaran di sekolah menjadi modal siswa
pada masa yang akan datang. Makalah ini disusun untuk membahas tentang
pengorganisasian informasi/pengetahuan dalam ingatan manusia.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penyusunan makalah ini
adalah bagaimana pengorganisasian informasi/pengetahuan dalam ingatan manusia?

C. Tujuan Pembelajaran
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari makalah ini adalah untuk
mengetahui tentang pengorganisaian informasi/pengetahuan dalam ingatan manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pemrosesan Informasi Pada Ingatan Manusia


Para ahli psikologi khususnya mereka yang tergolong cognitivist (ahli sainskognitif)
sepakat bahwa hubungan antara belajar, memori, dan pengetahuan itu sangat erat dan tidak
mungkin dipisahkan. Memori yang biasanya kita artikan sebagai ingatan itu sesungguhnya
adalah fungsi mental yang menangkap informasi dari stimulus, dan ia merupakan storage
system, yaitu sistem penyimpanan informasi dan pengetahuan yang terdapat di dalam otak
manusia. Pengorganisasian atau penataan informasi di dalam memori kita, membantu kita
dalam mengingat dan menghadirkan kembali informasi tersebut. Memori yang sifatnya
dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang
disimpan. Memori atau mengingat merupakan proses menerima, menyimpan dan
mengeluarkan kembali informasi-informasi yang telah diterima melalui pengamatan,
kemudian disimpan dalam pusat kesadaran otak setelah diberikan tafsiran.
Informasi terus memasuki pikiran kita melalui indera kita. Informasi yang masuk
kemudian diproses dan tersimpan berkaitan erat dengan kemampuan kognisi seseorang
(Frishammar, 2002). Dengan kata lain, pemrosesan informasi dipengaruhi oleh faktor
memori dan kognisi termasuk kecerdasan seseorang (Frishammar, 2002). Resnick (1981)
berpendapat bahwa dalam psikologi pemrosesan informasi memfokuskan pada struktur
pengetahuan dan pada mekanisme dimana pengetahuan dimanipulasi, ditransformasi dan
dihasilkan dari proses beberapa pemecahan masalah. Pemrosesan informasi di dalam
pikiran berlangsung terus-menerus selama adanya informasi baru yang masuk dalam
pikiran. Komponen pemrosesan informasi dipilah berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas,
bentuk informasi, serta proses terjadinya. Komponen tersebut adalah sebagai berikut.
1. Sensory Memory (SM)
Sensory Memory (SM) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar.
Di dalam SM informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, bertahan dalam waktu sangat
singkat, dan informasi tadi mudah terganggu atau berganti.
2. Working Memory (WM)
Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasi yang
diberi perhatian oleh individu. Karakteristik WM adalah memiliki kapasitas terbatas
(informasi hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik tanpa pengulangan)
daninformasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya.
3. Short Term Memory (STM)
Short Term Memory (STM) atau memori jangka pendek memiliki kapasitas yang
kecil sekali, namun sangat besar peranannya dalam proses memori, yg merupakan
tempat di mana kita memproses stimulus yang berasal dari lingkungan kita.
4. Long Term Memory (LTM)
Long Term Memory (LTM) diasumsikan berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki
individu, mempunyai kapasitas tidak terbatas, sekali informasi disimpan di dalam LTM
ia tidak akan pernah terhapus atau hilang.
Stimulus yang masuk melalui panca indra diterima oleh Sensory Memory. Sensory
memory menyimpan semua informasi sensorik (visual, pendengaran, penciuman, dan
haptic) untuk periode yang sangat singkat dalam bentuk sensoriknya yang mentah. Melalui
perhatian yang selektif (selective attention) informasi dipindahkan ke dalam kesadaran dan
memori jangka pendek (short term memory), sedangkan informasi yang tidak lolos
perhatian dilupakan. Hubungan antara memori jangka pendek dan memori kerja (working
memory) masih belum jelas namun diibaratkan jika memori jangka pendek adalah memori
sadar maka memori kerja adalah setara dengan catatan post-it. Selanjutnya dengan
rehearsal and encoding informasi yang telah dipelajari akan disimpan di memori jangka
panjang (Long Term Memory).
Setiap proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak dalam diri seseorang dan jejak ini
akan disimpan sementara dalam ingatan. Sehubungan dengan masalah retensi dan
kelupaan, ada satu hal penting yang dapat dicatat, yaitu interval atau jarak waktu antara
memasukkan dan menimbulkan kembali interval dapat dibedakan atas:
1. Lama interval, yaitu menunjukan tentang lamanya waktu antara pemasukan bahan
sampai ditimbulkan kembali bahan itu. Lamanya berkaitan dengan kekuatan retensi
2. Isi interval yaitu aktivitas-aktivitas yang terdapat pada interval. Aktivitas tersebut akan
merusak atau menganggu jejak ingatan sehingga dapat menyebabkan kelupaan.
3. Reinterval adalah pemulihan kembali apa yang telah disimpan sebelumnya. Proses
mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang
disimpan dalam memori untuk digunakan kembali. Hilgrad (1975) menyebutkan
tiga jenis proses mengingat, yaitu,
a. Recall yaitu mengeluarkan bagian spesifik dari informasi, biasanya diarahkan
dengan menggunakan Selective attention adalah membatasi perhatian pada
stimulus tertentu, Individu lebih memperhatikan karakteristik fisik dari
stimulus, contohnya adalah volume dan ritme suara.
b. Recognition yaitu mengenali bahwa stimulus tertentu telah disajikan seb
elumnya. Contohnya Misalnya dalam soal pilihan berganda, siswa hanya dituntut
untuk melakukan recognition karena semua pilihan jawaban sudah diberikan.
Siswa hanya perlu mengenali jawaban yang benar di antara pilihan yang ada.
c. Redintegrative yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai inf
ormasi infomasi menjadi suatu cerita yang cukup lengkap. Proses ini terjadi bila
seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Soekarno, maka akan teringat
banyak hal tentang tokoh tersebut.
Perbedaan antara recall dan recognition menunjukan adanya fungsi
petunjuk mengingat dalam recognition. Petunjuk ini membantu manusia mengenali informasi
yang akan diingat khususnya memori jangka panjang. Proses mengingat atau memori
banyak dipengaruhi oleh berberapa faktor, yaitu
1. Faktor Individu, proses mengingat akan lebih efektif apabila individu memiliki minat
yang besar, motivasi yang kuat, memiliki metode tertentu dalam pengamatan dan
pembelajaran memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang baik.
2. Faktor Sesuatu yang harus diingat adalah sesuatu yang memiliki organisasi dan
struktur yang jelas, mempunyai arti, mempunyai keterkaitan dengan individu, me
mpunyai intensitas rangsangan yang cukup kuat.
3. Faktor lingkungan. Proses mengingat akan lebih efektif apabila ada lingkungan
yang menunjang dan terhindar dari adanya gangguan-gangguan.
Secara umum usaha-usaha meningkatkan kemampuan memori harus memenuhi tiga
ketentuan sebagai berikut.
1. Proses memori bukanlah suatu usaha yang mudah. Oleh karena itu, perlu
diperhatikan bahwa pengulangan. Mekanisme dalam proses mengingat
sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-
hari. Seseorang dikatakan belajar dari pengalaman karena ia mampu
menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk
memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya saatini.
2. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain.
Memori sangat dibantu bila informasi yang dipelajari mempunyai kaitan dengan hal-
hal yang sudah dikenal sebelumnya. konteks dapat berupa peristiwa, tempat, nama
sesuatu, perasaan tertentu dan lain-lain.
3. Proses memori memerlukan organisasi. Salah satu pengorganisasian informasi
yang sangat dikenal adalah mnemonik. (bahasa Yunani: mnemosyne, yaitu dewi
memori dalam mitologi Yunani). Informasi diorganisasi sedemikian rupa
(dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dikenal) sehingga informasi yang
kompleks mudah untuk diingat kembali.

B. Pengorganisasian Informasi Pada Ingatan Manusia


Pengorganisasian adalah cara lain untuk melihat proses berlangsungnya
pengorganisasian informasi di dalam memori adalah denganmelihat pengaruh kontek di
dalam memori. Pengorganisasian atau penataan informasi di dalam memori kita, maka kita
akan terbantu dalam mengingat dan menghadirkannya kembali. Strategi penataan memori
yang baik, yakni dengan mengelompokkan atau “mengepak” informasi menjadi unit-unit
“higher order” yang dapat diingat sebagai satu unit tunggal disebut juga dengan chunking.
Chunking dilakukan dengan membuat sejumlah besar informasi menjadi lebih mudah
dikelola dan lebih bermakna. Pada bagian ini akan dibahas tentang tentang proses
organisasi
1. Konteks
Jalan lain yang dilakukan dalam pengorganisasian proses yang terlihat untuk
mengoperasikan memori adalah bagaimana pengaruh konteks dalam memori. Cara
informasi dikode dan disimpan dalam memori dapat dengan mudah dipengaruhi oleh
konteks. Contohnya kontek verbal dalam kata kemacetan dikodekan seperti strawberi
versus kemacetan lalu lintas akan menentukan jenis vitur yang dikodekan dalam
memori. Aturan konteks bisa menseleksi fitur tertentu yang ditujukan untuk
pengkodean dan penyimpanan. Singkatnya konteks berfungsi untuk membantu
mengatur fitur tertentu dalam penempatannya di memori. Apabila kata-kata itu diproses
pada tingkat yang dangkal, lebih sedikit kata-kata yang bisa di ingat, ketika kata-kata
itu diproses pada tingkat yang lebih dalam maka secara substansial lebih banyak kata-
kata yang bisa di ingat.
2. Proses Konstruktif
Secara umum proses konstruktif merujuk pada tindakan bagaimana kita dapat
mengintegrasikan atau mengatur informasi dalam memori sebuah pola yang lebih
kurang koheren disebut skema. Dapat dipahami, sebuah skema dapat mempengaruhi
bagaimana informasi. informasi baru dapat diintegrasikan ke dalam memori jangka
panjang. Dalam sebuah penelitian, John Bransford dan Jeffrey Frank mengemukakan
bahwa manusia mengenal informasi meskipun itu tidak eksplisit di presentasikan untuk
belajar.Mereka disajikan dengan subjek daftar kalimat sederhana yang jika
digabungkan akanmewakili sebuah kalimat kompleks yang mengandung beberapa ide.
3. Memori Semantik
Memori semantik adalah pengetahuan umum siswa tentang dunia. Memori ini
mencakup,
a. Pengetahuan tentang pelajaran di sekolah (seperti pengetahuan geometri).
b. Pengetahuan tentang bidang keahlian yang berbeda (seperti pengetahuan catur).
c. Pengetahuan sehari-hari tentang makna kata, orang terkenal,tempat-tempat
penting,dan hal-hal umum.
Studi memori semantik menitik beratkan pada memori alami, yaitu memori yang
menyimpan apa-apa saja yang didapatkan dari pengalaman berbahasa. pandangan
yang populer tentang memori semantik yaitu beragam makna dari kata-kata yang
saling berhubungan di dalam memori dengan berbagai persetujuan dalam memori.
Tidak semua link diantara kata- kata yang terkait sama-sama penting. Kata-kata yang
lebih kritis atau penting terkait dengan makna konsep dianggap lebih dekat dibanding
kata-kata lain. Sebagai contoh konsep manusia mungkin memiliki link ke “orang,
tangan, hati, dan orang”. Tetapi mereka mungkin berbeda dalam mendefenisikan
properti dari manusia. Salah satu tes model jaringan seperti subjek di minta untuk
menjawab pertanyaan tentang apakah burung kenari berwarna kuning? Apakah
burung kenari terbang?. Lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk
menjawab “ya” atau “tidak”. Hal ini berteori bahwa pencarian di memori untuk
pertanyaan ini memerlukan pengaktifan kode yang terlibat, seperti, kinari dankuning,
kinari dan terbang, dan aktifitas kemudian menyebar keseluruh jaringan kompleks
linkterkait. Versi kasus ini disebut teori penyebaran aktifitas memori semantic yang
dikembangkanoleh Allan Collins dan Elizabeth Loftus. Jika diansumsikan bahwa antara
kuning dan kenarilebih dekat dari pada hubungan antara terbang dan burung kenari.
Singkatnya waktu reaksiterhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini dianggap sebagai
ukuran kekuatan sambunganatau waktu antara dua kode.

4. Pengelompokan persepsi dan memori


Ide penting yang berasal dari teori Gelstalt memori adalah bahwa hal-hal yang
dikelompokkan perceptual akan menentukan cara mereka akhirnya diselenggarakan
di memori. Informasi di lingkungan kita terkadang special atau temporal terorganisasi
sehingga kita menggunakan organisasi ini untuk mengkodekan dan menyimpan
informasi. Misalnyanomor telepon dikelompokkan menjadi dalam urutan tiga dijit dan
empat digit. Singkatnya manusia harus memilki konsistensi dalam pengelompokan
atau mereka tidakakan mampu untuk mengkodekan dan menyimpan urutan.
Generalisasi ini berlaku dimanaurutan yang harus dipelajari tidak memilki struktur
tingkat tinggi yang jelas yaitu dimana orang tidak mampu mendeteksi urutan
tersembunyi dari angka atau huruf yang akan lebih mudah untuk menyandikan bahwa
urutan yang disajikan dalam studi
BAB III
SIMPULAN

Pengorganisasian adalah cara lain untuk melihat proses berlangsungnya


pengorganisasian informasi di dalam memori adalah denganmelihat pengaruh kontek di
dalam memori. Pengorganisasian atau penataan informasi di dalam memori kita, maka kita
akan terbantu dalam mengingat dan menghadirkannya kembali. Pemrosesan informasi di
dalam pikiran berlangsung terus-menerus selama adanya informasi baru yang masuk dalam
pikiran. Psikologi pemrosesan informasi memfokuskan pada struktur pengetahuan dan pada
mekanisme dimana pengetahuan dimanipulasi, ditransformasi dan dihasilkan dari proses
beberapa pemecahan masalah. Stimulus yang masuk yang masuk melalui panca
indra diterima oleh sensory memory. Sensory memory menyimpan semua informasi
sensorik (visual, pendengaran, penciuman, dan haptic) untuk periode yang sangat singkat
dalam bentuk sensoriknya yang mentah. Melalui perhatian yang selektif (selective attention)
informasi dipindahkan kedalam kesadaran dan memori jangka pendek (short term memory),
sedangkan informasiyang tidak lolos attention dilupakan. Hubungan antara memori jangka
pendek dan memorikerja (working memory) masih belum jelas namun diibaratkan jika
memori jangka pendekadalah memori sadar maka maka memori kerja adalah setara dengan
catatan post-it. Selanjutnya dengan rehearsal dan encoding informasi yang telah dipelajari
disimpan dimemori jangka panjag (long term memory). Model pembelajaran pemrosesan
informasi adalah model pembelajaran yangmenitikberatkan pada aktivitas yang terkait
dengan kegiatan proses atau pengolahaninformasi untuk meningkatkan kapabilitas siswa
melalui proses pembelajaran. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik

DAFTAR PUSTAKA

Frishammar, J. (2002). Characteristics in Information Processing Approaches. International


Journal of Information Management.
NN. (2011). Seluk Beluk Ingatan Manusia. Jalur Ilmu. http://jalurilmu.blogspot.com.
Ihwan, Indra. (2013). Cara manusia Memproses Informasi. http://indraihwan.blogspot.com.
Setiana. (2013). Pengelolaan Informasi pada Manusia. http://setiana1875.blogspot.com.
Pradipta, S. (2013). Teori Proses Pengolahan Informasi. http://sandy-pradipta.blogspot.com.