Anda di halaman 1dari 19

AUTHENTIC ASSESSMENT (SHEET 12)

Oleh

1. Dwi Setyowati, S.Si NIM 170220104013

PASCASARJANA PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JEMBER

2018
Soal!

1. Jelaskan mekanisme saudara mengembangkan instrumen asesmen dlm bentuk


essay!
2. Bila suatu tujuan pembelajaran adalah sebagai berikut, lakukan justifikasi jenis
instrumen asesmennya berupa apa saja
a. Jelaskan alasan saudara dipilihnya jenis tersebut.
b. Buatlah instrumen authentik asesmen disertai rubriknya
Tujuan pembelajaran:
"Siswa mampu menerapkan berlakunya Hukum Newton dalam kehidupan
sehari-hari"
3. Jelaskan teknik justifikasi bahwa instrumen yang dikembangan telah melingkup
secara memadai Learning Outcomes yang ditargetkan!
4. Jelaskan teknik deteksi kesulitan belajar siswa dalam prespektif prosedur authentic
assessment!

JAWABAN

1. Langkah pengembangan instrumen dalam bentuk essay


Jawaban alternatif 1 :
Menurut Sani (2006: 35-44) tahapan pengembangan instrumen adalah :
1. Identifikasi standar
Standar dikembangkan dari konten kurikulum. Standar pada penilaian
autentik seharusnya dapat mengarahkan peserta didik untuk belajar atau
menunjukkan cara belajar.Standar penilaian dapat berupa indikator
pencapaian sebuah kompetensi dasar.
2. Pengembangan tugas autentik essay
Soal essay perlu dirancang agar peserta didik dapat mengkonstruksi
respon tanpa dibatasi, dan memungkinkan mereka dalam menunjukkan
kemampuan dalam melaksanakan terkait standar yang ditetapkan.
3. Pengembangan kriteria atau indikator kerja
Kriteria untuk menilai pemenuhan sebuah tugas autentik (soal essay)harus
ditetapkan agar penilaian dapat dilakukan secara sistematik. Kriteria yang
baik sebagai berikut : dinyatakan secara jelas, singkat, dapat diamati,
merupakan penyataan perilaku, dan dapat dipahami. Sebagai contoh
Standar : “mampu menyelesaikan sebuah permasalahan”
Maka kriteria yang dinilai yaitu :
a. Mendefinsikan masalah
b. Mengidentifikasi strategi penyelesaian masalah
c. Mengusulkan solusi atau hipotesis
d. Mengevaluasi solusi potensial
e. Menerapkan solusi

4. Mengembangkan rubrik
Rubrik merupakan pedoman penskoran. Pedoman penskoran essay perlu
memiliki deskriptor yang menunjukkan tingkat kinerja dari masing-
masing tingkatan unjuk kerja. Rubrik yang dapat berupa rubrik analitik,
holistik atau rubrik perkembangan.
Rubrik analaitik memisahkan setiap elemen kriteria. Sebagai contoh:

Kriteria Sangat baik baik cukup Perlu


bimbingan
Mendefin Mendemonstr Mendemonstr Mendemonstr Mendemonstr
sikan asikan asikan asikan asikan
masalah kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan
perumusan merumuskan merumuskan yang terbatas
permasalahan permasalahn permasalahn dalam
secara jelas secara rinci disertai merumuskan
da nmemiliki dengan bukti sedikit bukti masalah
makna dan faktor dan faktor
disertai bukti konstekstual konstekstual
dan faktor dan relevan dan relevan
konstekstual namun
dan relevan rumusan
tidak
mendalam

5. Menilai instrumen penilaian essay


Guru haeus dapat menilai apakah instrumen yang dikembangkan
merupakan instrumen penilaian autentik dan berpusat pada peserta didik.
Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan :
a. Apakah instrumen penilaian mencakup penilaian ketrampilan yang
dibutuhkan dalam kehidupan?
b. Apakah ketrampilan yang dinilai dapat diobservasi dan diukur?
c. Apakah proses penilaian dapat mengembangkan kekuatan dan
pengetahuan peserta didik?

Referensi : Sani, R.A. 2016. Penilaian Autentik. Jakarta : Bumi Aksara

Jawaban alternatif 2:

Proses merancang dan mengembangkan sebuah esai asesmen meliputi tiga langkah,
yaitu:

1. Perencanaan Asesmen

Dalam asesmen esai, target akan mencerminkan baik komponen pengetahuan


maupun jenis-jenis alasan yang akan digunakan oleh responden. Kita memiliki dua
pilihan untuk memulainya, yaitu dengan tabel spesifikasi tes atau dengan daftar
tujuan pembelajaran.

Dengan menggunakan tabel spesifikasi, sel dalam tabel berisi skor dari hasil tes
terhadap suatu isi atau kombinasi alasan, bukan jumlah tes yang dilakukan oleh
siswa. Berikut merupakan contoh tabel spesifikasi tentang soal/tes bentuk esai
dibandingkan dengan tes respon terbatas, serta asesmen kinerja.

Tabel 1. Spesifikasi Untuk Tes Esai

Isi Recall Inference Evaluasi Total


Asesmen Respon Terbatas 10 10 10 30
Asesmen Esi 10 10 10 30
Asesmen Kinerja 0 20 40 40
Total 20 40 40 100

Berdasarkan tabel tersebut tampak jelas bahwa dalam perencanaan, asesmen kinerja
lebih mengalami penekanan dibandingkan dengan kedua asesmen lain. Asesmen
kinerja memerlukan inference (penarikan kesimpulan) dan evaluation (evaluasi). Jika
kita menggunakan soal dengan nilai masing-masing 10, maka diperlukan 10 soal
yang dapat merefleksikan prioritas-prioritas tersebut. Dalam hal ini nilai-nilai yang
sama dapat diubah ke dalam tujuan instruksional. Kita dapat memilih tabel spesifikasi
atau daftar tujuan pembelajaran yang akan kita pergunakan sebagai acuan, tidak perlu
keduanya.

Tabel spesifikasi sering juga disebut sebagai kisi-kisi atau blue print. Bentuknya
berupa tabel yang memuat perincian materi, tingkah laku serta preposisi yang
dikehendaki penilai.

Faktor-faktor konteks yang mempengaruhi dalam penggunaan asesmen esai, antara


lain:

1. Tingkat keterampilan responden dalam menulis


2. Ketersediaan latihan esai berkualitas yang telah dikembangkan dengan kriteria
penilaiannya.
3. Jumlah siswa yang akan dievaluasi
4. Jumlah latihan yang diperlukan untuk mencobakan materi dan waktu untuk
merespon yang diperlukan untuk diberikan skor.
5. Lamanya waktu yang diperlukan untuk membaca dan mengevaluasi respon
yang dihasilkan.
6. Sampling Prestasi Belajar Siswa dengan Esai

Soal-soal esai menunjukkan sampling pada dua elemen kunci yaitu pengetahuan yang
sudah ada (dari memori atau referensi) dan beberapa aktivitas kognitif yang
dihasilkan dengan menggunakan pengetahuan dan beberapa aktivitas kognitif yang
dihasilkan dengan menggunakan pengetahuan.

Dalam soal-soal esai, unit pengetahuan yang digunakan ukurannya lebih besar, serta
lebih inklusif bila dibandingkan dengan pengetahuan sebagai bahan soal berbentuk
pilihan ganda. Meskipun demikian, cakupan materi asesmen bentuk esai lebih kecil
bila dibandingkan dengan asesmen pilihan ganda.

Setiap tujuan instruksional membentuk kerangka sampling. Komponen-komponen


dari pengetahuan serta contoh-contoh aplikasi dari bermacam-macam pemikiran
diambil oleh setiap tujuan instruksional. Sebagai contoh, dibawah tujuan pertama kita
dapat menanyakan tentang beberapa tipe dari format tes. Pada tujuan yang kedua,
memungkinkan untuk menanyakan tentang kemampuan menarik kesimpulan. Sebagai
tujuan yang ketiga kita memiliki sejumlah besar sampel asesmen kinerja yang dapat
diperlihatkan untuk evaluasi.

2. Pengembangan Latihan Esai

Untuk menyukseskan penggunaan asesmen esai ini, harus dilakukan persiapan yang
sangat matang dalam latihan menulis yang dapat menantang responden untuk
memaparkan tugas dengan masalah baru secara lengkap. Pengembangan latihan esai
harus meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi materi yang akan disajikan. Hal ini berarti menetapkan


sejumlah pengetahuan spesifik siswa sebagai respon yang diharapkan.
2. Spesifikasi jenis alasan atau problem solving yang harus dilakukan responden.
3. Arahkan jawaban kepada jawaban yang kita harapkan tanpa memberikan
petunjuk jawaban.

Beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam merencanakan soal-soal esai,
yaitu:

1. Apakah pertanyaan memerlukan jawaban yang ringkas, respon apa yang


terutama diharapkan?
2. Apakah pertanyaan mudah dipahami sehingga pembaca yang memiliki
kemampuan kurang sekalipun dapat memahaminya?
3. Apakah anda memiliki keyakinan bahwa ahli yang qualified di lapangan akan
setuju dengan definisi respon logis anda? Ini merupakan penilaian panggilan
4. Apakah unsur-unsur yang akan kita nilai jelas kriterianya?
5. Apakah kita memberikan satu set pertanyaan untuk seluruh responden?
Apabila terdapat beberapa set pertanyaan yang berbeda jangan pernah
memberikan pilihan kepada mereka untuk memilih soal.

Berikut merupakan gagasan akhir untuk pengembangan latihan, yaitu jika kita ingin
menggunakan esai untuk menilai keterampilan siswa memberikan alasan, tetapi kita
tidak yakin bahwa siswa memiliki tingkat pengetahuan yang sama, sediakan
pengetahuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut dan lihat apakah
siswa dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah diberikan tersebut atau tidak.

3. Penilaian Esai (Pemberian Skor Esai)

Banyak guru yang memberikan skor esai dengan standar yang kurang jelas. Mereka
tidak membuat jawaban terlebih dahulu, tetapi menunggu jawaban yang akan
diberikan oleh siswa. Hal ini menyebabkan standar yang digunakan bergantung pada
kemampuan siswa dalam kelompok sehingga siswa yang memperoleh skor yang
tinggi tidak berarti menguasai target yang ditetapkan dengan baik. Padahal kriteria
standar merupakan aspek penting dalam pemberian skor yang tepat dan lebih akurat.
Pada umumnya penilaian evaluatif dalam menentukan nilai suatu soal dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu :

4. Dengan daftar check

Membuat daftar indikator yang spesifik dan memberikan nilai pada indikator spesifik
tersebut, lalu penilaian dilakukan memberikan nilai tersebut pada jawaban siswa jika
sesuai dengan indikator-indikator yang telah didaftar tersebut.

5. Dengan skala penilaian

Dilakukan dengan menentukan nilai untuk satu atau lebih keterampilan yang
merupakan suatu rangkaian dalam bentuk skala. Misalnya skala lima poin
menentukan lima tingkat dari sebuah keterampilan.

Contoh penggunaan daftar cek yaitu:

Nilai Tinggi 5 Jawaban yang diberikan jelas, fokus, dan akurat. Dapat
menggambarkan suatu hubungan dengan baik dan wawasan yang
penting digunakan.
3 Jawaban yang diberikan jelas dan agak focus, tetapi kurang
akurat. Hubungan yang digambarkan kurang jelas, dan hanya
menunjukkan beberapa wawasan penting.
Nilai Rendah 1 Jawaban yang diberikan meleset, mengandung informasi yang
tidak akurat, atau menunjukkan kekurangan penguasaan materi.
Gambaran yang ditunjukkan tidak jelas, tidak menggunakan
wawasan yang diinginkan.

Penilaian dengan skala lebih subjektif dibandingkan dengan daftar check. Terdapat
tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam penilaian menggunakan nilai skala,
yaitu:

1. Tentukan arti dari kesuksesan siswa dalam bentuk skala yang meningkat
dalam asesmen.
2. Berikan contoh kepada siswa yang mengilustrasikan perbedaan dari skala.
3. Menyediakan latihan yang baik dengan standar yang telah ditentukan.

Sumber : https://evisapinatulbahriah.wordpress.com/2012/06/04/asesmen-esai/.
Diakses tanggal 2 Juni 2018 pukul 09.33 WIB
2. Bila suatu tujuan pembelajaran adalah sebagai berikut, lakukan justifikasi jenis
instrumen asesmennya berupa apa saja
c. Jelaskan alasan saudara dipilihnya jenis tersebut.
d. Buatlah instrumen authentik asesmen disertai rubriknya
Tujuan pembelajaran:
"Siswa mampu menerapkan berlakunya Hukum Newton dalam kehidupan
sehari-hari"
Jawaban :
A. Penilaian authentic yang saya pilih adalah penilaian kinerja dan penilaian
produk
Alasan penggunaan :
a.Penilaian kinerja : karena standar yang ditetapkan adalah
“Mendemonstrasikan hukum I Newton dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari”. Kata kerja operasional mendemonstrasikan berarti peserta didik
melakukan kegiatan praktik, maka penilaian yang ditetapkan adalah penilaian
kinerja.

b. Penilaian produk : penilaian produk berupa laporan hasil praktikum.


Alasannya karena standar yang ditetapkan adalah “Menyajikan hasil
penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda” Menyajikan hasil
penyelidikan yang dapat ditagihkan kepada peserta didik dapat berupa laporan
praktikum
c. Penilaian Sikap : penilaian sikap ini digunakan untuk memfasilitasi
penilaian sikap sosial sesuai dengan KI-2 (kompetensi sosial)

B.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
HUKUM NEWTON
( Waktu 2x 40 menit )
Nama Kelompok : .........................................................................................
Nama Siswa : .........................................................................................
Kelas / Nomor Absen : .........................................................................................

KOMPETENSI INTI

KI.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


KI.2 Menghargai dan menghargai perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong Royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI.3 Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya, tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni budaya terkait
fenomene dan kejadian tampak mata.
KI.4 Mengolah, menyajikan, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

KOMPETENSI DASAR

1.1 Mengagumi keteraturan dan komlpeksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik
dan kimiawi,kehidupan dalam ekosistem , dan peranan manusia dalam lingkungan
serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; obyektif; jujur; teliti;
cemat; tekun; hati-hati; bertanggungjawab terbuka; kritis ;kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan ) dalam aktifitas sehari-hari
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud Implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
2.3 Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas
sehari-hari.
2.4 Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari
3.2 Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan Hukum
Newton, dan penerapannya pada gerak benda dan gerak makhluk hidup
4.2 Menyajikan hasil penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menerapkan berlakunya Hukum Newton dalam kehidupan
sehari-hari
INDIKATOR

1. Kinerja (Ketrampilan) :
Melalui percobaan peserta didik mampu :
1. Mendemonstrasikan hukum I Newton dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Mendemonstrasikan hukum II Newton dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Membedakan besar gaya gesekan pada berbagai permukaan yang
berbeda kekasarannya yaitu pada permukaan benda yang licin, agak
kasar, dan kasar.
4. Menunjukkan beberapa contoh adanya gaya gesekan yang
menguntungkan dan gaya gesekan yang merugikan.

2. Sosial
a. Karakter: Berpikir kreatif, kritis, dan logis; teliti, jujur, dan cermat
b. Keterampilan sosial: bekerjasama

MATERI POKOK

Hukum Newton
PETUNJUK BELAJAR

 Pahami setiap petunjuk yang diberikan dengan cermat sebelum anda melakukan
percobaan.
 Perbanyak referensi buku-buku fisika yang relevan untuk memperkuat konsep
dan pemahaman Anda.
 Tanyakan pada guru jika ada hal-hal yang kurang jelas.

 LEMBAR DISKUSI 1

HUKUM I NEWTON
a. Tujuan
Menyelidiki sifat kelembaman suatu benda.
b. Alat dan Bahan

1. Meja 1 buah
2. Kertas 1 buah
3. Gelas plastic 1 buah

c. Langkah kerja
1. Letakkan kertas di atas meja
2. Letakkan gelas di atas kertas tersebut
3. Tariklah kertas dengan cepat! Amati apa yang terjadi
4. Lakukan langkah 1–2 kemudian tarik kertas secara perlahan-lahan.
Amati apa yang terjadi

No Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang terjadi pada
percobaan praktikum 1 ?
jelaskan?
2. Kesimpulan apa yang dapat
diambil dari percobaan
praktikum 1 ?
 LEMBAR DISKUSI II

HUKUM II NEWTON
a. Tujuan
Mengidentifikasi hubungan antara massa dan percepatan
b. Alat dan Bahan
2. Mobil mainan
3. Beberapa tumpukan kertas sebagai beban
c. Langkah Kerja
1. Siapkan mobil mainan
2. Jalankan mobil mainan tersebut kemudian amati geraknya.
3. Letakan Tumpukan kertas diatasnya. Lalu amati pergerakannya
4. Ambil tumpukan kertas lagi diatas mobil kemudian gerakkan
mobilnya,
5. Amati kembali pergerakan mobil tersebut.
Pertanyaan
1. Apakahyang terjadi pada percepatan mobil mainan tersebut?Jelaskan?
Jawab :
…………………………………………………………………………………
2. Apabila pada suatu benda yang sedang bergerak dengan percepatan tertentu, kamu
tambahkan massa bebannya, apakah yang terjadi pada percepatan mobil tersebut.
Jawab :
…………………………………………………………………………………...

d. LEMBAR DISKUSI III GAYA GESEK

1. Diskusikan dengan teman sekelompokmu mengapa kita tidak dapat berjalan dengan
baik pada lantai yang licin, namun pada jalan yang kasar dapat berjalan dengan baik!

2. Diskusikan dengan teman sekelompokmu, Hubungan antara gaya gesekan dengan


gerak jalan mobil?
INSTRUMEN PENILAIN KINERJA

Instrumen Penilaian Kinerja Praktikum

Lembar Pengamatan Kinerja


Kelas : ……………………….
Hari, tanggal : ……………………….
Materi Pokok/Tema : ……………………….
Hasil Penilaian
No. Indikator 3 2 1
(baik) (cukup) (kurang)
1 Menyiapkan alat dan bahan
2 Deskripsi pengamatan
3 Menafsirkan peristiwa yang akan
terjadi
4 Melakukan praktik
Jumlah Skor yang Diperoleh

Rubrik Penilaian.

No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan alat dan
3. Menyiapakan seluruh alat dan bahan
bahan yang diperlukan.
2. Menyiapakan sebagian alat dan
bahan yang diperlukan.
1. Tidak menyiapakan seluruh alat dan
bahan yang diperlukan.
2. Deskripsi pengamatan 3. Memperoleh deskripsi hasil
pengamatan secara lengkap sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan.
2. Memperoleh deskripsi hasil
pengamatan kurang lengkap sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan.
1. Tidak memperoleh deskripsi hasil
pengamatan kurang lengkap sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan.
3. Menafsirkan peristiwa 3. Mampu memberikan penafsiran
yang akan terjadi benar secara substantif.
2. Mampu memberikan penafsiran
kurang benar secara substantif.
1. Tidak mampu memberikan penafsiran
benar secara substantif.
4. Melakukan praktik 3. Mampu melakukan praktik dengan
menggunakan seluruh prosedur yang
ada.
2. Mampu melakukan praktik dengan
menggunakan sebagian prosedur yang
ada.
1. Tidak mampu melakukan praktik
dengan menggunakan prosedur yang
No Indikator Rubrik
ada.

Sikap

N
Nama Peserta Didik Jumlah Skor

Jindikator 4
Indikator 1

Indikator 2

Indikator 3
o

1
2

Kriteria Penilaian Kinerja:


Jumlah Skor yang Diperoleh
Nilai = X 100
Skor Maksimum

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Lembar Pengamatan Sikap kegiatan Praktikum

Lembar Pengamatan Sikap


Kelas : ……………………….
Hari, tanggal : ……………………….
Materi Pokok/Tema : ……………………….

Sikap

Jumlah
No Nama Peserta Didik
Kerja sama

Skor
Cermat
Teliti

Jujur

Keterangan Penskoran :
4 = apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap
3 = apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan
kadang-kadang tidak sesuai aspek sikap
2 = apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan sering tidak
sesuai aspek sikap
1 = apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap

INSTRUMEN PRODUK (LAPORAN)

Alternatif 1 :

Rubrik penilaian

Aspek yang dinilai


Kelengkapan Laporan Ya Tidak
Judul sesuai dengan kegiatan percobaan
Deskripsi sesuai dengan tujuan percobaan
Prosedur pelaksanaan percobaan dibuat lengkap
Hasil pengamatan terdeskripsikan dengan lengkap
Data pendukung berupa referensi yang relevan lengkap
Diperoleh kesimpulan berdasarkan analisis yang sesuai

Alternatif 2 :

Lembar Penilaian Laporan Individu

Kelompok :

Kelas :

Tugas :

Tanggal :

Skor Skor yang diperoleh


No. Aspek yang dinilai
Maksimal Siswa

1. Sistematika laporan 4

2. Kelengkapan laporan 4

3. Kejelasan dan keruntutan


4
penulisan

4. Kebenaran konsep ide yang 4


dipaparkan

5. Ketepatan pemilihan kosakata 4

6. Kemampuan siswa
4
menjelaskan isi laporan

7. Usaha siswa dalam menyusun


4
laporan

RUBRIK PENILAIAN LAPORAN INDIVIDU

1. Sistematika laporan
4 = laporan dibuat sesuai sistematika penulisan, jelas dan benar
3 = laporan dibuat dengan benar tetapi kurang jelas
2 = laporan dibuat kurang benar dan kurang jelas
1 = laporan dibuat dengan sistematika yang salah
2. Kelengkapan laporan
4 = laporan dibuat secara lengkap sesuai petunjuk pembuatan laporan
3 = laporan dibuat tanpa kesimpulan
2 = laporan dibuat tanpa diskusi, kesimpulan, daftar pustaka
1 = laporan dibuat tidak lengkap (mencakup 3 unsur saja)
3. Kejelasan laporan
4 = laporan jelas, dapat dipahami, ditulis secara runtut
3 = laporan jelas, tetapi penulisan kurang runtut
2 = laporan kurang jelas, kurang sesuai dengan keruntutan penulisan
1 = laporan tidak jelas, tidak sesuai dengan keruntutan penulisan
4. Kebenaran konsep
4 = konsep/ide yang dipaparkan tepat, benar, dan sesuai dengan teori
3 = konsep/ide yang dipaparkan sesuai dengan teori tetapi kurang jelas
2 = konsep/ide yang dipaparkan kurang tepat
1 = konsep/ide yang dipaparkan tidak tepat
5. Ketepatan pemilihan kosakata
4 = menggunakan kata-kata yang tepat, menggunakan kalimat aktif
3 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, menggunakan kalimat aktif
2 = menggunakan kata-kata yang kurang tepat, tidak menggua\nakan kalimat aktif
1 = menggunakan kosakata yang salah
6. Kemampuan siswa menjelaskan isi laporan
4 = menguasai latar belakang, metode, diskusi, kesimpulan
3 = menguasai latar belakang, metode, dan diskusi
2 = menguasai latar belakang dan metode
1 = menguasai latar belakang saja
7. Usaha siswa dalam menyusun laporan
4 = berusaha melengkapi isi laporan dengan sungguh-sungguh, berusaha memperbaiki isi,
tulisan rapi, mudah dibaca.
3 = sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 1 aspek yang tidak dilakukan
2 = sesuai aspek yang tercantum pada nomor 1, kecuali ada 2 aspek yang tidak di lakukan
1 = tidak berusaha melengkapi dan memperbaiki isi laporan.
Kriteria Penilaian Produk laporan:

Jumlah Skor yang Diperoleh


Nilai = X 100
Skor Maksimum

3. Jelaskan teknik justifikasi bahwa instrumen yang dikembangan telah melingkup


secara memadai Learning Outcomes yang ditargetkan!
Teknik mengetahui bahwa instrumen yang dikembangkan memadai sesuai dengan
hasil keluaran yang ditargetkan :

Alat penilaian yang baik adalah yang mampu mengukur keberhasilan proses pendidikan
secara tepat dan akurat. Berikut ini dipaparkan syarat-syarat alat penilaian yang baik.

1. Kesahihan (validity)

Kesahihan (validity) adalah ketepatan alat penilaian dalam mengukur tingkat keberhasilan
pencapaian tujuan pembelajaran. Kesahihan suatu alat penilaian dapat ditinjau dari empat
sisi, yaitu (a) kesahihan isi (content validation), (b) kesahihan konstruksi (construction
validity), (c) kesahihan yang ada sekarang (concurrent validity), dan (d) kesahihan prediksi
(prediction validity). Penentuan kesahihan suatu alat penilaian juga dipengaruhi oleh faktor
penskoran, faktor respon siswa, dan faktor pengadministrasiannya.
2. Keterandalan (reliability)

Keterandalan (reliability) biasanya disebut juga dengan keajegan atau konsistensi.


Keterandalan suatu alat penilaian penting untuk diperhatikan. Faktor yang mempengaruhi
tingkat reliabilitas suatu alat penilaian: (1) jika alat penilaian yang diberikan kepada siswa
terlalu mudah, terlalu sukar, atau tidak jelas, maka akan berpeluang memberikan skor yang
tidak handal, (2) jika siswa peserta penilaian tersebut memiliki karakteristik yang terlalu
beragam, maka hal ini juga berpeluang memberikan skor yang tidak handal, (3) jika standar
penilaian yang digunakan guru pada masing-masing pelaksanaan kegiatan penilaian tidak
seragam, maka skor yang dihasilkan pun tidak handal, (4) jika jumlah soal yang digunakan
untuk mengukur kemampuan siswa terlalu sedikit, maka hal ini berpeluang memberikan skor
yang tidak handal. Alasannya, jumlah soal yang tersedia tidak mampu menjaring secara
lengkap pengetahuan siswa.

3. Kepraktisan

Kepraktisan dalam menyusun suatu alat penilaian penting untuk diperhatikan. Alat penilaian
yang praktis dapat membantu guru dalam menyiapkan, menggunakan, dan
menginterpretasikan hasil penilaian. Kepraktisan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu
penskoran, kemudahan dalam mengadministrasikan, waktu, dan bentuk alat penilaian.

Referensi : Arikunto, S. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara

4. Jelaskan teknik deteksi kesulitan belajar siswa dalam prespektif prosedur authentic
assessment!

Fungsi dan Manfaat Penilaian Autentik


Menurut Thorndike dan Hagen (1977) fungsi dan manfaat penilaian dalam pendidikan
diarahkan kepda keputusan-keputusan yang menyangkut a. Pengajaran b. Hasil belajar, c.
Diagnosis dan usaha perbaikan, d. Penempatan, e. Seleksi, f. Bimbingan dan konseling, g.
Kurikulum, dan h. Penilaian kelembagaan. Merujuk pada pendapat di atas, depdiknas (2006)
menjabarkan lebih lanjut fungsi penilaian berbasis kelas atau penaian autentik sebagai berikut
:

1. Menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai suatu


kompetensi.
2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu pesrta didik
memahami kemampuan dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik
untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian, maupun untuk penjurusan
(sebagai bimbingan)
3. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa
dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu
pendidik menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remidial atau
pengayaan.
4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang
berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.

Sumber : https://www.areapendidikan.com/2017/12/fungsi-dan-manfaat-penilaian-
autentik.html. Diakses tanggal 2 Juni pukul 11.15

Contoh kesulitan belajar :

MENULIS
Membuat pembalikan huruf dan diulang-ulang (setelah 9 tahun)
Membuat kesalahan ejaan pada “sight words”
Sering melakukan kesalahan dalam ejaan termasuk penghilangan konsonan
Kesalahan urutan suku kata (misalnya manbi untuk mandi )
Menulis lambat atau dengan susah payah
Membuat pembalikan nomor

BAHASA LISAN
Memiliki kesulitan menemukan kata yang tepat
Memiliki kesulitan mengingat urutan verbal (misalnya nomor telepon, arah, bulan tahun)
Tampaknya kata salah mendengar (misalnya kelelawar bukan bagian)
Memiliki kosakata yang terbatas

PERILAKU
Tidak suka membaca atau menghindarinya
Memiliki masalah perilaku waktu selama atau sebelum kegiatan membaca dengan membaca
signifikan
Apakah mengganggu selama kelas saat membaca dalam hati
Menolak untuk melakukan pekerjaan rumah yang membutuhkan bacaan
Tampaknya hanya melihat gambar-gambar di buku cerita dan mengabaikan teks
Memiliki masalah selama waktu kelas perpustakaan (misalnya menghindari memilih buku)

Sumber : http://gudacil.blogspot.com/2014/12/cara-mudah-mendeteksi-kesulitan-belajar.html

Jawaban : Menyimpulkan dari fungsi penilaian dan kesulitan belajar diatas. Maka saya
ambil contoh kesulitan menulis akan terdeteksi melalui produk laporan yang dihasilkan
siswa sesuai dengan soal nomor 2.