Anda di halaman 1dari 9

Ujian Akhir Semester Manajemen Strategi

Evaluasi Lingkungan Eksternal (Hambatan dan Ancaman)

FARAH ABIDAH 155020200111067

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017
Analisa lingkungan eksternal (Politik)
Indonesia adalah negara berkembang sehingga lingkungan politik
berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan perusahaan melalui peluang dan
ancaman yang timbul karena situasi politik yang sedang terjadi di Indonesia. Pasar
pada negara sedang berkembang kurang bekerja secara penuh dan transparan.
Pemerintah yang lebih memahami politik perlu mengintervensi ekonomi dalam hal
tenaga kerja, prasarana dasar dan peningkatan pembayaran pajak. Untuk itu
manajemen hendaknya mencari potensi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan
tersebut dan jika berhasil maka tawar menawar perusahaan akan meningkat.
Kendala politik dikenakan atas perusahaan melalui keputusan tentang :
1. Perdagangan yang adil
2. program perpajakan
3. ketentuan upah minimum
4. tindakan lain yang dimaksudkan untuk melindungi pekerja,
konsumen, masyarakat umum, dan lingkungan.
Faktor politik dapat menjadi oppurtunities dan bisa saja menjadi Threats.
Selain itu, kegiatan politik juga berdampak besar pada fungsi pemerintah dalam
melakukan intervensi ekonomi.
Faktor politik berdasarkan perdangan yang adil
Perdagangan yang adil menyediakan peluang karena perdagangan yang adil
menciptakan keadilan sosial bagi masyarat tingkat ekonomi menengah ke atas dan
masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Selain itu perdagangan yang adil dapat
menciptakan opportunities bagi produsen yang kalah dalam persaingan pasar.
Dengan adanya perdangan yang adil maka akan tercipta peluang, cokelat klasik cafe
akan mendapat supplier yang lebih murah, misalkan dari produsen coklat yang
berasal dari masyarakat kurang mampu. Sehingga bisa membantu mensejahterakan
petani coklat dan membantu menciptkan keadilan sosial.
Perdagangan yang adil memiliki transparan dan bisa dipercaya.
Perdagangan yang adil menggunakan sistem manajemen yang transparan, adil, dan
terhormat dalam berhubungan dengan mitra kerja atau partnership dengan Cokelat
Clasic Cafe lain / pihak lain. Hal ini bisa menjadi oppurtunities bagi manajemenen
Cokelat Clasic Cafe karena dengan adanya regulasi perdagangan yang adil akan
meningkatkan kepercayaan pihak lain untuk bekerja sama dalam mencari
keuntungan.
Perdagangan yang adil membayar harga secara adil. Perdagangan yang adil
menawarkan harga yang sesuai dan tepat sasaran, serta mendukung keadilan sosial
dan green production (produksi yang ramah lingkungan). Hal ini akan menciptakan
opportunities, karena dengan adanya penawaran harga yang tepat akan menimalisir
persaingan yang tidak sehat dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap
Cokelat Clasic Cafe.

Faktor politik berdasarkan regulasi perpajakan.


Salah satu faktor politik adalah perpajakan, naiknya ketentuan pajak oleh
pemerintah dapat menjadi ancaman bagi Cokelat Clasic Cafe. Ketika pajak
dinaikkan maka margin yang didapat akan menjadi semakin rendah. Namun solusi
untuk menaikkan harga jual produk dapat mengurangi loyalitas konsumen.

Faktor politik berdasar ketentuan upah minimum


Dengan adanya ketentuan upah minimum, kesejahteraan karyawan menjadi
lebih terjamin. Karyawan menjadi lebih loyal terhadap Cokelat Clasic Cafe karena
merasa lebih sejahtera. Namun, di sisi lain dengan adanya ketentuan upah
minimum, agar dapat meraih profit maksimal harga jual harus dinaikkan akan tetapi
jika dinaikkan loyalitas konsumen akan berkurang.

Faktor politik berdasarkan tindakan lain yang dimaksudkan untuk


melindungi pekerja dan konsumen.
Adanya undang-undang untuk melindungi pekerja akan menjadikan para
pekerja percaya terhadap Cokelat Clasic Cafe dan menimalisir adanya resign oleh
pekerja. Demikian juga dengan adanya perlindungan konsumen akan membuat
konsumen menjadi lebih loyal. Namun disisi lain, dengan adanya perlindungan
konsumen, apabila perusahaan gagal melayani konsumen, akan membuat
konsumen merasa tidak terlindungi sehingga akan memperburuk citra perusahaan.
Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi seperti adanya inflasi dapat menjadi ancaman bagi Cokelat
Clasic Cafe. Dampak dari adanya inflasi adalah kenaikan harga secara terus
menerus, sehingga daya beli konsumen menjadi menurun. Apabila harga jual
produk tetap maka perusahaan akan berkurang profitnya atau bisa saja terjadi Break
Event Point (BEP). Namun jika harga dinaikkan loyalitas konsumen akan
berkurang. Solusi dari masalah ini adalah perusahaan sebaiknya mencari bahan
baku yang lebih awet sehingga bisa ditimbun sebelum terjadinya inflasi.

Faktor demografis
Jumlah penduduk Kota Malang 845.973 jiwa (2014), dengan tingkat
pertumbuhan penduduk 0,70% pertahun dari 2010 - 2015, dan 0,63% pertahun dari
2014 – 2015. Dengan luas Kota Malang yang mencapai 110,06 km2, kepadatan
penduduk Kota Malang mencapai 7.800 jiwa/km2, sebagian besar penduduknya di
dominasi oleh pendatang yang berupa mahasiswa. Kondisi inilah yang menjadi
peluang bagi Cokelat Clasic Cafe karena biasanya anak muda atau mahasiswa
gemar nongkrong di kafe.

Faktor budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Budaya masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif menjadi daya
tarik tersendiri bagi Cokelat Clasic Cafe. Sehingga perusahaan perlu memilki
strategi dalam menguasai pasar agar tidak kalah bersaing dalam meghadapi perilaku
konsumtif orang Indonesia. Dalam menghadapi peluang ini, perusahaan harus
memiliki branding yang kuat karena masyarakat konsumtif cenderung memilih
kekuatan branding daripada kekuatan harga yang lebih rendah.
Analisis Lima Kekuatan Porter (Porter’s Five Forces Analysis)
Porter’s Five Forces Analysis ini mengunakan 5 Kekuatan Industri untuk
menentukan intensitas persaingan dalam suatu industri.

Threat of new entrants (Hambatan bagi Pendatang Baru)


Kekuatan ini menentukan tingkat kesulitan untuk masuk ke industri
tertentu. Jika Cokelat Clasic Cafe memilki profit yang tinggi dan tidak ada atau
hanya sedikit hambatan bagi pesaing maka akan menimbulkan persaingan yang
sangat ketat antar kompetitor. Contoh hambatan bagi kompetitor adalah :
 Memerlukan modal yang besar untuk ekspansi.
 Perlu banyak waktu untuk mendapatkan mitra kerja.
 Memerlukan strategi agar konsumen tidak mudah beralih ke
kompetitor lain.

Bargaining power of suppliers (Daya Tawar Suppliers)


Supplier memiliki kekuatan untuk menentukan seberapa tinggi kualitas
bahan baku yang disediakan. Supplier menentukan seberapa bagus kualitas bahan
baku, harga bahan baku dan kuantitas bahan baku yang ditawarkan. Supplier yang
memiliki bahan baku berkualitas, tentunya harga bahan bakunya juga tinggi,
sehingga profit Cokelat Clasic Cafe menjadi lebih rendah, apabila ingin
mendapatkan profit yang tinggi tentu saja harus menaikkan harga barang yang bisa
saja akan menurunkan loyalitas konsumen. Bargaining power of suppliers menjadi
tinggi apabila hanya sedikit suppliers yang menyediakan bahan baku yang
diinginkan sedangkan banyak pembeli yang ingin membelinya, hanya terdapat
sedikit bahan baku pengganti ataupun suppliers memonopoli bahan baku yang ada.

Bargaining power of buyers (Daya Tawar Pembeli)


Bargaining power of buyers menilai berdasarkan keadaan konsumen.
semakin tinggi Bargaining power of buyers maka konsumen semakin banyak
melakukan penuntutan harga rendah dan atau kualitas produk yang lebih baik.
Sehingga semakin rendah margin yang akan didapatkan oleh Cokelat Clasic Cafe.
Harga produk yang lebih rendah berarti pendapatan bagi perusahaan juga
semakin rendah. Di satu sisi, perusahaan memerlukan biaya yang tinggi dalam
menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, semakin rendah
Bargaining power of buyers maka semakin menguntungkan bagi perusahaan atau
produsen

Threat of substitutes (Hambatan bagi Produk Pengganti)


Threat of substitutes terjadi apabila pelanggan mendapatkan barang
substitusi yang lebih murah dan atau yang berkualitas. Semakin sedikit produk
pengganti yang tersedia di pasaran akan semakin menguntungkan Cokelat Clasic
Cafe kita. Strategi menghadapi Threat of substitutes adalah dengan
mendiferensiasikan dengan produk pesaing, misalkan dengan menambah varian
rasa agar berbeda dari pesaing.

Rivalry among existing competitors (Tingkat Persaingan dengan Kompetitor)


Rivalry among existing competitors adalah penentu utama Cokelat Clasic
Cafe harus bersaing secara agresif untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih
besar dibandingkan dengan pesaing. Cokelat Clasic Cafe kita memilki peluang
untuk mendapatkan profit yang lebih tinggi apabila posisi Cokelat Clasic Cafe
apabila memiliki branding yang kuat dengan tingkat persaingan yang lebih rendah.
Kompetisi kuat antar perusahaan sejenis akan terjadi apabila banyak pesaing yang
merebut pangsa pasar yang sama dan perusahaan mampu mempertahankan loyalitas
konsumen yang berhasil didapatkan.
Ringkasan peluang dan ancama beserta strategi menghadapinya
Ringkasan peluang dan ancaman berisi tentang peluang dan ancaman yang
dihadapi perusaahan dan strategi menghadapinya. Strategi menggapai peluang bisa
dicapai dengan strategi SO (Strenght-Opportunities) adalah strategi menghadapi
peluang dengan kekuatan perusahaan. Selain itu juga ada strategi WO (Weakness-
Opportunity) adalah strategi memanfaatkan peluang untuk mengatasi kelemahaan.
Strategi ST (Strength-Threat) adalah cara perusahaan berusaha untuk menghindari
ancaman eksternal dengan memanfaatkan kekuatan. Strategi WT (Weakness-
Threat). Strategi ini merupakan taktik untuk bertahan dengan cara mengurangi
kelemahan internal serta menghindari ancaman.
Opportunities Threats
 Masih minimnya jumlah pesaing  Meningkatnya nilai pajak
 Mendapat supplier yang menawarkan  Adanya inflasi
Eksternal harga murah  Munculnya pesaing yang lebih
 Adanya minat masyarakat untuk unggul
bekerjasama membuka outlet baru
 Undang-undang perlindungan
konsumen
Internal  Budaya konsumtif orang indonesia

Strenght Strategi SO Strategi ST


 Memiliki branding yang kuat  Dengan adanya bantuan dari  Mempertahankan barang di kisaran
 Harga yang murah (7000/pcs) supplier maka produsen dapat harga yang sama agar konsumen
 Loyalitas konsumen membuat inovasi baru untuk tidak mudah beralih ke produk
mempertahankan loyalitas pesaing
konsumen.
Weakness Strategi WO Strategi WT
 Lokasi stand coklat klasik belum  Memperkenalkan brand cokelat  Strategi WT sebaiknya tidak
tersebar ke seluruh wilayah klasik ke luar wilayah malang. diterapkan, karena akan
indonesia membahayakan kondisi perusahaan.