Anda di halaman 1dari 3

ASUHAN PENANGGULANGAN

GIZI KURANG PADA BALITA

No. Dokumen : /SOP-


UKP/Pusk-LMU/ /2016

SOP No. Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman : 1/3

PUSKESMAS Kristoforus B. Werang, A.Md.Kep


LAMAAU NIP 19800109 200903 1 003

1. Pengertian Seorang balita dinyatakan menderita gizi kurang jika


indeksantropometri (BB/TB) berada pada kisaran -3 SD s/d -2 SD (
WHO, 2009 ).

2. Tujuan Sebagai acuan dan langkah-langkah bagi tenaga kesehatan di


Puskesmas Lamaau, agar mampu menentukan diagnosis gizi secara
dini dan tepat, intervensi, monitoring evaluasi gizi dan memberikan
asuhan gizi pada balita dengan gizi kurang.
3. Kebijakan Upaya Kesehatan Perorangan Tingkat Pertama wajib dilaksanakan
sesuai dengan Standar Prosedur Operasional dan Standar Pelayanan
berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Puskesmas.
4. Referensi 1. Buku saku pelayanan promotif dan Preventif bagi Dokter difasilitas
Kesehatan Primer, Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia, 2013
2. Buku Asuhan Gizi di Puskesmas, World Health Organization dan
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013
3. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu diFasilitas Kesehatan Dasar
dan Rujukan, World Health Organization dan Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia, 2013
5. Alat Dan 1) Mikrotoa
Bahan 2) Dacin
6. Langkah- Langkah – Langkah Persiapan :
langkah Petugas :
a. Sikap Ramah Berempati Dan Cepat Mengambil Keputusan
b. Pengetahuan / Kompetensi
c. Keterampilan / Sertifikasi
Sarana Prasarana :
a. Ruangan Konsultasi Gizi
b. Ruangan MTBS
c. Dokumen Asuhan Gizi Pasien

Langkah – Langkah Pelaksanaan :

A. ASSESMENT
Rendahnya konsusmsi energy dan protein dalam makanan sehari-
hari sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi
D. DIAGNOSIS
1. LiLA > 11,5 cm – 12,5 cm
2. BB/TB > - 3 SD s/d < - 2 SD
3. Tidak ada Odema
4. Nafsu makana baik
5. Keadaan umum baik
Tentukan gangguan gizi kurang dan lakukan indeks antropometri
dengan makna yang berbeda :
a. Indeks BB/U : menggambarkan ada tidaknya gangguan gizi
umum
b. Indeks TB/U : menggambarkan ada tidaknya gangguan gizi
kronis
c. Indeks BB/TB : menggambarkan ada tidaknya gangguan gizi
akut

I. INTERVENSI
1. Susun menu maupun pemberian makanan tambahan ( PMT ) :
a. Hitung kepadatan energy Kumpulkan potensi :
ketersediaan sumber energy utama karbohidrat (
makanan pokok )
b. Kumpulkan potensi utama bahan makanan sumber
protein ( hewani dan nabati )
c. Kumpulkan utama bahan makanan sumber lemak (
minyak ) sebagai kata kunci penting membuat makanan
padat energy tidak bulk/volumenus
d. Kumpulkan potensi bahan makanan sumber vitamin dan
mineral ( sayur dan buah )
2. Menu makanan atau Makanan Tambahan dengan langka-
langkah :
a. Hitung kandungan energy dan protein bahan makanan
yang diolah. Timbang sebelum dimasukan kedalam
wadah pengolahan
b. Olah bahan makanan tersebut ( dimasak )
c. Timbang kembali bahan yang telah dimasak
d. Bagi nilai energy dengan berat makanan masak
e. Kepadatan energy dinyatakan dalam satuan energy (
kalori ) / gram berat matang
3. Berikan makanan tambahan pada titik waktu pemberian
makanan selingan ( snack )
4. Lakukan koreksi tambahan pemenuhan zat gizi mikro untuk
metabolisme energy balita yaitu vitamin dan mineral dengan
langkah-langkah :
a. Berikan suplemen vitamin A sesuai umur jika ditemukan
ada tanda-tanda xeroptalmia atau menderita campak
dalam tiga bulan terakhitr maka suplemen vitamin A
berikan pada hari 1, 2 dan hari ke 15 penanganan
b. Berikan suplemen Vitamin B Compleks setiap hari dan
Vitamin C 50 mh/hari sampai indicator BB/TB > - 2 Z-
score/SD
c. Berikan suplemen vitamin asam folat 5 mg pada saat
penangganan ( hari pertama ) selanjutnya berikan
berikan 1 mg/hari sampai indicator BB/TB > - 2 Z-
score/SD
2/3
d. Berikan suplemen Zn baik sirup atau tablet 10 mg/hari
sampai indicator BB/TB > - 2 Z-score/SD

5. Modifikasikan konsistensi makanan jika balita sakit/gangguan


hambatan pertumbuhan umum yang biasa terjadi misalnya :
demam, batuk pilek, sesak nafas, diare, infeksi telinga
bernanah ( otitis media ), TBC Paru

M. MONITORING
1. Dalam penanganan balita gangguan gizi kurang dengan sakit
( hambatan pertumbuhan ) maka tangani juga focus pada
pengobatan sakitnya.
2. Hati-hati pemberian sumber bahan makanan terutama
minyak. Dalam hubungannya dengan pemberian makanan
pada balita dengan gizi kurang yang sedang mengalami
peradangan

E. EVALUASI
1. Hindari bahan makanan mengandung asam lemak karena
meningkatan reaksi peradangan sehingga perlu dihindari
pengolahan menggunakan minyak selama balita sakit
2. Jika dalam penanganan di Puskesmas tidak membaik,
segera rujuk
7. Diagram Alir

8. Hal – hal
yang perlu
Diperhatikan

9. Unit terkait 1. Seluruh tenaga kesehatan pada UKM dan Keperawatan Kesehatan
Masyarakat
2. Seluruh tenaga kesehatan pada UKP, jaringan Pelayanan
Puskesmas dan Pelayanan Kefarmasian dan Laboratorium
10. Dokumen 1. Dokumen Asuhan Gizi
Terkait 2. Register Konseling
11. Rekaman
Historis NO Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan

3/3