Anda di halaman 1dari 14

BATTERIES SERVICE

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah mempelajari tentang batteries dan melakukan praktikum, siswa dapat :
1. mengukur berat jenis batteries
2. mengukur tegangan batteries
3. melakukan charging pada batteries
4. menjumper batteries
5. memelihara batteries

II. KESELAMATAN KERJA


1. menggunakan alat sesuai dengan fungsinnya
2. menggunakan pakaian kerja
3. jangan meletakkan alat di atas batteries
4. hati hati terhadap air accu
5. jangan menghubungsingkatkan kutup positif dan negative batteries

III.ALAT DAN BAHAN


1. volt meter
2. hydrometer
3. kabel jumper

IV. DASAR TEORI


Secara umum batteries berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara dengan cara kimia. Tetapi jika
batteries itu sudah melekat pada sepeda motor atau mobil, batteries memiliki 3 fungsi, yaitu :
1. Pada saat engine mati
Arus dari batteries digunakan untuk menghidupkan lampu dan accessories lainnya yang memerlukan
arus DC.
2. Pada saat engine start
Untuk menghidupkan system stater, dan system pengapian. Pada saat start arus yang dibutuhkan
system stater sangat besar, oleh karena itu pada saat start semua ccesories akan mati.
3. Pada saat engine running
Pada saat engine running batteries bersama sama dengan alternator menyupplay kebutuhan arus listrik
pada kendaraan.
Konstruksi batteries
Batteries terdiri dari beberapa komponen, antara lain :kotak batteries, terminal baterai, elektrolit baterai,
lubang elektrolit baterai, tutup baterai dan sel baterai. Dalam bateri terdapat beberapa sel, dan setiap sel
menghasilkan tegangan 2 samapai 2,2 volt.
Tiap sel pada batteri mempunyai lubang untuk mengisi elektrolit. Lubang tersebut ditutup dengan tutup
baterai, pada tutup baterai terdapat ventilasi yang digunakan untuk mengalirkan uap dari elektrolit baterai.
Khusus untuk baterai sepeda motor, lubang ventilasi tidak terdapat pada tutup bateray, tetapai ada lubang
tersendiri.
Setiap sel baterai terdapat plat positif, separator dan plat negative. Plat positif berwarna coklat gelap (dark
brown) dan plat negative berwarna abu abu metallic (metallic gray).

Electrolit Batteries

Electrolit baterai merupakan campuran


antara air suling (H2O) dengan asam sulfat
(SO4), komposisi campuran adalah 64 %
H2O dan 36 % SO4. Dari campuran tersebut
diperoleh elektrolit baterai dengan berat
jenis 1,270.

Kotak Batteries
Adalah wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai. Ruangan dibagi menjadi ruangan sesuai
dengan jumlah selnya. Pada kotak baterai terdapat garis tanda upper level dan lower level, sebagai indicator
jumlah elektrolit.
Sumbat ventilasi
Sumbat ventilasi ialah tutup lubang pengisian elektrolit. Sumbat ini juga berfungsi untuk memisahkan gas
hydrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan uap asam sulfat di dalam baterai dengan cara membiarkan
gas hydrogen keluar lewat ventilasi, sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan
menetes kembali ke bawah .
Untuk baterai pada sepeda motor, lubang ventilasi ada tempat tersendiri, dan disambung dengan selang.
Selang yang terpasang harus smpai ke bawah melewati rangka, jika tidak uap bias merusak besi.

Reaksi Kimia Pada baterai


Baterai merupakan penyimpan arus listrik secara kimia. Listrik disimpan dengan reaksi kimia antara plat
positif dan negative.
Jika baterai dihubungkan dengan sumber arus listrik arus searah, maka terjadi proses pengisian (charge)

Jika baterai digunakan untuk menyalakan lampu atau arus listrik dari baterai mengalir ke beban, maka
terjadi proses pengosongan (discharge)
Kapasitas Baterai
Kapasitas baterai dipengaruhi oleh :
1. Ukuran plat
2. Jumlah plat
3. Jumlah sel
4. Jumlah elektrolit baterai
Terdapat 3 ukuran yang sering menunjukkan kapasitas baterai :
1. cranking current ampere (CCA)
2. reserve capacity
3. ampere hour capacity (AH)

Cranking Current Capacity


Kapasitas baterai tergantung pada bahan plat yang bersinggungan dengan larutan elektrolit, bukan hanya
jumlah plat, tetapi besar ukuran (luas permukaan singgung) pada plat yang akan menentukan kapasitasnya.
The international standart memberikan nilai untuk kapasitas baterai dengan SAE Cranking Curent atau
Cold Cranking Current (CCA cold cranking ampere). Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus dari
baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberkan arus untuk 30 detik pada 18 derajat celcius selama itu
tetap menjaga tegangan setiap sel 1,2 volt atau lebih.

Reserve Capacity
Kapasitas layanan adalah banyakna waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan
arus sebesar 25 ampere pada 27 derajar celcius setelah system pengisian dilepas. Tegangan tidak boleh
turun di bawah 1,75 volt persel.

Ampere Hour Capacity (AH)


Kapasitas baterai adalah banyaknya arus pada baterai yang diisi penuh dapat menyediakan arus selama 20
jam pada 27 derajat celcius, tanpa penurunan tegangan setiap sel dibawah 1,75 volt. Sebagai contoh :
sebuag baterai yang secara terus menerus mengalirkan 3 ampere untuk 20 jam dinilai memiliki 60 AH.
Rumus menentukan kapasitas baterai :
AH = A (ampere) x H (Jam)

JIS mendefinisikan kapasitas baterai sebagai jumlah listrik yang dilepaskan sampai tegangan pengeluaran
akhir menjadi 10,5 volt dalam 5 jam. Sebagai contoh baterai dalam keadaan terisi penuh dikeluarkan
muatannya secara terus menerus 10 A selama 5 jam sampai mencapai tegangan pengeluaran akhir (10,5
V). maka kapasitas baterai ialah 50 AH.
Keselamatan kerja saat memeriksa baterai
1. Baterai mengandung cairan elektrolit yang dapat merusak kain, kulit dan logam. Jangan samapi cairan
baterai mengenai kulit, kain maupun kendaraan.
2. Saat akan melepas baterai, perlu diperhatikan keamanan awal yang perlu diperhatikan untuk
menghindari kerusakan alat elektronik akibat pelepasan baterai.
3. Menggunakan alat pelindung atau
pengaman, seperti alas kaki, kacamata,
dan sarung tangan.
4. Putuslah hubungan terminal baterai pada
saat akan memperbaiki rangkian
kelistrikan
5. Melepas hubungan terminal baterai ke
ground terlebih dahulu, karena bila
melepas terminal positif akan
memungkinkan terjadi hubungan pendek
melalui kunci ke bodi kendaraan.
6. Pada saat melakukanpenanganan pada baterai jangan menggunakan jam tangan atau accessories
logam lainnya untuk menghindari konslet dan terkena elektrolit.
7. Jangan merokok atau menyalakan korek apai di dekat baterai. Karena baterai selam proses pengisian
dan pengosongan akan mengeluarkan gas yang mudah terbakar.
8. Jika baterai akan discharge harus dilepas dari kendaraan untuk menghindari kerusakan system
elektronik kendaraan.
9. Pada saat melakukan pengisian baterai, harus ada ventilasi dan udara yang cukup untuk menghindari
kebakaran
10. Apabila baterai memiliki lubang ventilasi pengaman jangan buka tutup penyumbatnya ketika melakukan
proses pengisian, bila baterai tidak memiliki lubang pengaman, bukalah tutup penyumbatnya agar gas
hydrogen yang dihasilkan pada saat proses pengisian dapat keluar.

11. Jangan melepas atau menghubungkan terminal baterai saat alat pengisian bekarja. Ini akan
menyebabkan munculnya bungan api dan menyalakan / membakar gas hydrogen yang ada dalam
baterai.
12. Jangan meniup baterai dengan aliran udara,kompresor udara dapat membuka tutup sel dan
menyebabarkan larutan elektrolit ke tubuh.
13. Jangan sampai salah memasang polaritas baterai.
Pertolongan Pertama
Asam sulfat merupakan bahan elektrolit aktif pada baterai, yang bersifat sangat korosif / merusak.ini dapat
menyebabkan kerusakan pada benda yang dikenai, menyebabkan keracunan, luka baker jika terkena kulit,
dan dapat menyebabakan kebutaan jika terkena mata. Bila cairan asam mengenai kulit hal yang harus
dilakukan :
1. Basuhlah kulit dengan air yang bersih
2. Basuhlah berulang ulang kurang lebih 5 menit, ini akan
melarutkan asam pada air tersebut.
3. bila cairan asam mengenai mata, basuhlah mata dengan
air brulang ulang, segera pergi ke dokter.
4. Larutan elektrolit juga berbahaya pada cat kendaraan,
pada kasus lain larutan elektrolit dapat menetesi cat,
usaplah dengan air yang banyak.

V. KEGIATAN PRAKTIKUM
PEMERIKSAAN BATERAI
Baterai harus diuji kemampuannya dan diperiksa secara periodic. Terdapat 3 kelompok pemeriksaan dan
pengujian baterai yang sering dilakukan, yaitu :
1. Pemeriksaan visual
2. Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran
3. Pengujian beban

Pemeriksaan / Pengujian Hasil

Pemeriksaan baterai secara visual Kotak baterai (batteries case)


Kotak baterai tidak boleh bocor, retak, atau
mengembang akibat over charge
Hasil pemeriksaan : …………………………..

Sel sel Baterai


Sel baterai sering mengalami gangguan akibat
over charge, baterai bergetar, kwalitas, maupun
karena usia baterai. Sel baterai tidak boleh
rontok, mengkristal atau mengembang.
Hasil pemeriksaan : …………………………..

Terminal baterai dan konektor kabel


Jumlah elektrolit Pada terminal baterai sering terjadi sulftisasi,
Jumlah elektrolit baterai harus diantara upper level atau timbul bubuk putih. Jika ada harus
dan lower level dibersihkan dengan menggunakan sikat atau
Hasil Pemeriksaan : …………………………….. dengan disiram air hangat.
Hasil pemeriksaan : …………………………..
Pemeriksaan / Pengujian Hasil Pemeriksaan

Pemeriksaan pada kabel baterai


Kabel batterai dialiri arus listrik besar, sehingga Hasil Pemeriksaan : …………………………….
mudah panas dan menyebabkan isolatornya mudah
pecah. Maka harus diperiksa kemungkinan kabel
baterai terkelupas isolatornya.

Periksa pemegang baterai


Baterai harus terpasang kuat pada kendaraan, tidak Hasil pemeriksaan : ………………………………
boleh bergetar saat mobil atau motor berjalan.
Pastikan pemegang baterai terpasang dengan
benar dan dapat memegang baterai dengan baik.

Pemeriksaan Berat Jenis Elktrolit

Jumlah elektrolit baterai haus selalu diperiksa, jumlah yang baik adalah diantara tanda batas Upper level
dan Lower Level. Jumlah elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak, sedangkan jumlah
elektrolit berlebihan menyebabakan tumpahnya elektrolit saat baterai panas akibat pengisian atau
pengosongan berlebihan. Akibat penguapan saat pengisian memungkinkan jumlah elektrolit berkurang,
untuk menambah jumlah elektrolit yang kurang, cukup menambahkan H2O, atau dipasaran disebut dengan
air accu.
Penyebab elektrolit cepat berkurang dapat disebabkan oleh overcharging, oleh karena bila berkurangnnya
tidak wajar maka periksalah dan setel arus pengisian. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan elektrolit
cepat berkurang, selain itu cairan elektrolit dapat mengenai bagian kendaraan, karena cairan bersifat
korosif maka bagian kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi.
Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai menggunakan alat yang disebut dengan Hydrometer.
Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai merupakan salah satu metode untuk mengetahui kapasitas
baterai . baterai penuh pada suhu 20 derajat celcius mempunyai BJ 1,27 - 1.28, dan baterai kosong
mempunyai Bj 1,100 - 1,130.
Pemeriksaan / Pengujian Hasil Pemeriksaan

Pemeriksaan Berat Jenis Langkah melakukan pengukuran :


Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0,0007 setiap 1. Lepas terminal negative baterai
perubahan 1 C, oleh klarena itu saat pengukuran
0
2. Lepas sumbat baterai dan letakkan pada
temperature elektrolit harus diamati. Rumus untuk wadah agar tidak tercecer
mengkoreksi hasil pengukuran adalah : 3. masukkan thermometer pada lubang
baterai
4. Masukkan ujung hydrometer ke dalam
lubang baterai
5. pompa hydrometer sampai elektrolit masuk
ke dalam dan pemberat terangkat.
6. Tanpa mengangkat hydrometer, baca hasil
Contoh : tentukan berat jenis baterai bila hasil
pengukuran dan catat
pengukuran pada temperature 00C, menunjukkan
1,260.
Hasil Pengukuran :
= 1,260 + 0,0007 x (0 – 20)
Dengan Hidrometer Dengan hitungan
= 1,246
Sel no 1 : ………………. : ……………………..
Sel no 2 : ………………. : ……………………..
Sel no 3 : ………………. : ……………………..
Sel no 4 : ………………. : ……………………..
Sel no 5 : ………………. : ……………………..
Sel no 6 : ………………. : ……………………..

Bandingkan hasilnya dengan table di bawah

Kesimpulan : ……………………………………
……………………………………………………..
PERAWATAN BATERAI
Baterai memiliki peranan yang sangat penting pada kendaraan baik pada saat kendaraan hidup maupun saat
start. Gangguan yang paling sering dirasakan pemilik kendaraan adalah fungsi pada saat start, dimana bila
baterai kurang baik maka energi yang disimpan tidak cukup untuk melakukan start.
Penyebab energi tidak cukup untuk melakukan start antara lain :
1. energi listrik yang dihasilkan system pengisian lebih kecil dari kebutuhan energi listrik saat kendaraan
beroperasi, sehingga energi yang tersimpan pada baterai digunakan untuk mencukupi kekurangannya.
2. baterai sudah lemah, sehingga tidak mampu menyimpan energi listrik, atau terjadi pengosongan sendiri.
3. Kontak pada baterai maupun motor stater kotor atau kurang kuat.

Bila kendaraan lama tidak digunakan maka energi listrik yang tersimpan di dalam baterai dapat kosong dengan
sendirinnya, sehingga mesin tidak dapat distart. Fenomena ini disebut dengan self discharger. Besar self
discharger ditunjukkan dalam prosentase kapasitas baterai. Besar self discharge berkisar 0.3 – 1.5 % per hari
pada temperature 20 – 30 0C tiap hari, atau baterai dapat kosong sendiri dalam 1-3 bulan.

Besarnya self discharge dipengaruhi oleh :


1. adannya bahan aktif yang rusak dan menemper antar sel
2. ketidakmurnian logam seperti besi atau magnesium yang bercampur dengan elektrolit. Ini salah satu
alas an mengapa menambah elektrolit harus menggunakan air suling atau air yang tidak mengandung
logam.
3. bahan aktif baterai
4. temperature elektrolit baterai

Perawatan baterai yang baik mampu memperpanjang usia baterai, karena :


1. mencegah baterai dari kekurangan elektrolit baterai
kekurangan elektrolit terjadi akibat proses pengisian dan pengosongan baterai yang menyebabkan
penguapan dan berkurangnnya elektrolit. Bila baterai kekurangan elktrolit dapat menyebabkan baterai
panas, terjadi kristalisasi pada sesl sel baterai dan bahan aktif pada sel lepas. Adanya bahan aktif yang
lepas menyebabkan efektifitas baterai menurun dan bahan aktif sel yang lepas akan jatuh d dasar kotak
atau terselip diantara sel yang dapat menyebabkan pengosongan sendiri (self discharge)
2. terminal baterai menjadi awet
terminal baterai sering rusak akibat dari korosi, penyebab korosi adalah uap dari elektolit dan panas
akibat terminal kendor. Dengan perawatan yang baik, kedua penyebab rusaknya terminal baterai dapat
dicegah, karena sering dibersihkan dan dikencangkan terminal baterainya.

Kegiatan Dalam Perawatan Baterai


1. Membersihkan terminal baterai dari karat atau kotoran yang lain
2. Memeriksa jumlah dan berat jenis elektrolit
3. Melakukan pengisian
Membersihkan Terminal Baterai
Terminal baterai merupakan bagian yang mudah mengalami kerusakan akibat korosi, bila terminal korosi maka
tahanan pada terminal bertambah dan terjadi penurunan tegangan pada beban sehingga beban tidak dapat
berfungsi dengan optimal. Untuk mencegah hal tersebut, maka terminal baterai harus dibersihkan. Langkah
pembersihannya adalah :
1. Kendorkan baut pengikat baterai sesuai dengan konstruksi baterai
2. Bila terminal melekat dengan kuat pada baterai, jangan dipukul atau dicukil terminal baterainya.ini
dapat merusak terminal baterai. Gunakan obeng untuk melebarkan terminal, kemudian tarik dengan
treker khusus.
3. Bersihkan terminal baterai dengan menggunakan amplas atau sikat khusus.

4. Oleskan grease pada terminal baterai, kemudian pasang terminal baterai


5. Lakukan pemeriksaan tahanan pada terminal baterai dengan
menggunakan volt meter. Caranya colok ukur positif dihubungkan
terminal positif baterai dan colok ukur negative dihubungkan
konektor baterai, kemudian mesin distart, dan tegangan pada volt
meter harus tetap nol, bila volt meter menunjukkan ada
teganganbearti terdapat tahanan pada terminal baterai. Bersihkan
sekali lagi.
Pemeriksaan Berat Jenis Elektrolit dan Jumlah Elektrolit
Jumlah elektrolit harus diantara batas upper dan lower level. Jika kurang elektrolit baterai harus ditambahkan.
Ada 2 jenis cairan baterai,yaitu air accu dan air zuur. Air accu merupakan air murni dengan sedikit asam
sulfat, sedangkan air zuur kandungan asam sulfatnya cukup besar sehingga berat jenisnya lebih tinggi. Air accu
digunakan untuk menambah elektrolit baterai yang berkurang, sedangkan air zuur digunakan untuk mengisi
baterai pada kondisi kosong.
Penambahan elektrolit dengan air zuur menyebabkan berat jenis elektrolit terlalu tinggi. Kesalahan ini dapat
menyebabkan interpretasi hasil pengukuran keliru, sebabhasil pengukuran menunjukkan berat jenis elktrolit
baterai tinggi tetapi kapasitas listrik yang tersimpan kecil.
Pemeriksaan berat jenis baterai menggunakan hydrometer. Jika berat jenis baterai lebih dari 1,28, maka perlu
ditambah air suling. Jika berat jenis kurang dari 1,2 maka baterai harus diisi penuh atau diganti.
Ada jenis baterai yang pemeriksaan elektrolitnya cukup dengan melihat indicator pada sumbatnya.
Mengisi Baterai
Mengisi baterai merupakan mengalirkan energi listrik dari luar sehingga terjadi reaksi pada elektrolit dan sel sel
baterai. Pengisian baterai dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu :
1. pengisian normal
2. pengisian cepat

Pengisian Normal
Pengisian normal adalah pengisian dengan besar arus yang normal, besar arus pengisian normal sebesar 10 %
dari kapasitas baterai. Contoh, baterai 50 AH maka besar arus pengisian 50 x 10/100 = 5 A. lama pengisian
tergantung hasil pengukuran berat jenis elektrolit baterai saat diukur, karena dari berat jenis dapat diketahui
berkurangnya kapasitas baterai.
Contoh :
Hasil pengukuran baterai dengan kapasitas 50 AH menunjukkan berat jenis 1,18 pada temperature 20 0C. dari
data tersebut bila dibandingkan dengan grafik hubungan berat jenis dengan kapasitas diketahui bahwa pada
saat itu energi yang hilang dan perlu diisi sebesar 40 %. Atau sebesar :
40 % x 50 AH, yaitu sebesar 20 AH
Dengan demikian besar arus :
10 x kapasitas = 10/100 x 50 = 5 Ampere
Waktu pengisian :
Kapasitas kekosongan : arus pengisian = 20 : 5 = 4 jam

Pengisian Cepat
Pengisian cepat adalah pengisian dengan arus yang sangat besar. Besar pengisian tidak boleh melebihi 50 %
dari kapasitas baterai, dengan demikian untuk baterai 50 AH, bear arus pengisian tidak boleh melebihi 25 A.
Prosedur pengisian cepat sama dengan pengisian normal, yang membedakan jumalah arus yang digunakan
untuk pengisian lebih besar. Selain itu mengisi baterai dengan pengisian cepat jauh lebih beresiko dibandingkan
dengan pengisian normal. Pada pengisian cepat suhu elektrolit menjadi sangat tinggi karena panas, ini bias
menyebabkan kerusakan sel dan menyebabkan elektrolit menguap lebih bayak.
Untuk itu pengisian cepat tidak disarankan, karena berisiko dan memperpendek umur baterai.

Prosedur Pengisian Baterai


Pengisian satu baterai
1. Buka sumbat baterai tempatkan sumbat pada wadah khusus agar tidak tercecer. Pelepasan sumbat ini
dengan tujuan untuk sirkulasi uap yang dihasilkan elektrolit saat pengisian, dan menghindari tekanan
pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan.
2. Hubungkan kabel positif baterai dengan klem positif
baterai charger dan terminal negatip dengan klem
negative. Hati hati jangan sampai terbalik, bila terbalik
akan timbul percikan bunga api. Bila dipaksa baterai akan
rusak, pada baterai charger model tertentu dilengkapi
dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan
muncul bunyi peringatan atau lampu indicator menyala.
3. Hubungkan baterai charger dengan sumber listrik 220Volt
4. PiLih selector tegangan sesuai dengan baterai, missal baterai 12 volt maka selector diarahkan ke 12
volt.
5. hidupkan baterai charger dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai. Missal baterai 50 AH
pengisian normal 5 A.
6. setel waktu pengisian yang diperlukan (untuk charge yang menggunakan timer). Ada juga charge yang
dia akan mati sendiri jika baterai sudah penuh.
7. Bila pengisian sudah selesai, maka matikan baterai charge
8. lepas klem baterai charge pada terminal baterai, lakukan terminal negatip dulu, klem jangan dilepas
saat baterai charge masih hidup, sebab akan terjadi percikan apai pada terminal saat dilepas dan
menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar. Uap dari baterai adalah gas hydrogen
yang mudah meledak.

Pengisian Lebih dari 2 Batterai


Pengisian baterai yang lebih dari satu buah dapat dilakukan dengan dua metode,yaitu :
1. merangkai secara parallel
2. Merangkai secara serie

Rangkaian Paralel 2 baterai


Rangkaian parallel dengan menghubungkan terminal positif bateri 1
dengan terminal positif baterai 2, dan terminal negative bateri 1
dengan terminal negarif baterai 2, lalu dihubungkan dengan sumber
arus.

besar arus pengisian merupakan jumlah arus yang dibutuhkan untuk


bateri 1 dan 2. misalnya untuk mengisi baterai 50 AH dibutuhkan arus
pengisian sebesar 10% x (2 x 50) = 10 A. sedangkan jika kapasitasnya berbeda misalnya baterai 40 AH dan 50
AH arus pengisiannya sebesar 10% x (40+50) = 9 A

Rangkaian Serie 2 Baterai


kabel positif baterai 1 dihubungkan dengan kabel negative baterai 2, kabel
positif baterai 2 dihubungkan dengan positif baterai charge, kabel negative
baterai 1 dengan kabel negative baterai charge
Mengatur besarnya tegangan : tegangan pengisian merupakan total dari
tegangan baterai, misalkan 2 buah baterai 12 volt, maka selector tegangan
diarahkan ke 24 volt.
Pengatur besarnya arus pengisian pada rangkaian serie adalah : digunakan
kapasitas arus yang paling kecil, misalnya baterai 50 AH dan 40 AH, maka besar arus pengisiannya 10% x 40 =
4 A.