Anda di halaman 1dari 2

2.2.

2 Program KKN-T Bersama

Dalam melaksanakan KKN-T di desa Bahu Palawa yang berlangsung


selama kurang lebih satu bulan, banyak kegiatan yang kami ikuti dalam hal
berbaur dengan masyarakat desa. Seperti kegiatan Handep Hapakat, dimana kami
mahasiswa/i KKN-T bersama-sama atau bergotong royong dengan masyarakat
desa dalam hal mengikuti kegiatan program desa tersebut.

Adupun kegiatan handep hapakat yang kami ikuti bersama masyarakat


desa yaitu pada tanggal 15 Juni 2019 kami mahasiswa/i KKN-T bersama-sama
dengan masyarakat membersihkan lahan kosong seperti memotong rumput,
menyapu, dan menggali lubang untuk mendirikan tiang dimana kegiatan tersebut
di lakukan untuk membuat lapangan voli.

Kemudian setelah bergotong royong membuat lapangan voli, kami


melanjutkan kegiatan dengan masyarakat membersihkan Rumah Bersejarah yang
ada di Desa Bahu Palawa, dimana rumah tersebut merupakan rumah peninggalan
yang bernama Rumah Djaga Bahen. Djaga Bahen adalah salah satu tokoh
masyarakat di desa Bahu Palawa pada masanya. Rumah Djaga Bahen ini pertama
kali didirikan pada tahun 1933, kemudian secara bertahap rumah ini mengalami
perkembangan pembangunan dengan penambahan ruang-ruang yang di lakukan
pada tahun 1938, 1983, 1991, dan 1995. Rumah Djaga Bahen memiliki
keistimewaan dari nilai sejarahnya dimana Rumah Djaga Bahen ini merupakan
salah satu objek saksi sejarah cikal bakal berdirinya propinsi Kalimantan Tengah
yaitu sebagai tempat musyawarah masyarakat Dayak dalam Kongres Serikat
Kaharingan Dayak Indonesia (SKDI) pada tanggal 22 Juli 1953.

Pada tanggal 27 Juni 2019 kami mahasiswa/i KKN-T bersama-sama


dengan masyarakat desa Bahu Palawa membersihkan siring seperti menyapu, dan
menebas rumput di pinggiran siring. Dimana siring tersebut adalah satu-satunya
siring yang digunakan masyarakat untuk turun ke pelabuhan.

Kemudian pada tanggal 28 Juni kami mahasiswa/i KKN-T bersama-sama


dengan masyarakat desa Bahu Palawa bergotong royong untuk membersihkan dan
mengecat jembatan, dimana jembatan tersebut merupakan program dari desa
untuk masyarakat sebagai transportasi jalan di pinggiran sungai.