Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

KECAMATAN TANJUNG BERINGIN


DESA MANGGA DUA
Kode Pos : 20696

Mangga Dua, 26 Oktober 2017

Nomor : 18.42.7/400/ 10 /2017


Lamp : 1 ( Satu ) Berkas
Hal : PERMOHONAN BIBIT TANAMAN PRODUKTIF

Kepada Yth :
Bapak Bupati Serdang Bedagai
c/q. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Serdang Bedagai
di -
Sei Rampah

Dengan hormat,

Seiring salam dan do’a kami sampaikan semoga Bapak tetap dalam
lindungannya dan sukses dalam menjalankan aktivitas sehari – hari. Amin

Kami dari Mahasiswa PBL FKM USU bekerja sama dengan pemerintahan Desa
Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai
mengajukan permohonan pengadaan bibit tanaman buah kepada Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai untuk kegiatan “Penanaman
Pohon Buah Kepada Masyarakat Desa Mangga Dua”.

Demikianlah surat permohonan ini kami ajukan kehadapan Bapak, besar harapan kami
Bapak dapat membantu mengabulkan permohonan kami. Atas perhatian dan
bantuannya di ucapkan terima kasih.

Diketahui Oleh: Mangga Dua, 26 Oktober 2017


Camat Tanjung Beringin Kepala Desa Mangga Dua

( Drs. ZULFIKAR ) (MUSTAKIN)


PEMBINA TK.1
NIP. 19660722 198803 1 007

Ketua PBL FKM USU

(FATIMAH SIMBOLON)

CONTACT PERSON:
082361186509 ( FATIMAH)
085260124550 ( LISMA )
BAGIAN SATU
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara tropis yang kaya buah-buahan, tetapi konsumsi buah-buahan
masyarakat indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara yang tidak memiliki
sumber daya sebagai buah (Astawan, 2004: 113).
Buah adalah bagian dari tanaman yang strukturnya mengelilingi biji dimana struktur tersebut
berasal dari indung telur sebagai fundamen (bagian) dari bunga itu sendiri (Sediaoetama, 2004: 86).
Sejalan dengan pendapat Sunita Almatsier (2001: 291) buah berfungsi sebagai pelengkap zat gizi
yang dibutuhkan tubuh, khususnya vitamin C. Buah merupakan santapan terakhir dalam suatu acara
makan atau kapan saja. Buah sering disebut sebagai penutup atau pencuci mulut karena buah dapat
menetralkan rongga mulut setelah makan nasi dengan berbagai macam lauk pauk dengan aneka rasa
dan bau.
Banyak penyebab yang dikemukakan oleh masyarakat sehingga mereka tidak makan buah setiap
hari. Penyebab yang paling sering dikemukakan adalah masalah harga buah. Sedangkan penyebab
lain adalah tidak suka buah. Padahal mengkonsumsi buah setiap hari memiliki banyak manfaat
terutama untuk kesehatan jangka panjang.
Dalam Panduan Umum Gizi Seimbang, disebutkan untuk sehari-hari, buah perlu dikonsumsi
sebanyak 2-3 porsi. Masuknya buah-buahan dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang tentu saja bukan
tanpa alasan. Kondisi kesehatan masyarakat kini dibebani oleh penyakit degeneratif seperti penyakit
jantung koroner, diabetes, dan kanker. Tren ini makin menguatkan pentingnya budaya makan dengan
gizi seimbang harus diterapkan, termasuk mengkonsumsi buah setiap hari.
Fenomena ini yang terjadi juga di desa Mangga Dua kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten
Serdang Bedagai Sumatra Utara tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah-buahan. Apalagi desa
Mangga Dua yang mempunyai luas desa yang luas wilayah 621,31 Ha atau 6,21 Km2,pekarangannya
luas tetapi tidak dipergunakan untuk menanam sayur maupun buah-buahan.Kondisi dan tantangan
inilah yang menggerakkan kami untuk terlibat dan berusaha memberikan kontribusi untuk mengurai
persoalan pelik antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan, khususnya di desa Mangga
Dua.
Untuk itu kami mengajukan proposal ini kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang
Bedagai untuk bersama berkolaborasi melakukan penanaman pohon buah-buahan di Desa Mangga
Dua.

Tujuan dan Sasaran Program


Program yang kami usulkan dalam proposal ini ditujukan untuk melakukan penanaman pohon
buah-buahan di desa di depan pekarangan maupun di belakang rumah warga sebagai perwujudan
untuk meningkatkan kesehatan masyarakat mealalui peningkatan konsumsi buah-buahan.
Adapun sasaran program yang hendak diusulkan adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penanaman pohon buah-buahan.
b) Meningkatkan kesadaran keluarga dalam mengkonsumsi buah-buahan.
1.2 Wilayah Sasaran Intervensi
Sasaran wilayah intervensi program ini adalah warga desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung
Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai .
1.3 Manajemen Program
Program ini nanti akan di lakukan oleh masyarakat desa mangga dua dan akan di bantu oleh
aparat pemerintahan desa serta mahasiswa PBL FKM USU.

BAGIAN DUA
GAMBARAN UMUM DESA

2.1 Kondisi Geografis Desa

a. Letak dan Luas Desa


Desa Mangga Dua terbentuk dari 4 Dusun, memiliki luas wilayah 621,31 Ha atau 6,21 Km2,
dengan perincian sebagai berikut :
1. Dusun I : 160 Ha
2. Dusun II : 162 Ha
3. Dusun III : 165 ha
4. Dusun IV : 144 Ha
Desa Mangga Dua masuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang
Bedagai, dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatas dengan Desa Nagur Kec. Tanjung Beringin
Sebelah Selatan berbatas dengan Desa Sei Rejo Kec. Sei Rampah
Sebelah Timur berbatas dengan Desa Pekan Tanjung Beringin
Sebelah Barat berbatas dengan Desa Suka Jadi Kec. Tanjung Beringin
Desa Mangga Dua berada pada ketinggian antara + 5 m – 7 m diatas permukaan laut (dpl) berada
pada wilayah dataran rendah, beriklim tropis dengan suhu minimum antara 26º C – 28º C.
Jarak antara Desa Mangga Dua dengan :
- Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara (Medan) adalahc± 67 Km
- Ibu Kota Kabupaten Serdang Bedagai (Sei Rampah) adalah ± 6 Km
- Ibu Kota Kecamatan Tanjung Beringin (Pekan Tanjung Beringin) adalah ± 6 Km

b. Peruntukkan dan Manfaat Lahan


Sebagian besar lahan yang ada di Desa Mangga Dua dimanfaatkan oleh penduduk untuk kegiatan
pertanian dan pemukiman. Secara rinci pemanfaatan lahan di Desa Mangga Dua dapat terlihat pada
tabel 1 berikut :
Tabel 1
Luas Lahan menurut Peruntukkan di Desa Mangga Dua Tahun 2009
PERSENTASE
NO. PERUNTUKAN LAHAN LUAS (Ha)
(%)
1 Persawahan 426.00 68.56%
2 Tegalan/Perladangan 8.00 1.29%
3 Perkebunan 114.40 18.41%
4 Perumahan/Pemukiman 49.00 7.89%
5 Kolam Perikanan 3.50 0.56%
6 Perkantoran/Sarana Sosial
a. Kantor Kepala Desa/Balai Desa 0.08 0.01%
b. Puskesmas 0.08 0.01%
c. 2 Unit Mesjid 0.20 0.03%
d. 5 Unit Musholla 0.20 0.03%
e. 2 Unit Sekolah Dasar 2.40 0.39%
f. 2 Unit SMP 1.60 0.26%
g. 1 Unit SMA 0.42 0.07%
h. 1 Unit Lapangan Sepak Bola 2.50 0.40%
i. 1 Unit Pasar Desa 0.12 0.02%
J. Jalan Umum (Jalan Desa/Dusun) 8.65 1.39%
k. Saluran Irigasi Tersier 2.08 0.33%
l. Anak Sungai/Canal Pembuangan 2.08 0.33%
JUMLAH 621.31 100.00%
c. Status Kepemilikan Lahan
Status kepemilikan lahan di Desa Mangga Dua terbagi dalam tiga bagian yaitu :
1. Milik rakyat = 604,75 Ha
2. Milik Desa = 4,16 Ha
3. Milik Pemerintah = 13,40 Ha
d. Keadaan Tanah
Tanah di Desa Mangga Dua sebahagian merupakan lahan pertanian yang merupakan
percampuran tanah liat dan sebahagian lagi adalah tanah darat merupakan tanah pasir. Dengan
demikian sebagian besar lahan di Desa Mangga Dua cocok untuk lahan pertanian pangan seperti :
padi, palawija dan holtikultura. Apalagi keadaan tanah yang tergolong datar sehingga mudah untuk
membuat jaringan irigasi sebagai sarana penunjang pola pertanian teknis. Sedangkan tanah darat
selain dipergunakan sebagai lahan pemukiman, juga sangat cocok dimanfaatkan sebagai area
perkebunan rakyat seperti kelapa, kelapa sawit, dan lain-lain.

2.2 Kondisi Sosial Ekonomi dan Budaya


a. Kondisi Sosial Ekonomi
Desa Mangga Dua adalah merupakan desa pertanian. Maka hasil ekonomi warga dan mata
pencaharian warga sebagian besar adalah petani. Dari jumlah KK (1.106 KK) yang ada lebih kurang
650 KK (58,62%) adalah petani, dan sebagian lagi 456 KK (14,42 %) adalah Buruh Tani serta
selebihnya ada PNS, TNI/Polri, Pedagang, Karyawan Perkebunan dan lain-lain. Ditilik dari tingkat
penghasilan rata-rata masyarakat Desa Mangga Dua tergolong ke dalam kategori miskin. Dari luas
lahan Desa 604,75 Ha dimiliki oleh :
- 40,20 Ha (6,6%) dimiliki oleh 22 KK (rata-rata warga ada memiliki 1,82 Ha)
- 154,25 Ha (25,5%) dimiliki oleh 143 KK (rata-rata warga ada memiliki
- 410,30 Ha (67,9%) dimiliki oleh 824 KK (rata-rata tiap warga memiliki 0,50 Ha)
Sementara kemampuan produksi persawahan di Desa Mangga Dua minimal 5 Ton/Ha per 1
musim. Jika dalam 1 tahun 2 x tanam, maka produksi padi menjadi 10 Ton/Ha/Thn. Kalau harga
gabah dikisaran Rp. 3.000,- maka per hektar bisa menghasilkan Rp 30 Juta/Ha. Setelah dikurangi
biaya produksi maka Keuntungan bersih sebesar Rp 20 Juta. Karena 824 KK ( 85,12 %) hanya
memiliki 0,50 Ha, maka penghasilan rata-rata petani Desa Mangga Dua hanya Rp 7.500.000,-/
Tahun atau Rp. 625.000,- / Bulan.
Dari uraian diatas jelas tergambar masih lemahnya kondisi perekonomian warga desa. Dan
diperlukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat baik di bidang
pertanian itu sendiri ataupun pada sektor lain.
b. Kondisi Sosial Budaya
Kehidupan masyarakat Desa Mangga Dua sangat kental dengan tradisi-tradisi peninggalan
leluhur. Upacara-upacara adat yang berhubungan dengan siklus hidup manusia (lahir – dewasa/
berumah tangga – mati), seperti upacara kelahiran, khitanan, perkawinan dan upacara-upacara yang
berhubungan dengan kematian, hampir selalu dilakukan oleh warga masyarakat.
Kegotong-royongan masyarakat masih kuat. Kebiasaan menjenguk orang sakit (tetangga atau
sanak famili) masih dilakukan oleh masyarakat. Biasanya ketika menjenguk orang sakit, bukan
makanan yang dibawa, tetapi mereka mengumpulkan uang bersama-sama warga untuk kemudian
disumbangkan kepada si sakit untuk meringankan beban biaya. Kebiasaan saling membantu
memperbaiki rumah atau membantu tetangga yang mengadakan perhelatan juga masih dilakukan.
Semua itu menggambarkan bahwa hubungan ketetanggaan di desa ini masih erat/ kuat
Kondisi kesehatan masyarakat tergolong cukup baik, terutama setelah adanya Puskesmas dan
Posyandu. Namun demikian, pada musim-musim tertentu warga masyarakat sering mengalami
gangguan kesehatan, terutama malaria. Keberadaan balita kurang gizi sudah mulai berkurang, selaras
dengan semakin baiknya perekonomian masyarakat.
Kegiatan pengamanan (siskamling) desa secara bersama tergolong masih baik, meskipun
tampak mulai mengendor. Kendornya kegiatan siskamling ini ditengarai karena semakin banyak
waktu yang digunakan oleh warga masyarakat untuk mencari nafkah (bekerja).
2.3 Persoalan-Persoalan Utama
Jika disimpulkan, terdapat dua persoalan utama yang terjadi di Desa Mangga Dua sebagai
Pertama, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menkonsumsi buah-buahan sehingga banyak yang
mengalami penyakit degenerative seperti diabetes,kolesterol dll.
Kedua, tingkat kesejahteraan masyarakat yang relative rendah. Mayoritas masyarakat desa
mangga dua adalah petani yang mengandalkan sawah sehingga kurangnya perhatian terhadap daya
beli
/produksi buah-buahan.
Ketiga , tingkat pemanfaatan pekarangan rumah masih rendah. Luas lahan di depan rumah
sangat luas tetapi banyak yang tidak memanfaatkannya seperti menanam Tumbuhan obat dan
keluarga ( TOGA) yang bias mudah tumbuh dipekarangan.
BAGIAN TIGA
PROPOSAL STRATEGI PEMBERDAYAAN
3.1 Desain Umum
Pemanfaatan pekarangan rumah di Desa Mangga Dua mungkin bisa diselenggarakan jika tidak
ditopang dengan program pemberdayaan masyarakat. Bahkan pemberdayaan komunitas adalah
prasyarat utama efektifnya upaya Pemanfaatan pekarangan rumah. Oleh karenanya, desain umum
Pemanfaatan pekarangan rumah di desa Mangga Dua akan sangat bergantung pada kemampuan
semua dan dukungan berbagai pihak untuk memberdayakan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial,
maupun kebudayaan.
Pemberdayaan masyarakat dalam hal ini diarahkan untuk mengurangi “kurangnya konsumsi
buah” antara kepentingan gizi masyarakat dengan kepentingan ekonomi. Gambaran konkret situasi di
desa sebenarnya telah cukup lugas memperlihatkan adanya kekurangan tersebut, yang mana upaya
pemanfaatan pekarangan rumah tidak menjadi prioritas, baik di tingkat masyarakat maupun
pemerintah setempat. Meski demikian, tidak juga dipungkiri jika di tingkat lokal, upaya-upaya
mendorong pelestarian Pemanfaatan pekarangan rumah, khususnya untuk penanaman bibit buah,
dengan tetap memperhatikan aspek kepentingan gizi masyarakat juga pasti sudah dilakukan.
Hal ini berarti, usaha-usaha pemberdayaan yang akan dilakukan hendaknya mengarah pada
masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya. Titik awal
pemberdayaan dan pelibatan masyarakat akan dimulai dari Dusun 1- 4 Desa Mangga Dua,
Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Di dusun ini akan di bantu kelompok
PBL FKM USU yang berjumlah 6 orang.
Dengan dukungan para anggota kelompok PBL FKM USU upaya Pemanfaatan pekarangan
rumah kawasan desa Mangga Dua akan dilakukan secara gradual dengan melakukan penanaman
tanaman pohon penghasil buah. Perubahan jenis tanaman, dari tanaman sayur ke tanaman buah, tentu
saja akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, selain dalam beberapa tahap
masih diperbolehkan untuk menanam tanaman sayur guna menjaga cash flow rumah tangga, upaya
lain yang perlu dilakukan adalah mendorong pengembangan usaha gizi alternatif yang juga harus
dikaitkan dengan potensi lokal.
Pemanfaatan pekarangan rumah dengan menggunakan instrumen tanaman buah dimaksudkan
untuk menciptakan sistem Pemanfaatan pekarangan rumah yang lebih ramah bagi lingkungan dan
bernilai gizi. Usaha seperti ini bisa mengalami kegagalan jika tidak ditopang oleh seluruh lapisan
masyarakat. Oleh karenanya, pengenalan keterampilan dasar pengelolaan harus dilakukan sedari
awal. Seiring dengan itu, warga juga perlu ditempa kapasitasnya dalam hal penanaman, dan
perwatanan bibit buah.
Pada beberapa paragraph di atas sempat diulas tentang pentingnya pengembangan gizi warga,
baik dalam hal teknis pertanian maupun penanaman, dan perwatanan bibit buah. Pengembangan
kapasitas lain yang sepertinya perlu dilakukan adalah transfer skill manajemen organisasi, sehingga
warga, khususnya anggota Pbl Fkm USU memiliki kemampuan dasar dalam mengelola manjemen
lapangan. Perhatian perlu juga diberikan pada pengembangan pendidikan dasar dan pendidikan usia
dini serta penguatan pendidikan keagamaan dan pengembangan kekuatan spiritualitas warga.
Penguatan dari anggota Pbl Fkm USU ditujukan untuk menjadikan masyarakat tersebut sebagai
partisipan dari prioritas yang di temukan dari analisis masalah kesehatan masyarakat di desa ini.
Upaya pemanfaatan pekarangan rumah ini bertujuan agar dapat terpenuhinya kekurangan vitamin
dan mineral dari buah dan sekaligus memperhatikan aspek-aspek pengembangan gizi, social dan
ekonomi.
3.2 Desain Teknis
Dengan mengacu pada uraian desain umum pengembangan kawasan, paparan berikut ini akan
lebih banyak mengulas mengenai desain teknis strategi pemberdayaan yang akan diterapkan di
lapangan, berikut dengan jabaran target dan indikator-indikator keberhasilan yang diinginkan.
Paparan akan dimulai dengan desain teknis pemanfaatan pekarangan, penanaman tanaman buah,
perawatan tanaman buah, penguatan kelembagaan, serta pengembangan jaringan.

3.2.1 Penanaman dan Pembudidayaan Tanaman Buah


Dengan adanya penanaman dan pembudidayaan tanaman buah kami mencari mitra untuk
bekerja sama dalam memberikan bibit dan bantuan teknis penanaman serta untuk memperluas
jaringan.
Dalam konteks mendukung program pemanfaatan pekarangan di desa Mangga Dua media
tanaman yang dikembangkan adalah tanaman buah, yakni jambu biji, jambu madu, durian, alpukat,
sirsak, dan mangga . Dipilihnya tanaman-tanaman tersebut terlebih karena jenis tanaman ini cocok di
tanam di desa, menghasilkan buah yang berpotensi memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan
pangan buah dari segi gizi dan ekonomi, dan mampu ditanam dengan mudah oleh masyarakat
setempat.
Dengan lahan yang akan di tanam untuk program pemanfaatan pekarangan rumah sepanjang
kurang lebih 5 m/rumah maka di butuhkan sekitar 1000 pohon untuk penanaman tiap tiap
pekarangan . Dari angka tersebut, 250 diantaranya diperlukan untuk melakukan penanaman di dusun
1 , dan 250 lainnya dibutuhkan untuk dusun 2, 250 lainnya dibutuhkan untuk dusun 3, dan 250
lainnya dibutuhkan untuk dusun 4.
Penanaman awal akan di lakukan di bulan Oktober 2017 sekitar 50% tanaman dari 1000 yang
akan di tanam sebagai pemanfaatan pekarangan rumah lalu akan di tanam 30% di bulan November
kita melihat pertumbuhan awal di penanaman dan 20 % di bulan Desember. Penanaman bibit ini
akan di lakukan dengan media polybat sebagai media tanam pengganti pot. Penanaman di media
polybat dapat mempermudah warga dalam proses penanaman bibit buah tersebut.
Dengan demikian, diasumsikan pada Oktober 2017 sepanjang pekarangan rumah yang akan di
tanami yang tersedia telah sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan demikian, upaya penguatan gizi
masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah harus sudah mulai dilakukan. Artinya, warga
harus mulai dilatih untuk bisa mengelola pekarangan rumah guna memenuhi kebutuhan gizi sendiri.
Hal ini diperlukan agar buah yang dihasilkan dari pekarngan rumah dapat memberikan manfaat gizi
secara langsung bagi warga.
BAGIAN EMPAT
PENUTUP
Upaya untuk melakukan pemanfaatan pekarangan rumah di desa Mangga Dua sudah pasti
membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta,
kelompok pbl fkm USU dan masyarakat sipil dibutuhkan untuk memastikan rantai proses dan
skenario panjang ini bisa berjalan dan memenuhi capaian-capaian yang diinginkan. Tidak hanya itu,
kolaborasi ini juga menjadi keharusan mengingat semua pihak yang disebut di atas, khususnya yang
berdomisili di desa tersebut akan menerima manfaatnya baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Kesediaan para Ibu-ibu untuk melakukan pemanfaatan pekarangan rumah di desanya adalah
salah-satu kontribusi penting dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat di desa Mangga Dua
dan melihat semua yang ada di desanya dapat di manfaatkan dengan baik. Kontribusi tersebut
hendaknya juga dilihat sebagai salah-satu bentuk pengorbanan dari kalangan yang barangkali
memiliki pekerjaan lain namun masih peduli akan pekarangan sekitarnya.
Dengan program inilah kami dari Kelompok PBL FKM USU dan Desa Mangga Dua mengajak
berkolaborasi dalam meningkatkan peran serta semua elemen masyarakat untuk melakukan program
pemanfaatan pekarangan rumah. Maka dengan proposal ini kami berharap Dinas Lingkungan Hidup
dapat berkontribusi dalam program ini karena melihat proses pemanfaatan pekarangan itu sangat
penting bagi lingkungan dan juga program ini bermanfaat bagi masyarakat.