Anda di halaman 1dari 14

Konsep Dasar Sosiologi

Struktur sosial
konsep dasar sosiologiStruktur sosial sebagai konsep dasar sosiologi adalah keseluruhan unsur-
unsur pokok dalam dunia sosial yang meliputi lapisan sosial beserta nilai dan norma sosial dan
interaksinya dengan institusi sosial. Secara sederhana, kita bisa melihat sebuah kampung yang
pada malam takbiran begitu ramai anak-anak membawa obor. Kita bisa katakan bahwa struktur
sosial masyarakat di kampung itu didominasi muslim yang menjalankan tradisi takbiran pada
malam lebaran. Seperti yang disampaikan sebelumnya, struktur sosial mencakup nilai dan
norma. Nilai dan norma bisa terinspirasi dari agama yang mengatur kehidupan masyarakat,
termasuk bagaimana tradisi suatu masyarakat dipraktikkan.
Sistem sosial
Sistem sosial adalah proses berpola yang menunjukkan hubungan-hubungan sosial baik individu
atau kelompok di dalam sistem lingkungannya yang lebih luas. Secara sederhana kita bisa
mengartikan sistem sosial sebagai pola interaksi masyarakat yang khas, dalam arti memiliki
keunikan sendiri dibanding lingkungannya. Sistem sosial bekerja sebagaimana yang ditunjukkan
oleh interaksi antara individu atau kelompok yang berada di dalamnya. Misalnya, seseorang yang
menempati posisi sosial sebagai sekretaris desa akan dihormati oleh warga sekitarnya. Kita dapat
mengatakan begitulah sistem sosial yang ada di masyarakat desa bekerja.
Proses sosial
Proses sosial sebagai konsep dasar sosiologi adalah pengaruh yang sifatnya timbal balik dalam
lingkup kehidupan sosial. Lingkup kehidupan sosial meliputi beberapa aspek yang kompleks.
Misalnya, keputusan untuk menyekolahkan anak dipengaruhi oleh umur si anak, kondisi
ekonomi keluarga, ketersediaan atau kualitas sekolah dan guru yang ada. Proses sosial meliputi
hubungan timbal balik beberapa aspek yang kompleks tersebut dalam sebuah kehidupan sosial.
Lembaga sosial
Lembaga sosial atau instirusi sosial atau pranata sosial dalam konsep dasar sosiologi adalah
suatu sistem yang menunjukkan keterjalinan antara nilai dan norma untuk mewujudkan
kehendak sosial atau menjalankan fungsi sosial. Contoh lembaga sosial dalam sosiologi adalah
keluarga. Di Indonesia, keluarga merupakan unit terkecil dari institusi sosial. Dalam keluarga
terdapat keterjalinan nilai dan norma yang diorientasikan untuk menjalankan fungsi-fungsi
keluarga.
Organisasi sosial
Organisasi sosial sebagai konsep dasar sosiologi memiliki kemiripan dengan institusi sosial.
Organisasi sosial dapat didefinisikan sebagai hubungan kerjasama antar individu yang
mengorientasikan pola perilaku anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Secara sederhana,
kita bisa melihat perkumpulan formal seperti partai politik sebagai organisasi sosial. Kita juga
bisa melihat supporter sepak bola yang mengorganisir dirinya ketika timnya bertanding sebagai
organisasi sosial. Di luar itu, sangat banyak contoh lainnya.
Perubahan sosial
Perubahan sosial dalam konsep dasar sosiologi adalah perubahan struktur dan lapisan sosial serta
hubungan di dalamnya yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Terbentuknya masyarakat
informasi, yang semula masyarakat industri adalah contoh perubahan sosial. Perubahan struktur
dan lapisan sosial tentu berimplikasi pada perubahan norma dan nilai meskipun skalanya tidak
selalu besar. Perubahan tersebut memengaruhi perubahan lainnya yang laebih kongrit seperti
perilaku individu atau kelompok.
Individu
Kata lain individu adalah personal, perorangan, atau privat. Individu dalam sosiologi biasanya
berperan sebagai subjek atau agensi. Subjek atau agensi secara implisit memiliki kekuasaan,
kehendak, kebebasan untuk bertindak.
Masyarakat
Masyarakat dalam konsep dasar sosiologi adalah sekumpulan individu yang saling bergaul,
berinteraksi daam suatu pola yang ajeg. Cikal bakal kata masyarakat adalah dari bahasa Arab,
yaitu ’syakara’ yang artinya turut serta. Dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan menjadi
’society’, berasal dari bahasa Latin ’socius’ yang artinya kawan. Kendati secara istilah berbeda,
esensi masyarakat tetaplah sama, yakni kumpulan individu dengan pola interaksi, hubungan dan
kepentingannya.
Kelompok
Kelompok sebagai konsep dasar sosiologi lebih dekat pengertiannya dengan masyarakat yaitu
kumpulan individu.
Komunitas
Komunitas sebagai konsep dasar sosiologi juga merupakan kumpulan individu. Namun dengan
wilayah teritori tertentu.
Objek Kajian Sosiologi
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan
antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
Objek formal sosiologi ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat.
Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang
timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Fungsi dan Manfaat Sosiologi
Fungsi dari sosiologi:
- memahami hubungan manusia dengan alam, individu, kelompok dan sosial budaya
- membantu untuk memahami perkembangan kebudayaan masyarakat
- membantu kita berfikir kemajuan untuk moral masyarakat sehingga disiplin dalam mengambil
keputusan
- membantu masyarakat mengotrol dan mengendalikan perilaku
Manfaat dari sosiologi:
1. Menumbuhkan Kepekaan terhadap Toleransi Sosial
2. Menghindari Konflik Sosial
3. Menambah Pengetahuan keragaman Sosia
4. Meningkatkan Integritas Nasional
5. Menghindari Dominasi Sosial
Faktor Pendorong Interaksi Sosial
1. IMITASI
Tindakan meniru perbuatan atau perilaku orang lain. Tindakan meniru ini apabila seorang
individu pernah melihat, mendengar orang yang ada disekelilingnya.
2. SUGESTI
Rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian
rupa sehingga orang yang diberikan Sugesti menuruti atau melaksanakan apa disampaikan pada
dirinya tanpa sadar
3. IDENTIFIKASI.
Identifikasi merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan
orang-orang yang ditirunya. contoh : Pengagum berat bintang film sering berpenampilan seperti
idolanya.
4. SIMPATI
Tindakan seseorang yang dilakukan karena perasaan tertarik kepada orang lain yang didasari
oleh perasaan kasih sayang. Proses simpati dapat berkembang jika berada dalam keadaan saling
pengertian, contoh : mengucapkan selamat terhadap seseorang yang berhasil meraih prestasi.
5. EMPATI
Merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi psikis atau kejiwaan atau fisik
seseorang. misal : teman dekatmu mengalami kecelakaan, maka perasaan empati akan timbul.
Bentuk Kelompok Reference
Tipe normatif yang menentukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang;
Tipe perbandingan (comparation type) merupakan suatu pegangan bagi individu dalam menilai
kepribadian.
Penyimpangan Primer
Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara. Maksud dari bersifat
sementara yaitu orang yang melakukan perilaku menyimpang ini masih bisa diterima oleh
masyarakat sekitar, karena perilaku menyimpang yang dilakukan hanya sesekali tidak setiap saat.
Mobilitas Sosial Vertikal Turun
Sedangkan dua bentuk utama dari mobilitas vertial turun adalah :
 Menurunnya kedudukan seseorang ke tingkat yang lebih rendah dari apa yang dimiliki
sebelumnya
 Menurunnya derajat sekelompok orang dari derajat yang sudah dimiliki sebelumhya atau
yang disebut dengan desintegrasi atau degradasi
Berikut adalah beberapa contoh kasus mobilitas vertikal turun :
Seorang pengusaha yang menggeluti bisnisnya di bidang perumahan pada awalnya mengalami
kesuksesan. Banyak orang yang memesan rumah sehingga bisnisnya mengalami peningkatan
tajam, namun di kemudian hari pengusaha ini mengalami kebangkrutan, ternyata banyak
pelanggannnya yang tidak bisa melunasi hutang rumah yang sudah dipesan. Hal ini membuat
seorang pengusaha tersebut akhirnya hanya berjualan di warung kelontong.
Solusi Konflik Sosial
1. Menciptakan kereativitas masyarakat dalam menyikapi suatu konflik
2. Melakukan perubahan sosial yang kondusif pada pasca konflik.
3. Membangun komitmen kebersamaan dalam kelompok yang pernah konflik.
4. Mencegah berulang lagi konflik yang dapat merugikan banyak pihak.
5. Meningkatan fungsi sosial kekeluargaan atas dasar kebersamaan sebagai nilai kearifan
Jenis Penelitian
1. Penelitian berdasarkan jenis dan analisisnyaa. Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif
menurut Robert Donmoyer (dalam Given, 2008: 713)adalah pendekatan-pendekatan terhadap
kajian empiris untuk mengumpulkan, menganalisa, dan menampilkan data dalam bentuk
numericdari pada naratif. Sedangkan menurut Cooper dan Schindler (2006:229), risetkuantitatif
mencoba melakukan pengukuran yang akurat terhadap sesuatu.
Contoh:
Penelitian untuk mengetahui perbedaan efektivitas modelpembelajaran konvensional dalam
meningkatkan prestasi belajar matematika
siswa MTsN Ma’rang Kabupaten Pangkep.
b. Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif
bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenaisuatu fenomena serta menemukan atau
mengonstruksi suatu teori terkaitsuatu fenomena.
Contoh:
Penelitian mengenai kemampuan siswa kelas IX MTsN Ma’rang
dalammemahami dan mengaplikasikan konsep geometri.
c. Penelitian Gabungan
Penelitian Gabungan
merupakan jenis penelitian dengan mengkombinasikanpenelitian kuantitatif dengan penelitian
kualitatif.
Contoh:
Penelitian yang berupa data yang dikumpulkan dan dinyatakandalam bentuk-bentuk angka-
angka, selain itu juga berupa data kualitatif sebagai pendukungnya, seperti kata-kata atau kalimat
yang tersusun dalam angket, kalimat hasil konsultasi atau wawancara antara peneliti
daninforman.
2. Penelitian berdasarkan metode/tekhnik yang digunakana. Penelitian Sejarah (historis)
Penelitian Sejarah (historis),
berkenaan dengan analisis yang logisterhadapkejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.
Sumber datanyabisaprimer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-
sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Tujuan penelitianiniadalah untuk
merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secarasistematis dan obyektif, melalui
pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dansintesa data diperoleh, sehingga ditetapkan fakta-fakta
untuk membuat suatukesimpulan.
Contoh:
Studi rekonstruksi pengajaran ejaan di Amerika Serikat selamalima puluh tahun terakhir;
menguji hipotesis bahwa Francis Bacon adalahpenulis sebenarnya dari karya-karya William
Ahakespeare (Isacc andMichael, 1982;42-43)
b. Penelitian Survey
Penelitian Survey
adalah penelitian yang dilakukan pada popolasi besarmaupun kecil, tetapi data yang dipelajari
adalah data dari sampelyangdiambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-
kejadian relatif,distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogismaupunpsikologis.
Contoh:
Penelitian mengenai tingkatprestasi belajar oleh siswa di sekolahMAN PANGKEP
c. Penelitian Ex.Post Facto
Penelitian Ex.Post Facto
yaitu penelitian yang dilakukan untuk menelitiperistiwa yang telah terjadi yang kemudian
merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapatmenimbulkan kejadian tersebut.
Contoh:
Penelitianmengenaifaktormenurunnyahasil belajar matematikabagi siswa diSD 4 TALAKA.
d. Penelitian Eksperimen
Penelitian Eksperimen
yaitu suatu penelitian yang berusaha mencaripengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang
lain dalam kondisiyangterkontrolsecara ketat. Variabel independennya dimanipulasi olehpeneliti.
Contoh:
Penelitian untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa dikelas unggulan dengan kelas
biasa pada penggunaan model pembelajarankooperatif.
e. Penelitian Naturalistik
Penelitian Naturalistik
metode penelitian ini sering disebut dengan metodekualitatif, yaitu metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti padakondisi obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah
sebagaiinstrumen kunci.
Contoh:
Sesaji terhadapkeberhasilan bisnis.
f. Policy Research
Policy Research
yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atauanalisis terhadap masalah-masalah sosial
yang mendasar, sehinggatemuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk
bertinak secarapraktis dalam menyelesaikan masalah.
Contoh:
Penelitian mengenai kebijakangurumengenaidisiplin positif dankonsekuensi logis terhadap
siswa.
g. Action Research (Penelitian Tindakan)
Action Research
merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkanmetode kerja yang paling efisien,
sehingga biaya produksidapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. Tujuan
utamapenelitian ini adalah mengubah: 1) situasi, 2) perilaku, 3) organisasitermasuk struktur
mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata.
Contoh:
Penggunaan metode Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajarsiswa
h. Penelitian Evaluasi
Penelitian Evaluasi
merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan,yaitu untuk membandingkan suatu kejadian,
kegiatan dan produkdenganstandar dan programyang telah ditetapkan.
Contoh:
Penelitian mengenai kualitas guruanatar sebelum dansetelahmengikuti program profesi.
Pengumpulan Data Penelitian Sosial
A. Menurut cara memperolehnya:
Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek
atau objek penelitian.
Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek
penelitian.
B. Menurut sumbernya
Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasi
Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah
organisasi
C. Menurut sifatnya
Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti
Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka
D. Menurut waktu pengumpulannya
Cross section/insidentil, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu
Data berkala/ time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.
Pendekatan Penelitian Kuantitatif
1) Penelitian Kuantitatif eksperimen
Wiersma (dalam Emzir) mendefinisikan ekperimen sebagai suatu situasi penelitian yang
sekurang-kurangnya satu variabel bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja
dimanipulasi oleh peneliti. Sedangkan subana dan Sudrajat menyatakan bahwa penelitian
percobaan (Eksperimental Research) adalah penelitian yang melihat dan meneliti adanya akibat
setelah subjek dikenai perlakuan pada variabel bebasnya. Jadi, penelitian eksperimen adalah
penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat.
Tipe penelitian eksperimen berdasar lokasi penelitian:
a) Laboratory experiments (Penelitian eksperimen di Laboratorium)
b) Field experiments (Penelitian Eksperimen di Lapangan)
Berdasarkan tingkat presisi yang dicapai, penelitian eksperimen terdiri atas:
a) Pra eksperimen
b) Quasi-experiments
c) True-Experiment
2) Penelitian Kuantitatif Expost Facto
Istilah lain penelitian ini adalah Penelitian Sesudah Kegiatan (PSK), ada juga yang menyebutnya
penelitian Kausal Komparatif. Menurut Gay (dalam Emzir), penelitian Kausal Komparatif atau
ex post facto adalah penelitian dimana peneliti berusaha menentukan penyebab atau alasan untuk
keberadaan perbedaan dalam perilaku atau status dalam kelompok individu dan peneliti berusaha
mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan perbedaan tersebut. Penelitian expost facto
adalah penelitian yang mempelajari fakta yang sudah ada/sudah terjadi dengan menggunakan
disain eksperimen.
3) Penelitian Kuantitatif Korelasional
Menurut Emzir, penelitian korelasional menggambarkan suatu pendekatan umum untuk
penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariat di antara variabel yang muncul secara
alami. Sedangkan Nana Sudjana dan Ibrahim dalam bukunya yang berjudul “Penelitian dan
Penilaian Pendidikan”, mengatakan bahwa penelitian korelasi mempelajari hubungan dua
variabel atau lebih, yakni sejauhmana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi
dalam variabel lain. Dari kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian
korelasional adalah adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna
menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih.
Teiknik Pengambilan Sampel Random
Contohnya: “Jumlah siswa disebuah kelas di SMA tertentu di Jakarta yang akan diberikan
bantuan. Simple random sampling ini bisa dilakukan melalui undian, tabel bilangan random atau
dengan acak sistematis.
Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak
terlalu besar. Misal, populasi terdiri dari 100 orang siswa IPA. Untuk memperoleh sampel
sebanyak 30 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik ini, baik dengan cara undian, ordinal,
maupun tabel bilangan random. Teknik ini dapat digambarkan di bawah ini.
Kegunaan Penelitian Sosial U/ Memberikan Masukan dalam Membuat Kebijakan
Memberitahu perkembangan sosial yg ada di masyarakat setempat dan memberi masukkan juga
bagaimana tindakan yg tepat untuk menanggulagi atau megatasi permasalahan sosial yg terjadi
Topik Penelitian Sosial
1. Urgen untuk Diteliti
Maksudnya penting untuk segera diselidiki pada waktu atau saat ini. Di masyarakat kita dapat
menjumpai banyak topik atau permasalahan yang perlu diteliti, namun ada yang mendesak dan
belum mendesak untuk ditangani, baik dari segi jangkauan kegunaannya maupun dari segi
keterlaksanaan prosedurnya.
2. Membuahkan Sesuatu yang Baru bagi Ilmu Pengetahuan
Artinya penelitian mengenai topik tersebut akan menghasilkan temuan baru yang dapat
membuka cakrawala pemikiran dan memperkaya pengetahuan dengan informasi yang mutakhir.
3. Sumbangan bagi Pengembangan Ilmu dan Bermanfaat bagi Masyarakat
Hal ini dapat menentukan nilai hasil penelitian. Hasil penelitian harus merupakan sumbangan
yang berarti bagi pengembangan disiplin ilmu itu khususnya dan ilmu pengetahuan umumnya,
serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik sekarang maupun di masa yang akan
datang.
4. Aktual
Peneliti yang selalu mengikuti perkembangan ilmu akan lebih mudah menemukan topik yang
aktual dan segar.
Minat peneliti terhadap topik yang diteliti.
Ketersediaan sumber referensi.
Ketersediaan sumber daya.
Kemampuan peneliti.
Tahapan Rancangan Penelitian Sosial
1. Menentukan permasalahan yang akan diteliti.
2. Menentukan topik penelitian.
3. Melakukan kegiatan prapenelitian (biasanya diadakan observasi awal terhadap objek
penelitian).
4. Merumuskan masalah penelitian ke dalam beberapa pertanyaan penelitian.
5. Menentukan dugaan sementara (asumsi) dan hipotesis.
6. Menentukan metode yang hendak digunakan dalam penelitian.
7. Menentukan variabel (jika kuantitatif) dan sumber yang akan diambil datanya.
8. Menentukan dan atau membuat instrumen penelitian.
9. Melakukan kegiatan pengumpulan data.
10. Melakukan analisis data.
11. Menarik sebuah kesimpulan.
12. Menyusun hasil penelitian ke dalam sebuah laporan penelitian.
Fungsi Bab Laporan Penelitian
Metode Penelitian yang Sesuai dengan Gejala Sosial
Metode penelitian kuantitatif
Metode penelitian sosial kuantitatif menggunakan data numerik atau dalam bentuk angka.
Metode penelitian kualitatif
Metode penelitian kualitatif menggunakan data naratif atau kata-kata. Narasi yang diperoleh
selama proses pengumpulan data diinterpretasi oleh peneliti.
Interseksi/Konsolidasi
interseksi adalah persilangan atau pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosial dari berbagai
seksi
arti konsolidasi adalah suatu tindakan atau upaya yang dilakukan untuk menyatukan,
memperkuat, dan memperteguh hubungan antara dua kelompok atau lebih sehingga terbentuk
suatu persatuan yang lebih kuat.
Manfaat Globalisasi
Memudahkan berkomunikasi dengan orang lain.
Kemudahan dalam mendapatkan pemuas kebutuhan.
Mobilitas penduduk semakin tinggi.
Manfaat Kesetaraan U/ Menciptakan Masyarakat Harmonis
Konsep Pemberdayaan Sosial
Konsep merupakan abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata
atau symbol.
Dampak Perubahan Sosial Sebagai Akibat Globalisasi
Ekonomi

Sosial Budaya

Memecahkan Masalah Ketimpangan Sosial Akibat Perubahan Globalisasi


1. Peningkatan Kualitas Penduduk
Upaya-upaya tersebut adalah sebagai berikut :

- Memperbaiki kualitas pendidikan


- Meningkatkan fasilitas kesehatan, baik kualitas tenaga medis maupun peningkatan
pelayanan kesehatan

- Melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat, misalnya dengan memberikan


penyuluhan atau pengarahan pada masyarakat.
2. Mobilitas Geografis
Contoh upaya mobilitas yang umum dilakukan adalah transmigrasi, di mana warga kota
di wilayah yang terlalu padat seperti di Jawa berpindah ke wilayah yang lebih sedikit
penduduknya, seperti di Kalimantan. Upaya ini pernah digalakkan di zaman Presiden
Soeharto dan berhasil meningkatkan kualitas ekonomi pelakunya, seperti orang-orang
Madura yang berpindah ke Kalimantan.
3.Menciptakan Peluang Kerja
Solusi Terjadinya Konflik dan Kekerasan Masyarakat Multikultural
1. Pelaksanaan dialog antar budaya yg terbuka dan demokratis.
2. Pengembangan multikultural dalam rangka meningkatkan toleransi dalam masyarakat.
3.Membangun kesadaran hidup multikultural menuju terciptanya keadaban
Mengatasi Dampak Perubahan Sosial dan Globalisasi
 Mencintai produk dalam negeri
 Mencintai produk dalam negeri adalah sikap yang bisa dikembangkan untuk menghindari
gaya hidup ala Barat yang berlebihan.
 Menyaring budaya asing sesuai dengan panduan nilai, norma, dan keyakinan agama
 Untuk menghadapi globalisasi dan kemajemukan budaya, semua orang harus bisa
menyaring kebudayaan asing sesuai dengan kebudayaan lokal.
 Memahami nilai-nilai kebangsaan dan pancasila dengan baik
 Cinta akan nilai-nilai pancasila akan membantu kita untuk tetap menghormati budaya
Indonesia meski sudah banyak budaya asing yang masuk ke kehidupan sehari-hari kita.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat yang Sesuai
 Pertama, upaya itu harus terarah (targetted). Ini yang secara populer disebut pemihakan.
Ia ditujukan langsung kepada yang memerlukan, dengan program yang dirancang untuk
mengatasi masalahnya dan sesuai kebutuhannya.
 Kedua, program ini harus langsung mengikutsertakan atau bahkan dilaksanakan oleh
masyarakat yang menjadi sasaran. Mengikutsertakan masyarakat yang akan dibantu
mempunyai beberapa tujuan, yakni supaya bantuan tersebut efektif karena sesuai dengan
kehendak dan kemampuan serta kebutuhan mereka. Selain itu sekaligus meningkatkan
keberdayaan (empowering) masyarakat dengan pengalaman dalam merancang,
melaksanakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan upaya peningkatan diri dan
ekonominya
 Ketiga, menggunakan pendekatan kelompok, karena secara sendiri-sendiri masyarakat
miskin sulit dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Juga lingkup
bantuan menjadi terlalu luas kalau penanganannya dilakukan secara individu.
Prinsip Kesetaraan dalam Keberagaman
Prinsip kesetaraan memiliki urgensi yang tinggi untuk diterapkan di wilayah dengan masyarakat
yang majemuk atau multikultural.
Tanpa prinsip kesetaraan, masyarakat majemuk rentan mengalami perpecahan atau disintegrasi
sosial. Kesetaraan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis
dan memiliki integrasi sosial yang kuat.
Rumusan Masalah Penelitian,Teknik Pengambilan Sampel,Teknik Pengumpulan Data
Rumusan Masalah Penelitian
1. Deskriptif
– Berapa persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
– Seberapa jauh efektivitas kerja di peternakan A ?
2. Komparatif
– Bagaimana perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
– Apakah terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan peternakan B ?
3. Asosiatif
– Apakah terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B
Teknik Pengambilan Sampel
1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Pengambilan sampel acak sederhana disebut juga Simple Random Sampling. teknik penarikan
sampel menggunakan cara ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi
untuk menjadi sampel penelitian. Cara pengambilannya menggunakan nomor undian.
2. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)
Metode pengambilan sampel acak sistematis menggunakan interval dalam memilih sampel
penelitian. Misalnya sebuah penelitian membutuhkan 10 sampel dari 100 orang, maka jumlah
kelompok intervalnya 100/10=10. Selanjutnya responden dibagi ke dalam masing-masing
kelompok lalu diambil secara acak tiap kelompok.
3. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)
Metode Pengambilan sampel acak berstrata mengambil sampel berdasar tingkatan tertentu.
Misalnya penelitian mengenai motivasi kerja pada manajer tingkat atas, manajer tingkat
menengah dan manajer tingkat bawah.