Anda di halaman 1dari 2

1.

Jelaskan konsep dan mekanisme homeostasis sel dalam ilmu


fisiologi!
Jawab:

Sistem-sistem dalam tubuh Anda bekerja bersama untuk mengendalikan kondisi fisik dan
kimia di dalam tubuh. Proses ini menjaga tubuh Anda tetap pada kondisi yang paling ideal.
Inilah yang disebut homeostasis (homeo artinya “yang sama”; stasis artinya “berdiri atau
diam”). Sebagai contoh, ia bertugas menjaga suhu tubuh selalu sekitar 37°C, ini suhu ideal.
Naik atau turun dari kisaran itu akan memantik sistem kontrol homeostasis bekerja.
Berkeringat akan mendinginkan tubuh, dan menggigil merupakan mekanisme
menghangatkan.

Proses-proses yang terjadi di tubuh kita setiap detik untuk mempertahankan agar kita tetap
hidup. Tidak hanya sekadar hidup saja, tetapi hidup pada kondisi ideal (yang paling bagus
dan nyaman).

a. Definisi Homeostasis

Homeostasis adalah pemeliharaan keadaan lingkungan internal yang stabil dinamik. Dinamik
bermakna perubahan yang menerus, sedangkan stabil mengisyaratkan bahwa perubahan-
perubahan ini tidak menyimpang jauh dari tingkat konstan, atau tetap.

b. Konsep-Konsep Homeostasis

Berikut adalah konsep-konsep utamanya:

 Cairan di dalam sel tubuh adalah cairan intrasel, dan cairan di luar sel adalah
cairan ekstrasel.
 Karena sebagian besar sel tubuh tidak berkontak langsung dengan lingkungan
eksternal, maka kelangsungan hidup sel bergantung pada terpeliharanya
lingkungan cairan internal yang relatif stabil tempat sel tersebut melakukan
pertukaran langsung untuk mempertahankan kehidupannya.
 Cairan ekstrasel berfungsi sebagai lingkungan internal. Cairan ini terdiri dari
plasma dan cairan interstisium.
 Faktor-faktor dalam lingkungan internal yang harus dipertahankan secara
homeostasis adalah (1) konsentrasi molekul nutrien; (2) konsentrasi O2 dan CO2;
(3) konsentrasi produk sisa; (4) pH; (5) konsentrasi air, garam, dan elektrolit lain;
(6) volume dan tekanan; dan (7) suhu.
 Fungsi yang dilakukan oleh sistem tubuh ditujukan untuk mempertahankan
homeostasis. Fungsi sistem-sistem pada akhirnya bergantung pada aktivitas khusus
sel-sel yang membentuk sistem. Karena itu, proses ini esensial bagi kelangsungan
hidup masing-masing sel, dan setiap sel memberi kontribusi bagi homeostasis.
c. Penjelasan lebih lanjut

Hubungan saling-bergantung antara sel, sistem tubuh, dan homeostasis.

Mari kita lihat ke dalam tubuh kita yang paling kecil, yaitu sel. Sel-sel tubuh dapat hidup dan
berfungsi jika lingkungannya dipertahankan dalam batas-batas yang ketat. Misalnya suhu,
harus dijaga relatif konstan. Ini tidak berarti bahwa komposisi, suhu, dan karakteristik lainnya
sama sekali tidak berubah. Baik faktor eksternal maupun internal secara terus menerus
“mengancam” untuk mengganggu homeostasis. Jika suatu faktor memengaruhi lingkungan
internal menjauhi kondisi optimal maka sistem-sistem tubuh akan memulai reaksi tandingan
yang sesuai untuk memperkecil perubahan tersebut. Pada akhirnya akan mengembalikannya
pada kondisi semula. Sebagai contoh, ketika Anda masuk ke lingkungan yang dingin, suhu
internal tubuh cenderung menurun. Sebagai tanggapannya, pusat kontrol suhu di otak
memulai reaksi tandingan, tindakan-tindakan kompensasi, misalnya menggigil untuk
meningkatkan suhu tubuh ke normal. Sebaliknya, produksi panas oleh otot-otot selama olah
raga cenderung meningkatkan suhu internal tubuh. Sebagai respons, pusat kontrol suhu
memicu proses berkeringat dan tindakan kompensasi lain untuk menurunkan suhu tubuh ke
normal.