Anda di halaman 1dari 4

1. Organ penyerap dan pengambil air dan mineral hara dari dalam tanah.

Air dan mineral hara yang


jauh dari zona perakaran dapat diserap akar dengan bantuan rambut-rambut akar;
2. Akar dapat bermodifikasi menjadi tempat menyimpan cadangan makanan. Misalnya pada wortel
dan bengkuang;
3. Sebagai alat reproduksi. Misalnya pada tumbuhan yang berimpang, seperti jahe, kunyit serta
tanaman lain seperti sukun dimana bagian akarnya dapat tumbuh tunas yang dapat menjadi
tumbuhan baru;
4. Tumbuhan tertentu menggunakan akar untuk bernafas yang disebut akar nafas. Contohnya pada
tumbuhan bakau.

Batang

Batang merupakan salah satu bagian penting dari tubuh tumbuhan selain sebagai tempat
pelekatan daun, bunga dan buah, batang juga berfungsi sebagai jalan pengangkutan air dan zat-zat
mineral yan g terlarut didalamnya. Pada beberapa tumbuhan, batang digunakan pula sebagai tempat
menyimpan makanan cadangan. (Tim Pengajar. 2012)

Batang tumbuh pada titik tumbuh, yakni pada meristem apeks (pucuk). Dari meristem
tersebut dihasilkan pula bakal daun yang mula-mula berbentuk tonjolan, kemudian berkembang
lebih cepat dari ujung batang itu sendiri, sehingga bakal daun menutupi meristem apeks. (Tim
Pengajar. 2012)

Batang sebagai organ tempat menempelnya organ-organ lain seperti daun, bunga, buah, dan
akar. (E.Takari. 2007)

Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Di ujung sumbu titik
tumbuhnya, batang dikelilingi daun muda dan menjadi tunas terminal. Dibagian batang yang lebih
tua, yang daunnya saling berjauhan, buku (nodus) tempat daun melekat pada batang dapat
dibedakan dari ruas (internodus), yakni bagian batang diantara dua buku yang berturutan. Di ketiak
daun biasanya terdapat tunas ketiak. Bergantung pada pertumbuhan ruas dapat dibedakan beberapa
macam bentuk tumbuhan. Batang bisa memperlihatkan sumbu yang memanjang dengan buku dan
ruas yang jelas. Sebaliknya, batang dapat juga amat pendek dan letak daunnya merapat
membentuk roset. Taraf percabangan yang terjadi jika tunas ketiak tumbuh menjadi ranting
menambah keragaman bentuk. Berkaitan dengan habitat tumbuh dibedakan batang yang tumbuh
dibawah tanah (rhizoma, umbi lapis, atau umbi batang), di dalam air atau di darat. Batang juga ada
yang tegak, memanjat, atau merayap. Ragam lain adalah susunan daun pada batang, ada atau tidak
adanya tunas ketiak yang tumbuh menjadi cabang, serta taraf percabangan, bila ada.

(Estiti B Hidayat.1995).
Batang suatu tumbuhan dapat dengan mudah dibedakan dari bagian lain tubuh tumbuhan,
karena sifat-sifat sebagai berikut:

1) Batang terdiri dari ruas (Internode) dan buku (node). Buku merupakan tempat pelekatan
daun sedangkan ruas berada diantara dua buku. Ruas pada batang dapat panjang atau
pendek.

2) Pada umumnya berbentuk bulat panjang (silindris). Dapat pula berbentuk segitiga atau segi
empat, tetapi selalu bersifat aktinomorf(Simetri banyak).

3) Arah tumbuh menuju cahaya (Fototrop atau Helitrop).

4) Memiliki tunas aksilar (tunas ketiak) pada setiap ketiak daun tunas ini akan tumbuh
membentuk cabang. Pada tumbuhan tak bercabang tunas aksilarnya inaktif.

(Tim pengajar. 2012)

Selain sifat-sifat di atas, permukaan batang juga memperlihatkan sifat yang bermacam-
macam dan dapat dengan mudah dikenali. Permukaan batang dapat licin, berambut, bersayap,
berduri, dan sebagainya. Pada beberapa tumbuhan permukaan batang memperlihatkan bekas-bekas
daun yang permanen, sedangkan pada beberapa tumbuhan lainnya tidak. (Tim Pengajar. 2012)

Fungsi batang diantaranya:

1) Sebagai alat transportasi

2) Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan

3) mengukuhkan dan menegakkan tubuh tumbuhan. (E.Takari.2007)

Mengingat banyaknya fungsi dan struktur batang, amatlah menakjubkan bahwa hanya ada
satu struktur dasar bagi semua tumbuhan berpembuluh. Jaringan pada batang dapat dibagi menjadi
jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Perbedaan struktur primer batang pada
spesies berlainan didasari oleh perbedaan dalam jumlah jaringan dasar dan jaringan pembuluh.
PadaConiferae dan dikotil, jaringan pembuluh pada ruas batang umunya tampak seperti silinder
berongga yang dibatasi disebelah luar oleh korteks dan disebelah dalam oleh empelur. Sistem
jaringan pembuluh pada batangg primer berupa jumlah berkas yang jelas terpisah satu dari yang lain
dan dinamakan ikatan pembuluh. Ikatan pembuluh juga dinamakan fasikel dan terletak dalam
lingkaran. Parenkim diantara dua ikatan pembuluh yang berdampingan disebut parenkim
interfasikel atau jari-jari empelur. (Estiti B Hidayat. 1995)

Susunan jaringan pada batang diantaranya: Epidermis, korteks, empulur, floem, xilem,
kambium dan ikatan pembuluh. (Estiti B Hidayat. 1995)

1. Batang Dikotil

Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam:

a. Epidermis

Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi
epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami
pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang
dibentuk dari kambium gabus.

b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat
dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun
atas jaringan parenkim.

c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan
lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae
mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan
Gymnospermae.

d. Stele
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau
perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem
dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah
luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan
selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga
berubah menjadi kambium, yang disebutkambium intervasikuler.Keduanya dapat
mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya
diameter batang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,
pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada
saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi
pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-
lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis
lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

2. Batang Monokotil

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele
umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan
bertipe kolateral tertutup yangartinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.
Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat
tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder.
Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal
sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang