Anda di halaman 1dari 2

INTERVENSI KEPERAWATAN

NO

1.

PRIORITAS

DIAGNOSA

Intoleransi aktivitas

NOC

Setelah dilakukan tindakan keperawtan 2x 24 jam diharapkan aktivitas pasein kembali normal dengan kretria hasil :

Daya tahan (0001)

No

Indicator

skala

tujuan

1

Melakukan aktivitas rutin

3

4

2

energy setelah istirhat

Pemulihan

3

4

3

kelelahan

3

4

Keterangan:

1. Sangat terganggu

2. Banyak terganggu

3. Cukup terganggu

4. Sedikit terganggu

5. Tidak terganggu

NIC

- Monitor/catat waktu dan lama istirhat/tidur pasien

- Bantu pasien untuk menjadwal kan periode istirhat

- Anjurkan tidur siang bila diperlukan

- Monitor sistem kardioresiprasi selama kegiatan

- Instruksikan pasien/orang terdekat mengenai kelelahan (gejala yang mungkin munculdan kekambuhan yang mungkin akan muncul kembali

- Pilihlah intervensi untuk mengurangi kelelahan baik secara farmakologis /non farmakolgis secara cepat

- Monitor intake nutrisi untuk mengetahui sumber energy yang adekuat

- Konsultasikan dengan ahli gizi mengenai cara meningkatkan energy dari makan

RASIONAL

-Agar mengetahui bagaimana kulitas tidur pasien -Agar pasien memiliki waktu istirhat yang teratur -Waktu istirahat yang bagus -Agar kita mengetahui kenormalan sistem kardiorespirasi -Agar orang terdekat tau tentang gejala pasien -Harus memilih intervensi yang bagus untuk pasien -Agar kebutuhan nutrisi pasien selalu terkontrol -Supaya gizi pasien terpenuhi

2.

Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

Setelah dilakukan tindakan keperawtan 2x 24 jam diharapkan ketidakefektifan perfusi jringan perifer kembali normal dengan kretria hasil:

Perfusi jaringan perifer (0407)

No

indikator

skala

tujuan

1

Muka pucat

2

4

2

Kelemahan otot

3

4

3

Kerusakan kulit

3

4

Keterangan:

1. Sangat terganggu

2. Banyak terganggu

3. Cukup terganggu

4. Sedikit terganggu

5. Tidak terganggu

- Amati warana kehangatan ,bengkak,tekstur Edema dan ulserasi pada ekstrimitas

- Monitor warna dan suhu kulit

- Monitor kulit dan selaput lendir terhadap area warna ,memar,pecah

- Monitor kulit adanya ruam dan lecet

- Monitor kulit untuk adanya kekeringan berlebihan dan kelembaban

- Dokumentasi kan perubahan memberan mukosa

- Lakukan langkah langkah untuk mencegah

kerusakan lebih lanjut

- Ajarkan anggota keluarga/pemberi asuhan mengenai tanda tanda kerusakan kulit dengan tepat

- Agar mengetahui perubahan atau kelainan yang terjadi

- Untuk mengetahui status kulit pasien

- Agar bisa menentukan terapi yang tepat selanjutnya

- Agar kerusakan tidak menyebar

- Agar anggota keluarga bisa ikut serta bepran dalam perawatan pasien