Anda di halaman 1dari 3

1.

Mengapa dokter umum perlu mempelajari ilmu kesehatan gigi dan mulut

Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit
membahayakan. Sehingga gigi dan mulut adalah panca indra vital yang perlu diutamakan
pemeliharannya.

Jika kesehatan mulut optimal, bakteri yang dapat masuk ke dalam aliran darah hanya
sedikit dan tidak membahayakan tubuh. Namun jika kesehatan mulut tidak dalam keadaan
baik, maka jumlah bakteri yang akan masuk ke dalam aliran darah meningkat. Hal tersebut
dapat meningkatkan peluang terjadinya bakteremia menjadi lebih besar.

Tanpa kebersihan mulut yang tepat, bakteri juga dapat mencapai tingkat yang
menyebabkan infeksi mulut, seperti kerusakan gigi dan penyakit gusi. Bahkan, teori fokal
infeksi menyebutkan bahwa infeksi pada rongga mulut bertanggung jawab pada terjadinya
penyakit sistemik

2. Apa hubungan penyakit gigi dan mulut dengan penyakit sistemik

Rongga mulut merupakan salah satu pintu masuk bakteri penyebab penyakit ke bagian
tubuh lainnya, baik aerob maupun anaerob. Bakteri pada rongga mulut ternyata dapat
menyebar melalui aliran darah, yang disebut dengan bakteremia.

Beberapa penyakit yang terjadi akibat kesehatan gigi dan mulut yang buruk adalah:

 Penyakit gusi, yang meskipun ringan namun dapat menjadi lebih buruk keadaannya
jika tidak ditangani secara tepat. Penyakit gusi atau penyakit periodontal dapat
menyebabkan hilangnya gigi, infeksi, dan komplikasi lainnya.
 Peradangan pada bagian dalam jantung, disebut endokarditis. Penyakit ini terjadi
sebagai akibat adanya bakteri dalam mulut yang terbawa aliran darah melalui gusi
yang berdarah.

3. Sebutkan diagnosa terbanyak penyakit gigi dan mulut dan tatalaksananya


a. Periodontitis akut
infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.

Pasien diberi edukasi dan motivasi mengenai cara menjaga kebersihan rongga mulut,
skeling supragingiva dan subgingiva dilakukan untuk mengurangi patogen periodontal
yang dijumpai pada plak gigi. Pemberian antibiotika sistemik (amoxicillin dan
metronidazole) selama 8 hari. Rujuk ke dokter spesialis gigi

b. Necrosis Pulpa
Nekrosis pulpa adalah kematian pulpa yang dapat diakibatkan oleh pulpitis ireversibel
yang tidak dirawat atau terjadi trauma yang dapat mengganggu suplai darah ke pulpa.

Pasien diberi edukasi dan motivasi mengenai cara menjaga kebersihan rongga mulut,
skeling supragingiva dan subgingiva dilakukan untuk mengurangi patogen periodontal
yang dijumpai pada plak gigi. Pemberian antibiotika sistemik (amoxicillin dan
metronidazole) selama 8 hari. Rujuk ke dokter spesialis gigi

c. Pulpitis

Pulpitis adalah penyebab utama dari sakit gigi dan tanggalnya gigi pada orang-orang
yang lebih muda. Pulpitis merupakan peradangan pada pulpa gigi (bagian gigi terdalam
yang berisi saraf dan pembuluh darah) dan jaringan periradikular yang mengelilingi akar
gigi.

Pasien diberi edukasi dan motivasi mengenai cara menjaga kebersihan rongga mulut,
skeling supragingiva dan subgingiva dilakukan untuk mengurangi patogen periodontal
yang dijumpai pada plak gigi. Pemberian antibiotika sistemik (amoxicillin dan
metronidazole) selama 8 hari. Rujuk ke dokter spesialis gigi

d. Gingivitis

Gingivitis (radang gusi) adalah penyakit akibat infeksi bakteri yang menyebabkan gusi
meradang hingga merah dan membengkak. Penyebab utama kondisi ini adalah
kebersihan mulut yang buruk. Orang yang jarang sikat gigi, sering makan makanan yang
manis dan asam, tidak pernah rutin cek giginya ke dokter adalah yang paling berisiko
mengalami gingivitis.

Pasien diberi edukasi dan motivasi mengenai cara menjaga kebersihan rongga mulut,
skeling supragingiva dan subgingiva dilakukan untuk mengurangi patogen periodontal
yang dijumpai pada plak gigi. Pemberian antibiotika sistemik (amoxicillin dan
metronidazole) selama 8 hari. Rujuk ke dokter spesialis gigi untuk perawatan gigi

e. Gigi Impaksi

Impaksi gigi atau gigi terpendam merupakan kondisi gigi yang terjebak di dalam gusi.
Umumnya, impaksi gigi terjadi pada gigi geraham bungsu orang dewasa. Impaksi gigi
membuat seseorang lebih rentan mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Normalnya, orang dewasa memiliki 32 gigi termasuk 4 gigi bungsu. Gigi geraham bungsu
atau gigi geraham ketiga biasanya tumbuh saat seseorang berusia antara 17 tahun sampai
awal 20-an tahun. Pada banyak orang, gigi bungsu ini tidak dapat tumbuh secara normal, baik
karena terjebak di bawah gusi atau hanya sebagian permukaan gigi yang mampu menembus
gusi. Kondisi inilah yang disebut impaksi gigi.

Rujuk ke dokter spesialis gigi mencabut gigi yang mengalami impaksi sebelum berusia 20
tahun. Pada usia ini, akar gigi belum berkembang sempurna, sehingga lebih mudah diangkat.
Seiring bertambahnya usia, akar gigi dan tulang semakin kuat, sehingga proses pengangkatan
gigi menjadi semakin sulit, dan proses penyembuhannya akan semakin lama.

Pengangkatan gigi yang terpendam harus dilakukan melalui operasi gigi bungsu. Tindakan ini
dilakukan apabila lokasi gigi berada di dalam gusi. Konsultasikan dengan dokter gigi jika
Anda mempertimbangkan untuk melakukan prosedur ini.

f. Karies Gigi

Karies gigi adalah kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap.
Hal ini diawali dengan terkikisnya enamel atau lapisan terluar gigi, kemudian menggerogoti
dentin atau lapisan tengah gigi, dan pada akhirnya mencapai sementum alias akar gigi.

Rujuk ke dokter spesialis gigi untuk dilakukan perawatan gigi