Anda di halaman 1dari 7

Nama : Sulastri Mulyana

NIP : 19891112 201903 2 024


Angkatan : V (Lima)
RESUME
ETIKA BIROKRASI PUBLIK

A. KONDISI BIROKRASI KITA


1. Kualitas Birokrasi Indonesia tidak sepadan dengan tingkat perkembangan
pembangunan
2. Integritas aparatur birokrasi di bawah tingkat yang didambakan
3. Mutu pelayanan publik jauh di bawah harapan
B. BEBERAPA ASUMSI MENGAPA BIROKRASI KITA LEMAH
1. Ada yang berdalih gaji & tunjangan kurang
2. Merasa PNS lebih mulia, sehingga justru ingin dilayani
3. Lemahnya mentalitas, integritas, disiplin & tanggung jawab
4. Kompetensi yang tidak memadai dengan beban tugas
5. Tidak berjalannya prosedur, aturan dan ’kadang’ diskriminatif
C. PANDANGAN AHLI TENTANG ETIKA BIROKRASI
Max Webber:
• Spesialisasi atau pembagian kerja
• Tingkatan berjenjang (hierarkhi)
• Berdasarkan aturan dan prosedur kerja
• Hubungan yang bersifat impersonal
• Pengangkatan dan promosi pegawai berdasarkan kompetensi

Wallis :
• Bebas dari segala urusan pribadi
• Mengerti tugas dan ruang lingkup jabatan/ kedudukannya
• Mengerti dan menerapkan kedudukan hukumnya dalam organisasi
• Bekerja berdasarkan kontrak kerja
• Diangkat/dipromosikan berdasarkan kompetensi
• Kompensasi berdasarkan tarif standar
Nama : Sulastri Mulyana
NIP : 19891112 201903 2 024
Angkatan : V (Lima)
• Mendahulukan tugas pokok dan fungsinya
• Ditempatkan dengan struktur karir yang jelas
• Berdisiplin dalam berlaku

Visi dan misi


1. Visi
Visi adalah “Cara pandang jauh ke depan atau gambaran yang menantang (ideal)
tentang keadaan masa depan ke mana dan bagaimana satuan organisasi/kerja harus
dibawa dan diarahkan agar dapat secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif,
serta produktif, dan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan”
2. Misi
• Kegiatan yang harus dilaksanakan oleh satuan organisasi/kerja untuk
merealisasikan visi yang telah ditetapkan
• Rangkaian kegiatan utama yang harus dilakukan organisasi untuk mencapai
visinya.
• Bagaimana untuk menghadirkan impian menjadi kenyataan
• Langkah/kegiatan yang harus dilaksanakan guna merealisasikan tercapainya visi

VISI KEMENTERIAN AGAMA


“Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta
saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
MISI KEMENTERIAN AGAMA
1. Meningkatkan kualitas bimbingan, pemahaman, penga- malan, dan pelayanan
kehidupan beragama;
2. Meningkatkan penghayatan moral dan etika keagamaan;
3. Meningkatkan kualitas pendidikan umat beragama;
4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji;
5. Memberdayakan umat beragama dan lembaga keagamaan;
6. Memperkokoh kerukunan umat beragama; dan
Nama : Sulastri Mulyana
NIP : 19891112 201903 2 024
Angkatan : V (Lima)
7. Mengembangkan keselarasan pemahaman keagamaan dengan wawasan kebangsaan
Indonesia

ETIKA PNS
• Bagi PNS berlaku ketentuan seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 21 tahun 1975 tentang Sumpah dan janji Pegawai Negeri Sipil
• Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 juga terdapat 26 butir kewajiban dan 18
larangan bagi PNS

KODE ETIK PNS


“Norma-norma sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan PNS yang diharapkan
dan dipertanggungjawabkan dalam melaksanakan tugas pengabdiannya kepada bangsa,
negara, masyarakat dan tugas-tugas kedinasan organisasinya serta pergaulan hidup sehari-
hari sesama PNS dan individu-individu di dalam masyarakat”
POKOK-POKOK KODE ETIK PNS
1. Hubungan PNS dengan Tuhan Yang Maha Esa
2. Hubungan PNS dengan Negara
3. Hubungan PNS dengan Pemerintah
4. Hubungan PNS dengan Organisasi
5. Hubungan PNS dengan Masyarakat
6. Hubungan PNS dengan Diri Sendiri

ETIK PNS DALAM JABATAN


• UU No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 7 ayat (1)
• Bagi PNS yang duduk dalam jabatan struktural Eselon V s.d I masih diatur dalam
Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1980
Nama : Sulastri Mulyana
NIP : 19891112 201903 2 024
Angkatan : V (Lima)
Persepsi kerja kementerian agama
1. Kerja adalah pelayanan
2. Kerja adalah pemberdayaan
3. Kerja adalah peneladanan

9 sikap kerja kementerian agama


1. Jujur dan Memiliki Integritas Tinggi
2. Memiliki Etika, Akhlak Mulia, dan Memberi Suri Teladan
3. Taat Hukum dan Aturan-Aturan yang Berlaku
4. Bertanggung Jawab dan Akuntabel
5. Menghormati Hak Orang Lain dan Tidak Mudah Menyalahkan Orang Lain
6. Mencintai Pekerjaan dan Mau Bekerja Keras
7. Meningkatkan Transparansi dan Koordinasi
8. Disiplin yang Tinggi
9. Bersahaja dalam Hidup dan Kehidupan

5 Budaya kerja kemenag

1. Integritas : keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan
benar.
Contoh:
• Bertekad dan bekemau-an untuk berbuat yang baik dan benar
• Berpikiran positif, arif, dan bijaksana dalam melaksana-kan tugas dan fungsi
• Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku
• Menolak korupsi, suap, atau gratifikasi.
• Tidak melanggar sumpah dan janji pegawai/ jabatan

2. Profesionalitas : bekerja secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil
terbaik.
Nama : Sulastri Mulyana
NIP : 19891112 201903 2 024
Angkatan : V (Lima)
Contoh :
• Melakukan pekerjaan sesuai kompeten-si jabatan
• Disiplin dan bersungguh-sungguh dalam bekerja
• Melakukan pekerjaan secara terukur
• Melaksanakan dan menyelesaikan tugas tepat waktu
• Menerima reward and punishment sesuai dengan ketentuan
3. Inovasi : Menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik.
Contoh:
• Selalu melakukan penyempur-naan dan perbaikan berkala dan berkelanju-tan
• Bersikap terbuka dalam menerima ide-ide baru yang konstruktif
• Meningkatkan kompetensi dan kapasitas pribadi
• Berani mengambil terobosan dan solusi dalam memecahkan masalah
• Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja secara efektif
dan efisien
4. Tanggung jawab: Bekerja secara tuntas dan konsisten
1. Menyele-saikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu
2. Berani mengakui kesalahan, bersedia menerima konsekuensi, dan melakukan
langkah-langkah perbaikan
3. Mengatasi masalah dengan segera
4. Komitmen dengan tugas yang diberikan
5. Tidak menunda-nunda dan/atau menghindar dalam melaksanakan tugas
5. Keteladanan : Menjadi contoh yang baik orang lain
Contoh :
• Berakhlak terpuji
• Memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, penuh keramahan, dan adil
• Membimbing dan memberikan arahan kepada bawahan dan teman sejawat
• Melakukan pekerjaan yang baik dimulai dari diri sendiri
• Memperlaku-kan orang secara adil dan obyektif
Nama : Sulastri Mulyana
NIP : 19891112 201903 2 024
Angkatan : V (Lima)
Keuntungan dari Teamwork:
• Terdapat informasi dan ide yang dapat dibagi/dipelajari
• Menemukan kebutuhan , terutama psikologis dalam kebersamaan
• Membuka kemungkinan adanya ‘spesialisasi’ peran
• Meningkatkan pembelajaran dan pengambilan keputusan
Biang kerok perusak kerjasama Tim
• Tidak peduli pada prestasi Tim
• Menghindari tanggung jawab
• Kurangnya komitmen
• Menghindari konflik
• Tidak adanya rasa saling percaya
Nama : Sulastri Mulyana
NIP : 19891112 201903 2 024
Angkatan : V (Lima)