Anda di halaman 1dari 20

Pengantar

SEJARAH BERDIRINYA
AKADEMI KEBIDANAN (AKBID) GUNUNG SARI MAKASSAR

Yayasan Pendidikan Gunung Sari Makassar berkedudukan di Jalan Sultan


Alauddin No. 293 Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Rappocini Kota Makassar
Provinsi Sulawesi Selatan didirikan pada tanggal 23 Juni 1987 dengan Akte Notaris
Abdullah Ashal No. 80, bertujuan turut serta membantu pemerintah dan masyarakat
dibidang pendidikan dan ilmu pengetahuan serta mencerdaskan bangsa.
Dengan demikian Yayasan Pendidikan Gunung Sari Makassar
mempunyai tanggung jawab untuk menghasilkan tenaga kerja yang bermutu dan
terampil sesuai dengan bidangnya, khususnya bagi calon pemimpin dibidang masing-
masing. Oleh karena itu Yayasan Pendidikan Gunung Sari Makassarmendirikan
“AKADEMI KEBIDANAN (AKBID) GUNUNG SARI MAKASSAR”.
AKBID Gunung Sari Makassar pertama kali berdiri pada tahun 2013
dengan diterbitkannya Surat Izin Penyelenggaraan yang dikeluarkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor SK 221/E/O/2013
pada tanggal 28 Mei 2013 yang ditandatangani oleh Direktur Jendral Pendidikan
Tinggi yaitu Bapak Djoko Santoso. AKBID Gunung Sari Makassar berada di bawah
naungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

I. PENGERTIAN UMUM

1. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar adalah Perguruan Tinggi Swasta


yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah serta pengabdian
pada masyarakat yang berada dibawah naungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi-
Selatan. yang berkedudukan di Makassar.
2. Program Diploma Tiga (D.III) adalah jenis pendidikan vokasi dan merupakan
program pendidikan formal jalur akademik yang mempersiapkan peserta didik
menjadi lulusan berbekal seperangkat kemampuan akademis dan keterampilan
dengan beban Satuan Kredit Semester sesuai ketentuan perundang-undangan
yang berlaku.
3. Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan
pendidikan akademik yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum yang
ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap
sesuai dengan sasaran kurikulum.
4. Laboratorium kebidanan adalah perangkat penunjang pelaksana pendidikan pada
program studi/jurusan dalam pendidikan akademik
5. Kurikulum Pendidikan Tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian kegiatan
belajar mengajar di perguruan tinggi.
6. Kurikulum Nasional dan Kurikulum Perguruan Tinggi yang berlaku secara
nasional untuk setiap program studi yang memuat tujuan pendidikan, isi
pengetahuan dan kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam
penyelesaian suatu program studi
7. Kurikulum Institusi dan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang berkenaan dengan
keadaan dan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan.
8. Kompetensi adalah: seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang
dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam
melaksanakan tugas-tugasnya.
9. Kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri atas :
a. Kompetensi Utama
b. Kompetensi Pendukung
c. Kompotensi Lain yang bersifat dan gayut dengan kompotensi utama.
10. Mata Ajar Pengembangan Keperibadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian
dan pelajaran untuk mengembangkan manusia indonesia yang beriman dan
bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,
berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan,
11. Mata Ajar Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan
pelajaran, yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekayaan ilmu
dan keterampilan tertentu.
12. Mata Kuliah Keahlian (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang
bertujuan menghasilkan tenaga ahli yang menguasai dasar metodologi ilmu
sehingga mampu menyelesaikan permasalahan dalam salah satu bidang ilmu
sesuai dengan tingkat keahlian
13. Mata ajar Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang bertujuan untuk sikap dan perilaku yang diperlukan seorang dalam berkarya
menurut tingkat keahlian, berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
14. Mata ajar Berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian
dan pelajaran, yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah
berkehidupan dan bermasyarakat, sesuai dengan pilihan keahlian dan berkarya.
15. Mata Kuliah Institusi (MKI) adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang
merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi.
16. Sistem Kredit smester adalah suatu sistem pendidikan dengan menggunakan
Satuan Kredit Semester untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja
dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
17. Kalender Akademik adalah jadwal kegiatan akademik tahunan yang terdiri atas
dua semester.
18. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program
pendidikan dalam waktu suatu jenjang pendidikan. Satu semester setara 16 – 18
minggu
19. Semester pendek adalah satuan kegiatan akademik yang diselenggarakan antara
semester genap dan semester ganjil atau sebaliknya yang bertujuan untuk
perbaikan nilai atau kegiatan akademik khusus yang setara dengan kegiatan
akademik satu semester.
20. Satuan kredit Semester, selanjutnya disebut SKS adalah takarang penghargaan
terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui
kegiatan terjadwal perminggu sebanyak 50 menit tatap muka terjadwal
(perkuliahan), 100 menit praktikum, atau 200 menit kerja lapangan.
21. Indeks Prestasi (IP) adalah ukuran kemampuan mahasiswa yang dapat dihitung
berdasarkan jumlah SKS mata kuliah yang diambil dikalikan dengan nilai bobot
masing-masing mata kuliah dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang di ambil
rumus :
IP = φK x N

φK

K = SKS masing-masing mata kuliah yang tercantum dalam KRS

N = Banyaknya mata kuliah yang diambil

22. Indeks prestasi kumulatif (IPK) adalah ukuran kemampuan mahasiswa sampai
pada waktu priode tertentu yang dapat dihitung berdasarkan jumlah SKS, mata
kuliah yang diambil untuk dikalikan dengan nilai bobot masing-masing mata
kuliah dibagi dengan jumlah SKS mata Kuliah yang diambil.
Rumus :

IP = φK x N

ΦK

K = Bobot SKS setiap mata kuliah mulai semester 1 sampai semester yang

terakhir dijalani.

N = Bobot prestasi setiap mata kuliah.

23. Kartu rencana Studi (KRS) adalah kartu yang berisi rencana pengambilan mata
kuliah pada semester yang akan ditempuh.
24. Kartu Hasil Studi (KHS) adalah kartu yang memuat nilai-nilai mata kuliah, indeks
prestasi pada semester berjalan dan perolehan seluruh SKS yang telah
dikumpulkan serta indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
25. Kordinator Mata Ajar adalah seorang dosen yang ditugaskan un tuk membantu
tugas dosen penanggung jawab mata ajar dalam melaksanakan kegiatan kurikuler
oleh tim pengajar.
26. Dosen adalah tenaga pendidik pada perguruan tinggi yang khusus diangkat
dengan tugas utama mengajar di Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar.
27. Dosen wali atau Penasehat Akademik (PA) adalah dosen tetap yang diserahi
tugas disamping menjalankan peran utama sebagai dosen pengasuh mata kuliah
tertentu, juga dibebankan tugas untuk membimbing dan menasehati mahasiswa
dalam kegiatan akademik, merencanakan studi sejak awal kuliah berjalan hingga
tamat studi di Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar.
28. Mahasiswa atau peserta didik adalah mereka yang terdaftar dan belajar pada
perguruan tinggi.
a. Registrasi Administrasif suatu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk
memperoleh status terdaftar.
b. Registrasi Akademik merupakan kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk
mendaftarkan diri sebagai peserta kulia, praktikum, ujian atau kegiatan
akademik lainnya yang ditawarkan pada semester yang bersangkutan.
29. Mahasiswa baru adalah mahasiswa yang baru pertama kali mengikuti semester
satu di AKBID Gunung Sari Makassar
30. Perpindahan mahasiswa adalah mereka yang belum selesai kuliah dalam jenjang
program tertentu akan pindah keperguruan tinggi lainya.
31. Mahasiswa Pindahan adalah : mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang pindah
ke AKBID Gunung Sari Makassar.
32. Praktek Kerja lapangan (PKL) adalah salah satu pengintegrasian kegiatan
pengabdian pada masyarakat dengan pendidikan dan penelitian yang dilakukan
mahasiswa secara interdisipliner dan kurikuler
33. Penasehat Akademik (PA) adalah pemberian bantuan kepada mahasiswa oleh
dosen wali dalam proses studi yamg menyangkut bidang akademik.
34. Tahun Akademik (TA) adalah satu tahun penyelenggaraan pendidikan atau
pendidikan profesional yang dimulai pada bulan September dan berakhir pada
bulan Juli yang dibagi atas dua semester dan masing-masing dipisah oleh masa
libur selama dua minggu hingga empat minggu.
35. Kebebasan Akademik adalah kebebasan yang dimiliki anggota Civitas
Akademika yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi sesuai dengan aspirasi pribadi dan dilandasi oleh norma dan kaidah
keilmuan yang harus diupayakan agar kegiatan akademik di Akademi Kebidanan
Gunung Sari Makassar
36. Civitas Akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan tenaga
penunjang akademik di Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar.
37. Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) adalah masa penundaan kegiatan
akademik oleh seorang mahasiswa untuk sementara tidak melakukan seluruh
kegiatan akademik karena alasan tertentu dengan persetujuan Direktur dan
sepengetahuan Direktur dimasa penundaan kegiatan akademik tidak dihitung.
38. Aktif Kuliah Kembali (AKK) adalah mengikuti kegiatan akademik setelah
menjalani masa PKA.
39. Masa Studi Maksimum adalah jumlah semester yang dijadwalkan dalam
kurikulum untuk diikuti oleh mahasiswa.
40. Masa Studi Maksimum adalah jumlah semester maksimum yang diperkenankan
bagi mahasiswa mengikuti pendidikan untuk menyelesaikan studinya.
41. Masa Studi Lebih Awal adalah masa studi yang memungkinkan hak mahasiswa
untuk menyelesaikan studi lebih awal dan masa studi terjadwal dalam kurikulum.
42. Masa Studi Tambahan adalah masa studi yang masih dizinkan untuk
menyelesaikan studi pada setiap program studi sampai batas maksimum setelah
melampaui masa studi yang terjadi terjadwal dalam kurikulum.
43. Evaluasi Keberhasilan Studi Mahasiswa adalah berhasil atau tidaknya seorang
mahasiswa program pendidikan diploma dalam mengikuti kegiatan akademik di
Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar.
44. Penilaian Hasil Belajar adalah penilaian terhadap keberhasilan belajar mahasiswa
setelah mengikuti suatu kegiatan akademik.
45. Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui
ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian akhir program studi dan ujian-
ujian lainnya yang menunjang.
46. Cuti Akademik atau mengunduran diri semester adalah hak mahasiswa untuk
berhenti sementara tidak mengikuti segala bentuk kegiatan akademik dengan izin
direktur secara resmi dalam tenggang waktu tertentu (maksimal 2 semester).
47. Putus Studi (Drop Out) adalah suatu tindakan akademik yang diperlakukan
terhadap seorang mahasiswa yang tidak dibenarkan melanjutkan studi dan dicabut
haknya sebagai peserta didik di Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
disebabkan prestasi mahasiswa tersebut tidak memenuhi persyaratan Indeks
Prestasi Kumulatif dan jumlah beban studi yakni pada akhir semester ke-2, ke-4,
ke-6 dan akhir masa studi.
48. Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan perguruan tinggi
yang menyelenggarakan pendidikan akademik.
49. Tugas Akhir (TA) adalah laporan ilmiah dari hasil penelitian dan atau pengkajian
mahasiswa yang dapat berupa kajian/bahasan (Review) dan Skripsi.
50. Dosen Pembimbing Tugas Akhir adalah dosen yang bertanggung jawab dalam
membimbing mahasiswa mulai dari pelarian konsep judul tugas akhir berdasarkan
acuan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kebidanan yang
terkait dengan pemahaman dan pendalaman studi yang ditekuni dan diminati
dalam penyelesaian studi, penyusunan kerangka acuan dan proposal, desain
pelaksana penelitian, analisis serta penarikan kesimpulan, penulisan tugas akhir,
seminar sampai ujian tugas akhir.
51. Lembar Bukti Bimbingan (LBB) ialah kartu yang berisi catatan tentang
pelaksanaan bimbingan tugas akhir oleh seorang pembimbing.
52. Ijazah adalah dokumen resmi sebagai bukti sah telah memiliki hak menggunakan
gelar sarjana bagi lulusan pendidikan akademik dan sebutan profesional bagi
lulusan pendidikan profesi.
53. Transkrip Akademik adalah dokumen resmi sebagai bukti sah tentang rangkuman
kumpulan kegiatan akademik yang telah diikuti sesuai dengan kurikulum yang
berlaku untuk program studi yang telah diikuti dan dilengkapi dengan bobot
kredit, penilaian hasil belajar yang dinyatakan dengan huruf serta indeks prestasi
kumulatif dan data lain yang diperlukan untuk mendukung kelengkapan
keberadaan transkrip akademik tersebut.
54. Yudisium adalah hasil prestasi belajar mahasiswa yang diumumkan oleh dekan
pada setiap sub program atau setiap akhir semester bagi mahasiswa yang
mengikuti program khusus.
55. Wisuda adalah upacara pelantikan dan penyerahan ijazah kepada lulusan program
akademik dan atau program profesi yang dilaksanakan dalam suatu Rapat Senat
Terbuka di Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar dan dipimpin oleh Ketua
selaku Ketua Senat.

II. PENERIMAAN MAHASISWA

1. Penerimaaan Mahasiswa Baru :


1.1. Persyaratan Akademik
Kriteria calon mahasiswa baru yang bisa mendaftar di Akbid Gunung Sari
Makassar adalah sebagai berikut:
a. Calon mahasiswa Akbid Gunung Sari Makassar adalah warga negara
Indonesia dan negara Asing yang lulusan Sekolah Menengah Atas
(SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat.
b. Persyaratan khusus untuk program studi berdasarkan dasar
penerimaan mahasiswa baru pada program studi pilihannya adalah :
a) Prestasi akademik yang memenuhi patokan prestasi akademik yang
ditetapkan Akbid Gunung Sari Makassar
b) Daya tampung Program studi/Jurusan yang bersangkutan
c) Kemampuan memenuhi syarat khusus yang ditentukan oleh program
studi/jurusan yang menjadi pilihan calon mahasiswa tersebut.
c. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi adalah pendaftar yang
lulus melalui Tes Tertulis, Tes Kesehatan dan Wawancara.

2. Seleksi Calon Mahasiswa


Adapun sistem seleksi yang telah dilaksanakan hingga saat ini adalah :

 Penerimaan Mahasiswi Baru Program Studi Kebidanan (D3)


- Jalur kerjasama
Kerjasama dengan pemerintah Halmahera Tengah, Manggarai
dan Larantuka
- Jalur Subsidi
AKBID Gunung Sari Makassar memberikan kesempatan pada
siswa lulusan SLTA/SMK KESEHATAN di bawah naungan
Yayasan Pendiidkan Gunung Sari Makassar untuk masuk ke
program studi DIII Kebidanan lewat jalur subsidi. Fasilitas yang
diberikan adalah pengurangan uang wajib pendidikan sampai
lima puluh persen.
- Jalur Seleksi Reguler
Akbid Gunung Sari Makassar menyelenggarakan jalur seleksi
Reguler bagi Maba dengan melalui tes tertulis, tes kesehatan dan
tes wawancara dengan jadwal yang di tentukan, materi tes
tertulis berupa tes potensi akademik ( TPA ).

3. Penerimaan Mahasiswa Pindahan


Kriteria calon mahasiswa baru pindahan yang bisa mendaftar di Akbid
Gunung Sari Makassar adalah sebagai berikut:
1) Mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang dipastikan akan pindah ke
Akbid Gunung Sari Makassar dimungkinkan memperhatikan alasan
mahasiswa untuk pindah, kelayakan akademik pelamar ( IPK
Minimum 2,00) dan daya ampung program studi/jurusan yang dipilih
serta sekurang-kurangnya telah menempuh 2 semester di perguruan
tinggi asal.
2) Menyerahkan berbagai perlengkapan berkas pindah studi diantaranya:
surat permohonan pindah, foto copy ijazah yang dilegalisisr, transkrip
nilai terakhir yang dilegalisir dan surat keterangan pindah.
3) Direktur Akbid Gunung Sari Makassar dapat menerima ataupun
menolak permohonan pindah studi setelah memperhatikan
pertimbangan PUDIR I yang sesuai kelayakan akademik pemohon dan
daya tampung program studi/jurusan.
4) Mahasiswa yang diterima untuk pindah ke Akbid Gunung Sari
makassar ditetapkan beban dan masa studinya berdasarkan hasil
penyesuaian kesetaraan SKS atau konversi oleh Jurusan/Program studi
yang bersangkutan yang dinyatakan dalam surat keputusan Direktur
Akbid Gunung Sari Makassar.
5) Mahasiswa yang diterima harus mengambil sisa SKS yang ada setelah
dilakukan konversi di Akbid Gunung Sari Makassar dan waktu
tempuh penyelesaian studi tergantung berapa banyak SKS yang
terkonversi di Akbid Gunung Sari Makassar.
6) Mahasiswa yang dimaksud pada butir keempat wajib melakukan
registrasi mahasiswa terhitung semester yang ditetapkan dengan
mengikuti prosedur dan syarat-syarat yang berlaku.
III. BIAYA PENDIDIKAN
Biaya pendidikan terdiri atas :
a. Pembayran registrasi tiap semester (SPP)
b. Biaya pembangunan (BPP) satu kali selama kuliah
c. Pembayaran wisuda
d. Pembayaran Kegiatan (UAS, LAB SKILL, PKK, UAP dan KTI)
IV. PROSES PENDIDIKAN
1. Penyelenggaraan Kegiatan Akademik
Program pendidikan Diploma Tiga (D.III) Kebidanan dikelola oleh
Akademi Kebidanan (AKBID) Gunung Sari Makassar dengan beban
kredit 111 SKS yang dijadwalkan selesai maksimal 6 semester.
Pengertian 1 SKS bagi peserta didik pada masing-masing proses
pembelajaran
2. Beban Masa Studi dan Kurikulum
 Beban dan Masa Studi
1. Teori (T) : 1 SKS = 1 Jam Pertemuan/Minggu
1 (satu) satuan kredit semester (SKS) untuk pembelajaran
teori setara dengan 1 jam kegiatan perkuliahan disertai dengan
1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam tugas mandiri.
2. Praktikum (P) : 1 SKS = 2 jam pertemuan/minggu

Untuk pembelajaran praktik laboratorium 1 (satu) SKS setara


dengan 2 jam praktikum disertai dengan 1-2 jam kegiatan
terstruktur dan 1-2 jam terstruktur.

3. Klinik (K) : 1 SKS = 4 jam pertemuan/minggu

Sedangkan 1 (satu) SKS untuk pembelajaran praktik klinik


atau lapangan setara dengan 4 jam praktik klinik / lapangan
disertai 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam tugas
mandiri

 Kurikulum
1. Kurikulum Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar terdiri
atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusi.
2. Beban kredit dan komponen kurikulum Akademi Kebidanan
Gunung Sari Makassar ditetapkan dengan SK Direktur I.
3. Pendaftran Ulang Mahasiswa Baru
a. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus melalui Surat Keputusan
Direktur dapat melakukan daftar ulang sesuai prosedur yang telah
ditentukan, melengkapi berkas sesuai ketentuan dan waktu daftar
ulang yang telah ditentukan oleh panitia PMB Akbid Gunung Sari
Makassar.
b. Calon mahasiswa yang lulus wajib mendaftar ulang dengan
membawa
1) Kartu ujian
2) Bukti pembayaran registrasi dan SPP
4. Cuti Akademik
a. Penundaan Kegiatan Akademik (PKA) harus dilakukan dengan
persetujuan Ketua dan sepengetahuan Pembantu Ketua Bidang
Akademik, jika mahasiswa tidak aktif tanpa PKA selama 2 (dua)
semester berturut-turut, maka mahasiswa dinyatakan
mengundurkan diri. Bagi Mahasiswa yang tidak aktif 1 (satu)
semester tanpa PKA, masa tidak aktif dihitung sebagai masa studi
dan diharuskan tetap membayar SPP penuh.
b. Masa Penundaan Kegiatan Akademik dengan sepengetahuan
Pembantu Ketua Bidang Akademik dan seizin Direktur, tidak
dihitung sebagai masa studi dan diharuskan membayar 50 % dari
jumlah SPP yang ditetapkan. Apabila mahasiswa telah membayar
SPP dan kemudian mengajukan PKA, mahasiswa tersebut tidak
berhak menuntut pengembalian uang SPP yang telah dibayar.
c. Mahasiswa yang diperbolehkan mengambil PKA adalah mereka
yang telah mengikuti pendidikan sekurang-kurangnya 2 semester.
d. PKA diajukan secara tertulis kepada Direktur melalui Pembantu
Direktur Bidang Akademik sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
dalam kalender Akademik dan PKA tidak berlaku surut. Jika
permohonan PKA yang diajukan mahasiswa sudah lewat waktu
dari jadwal yang ditetapkan dalam kalender akademik, mahasiswa
tersebut diwajibkan membayar SPP penuh.
e. Selama menjalani masa penundaan kegiatan akademik seluruh
kegiatan akademik bagi mahasiswa yang mengambil PKA
diberhentikan termasuk bimbingan tugas akhir.
f. Apabila PKA dilakukan berkali-kali, jumlah keseluruhan lamanya
PKA tidak boleh melebihi 4 (empat) semester selama studi.
g. Permohonan Aktif Kuliah Kembali (AKK) harus diajukan kepada
Direktur melalui Pembantu Direktur Bidang Akademik dengan
melampirkan foto copy izin PKA. Jika permohonan AKK yang
diajukan mahasiswa sudah lewat dari jadwal yang ditentukan
mahasiswa tersebut dikenakan denda 50 % dari SPP yang harus
dibayar pada saat itu.
5. Penasehat Akademik (PA)
1. Dalam melakukan bimbingan akademik pada dasarnya seorang
PA berperan sebagai fasilitator, perencana, motivator dan
evaluator.
2. Fungsi Penasehat Akademik
a. Sebagai fasilitator membantu mahasiswa dalam mengenali
dan mengidentifikasi minat, bakat dan kemampuan akademik
mahasiswa.
b. Sebagai perencana membantu merumuskan rencana studi
mahasiswa dalam menyusun mata kuliah yang akan diambil
per semester yang dianggap sesuai dengan minat, bakat serta
kemampuan akademik agar mahasiswa dapat memanfaatkan
masa studi dengan efektif dan efisien.
c. Sebagai motivator memberikan motivasi kepada mahasiswa
yang mempunyai keterbatasan maupun kendala akademik
atau hasil studi dan indeks prestasi semesternya relatif rendah
sehingga dapat ditemukan jalan keluar serta pemecahannya
dengan baik.
d. Sebagai evaluator mengidenfikasi masalah-masalah akademik
dan non akademik mahasiswa yang prestasinya kurang.
3. Kewajiban Teknis Penasehat Akademik
a. Menerima dari koordinator Penasehat Akademik
b. Mempelajari jadwal kuliah yang ditawarkan dalam semester
yang berjalan untuk acuan KRS mahasiswa bimbingan.
c. Menentukan jadwal bimbingan dan wajib hadir selama
pengisian KRS sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
d. Menerima mahasiswa bimbingan untuk membicarakan hasil
studi semester yang baru berakhir.
e. Mengidenfikasi masalah-masalah akademik dan non
akademik mahasiswa bimbingan sehingga didapatkan jalan
keluar yang terbaik.
f. Membantu merumuskan rencana studi mahasiswa bimbingan
per-semester sesuai dengan hasil studi dan indeks prestasi
yang dicapai dalam semester sebelumnya.
g. Menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Rencana
Perubahan Studi (KRPS) mahasiswa bimbingan.
h. Menyimpan arsip KRS/KRPS mahasiswa bimbingan yang
telah ditanda tangani oleh PA dan Ketua Jurusan.
i. Memonitor perkembangan studi mahasiswa bimbingan pada
semester tersebut dengan cara menjadwalkan pertemuan
dengan mahasiswa bimbingan sekurang-kurangnya 6 kali
setiap mahasiswa per-semester yaitu
1) Menjelang ujian tengah semester mengadakan pertemuan
khusus dengan mahasiswa bimbingan.
2) Memonitoring hasil ujian tengah semester dan ujian
semester mahasiswa bimbingan bilamana dianggap perlu,
PA dapat berkonsultasi dengan dosen dan mahasiswa
bimbingan yang mempunyai masalah dalam studinya
pada semester yang bersangkutan.
3) Memonitor kembali hasil ujian yang baru diikuti oleh
mahasiswa bimbingan
j. Melaporkan perkembangan studi mahasiswa bimbingan
kepada Ketua jurusan, apabila ada masalah akademik dan non
akademik
k. Mempertimbangkan PKA bagi mahasiswa bimbingan apabila
dianggap perlu
l. Pada akhir semester melaporkan hasil bimbingan seluruh
mahasiswa bimbingan kepada KPA.
V. EVALUASI HASIL BELAJAR
1. Evaluasi keberhasilan belajar yang dilakukan terhadap mahasiswa
bertujuan untuk menentukan :
a. Keberhasilan belajar mahasiswa
b. Beban studi yang dapat diambil mahasiswa pada semester
berikutnya
c. Kelanjutan mahasiswa dalam program pendidikan yang sedang
ditempuh
d. Akhir masa studi mahasiswa
e. Putus studi
2. Setiap mahasiswa yang mengikuti kegiatan perkuliahan diakhiri
dengan evaluasi untuk evaluasi setiap mata kuliah, mahasiswa wajib
memenuhi persyaratan telah mengikuti kuliah minimal 80 % dan setiap
kegiatan yang terjadwal pada semester berjalan serta ketentuan izin
yang ditetapkan oleh Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar.
3. Evaluasi untuk menentukan keberhasilan belajar mahasiswa
menempuh program diploma dilakukan dalam bentuk :
a. Evaluasi perkuliahan dijadwalkan dalam kalender akademik
dengan ketentuan :
1) Ujian Tengah Semester dilaksanakan minimal sekali dalam 1
(satu) semester.
2) Ujian Akhir Semester dengan ketentuan tidak ada ujian susulan
kecuali izin Ketua AKBID.
3) Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester mata
kuliah yang diambil dengan alasan yang dapat dipertanggung
jawabkan, maka mata kuliah tersebut tidak diperhitungkan dalam
menetapkan indeks (IP) semester.
4) Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester
seluruh mata kuliah dengan alasan yang dapat dipertanggung
jawabkan maka pada semester berikutnya mahasiswa
diperbolehkan mengambil beban kredit berikutnya.
5) Nilai ujian suatu mata kuliah ditentukan dari hasil ujian tengah
semester, ujian semester dan nilai tugas-tugas atau kegiatan
struktural lainnya dengan perbandingan bobot yang diatur oleh
Pembantu Ketua Bidang Akademik.
b. Evaluasi Praktikum Laboratorium
1) Mahasiswa harus mengikuti seluruh praktikum yang dijadwalkan
dan apabila tidak, harus menggantinya pada waktu lain sesuai
dengan peraturan koordinator mata kuliah.
2) Setiap selesai praktikum mahasiswa diharuskan membuat
laporan/jurnal praktikum dan selambat-lambatnya sudah
diserahkan sebelum praktikum berikutnya.
3) Nilai akhir praktikum sedikitnya merupakan gabungan nilai dari
pelaksanaan praktikum laboratorium, laporan/jurnal ujian
praktikum dan ujian semester yang bobotnya diatur oleh
Pembantu Ketua Bidang Akademik.
c. Evaluasi Praktek Lapangan diatur dengan Surat Keputusan Pembantu
Direktur Bidang Akademik dengan ketentuan dan pelaksanaannya
disesuaikan dengan kalender akademik.
d. Evaluasi Ujian Tugas Akhir diatur dengan memperhatikan ketentuan
jadwal akademik dan jadwal wisuda.
4. Sistem penilaian dalam evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa. Sistem
penilaian dapat memakai sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau
Penilaian Acuan Normal (PAN) sesuai jenis kegiatan kurikuler.
a. Sistem Penilaian Patokan adalah sistem yang digunakan untuk
mengukur tingkat kemampuan mahasiswa berdasarkan patokan yang
telah ditetapkan sebelumnya yaitu menentukan nilai batas lulus untuk
masing-masing mata kuliah.
b. Sistem Penilaian Acuan Normal adalah sistem yang digunakan untuk
mengukur tingkat kemampuan mahasiswa berdasarkan hasil ujian
mahasiswa lain dalam kelompoknya.
5. Evaluasi Prestasi Keberhasilan
a. Prestasi keberhasilan ditentukan oleh angka Indeks Prestasi. Indeks
Prestasi ditentukan pada setiap akhir semester.
b. Indeks Prestasi Semester (IPS) dihitung berdasarkan beban kredit
yang diambil dalam satu semester
IP = φK x N

φK

K = SKS masing-masing mata kuliah yang tercantum dalam KRS


pada semester yang bersangkutan.

c. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) IP yang terhitung berdasarkan nilai


tertinggi setiap mata kuliah yang diambil mulai semester I s/d.
semester terakhir.

IP = φK x N
ΦK

K = Bobot SKS setiap mata kuliah mulai semester 1 sampai


semester yang terakhir dijalani.

N = Bobot prestasi setiap mata kuliah.

d. Penggolongan prestasi keberhasilan dengan berpedoman pada tabel


di bawah ini :

Penggolongan Prestasi Keberhasilan

NILAI PRESTASI BOBOT PRESTASI GOLONGAN


PRESTASI

A 4,00 Sangat Baik

B 3,50 – 3,00 Baik-Baik

C 2,75 – 2,50 Cukup-Cukup

D 2,25-1,00 Kurang

E 0,00 Gagal

6. Mahasiswa diperkenankan memperbaiki nilai mata kuliah yang


mendapat nilai C, dan D selambat-lambatnya 2 (Dua) semester sesudah
mata kuliah tersebut pertama kali diambil, tetapi tidak boleh melebihi
masa studi maksimum, mata kuliah yang diperbaiki nilainya tersebut
harus dimasukkan dalam Kartu Rencana Studi (KRS) dan dihitung
sebagai beban studi semester yang dapat diambil. Nilai yang
diperhitungkan untuk evaluasi adalah nilai yang tertinggi.
7. Seluruh beban kredit program pendidikan Diploma Tiga (A.Md.)
Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar harus berhasil diselesaikan
selambat-lambatnya dalam batas masa studi maksimum yang ditetapkan
yakni 6-8 semester.

VI. EVALUASI KELANJUTAN DAN PUTUS STUDI


Evaluasi untuk menetapkan Putus Studi (Drop Out)
a. Evaluasi Akhir Semester II mahasiswa pada akhir semester II harus
sudah lulus minimal 22 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai D dan
E untuk dievaluasi. Apabila pada akhir semester II ini mahasiswa
telah mengambil lebih dari 22 SKS untuk evaluasi diambil 22 SKS
dengan nilai tertinggi. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi
persyaratan ini, dinyatakan Drop Out atau mengundurkan diri.
b. Evaluasi Akhir Semester IV mahasiswa dibenarkan untuk
melanjutkan studinya apabila akhir semester IV telah lulus minimal
45 SKS dengan ketentuan tidak ada nilai O dan E untuk yang
dievaluasi. Jika tidak memenuhi persyaratan ini, mahasiswa yang
bersangkutan dinyatakan Drop Out atau diminta mengundurkan diri.
c. Evaluasi Akhir Masa Studi mahasiswa dinyatakan lulus untuk
program studi yang diikuti di Akademi Kebidanan Gunung Sari
Makassar :
1) Telah menyelesaikan seluruh beban studi dengan IP Kumulatif >
2,00.
2) Telah lulus ujian komprehensif
3) Telah menyelesaikan ujian tugas akhir
4) Telah menyelesaikan uji tahap I sampai Uji Tahap III
5) Jumlah nilai D yang tidak dimiliki tidak melebihi 8 SKS
6) Persyaratan lain yang ditentukan oleh Yayasan dan Ketua
Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar.
Apabila dalam batas masa studi maksimum mahasiswa tidak dapat
menyelesaikan studinya dan masa studi telah habis serta yang
bersangkutan tidak dapat memenuhi persyaratan pada butir 8 e diatas
maka mahasiswa tersebut dinyatakan Drop Out.

VII. KTI, IJAZAH, GELAR DAN WISUDA


1. KTI adalah tugas akhir mahasiswa program studi Diploma III
Kebidanan Akbid Gunung Sari Makassar yang telah ditandatangani
oleh tim pembimbing dan penguji serta direktur.
2. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikannya
diberikan ijazah dan transkrip nilai akademik.
3. Ijazah ditandatangani oleh adirektur dan Pudir I
4. Transkrip nilai akademik ditandatangani oleh Pudir I bagian akademik
5. Foto Copy ijazah dan transkrip nilai dilegalisasi oleh Direktur
6. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikannya
memperoleh derajat dan hak untuk menyandang gelar sesuai dengan
bidang ilmu yang ditempuhnya
7. Gelar diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
8. Wisuda diselenggarakan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa
Akbid Gunung Sari Makassar.
VIII. PENUTUP
Hal- Hal yang belum diatur pada pedoman ini akan diatur tersendiri.

Direktur

dr. Nurnaeni, M.Kes


NIDN. 0905078404