Anda di halaman 1dari 3

Cacing Hat

Fasciola hepatca atau disebut juga Cacing hat merupakan anggota dari Trematoda (Platyhelminthes).
Cacing hat mempunyai ukuran panjang 2,5 – 3 cm dan lebar 1 - 1,5 cm. Pada bagian depan terdapat
mulut meruncing yang dikelilingi oleh alat pengisap, dan ada sebuah alat pengisap yang terdapat di
sebelah ventral sedikit di belakang mulut, juga terdapat alat kelamin. Bagian tubuhnya ditutupi oleh sisik
kecil dari kutkula sebagai pelindung tubuhnya dan membantu saat bergerak.

Sistem Saraf Cacing Hat (Fasciola hepatca)

System saraf cacing hat berupa system saraf tangga tali. Otak terletak di bagian kepala. Otak tersusun
oleh ganglion-ganglion otak yang terdiri dari dua lobus. Dari otak muncul serabut-serabut saraf kea rah
anterior menuju ke kepala, dan lateral menuju ke aurikel. Di samping itu ada 2 tali saraf ventral yang
memanjang sepanjang tubuh dan berakhir ke ujung posterior. Masing-masing tali saraf ventral itu
terletak pada kira-kira sepertga bagian dari tebi tubuh. Ke dua tali saraf ventral dihubungkan satu
dengan yang lain oleh komisura-komisura transversal, dan pada masing-masing tali saraf muncul serabut
saraf ke tepi tubuh. Adanya komisura-komisura transversal menyebabkan system saraf berbentuk tangga
tali.

Pada cacing hat terdapat satu cincin saraf yang mengelilingi esophagus. Pada cicnci saraf tersebut
terdapat dua pasang ganglion serebral kea rah dorsoventral dan satu pasang ganglion ventral yang
terletak di bawah esophagus. Pada ganglion-ganglion itu muncul serabut-serabut saraf kecil kea rah
anterior. Ke arah posterior terdapat 3 pasang tali saraf longitudinal yang muncul dari ganglion-ganglion
tersebut yaitu tali saraf dorsal, lateral, dan ventral. Tali saraf lateral berkembang sangat baik dan
memanjang sampai ujung posterior. Tali-tali saraf itu dihubungkan satu sama lain oleh banyak komisura
transversal. Pada tali saraf juga muncul serabut-serabut saraf kea rah lateral, dan beberapa serabut saraf
itu membentuk pleksus. Sel-sel saraf biasanya berbentuk bipolar. Karena sifatnya yang parasit cacing hat
tdak memiliki organ sensori, kecuali alat yang berbentuk bulbus yang berfungsi sebagai tango reseptor
(penerima rangsangan berupa sentuhan) atau alat peraba yang berada diseluruh permukaan
integument.

SYSTEM SARAF CACING HATI

System saraf cacing hat berupa system saraf tangga tali. Otak terletak di bagian kepala. Otak tersusun
oleh ganglion-ganglion otak yang terdiri dari dua lobus. Dari otak muncul serabut-serabut saraf kea rah
anterior menuju ke kepala, dan lateral menuju ke aurikel. Di samping itu ada 2 tali saraf ventral yang
memanjang sepanjang tubuh dan berakhir ke ujung posterior. Masing-masing tali saraf ventral itu
terletak pada kira-kira sepertga bagian dari tebi tubuh. Ke dua tali saraf ventral dihubungkan satu
dengan yang lain oleh komisura-komisura transversal, dan pada masing-masing tali saraf muncul serabut
saraf ke tepi tubuh. Adanya komisura-komisura transversal menyebabkan system saraf berbentuk tangga
tali.

Pada cacing hat terdapat satu cincin saraf yang mengelilingi esophagus. Pada cicnci saraf tersebut
terdapat dua pasang ganglion serebral kea rah dorsoventral dan satu pasang ganglion ventral yang
terletak di bawah esophagus. Pada ganglion-ganglion itu muncul serabut-serabut saraf kecil kea rah
anterior. Ke arah posterior terdapat 3 pasang tali saraf longitudinal yang muncul dari ganglion-ganglion
tersebut yaitu tali saraf dorsal, lateral, dan ventral. Tali saraf lateral berkembang sangat baik dan
memanjang sampai ujung posterior. Tali-tali saraf itu dihubungkan satu sama lain oleh banyak komisura
transversal. Pada tali saraf juga muncul serabut-serabut saraf kea rah lateral, dan beberapa serabut saraf
itu membentuk pleksus. Sel-sel saraf biasanya berbentuk bipolar. Karena sifatnya yang parasit cacing hat
tdak memiliki organ sensori, kecuali alat yang berbentuk bulbus yang berfungsi sebagai tango reseptor
(penerima rangsangan berupa sentuhan) atau alat peraba yang berada diseluruh permukaan
integument.

Euglena

Euglena viridis pada bagian anterior dekat akhir kerongkongan terdapat stgma (ttk mata merah)yang
tersusun atas protoplasma yang banyak mengandung granulla haematocrhrom. Diduga stgma berfungsi
sebagai mata yang primitve. Pendapat ini didasarkan adanya lensa berupa butr-butr para amilum pada
bagian anterior. Hewan kecil ini dapat mendeteksi kekuatan dan arah cahaya. Ia lebih suka lokasi dengan
cahaya moderat dan menjauh dari kegelapan dan cahaya terang. Euglena viridis mungkin menggunakan
reseptor ini untuk menjaga diri dalam cahaya yang mereka gunakan untuk fotosintesis. Euglena viridis
menggunakan fotosintesis untuk energi meskipun mereka bisa makan makanan padat (sepert binatang),
jika mereka disimpan di kegelapan.

Alat indra

Pembukaan

Sistem indera adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk proses informasi indera. Di dalam
sistem indera, terdapat reseptor indera, jalur saraf, dan bagian dari otak ikut serta dalam tanggapan
indera. Umumnya, sistem indera yang dikenal adalah penglihatan, pendengaran, penciuman,
pengecapan dan peraba. Alat indra merupakan suatu alat tubuh yang mampu menerima rangsang
tertentu. Indra mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali perubahan lingkungan sehingga
fungsi utama indra adalah mengenal lingkungan luar atau berbagai rangsang dari lingkungan di luar
tubuh.

Sistem indera adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk proses informasi indera. Di dalam
sistem indera, terdapat reseptor indera, jalur saraf, dan bagian dari otak ikut serta dalam tanggapan
indera. Umumnya, sistem indera yang dikenal adalah penglihatan, pendengaran, penciuman,
pengecapan dan peraba.
Euglena

Euglena mempunyai daya iratabilitas, tdak mempunyai alat penerima rangsang kusus kecuali euglena,
mempunyai kloroplas untuk fotosintesis, mepunyai stgma (bintk mata) yang peka terhadap rangsang.

Fasciola hepatca

Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap.

Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior

Alat hisap (Sucker) ini untuk menempel pada tubuh inangnya makanya

disebut pula cacing hisap.

Pasa saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa jaringan atau

cairan tubuh inangnya.

Dengan demikian maka Trematoda merupakan hewan parasit

karena merugikan dengan hidup di tubuh organisme hidup

dan mendapatkan makanan tersedia di tubuh inangnya.

Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hat, usus,

paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata .Ternak , Ikan , Manusia

Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan

tubuhnya dengan kutkulaPermukaan tubuhnya tdak memiliki silia.

Contoh Trematoda adalah cacing hat (Fasciola hepatca).