Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG(1,2,3,5,6,7,9)


Molahidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak
wajar dimana tidak ditemukan janin. Kejadian kehamilan mola hidatidosa
adalah sekitar 1 setiap 1500-2000 kehamilan di antara kulit putih di
Amerika Serikat. Terdapat kejadian jauh lebih tinggi di antara perempuan
Asia di Amerika Serikat (1 dari 800) dan bahkan kejadian lebih tinggi
pada wanita di Asia, misalnya Taiwan (1 dari setiap 125-200 kehamilan).
Risiko terhadap pengembangan kehamilan mola hidatidosa kedua adalah
1% hingga 3%, atau sebanyak 40 kali lebih besar daripada risiko terhadap
mengembangkan kehamilan molar pertama. Mola hidatidosa merupakan
penyakit wanita dalam masa reproduksi, di ketahui terjadi lebih sering
pada wanita yang lebih muda dari 20 tahun dan pada mereka yang lebih
tua dari 40 tahun.
Penyebab terjadinya mola belum sepenuhnya diketahui secara pasti
tetapi ada beberapa dugaan yang bisa menyebabkan terjadinya mola
hidatidosa.
Penyebab yang paling mungkin adalah kelainan pada sel telur, rahim
dan/atau kekurangan gizi. Resiko yang lebih tinggi ditemukan pada wanita
yang berusia di bawah 20 tahun atau diatas 40 tahun.
Faktor resiko terjadinya mola adalah: Status sosial-ekonomi yang rendah
dan diet rendah protein, asam folat dan karotin.
Keluhan dari penderita seperti gejala – gejala hamil muda yang
kadang – kadang lebih nyata dari kehamilan biasanya.
Penanganan mola hidatidosa tidak terbatas pada evakuasi
kehamilan mola saja, tetapi juga membutuhkan penanganan lebih lanjut
berupa monitoring untuk memastikan prognosis penyakit tersebut. Mola
Hidatidosa adalah neoplasma jinak dari sel trofoblast. Pada mola
hidatidosa kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang sempurna,
melainkan berkembang menjadi keadaan patologik, seberapa jauh tingkat
bahaya mola terhadap pasien dan tatalaksananya. Hampir semua wanita
dengan penyakit trophoblastic gestasional yang malignan dapat
disembuhkan dengan mempertahankan fungsi reproduksi. Hal berikut
terbatas pada mola hidatidosa. Kehamilan mola secara histologis ditandai
dengan kelainan vili khorionik yang terdiri dari proliferasi trofoblas
dengan derajat bervariasi dan edema stroma vilus. Mola biasanya terletak
di rongga uterus, namun kadang-kadang terletak di tuba fallopi dan bahkan
ovarium

I.2. TUJUAN UMUM

 Mengetahui epidemologi Mola Hidatidosa.


 Mengetahui perbedaan antara Mola Hidatidosa sempurna dan Mola
Hidatidosa parsial.
 Mengetahui etiologi dan gejala klinis Mola Hidatidosa.
 Mengetahui pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakan diagnosis.
 Mengetahui penatalaksanaan mola hidatidosa.
 Mengetahui komplikasi dan prognosa dari mola hidatidosa.
KOMPLIKASI(8)
Perforasi uterus kadang-kadang terjadi saat kuretase vakum karena
uterus besar dan berawa. Jika perforasi dicatat, prosedur seharusnya
lengkap di bawah panduan laparoskopi.
Perdarahan adalah komplikasi yang sering terjadi selama evakuasi
kehamilan molar. Untuk alasan ini, oxytocin intravena sebaiknya dimulai
pada permulaan suction tersebut. Methergine dan / atau Hemabate juga
harus tersedia. Darah untuk kemungkinan transfusi harus tersedia.
Penyakit trofoblas ganas berkembang dalam 20% dari kehamilan
mola. Alasannya, hCG serial kuantitatif harus dipantau seperti dijelaskan
di atas.
Faktor-faktor yang dilepaskan oleh jaringan molar dapat memicu
kaskade koagulasi. Pasien harus dipantau untuk koagulopati intravaskuler
diseminata (DIC).
Emboli trofoblas dapat menyebabkan insufisiensi pernapasan akut.
Faktor risiko terbesar untuk komplikasi ini adalah rahim lebih besar dari
yang diharapkan untuk usia kehamilan 16 minggu. Kondisi ini bisa
berakibat fatal.
1. Cuninngham. F.G. dkk. “Mola Hidatidosa” Penyakit Trofoblastik
Gestasional Obstetri Williams. Edisi 21. Vol 2. Penerbit Buku Kedokteran.
EGG Jakarta. 2006. Hal 930-938.
2. Prawirohadjo, S. & Wiknjosastro, H. Mola Hidatidosa. ILMU
KANDUNGAN. Yayasan Bina Pustaka SARWONO PRAWIROHADJO.
Jakarta. 2010. Hal . 488-490.
8. Twiggs LB, Morrow CP, Schlaerth JB. Acute pulmonary complications of
molar pregnancy. Am J Obstet Gynecol. 1979 Sep 15. 135(2):189-94.