Anda di halaman 1dari 8

PEDOMAN TRIASE UGD

PUSKESMAS MANYAR

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS MANYAR
Jl. Raya Manyar Timur No. 1 Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Kode pos :
61151
Telp. (031) 3950604, (031) 3956060, 0895326875999
Email: puskesmasmanyar1b@gmail.com
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohiim,

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Segala puji bagi Allah SWT, Pedoman Triase Puskesmas Manyar Kecamatan Manyar
Kabupaten Gresik telah selesai disusun.

Pedoman ini dibuat memberikan arahan bagi pelaksanaan Puskesmas Manyar dalam
menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pedoman ini ditunjukkan bagi staf Puskesmas Manyar
dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sebagai gambaran penyelenggaraan organissi
Puskesmas.

Semoga pedoman ini dapat bermanfaat bagi pengguna layanan Puskesmas Manyar, pemangku
kebijakan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kepala UPT Puskesmas Manyar

Drg. Jon Sudiro Hendrata


NIP. 196108231989011003

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………................... 1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..2
BAB I DEFINISI…………………………………………………………………………......3
LATAR BELAKANG…………………………………………………………………………3
A. TUJUAN…………………………………………………………………………………. 3
B. SASARAN………………………………………………………………………………. 3
BAB II RUANG LINGKUP TRIASE………………………………………………............ 4
A. PRINSIP SELEKSI KORBAN…………………………………………………………. 4
B. PRIORITAS………………………………………………………………………………4
BAB III TATA LAKSANA TRIASE……………………………………………………….. 5
BAB IV DOKUMENTASI……………………………………………………………......... 8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………....... 11

3
BAB I

DEFINISI

A. LATAR BELAKANG

Triase merupakan suatu konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan suatu cara
yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan serta fasilitas yang paling
efisien dengan tujuan untuk memilih atau menggolongkan semua pasien yang memerlukan
pertolongan dan menetapkan prioritas penanganannya..

Triase merupakan usaha pemilahan korban sebelum ditangani berdasarkan tingkat


kegawatdaruratan trauma atau penyakit dengan mempertimbangkan prioritas penanganan dan
sumber daya yang ada.

Triase adalah suatu sistem pembagian / klasifikasi prioritas klien berdasarkan berat
ringannya kondisi klien / kegawatannya yang memerlukan tindakan segera.dalam triase,
perawat dan dokter di puskesmas mempunyai batasan waktu ( respon time ) untuk mengkaji
keadaan dan memberikan intervensi yaitu < 5 menit.

B. TUJUAN
Triase memiliki tujuan sebagai pedoman bagi dokter dan perawat puskesmas untuk
mengkaji secara cepat dan fokus dalam menangani pasien berdasarkan tingkat kegawat
daruratan, trauma, atau penyakit dengan mempertimbangkan penanganan dan sumber daya
yang ada.

C. SASARAN
Sasaran dari pedoman ini adalah semua tenaga kesahatan di UPT Puskesmas Manyar baik
dokter, perawat, ataupun bidan.

4
BAB II

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pedoman ini meliputi :

A. PRINSIP SELEKSI KORBAN

Prinsip seleksi korban berdasarkan :

1) Ancaman jiwa yang dapat mematikan ( dalam ukuran menit )


2) Dapat mati ( dalam ukuran jam )
3) Ruda paksa ringan
4) Sudah meninggal

B. PRIORITAS
Tingkat prioritas penanganan pasien meliputi :
1) Prioritas Pertama ( Merah , Emergency )
Mengancam jiwa / mengancam fungsi vital. penanganan dan pemindahan bersifat
SEGERA seperti contoh :
a. Sumbatan jalan napas
b. Hipotensi / shock
c. Perdarahan pembukuh nadi
d. Tangan / kaki yang terpotong dengan perdarahan
e. Combustion Tk II > 25%
f. Combustio Tk III > 25 %

2) Prioritas Kedua ( Kuning, Urgent )


Potensial mengancam jiwa / fungsi vital bila tidak segera ditangani dalam waktu
singkat. Penanganan dan pemindahan bersifat JANGAN TERLAMBAT, seperti :
a. Patah tulang besar
b. Trauma thorax / abdomen
c. Laserasi luas

3) Prioritas Ketiga ( Hijau, Non Emergency )


Perlu penanganan seperti pelayanan biasa, tidak perlu segera. Penanganan dan
pemindahan bersifat TERAKHIR, seperti contoh :
a. Contusio dan laserasi otot ringan
b. Combustio Tk > 20 %

5
BAB III

TATALAKSANA

Tatalaksana Triase di UGD Puskesmas Manyar atara lain :

1) Pasien masuk pintu UGD melewati ruang pendaftaran UGD


2) Pasien dibedakan menurut Triase dengan diberi kode warna : merah, kuning, hijau.
a. Untuk pasien yang ketegori triase merah , langsung dilakukan tindakan di ruang UGD,
pasien segera dirujuk untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.yang sebelumnya
keluarga pasien sudah mengurus administrasi dari tindakan yang didapat, kemudian
segera langsung ke Rumah Sakit.
b. Untuk pasien yang kategori kuning, pasien dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang
dapat dipindahkan ke ruang observasi.apabila setelah diobservasi tidak ada perbaikan
dari kondisi pasien dalam batas waktu yang sudah ditentukan maka dipersiapkan untuk
dirujuk dengan melalui proses administrasi sebelumnya dari tindakan medis yang
didapat.setelah itu bisa menuju ke Rumah Sakit. Tetapi apabila setelah diobservasi,
pasien ada tanda-tanda perbaikan maka pasien bisa dipulangkan dengan diberikan obat
untuk rawat jalan setelah melalui proses pembayaran atas pengobatan yang diterima.
c. Untuk pasien yang kategori hijau, pasien dilakukan pemeriksaan dimana pasien dapat
dipulangkan dengan diberikan obat setelah melalui proses administrasi

6
BAB IV

DOKUMENTASI

Dokumen adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dalam persoalan
hukum. Sedangkan pendokumentasian adalah pekerjaan mencatat atau merekam peristiwa
danobjek maupun aktifritas pemberian jasa (pelayanan) yang dianggap berharga dan penting .

Dokumentasi yang berasal dari kebijakan yang mencerminkan standart nasional berperan
sebagai alat manajemen resiko bagi perawat UGD. Hal tersebut memungkinkan peninjauan yang
objektif menyimpulkan bahwa perawat sudah melakukan pemantauan dengan tepat dana
mengkonsumsikan perkembangan pasien kepada tim kesehatan. Pencatatan, baik dengan
computer, catatan naratif, atau lembar alur harus menunjukkan bahwa perawat gawat darurat
telah melakukan pengkajian dan komunikasi, perencanaan dan selama kolaborasi, implementasi
dan evaluasi perawatan yang diberikan, dan melaporkan data penting pada dokter selama situasi
serius. Lebih jauh lagi , catatan tersebut harus menunjukkan bahwa perawat gadar bertindak
sebagi advokat pasien ketika terjadi penyimpangan standart perawat yang mengancam
keselamatan pasien (Anonimous, 2002).

Pada tahap pengkajian, pada proses triase yang mencakup dokumentasi :

1) Waktu dan datangnya pasien


2) Keluhan utama
3) Pengkodean prioritas atau keakuatan perawatan
4) Penentukan pemberian perawatan kesehatan yang tepat
5) Penempatan diarea pengobatan yang tepat
6) Permulaan intervensi

Petugas UGD harus mengevalusi secara kontinue perawatan pasien berdasarkan hasil yang
dapat diobservasi untuk penentuan perkembangan pasien kea rah hasil dan tujuan serta harus
mendokumentasikan respon pasien terhadap intervensi pengobatan dan perkembangannya.
Proses dokumentasi triage menggunakan form rekam medis.

7
DAFTAR PUSTAKA

Materi Pelatihan GELS RSUD Dr.Soetomo. 2014

Anonimous, 2002. Disaster Medicine. Philadelphia USA : Lippincott Williams

ENA, 2005. Emergency Care. USA : WB Saunders Company

Iyer, P. 2004. Dokumentasi Keperawatan : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Jakarata :


EGC

Oman, Kathleen S.2008. Panduan Belajar Keperawatan Emergensi. Jakarta : EGC

Wijaya, S. 2010. Konsep dasar Keperawatan Gawat Darurat, Denpasar : PSIK FK