Anda di halaman 1dari 49

Konstruksi Rumah Sederhana

DAFTAR ISI

Konstruksi Rumah Sederhana

DAFTAR ISI

 

. 1

DAFTAR GAMBAR

. 3

DAFTAR TABEL

5

KATA PENGANTAR

 

6

A.

PENDAHULUAN

7

1. Latar Belakang

7

2. Maksud dan Tujuan

7

B. GAMBARAN TEKNOLOGI

7

C. BAHAN

 

7

1) Beton

8

2)

Mortar

10

3)

Batu Pondasi

11

4)

Batu

Bata

12

5)

Kayu

14

D. PERALATAN

 

15

E. PELAKSANAAN

15

1.

Struktur Utama

15

2.

Pondasi

15

3.

Balok Pengikat/Sloof

16

5.

Balok Keliling/Ring

17

6.

Struktur Atap

 

18

 

a)

Kuda-kuda Kayu

18

b)

Gunung-Gunung/Ampig

20

c)

Ikatan Angin

21

7.

Dinding

24

8.

Hubungan Antar Elemen Struktur

26

Konstruksi Rumah Sederhana

 

1) Hubungan Antara Pondasi dengan Balok Pengikat/Sloof

26

2) Hubungan Antara Balok Pengikat/Sloof dengan Kolom

27

3) Hubungan Antara Kolom dengan Dinding

28

4) Hubungan Antara Kolom dengan Balok Keliling/Ring

29

5) Hubungan Antara Balok Keliling/Ring dengan Kuda-Kuda Kayu

30

6)

Angkur Gunung-Gunung

31

 

9.

Pengecoran Beton

31

10. Pengecoran Kolom

32

11. Pengecoran Balok

33

12. Gambar Detail dan Potongan

34

F.

PERKIRAAN BIAYA

37

DAFTAR GAMBAR

Konstruksi Rumah Sederhana

Gambar 3.1 Pencampuran Beton

8

Gambar 3.2 Pengujian Sederhana Dengan Meletakkan Campuran Beton di Tangan

9

Gambar 3.3 Pengujian Sederhana Dengan Menggunakan Cetakan dan Mengukur Selisih

Ketinggian dengan Cetakan

9

Gambar 3.4 Diameter Kerikil Yang Baik Untuk Campuran Beton

9

Gambar 3.5 Contoh Semen Tipe 1 Memenuhi SNI 15-2049-1994

10

Gambar

3.6

Bahan Dasar Mortar

10

Gambar

3.7

Proses Pencampuran Mortar

11

Gambar

3.8

Hasil Pencampuran Mortar Yang Baik

11

Gambar 3.9 Kualitas Batu Kali/Gunung yang Baik Digunakan Sebagai Pondasi

11

Gambar

3.10

Pondasi Dari Batu Kali/Gunung

12

Gambar 3.11 Kualitas Batu Bata Yang Baik

12

Gambar

3.12

Pengujian Sederhana Kekuatan Batu Bata

12

Gambar 3.13 Ukuran Batu Bata

13

Gambar 3.14 Dimensi Batu Bata Yang Baik Digunakan Dalam Pembangunan

13

Gambar 3.15 Perendaman Batu Bata Sebelum Dipasang

14

Gambar 3.16 Kayu Yang Baik Digunakan Dalam Pembangunan

14

Gambar

5.1

Pondasi

15

Gambar

5.2

Dimensi

Tulangan Balok Pengikat/Sloof

16

Gambar

5.3

Dimensi

Dimensi

Tulangan Kolom

17

Gambar

5.4

Tulangan Balok Keliling/ Ring

17

Gambar

5.5

Tekukan Ujung Tulangan Begel

18

Gambar

5.6

Kuda-kuda Kayu

18

Gambar 5.7 Detail Kuda-kuda Kayu

19

Gambar

5.8

Kuda-kuda Kayu Dengan Pengikat Plat Baja

19

Gambar 5.9 Pemasangan Plat Baja Pada Kuda-kuda Kayu

20

Gambar

5.10

Gunung-gungung /Ampig

21

Gambar 5.11 Tulangan pada Bingkai Gunung-gunung/Ampig

21

Gambar 5.12 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Kuda-kuda Kayu

22

Konstruksi Rumah Sederhana

Gambar 5.13 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Gunung-gunung/Ampig

22

Gambar 5.14 Ikatan Angin Antara Kuda-kuda Kayu dengan Gunung-gunung/Ampig

22

Gambar

5.15

Pertemuan Antara Ikatan dengan Gunung-gunung/Ampig

22

Gambar 5.16 Detail Pertemuan Antara Ikatan Angin dengan Gunung-gunung /Ampig

23

Gambar 5.17 Detail Pertemuan Antara Ikatan Angin dengan Gunung-Gunung/Ampig

24

Gambar

5.18 Detail Dinding

25

Gambar 5.19 Proses Pemasangan Batu Bata Untuk Dinding

25

Gambar 5.20 Luas Maksimum Dinding dan Jarak Maksimum Antar Kolom

26

Gambar 5.21 Hubungan Antara Pondasi dengan Balok Pengikat/Sloof

27

Gambar 5.22 Hubungan Antara Tulangan Balok Pengikat/Sloof dengan Tulangan Kolom

28

Gambar 5.23 Detail Hubungan Balok Pengikat/Sloof dengan Kolom

28

Gambar

5.24

Hubungan Antara Kolom dengan Dinding

29

Gambar 5.25 Pemasangan Angkur Besi Sebagai Pengikat Antara Kolom dengan Dinding

Pada Sudut Bangunan

 

29

Gambar

5.26

Hubungan Anatar Kolom dengan Balok Keliling/Ring

30

Gambar 5.27 Tulangan Kolom Yang Akan Dibengkokkan Ke Dalam Balok Keliling/Ring

30

Gambar 5.28 Hubungan Antara Balok Keliling/Ring dengan Kuda-Kuda Kayu

30

Gambar 5.29 Pengikatan Kuda-Kuda Kayu Pada Balok Keliling/Ring Menggunakan Angkur.31

32

Gambar 5.31 Pemadatan Beton dengan Memukul-mukul Cetakan/Bekisting dan Campuran

Gambar 5.30 Pemasangan Cetakan/Bekisting untuk Kolom

Beton Dirojok Menggunakan Besi atau

Bambu

32

Gambar

5.32

Hasil Pengecoran Kolom

32

Gambar

5.33

Perakitan tulangan balok

33

Gambar 5.34 Perangkaian Tulangan Balok Keliling/Ring di Atas Dinding

33

Gambar 5.35 Urutan Pengecoran Balok Keliling/Ring

34

Gambar

5.36

35

Gambar

5.37

35

Gambar

5.38

36

Gambar

5.39

36

DAFTAR TABEL

Konstruksi Rumah Sederhana

Tabel

6.

1

37

Tabel

6.

2

40

Tabel

6.

3

43

Tabel

6.

4

45

Tabel

6.

5

47

KATA PENGANTAR

Konstruksi Rumah Sederhana

Guna menunjang program pemerintah dalam penyediaan infrastruktur perdesaan, Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerbitkan buku panduan sederhana berjudul “Konstruksi Rumah Sederhana” dengan tujuan untuk membantu pelaksana pembangunan rumah sederhana bagi penduduk perdesaan dalam merencanakan, melaksanakan dan memperkirakan besar biaya pekerjaan konstruksi secara sederhana. Dalam buku Panduan ini dibahas pengenalan bahan bangunan, peralatan yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi rumah sederhana, serta bagaimana urutan pekerjaan dalam membangun rumah sederhana. Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar perbandingan pekerjaan yang benar dan yang salah, sehingga memudahkan dalam pelaksanaan pembangunan. Materi dalam Buku Panduan ini telah diuji penerapannya di Desa Sindang Pakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat. Namun demikian kami tetap mengharapkan masukan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan pihak lainnya untuk menyempurnakan buku panduan ini.

Jakarta,

Oktober 2016

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

buku panduan ini. Jakarta, Oktober 2016 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dr. Ir. M Basuki

Dr. Ir. M Basuki Hadimoeljono, MSc

A. PENDAHULUAN

Konstruksi Rumah Sederhana

1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi. Untuk itu setiap konstruksi yang dibangun harus mampu bertahan terhadap gempa bumi yang terjadi. Konstruksi yang dibangun dengan benar sesuai SNI merupakan salah satu cara mitigasi bencana untuk meminimalisir korban jiwa apabila terjadi bencana gempa bumi. Konstruksi bangunan rumah sederhana dijelaskan secara terperinci di dalam modul ini. Setelah membaca dan mengikuti pengarahan modul ini pengguna akan mengerti dan mampu mengerjakan pembangunan rumah sederhana. Dalam pembangunan rumah sederhana hendaklah mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.5/PRT/M/2016, sehingga konstruksi rumah yang terbangun sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.

2. Maksud dan Tujuan

Peserta diharapkan dapat mengerti dan mampu mengerjakan pembangunan rumah sederhana. Selain itu, tujuan dari modul ini adalah untuk memberikan

panduan kepada masyarakat agar dapat mewujudkan bangunan rumah tinggal tunggal yang lebih aman terhadap dampak kerusakan yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi.

B. GAMBARAN TEKNOLOGI Konstruksi rumah sederhana harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. SNI 1726:2012 tentang Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur

bangunan gedung dan non gedung.

2. SNI 2847:2013 tentang Persyaratan Beton Bertulang Untuk Bangunan Gedung

3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 5/PRT/M/2016.

C. BAHAN Bahan bangunan yang dipergunakan dalam pembangunan bangunan tahan gempa harus berkualitas baik dan proses pengerjaan yang benar.

1) Beton

Konstruksi Rumah Sederhana

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat campuran beton adalah:

1)

Campuran beton terdiri dari 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil : 0,5 air. Perlu diperhatikan penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit dan disesuaikan agar beton dalam keadaan pulen (tidak terlalu encer dan tidak

terlalu kental).

Dicampur / aduk secara merata Tambahkan air Kerikil Semen Pasir
Dicampur / aduk
secara merata
Tambahkan air
Kerikil
Semen
Pasir

1 semen : 2 pasir : 3 kerikil

air Kerikil Semen Pasir 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil air secukupnya dituang sedikit

air secukupnya dituang sedikit demi sedikit

: 3 kerikil air secukupnya dituang sedikit demi sedikit Dicampur/diaduk secara merata Gambar 3.1 Pencampuran Beton

Dicampur/diaduk secara merata Gambar 3.1 Pencampuran Beton

Konstruksi Rumah Sederhana

X
X

Gambar 3.2 Pengujian Sederhana Dengan Meletakkan Campuran Beton di Tangan

Sederhana Dengan Meletakkan Campuran Beton di Tangan X X Gambar 3.3 Pengujian Sederhana Dengan Menggunakan
X
X
X
X

Gambar 3.3 Pengujian Sederhana Dengan Menggunakan Cetakan dan Mengukur Selisih Ketinggian dengan Cetakan

2)

Ukuran kerikil yang baik maksimum 20 mm dengan gradasi yang baik.

kerikil yang baik maksimum 20 mm dengan gradasi yang baik. Gambar 3.4 Diameter Kerikil Yang Baik

Gambar 3.4 Diameter Kerikil Yang Baik Untuk Campuran Beton

3)

Konstruksi Rumah Sederhana

Semen yang digunakan adalah semen tipe 1 yang berkualitas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

berkualitas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI 15-2049-2015 Gambar 3.5 Contoh Semen Tipe 1 Memenuhi

SNI 15-2049-2015

Gambar 3.5 Contoh Semen Tipe 1 Memenuhi SNI 15-2049-2015

2)

Mortar Campuran volume mortar memiliki perbandingan 1 semen : 4 pasir bersih :

air secukupnya. Pasir yang dipergunakan sebaiknya tidak mengandung lumpur kaena lumpur dapat mengganggu ikatan dengan semen.

1.

Bahan dasar mortar:

ikatan dengan semen. 1. Bahan dasar mortar: Pasir 4 ember Semen 1 ember Gambar 3.6 Bahan

Pasir 4 ember

Semen 1 ember

Gambar 3.6 Bahan Dasar Mortar

2. Proses Mencampur:

2. Proses Mencampur: a. Aduk pasir dan semen secara merata Konstruksi Rumah Sederhana b. Tambahkan air

a. Aduk pasir dan semen secara merata

Konstruksi Rumah Sederhana

pasir dan semen secara merata Konstruksi Rumah Sederhana b. Tambahkan air secara bertahap Gambar 3.7 Proses

b. Tambahkan air secara bertahap

Gambar 3.7 Proses Pencampuran Mortar

Hasil campuran yang baik bilamana kekentalan cukup (tidak terlalu encer dan tidak terlalu keras/kental).

cukup (tidak terlalu encer dan tidak terlalu keras/kental). Gambar 3.8 Hasil Pencampuran Mortar Yang Baik 3)

Gambar 3.8 Hasil Pencampuran Mortar Yang Baik

3)

Batu Pondasi

Pondasi terbuat dari batu kali atau batu gunung yang keras dan memiliki banyak sudut agar ikatan dengan mortar menjadi kuat.

Batu beku

Batu lonjong

X
X

Gambar 3.9 Kualitas Batu Kali/Gunung yang Baik Digunakan Sebagai Pondasi

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 3.10 Pondasi Dari Batu Kali/Gunung 4) Batu Bata Batu bata yang digunakan

Gambar 3.10 Pondasi Dari Batu Kali/Gunung

4)

Batu Bata Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat:

1) Bagian tepi lurus dan tajam; 2) Tidak banyak retakan; 3) Tidak mudah patah; dan 4) Dimensi tidak terlalu kecil dan seragam. Selain itu, batu bata yang baik akan bersuara lebih denting ketika dipukulkan satu sama lain.

X
X

Gambar 3.11 Kualitas Batu Bata Yang Baik

X
X

Gambar 3.12 Pengujian Sederhana Kekuatan Batu Bata

Ukuran batu bata yang baik adalah sebagai berikut:

Konstruksi Rumah Sederhana

yang baik adalah sebagai berikut: Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 3.13 Ukuran Batu Bata X X X

Gambar 3.13 Ukuran Batu Bata

X X X
X
X
X

Gambar 3.14 Dimensi Batu Bata Yang Baik Digunakan Dalam Pembangunan

Konstruksi Rumah Sederhana

Sebelum batu bata dipasang, lakukan perendaman bata sekitar 5-10 menit hingga tercapai jenuh permukaan kering pada bata, kemudian dikeringkan sebelum direkatkan dengan mortar. Hal ini dilakukan agar tingkat penyerapan bata terhadap air campuran mortar tidak terlalu cepat karena pengeringan yang terlalu cepat mengakibatkan ikatan menjadi kurang kuat.

yang terlalu cepat mengakibatkan ikatan menjadi kurang kuat. Gambar 3.15 Perendaman Batu Bata Sebelum Dipasang Batu

Gambar 3.15 Perendaman Batu Bata Sebelum Dipasang

Batu bata yang baik pada saat direndam tidak mengeluarkan banyak gelembung dan tidak hancur.

5)

Kayu Kayu yang digunakan harus berkualitas baik dengan ciri-ciri:

1) Keras, 2) Kering, 3) Berwarna gelap, 4) Tidak ada retak, dan 5) Lurus.

X
X

Gambar 3.16 Kayu Yang Baik Digunakan Dalam Pembangunan

Konstruksi Rumah Sederhana

D. PERALATAN Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan pembangunan rumah sederhana adalah peralatan pertukangan dan pendukung-pendukungnya dengan masing- masing fungsinya disesuaikan untuk mewujudkan pendetailan konstruksi rumah sederhana yang akan dibahas pada bab selanjutnya.

E. PELAKSANAAN

1. Struktur Utama

Struktur utama bangunan rumah tinggal tunggal terdiri dari:

a. pondasi;

b. balok pengikat/sloof;

c. kolom;

d. balok keliling/ring; dan

e. struktur atap.

Proses konstruksi struktur utama harus memperhatikan ketepatan dimensi dan

melalui metode yang benar.

2. Pondasi Pada kondisi tanah yang cukup keras, pondasi yang terbuat dari batu kali dapat dibuat dengan ukuran sebagai berikut:

cukup keras, pondasi yang terbuat dari batu kali dapat dibuat dengan ukuran sebagai berikut: 10 cm

10 cm

Gambar 5.1 Pondasi

3. Balok Pengikat/Sloof

Konstruksi Rumah Sederhana

Balok pengikat/sloof memiliki spesifikasi sebagai berikut:

a) Ukuran balok pengikat/sloof 15 x 20 cm;

b) Diameter tulangan utama 10 mm;

c) Diameter tulangan begel 8 mm;

d) Jarak antar tulangan begel 15 cm; dan

e) Tebal selimut beton dari sisi terluar begel 15 mm.

Tulangan Utama Tulangan Begel
Tulangan Utama
Tulangan Begel

Gambar 5.2 Dimensi Tulangan Balok Pengikat/Sloof

4.

Kolom

Kolom memiliki spesifikasi sebagai berikut:

a) Ukuran kolom 15 x 15 cm,

b) Diameter tulangan utama baja 10 mm,

c) Diameter tulangan begel baja 8 mm,

d) Jarak antar tulangan begel 15 cm, dan

e) Tebal selimut beton dari sisi terluar begel 15 mm.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.3 Dimensi Tulangan Kolom 5. Balok Keliling/ Ring Balok keliling/ ring memiliki

Gambar 5.3 Dimensi Tulangan Kolom

5. Balok Keliling/Ring

Balok keliling/ring memiliki spesifikasi sebagai berikut:

a) Ukuran balok keliling/ring 12 x 15 cm;

b) Diameter tulangan utama baja 10 mm;

c) Diameter tulangan begel baja 8 mm;

d) Jarak antar tulangan begel 15 cm; dan

e) Tebal selimut beton dari sisi terluar begel 15 mm.

dan e) Tebal selimut beton dari sisi terluar begel 15 mm. Gambar 5.4 Dimensi Tulangan Balok

Gambar 5.4 Dimensi Tulangan Balok Keliling/ Ring

Pemasangan bagian ujung tulangan begel pada balok pengikat/sloof, kolom, dan balok keliling/ring harus ditekuk paling sedikit 5 cm dengan sudut 135° untuk memperkuat ikatan dengan tulangan utama.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.5 Tekukan Ujung Tulangan Begel 6. Struktur Atap Struktur atap berfungsi untuk

Gambar 5.5 Tekukan Ujung Tulangan Begel

6. Struktur Atap Struktur atap berfungsi untuk menopang seluruh sistem penutup atap yang ada di atasnya. Struktur atap terdiri dari:

a) Kuda-kuda Kayu Kuda-kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang paling panjang sekitar 12 m. Konstruksi kuda-kuda kayu harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh sehingga mampu memikul beban tanpa mengalami perubahan. Kuda-kuda kayu diletakkan di atas dua kolom berseberangan selaku tumpuan.

perubahan. Kuda-kuda kayu diletakkan di atas dua kolom berseberangan selaku tumpuan. Gambar 5.6 Kuda-kuda Kayu 18

Gambar 5.6 Kuda-kuda Kayu

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.7 Detail Kuda-kuda Kayu Ikatan antar batang pada kuda-kuda kayu diperkuat dengan

Gambar 5.7 Detail Kuda-kuda Kayu

Ikatan antar batang pada kuda-kuda kayu diperkuat dengan plat baja dengan ketebalan 4 mm dan lebar 40 mm atau papan dengan ketebalan 20 mm dan lebar 100 mm.

lebar 40 mm atau papan dengan ketebalan 20 mm dan lebar 100 mm. Gambar 5.8 Kuda-kuda

Gambar 5.8 Kuda-kuda Kayu Dengan Pengikat Plat Baja

Konstruksi Rumah Sederhana

X X X
X
X
X

Gambar 5.9 Pemasangan Plat Baja Pada Kuda-kuda Kayu

b)

Gunung-Gunung/Ampig Bingkai gunung-gunung/ampig terbuat dari beton bertulang dengan spesifikasi sebagai berikut:

1)

Ukuran bingkai 15 x 12 cm;

2)

Tulangan utama dengan diameter 10 mm;

3) Tulangan begel dengan diameter 8 mm; dan d) tebal selimut beton 10mm. Gunung-gunung/ampig terbuat dari susunan bata yang direkatkan dengan campuran mortar (perbandingan 1 semen : 4 pasir

: air secukupnya) dan diplaster. Penggunaan bahan yang ringan seperti papan dan Glassfibre Reinforced Cement (GRC) juga dianjurkan untuk meminimalkan dampak apabila gunung- gunung/ampig roboh pada saat terjadi gempa.

Konstruksi Rumah Sederhana

X
X

Bingkai beton bertulang

Gunung gunung dari pasangan bata

Gambar 5.10 Gunung-gungung /Ampig

dari pasangan bata Gambar 5.10 Gunung-gungung / Ampig Gambar 5.11 Tulangan pada Bingkai Gunung-gunung/ Ampig c)
dari pasangan bata Gambar 5.10 Gunung-gungung / Ampig Gambar 5.11 Tulangan pada Bingkai Gunung-gunung/ Ampig c)
dari pasangan bata Gambar 5.10 Gunung-gungung / Ampig Gambar 5.11 Tulangan pada Bingkai Gunung-gunung/ Ampig c)

Gambar 5.11 Tulangan pada Bingkai Gunung-gunung/Ampig

c) Ikatan Angin Ikatan angin berfungsi sebagai pengikat antar kuda-kuda kayu, antar gunung-gunung/ampig, atau antara kuda-kuda kayu dengan gunung-gunung/ampig agar berdiri tegak, kokoh, dan sejajar.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.12 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Kuda-kuda Kayu Gambar 5.13 Ikatan Angin

Gambar 5.12 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Kuda-kuda Kayu

5.12 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Kuda-kuda Kayu Gambar 5.13 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar

Gambar 5.13 Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Gunung-gunung/Ampig

Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Gunung-gunung/ Ampig Gambar 5.14 Ikatan Angin Antara Kuda-kuda Kayu dengan
Ikatan Angin Sebagai Pengikat Antar Gunung-gunung/ Ampig Gambar 5.14 Ikatan Angin Antara Kuda-kuda Kayu dengan

Gambar 5.14 Ikatan Angin Antara Kuda-kuda Kayu dengan Gunung-gunung/Ampig

Angin Antara Kuda-kuda Kayu dengan Gunung-gunung/ Ampig Gambar 5.15 Pertemuan Antara Ikatan dengan Gunung-gunung/

Gambar 5.15 Pertemuan Antara Ikatan dengan Gunung-gunung/Ampig

Konstruksi Rumah Sederhana

X X
X
X

Gambar 5.16 Detail Pertemuan Antara Ikatan Angin dengan Gunung-gunung /Ampig

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.17 Detail Pertemuan Antara Ikatan Angin dengan Gunung-Gunung/ Ampig 7. Dinding

Gambar 5.17 Detail Pertemuan Antara Ikatan Angin dengan Gunung-Gunung/Ampig

7.

Dinding Dinding berfungsi sebagai pembatas dan tidak menopang beban. Dinding terbuat dari pasangan batu bata yang direkatkan oleh spesi/siar dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir : air secukupnya. Luas dinding maksimal adalah 9 m2 sehingga jarak palling jauh antar kolom adalah 3 m.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.18 Detail Dinding Gambar 5.19 Proses Pemasangan Batu Bata Untuk Dinding Untuk

Gambar 5.18 Detail Dinding

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.18 Detail Dinding Gambar 5.19 Proses Pemasangan Batu Bata Untuk Dinding Untuk

Gambar 5.19 Proses Pemasangan Batu Bata Untuk Dinding

Untuk menambah kekuatan, dinding diplaster dengan campuran mortar

(perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir : air secukupnya) ketebalan 2

cm.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.20 Luas Maksimum Dinding dan Jarak Maksimum Antar Kolom 8. Hubungan Antar

Gambar 5.20 Luas Maksimum Dinding dan Jarak Maksimum Antar Kolom

8. Hubungan Antar Elemen Struktur Seluruh elemen struktur bangunan tahan gempa harus menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan secara proporsional. Struktur bangunan juga harus bersifat daktail/elastis sehingga dapat bertahan apabila mengalami perubahan bentuk pada saat terjadi bencana gempa. Hubungan antar elemen struktur bangunan rumah tinggal tunggal tahan gempa terdiri dari:

1)

Hubungan antara pondasi dengan balok pengikat/sloof;

2)

Hubungan antara balok pengikat/sloof dengan kolom;

3)

Hubungan antara kolom dengan dinding;

4)

Hubungan antara kolom dengan balok keliling/ring;

5)

Hubungan antara balok keliling/ring dengan kuda-kuda kayu; dan

6)

Angkur gunung-gunung.

1)

Hubungan Antara Pondasi dengan Balok Pengikat/Sloof

pondasi

angkur besi dengan jarak paling jauh tiap angkur adalah 1 m.

Untuk

menghubungkan

ke

balok

pengikat/sloof

ditanam

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.21 Hubungan Antara Pondasi dengan Balok Pengikat/ Sloof 2) Hubungan Antara Balok
Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.21 Hubungan Antara Pondasi dengan Balok Pengikat/ Sloof 2) Hubungan Antara Balok

Gambar 5.21 Hubungan Antara Pondasi dengan Balok Pengikat/Sloof

2)

Hubungan Antara Balok Pengikat/Sloof dengan Kolom Pada hubungan antara balok pengikat/sloof dengan kolom, tulangan kolom diteruskan dan dibengkokkan ke dalam balok pengikat/sloof dengan ‘panjang lewatan’ paling pendek 40 x diameter tulangan atau 40 cm (40 dikali 10 mm).

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.22 Hubungan Antara Tulangan Balok Pengikat/ Sloof dengan Tulangan Kolom Gambar 5.23

Gambar 5.22 Hubungan Antara Tulangan Balok Pengikat/Sloof dengan Tulangan Kolom

Antara Tulangan Balok Pengikat/ Sloof dengan Tulangan Kolom Gambar 5.23 Detail Hubungan Balok Pengikat/ Sloof dengan

Gambar 5.23 Detail Hubungan Balok Pengikat/Sloof dengan Kolom

3)

Hubungan Antara Kolom dengan Dinding Antara kolom dan dinding dihubungkan dengan pemberian angkur setiap 6 lapis bata. Penggunaan angkur dengan diameter 10 mm dan panjang minimal 40 cm.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.24 Hubungan Antara Kolom dengan Dinding Gambar 5.25 Pemasangan Angkur Besi Sebagai

Gambar 5.24 Hubungan Antara Kolom dengan Dinding

Sederhana Gambar 5.24 Hubungan Antara Kolom dengan Dinding Gambar 5.25 Pemasangan Angkur Besi Sebagai Pengikat Antara

Gambar 5.25 Pemasangan Angkur Besi Sebagai Pengikat Antara Kolom dengan Dinding Pada Sudut Bangunan

4)

Hubungan Antara Kolom dengan Balok Keliling/Ring

Pada hubungan antara kolom dengan balok keliling/ring, tulangan

kolom diteruskan dan dibengkokkan ke dalam balok keliling/ring

dengan ‘panjang lewatan’ paling pendek 40 x diameter tulangan

atau 40 cm (40 dikali 10 mm).

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.26 Hubungan Anatar Kolom dengan Balok Keliling/Ring X Gambar 5.27 Tulangan Kolom

Gambar 5.26 Hubungan Anatar Kolom dengan Balok Keliling/Ring

X
X

Gambar 5.27 Tulangan Kolom Yang Akan Dibengkokkan Ke Dalam Balok Keliling/Ring

5)

Hubungan Antara Balok Keliling/Ring dengan Kuda-Kuda Kayu Pengikatan kuda-kuda pada balok keliling/ring dilakukan dengan menanam angkur atau baut dengan diameter paling kecil 10 mm.

menanam angkur atau baut dengan diameter paling kecil 10 mm. Gambar 5.28 Hubungan Antara Balok Keliling/Ring

Gambar 5.28 Hubungan Antara Balok Keliling/Ring dengan Kuda-Kuda Kayu

Konstruksi Rumah Sederhana

Pengikatan kuda-kuda pada balok keliling/ring dapat juga dapat dilakukan dengan cara menanam angkur besi ke dalam balok keliling/ring kemudian angkur diputar menggunakan pipa besi.

keliling/ring kemudian angkur diputar menggunakan pipa besi. Gambar 5.29 Pengikatan Kuda-Kuda Kayu Pada Balok

Gambar 5.29 Pengikatan Kuda-Kuda Kayu Pada Balok Keliling/Ring Menggunakan Angkur

6)

Angkur Gunung-Gunung Dalam pasangan bata pada gunung-gunung diberi angkur setiap 6 lapis bata. Penggunaan angkur dengan diameter paling kecil 10 mm dan panjang minimal 40 cm.

9. Pengecoran Beton Pengecoran beton baik pada kolom maupun balok harusmemperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a) Pastikan cetakan/bekisting benar-benar rapat dan kuat/kokoh;

b) pada pengecoran kolom dilakukan secara bertahap setiap 1 m;

c) pada saat pengecoran harus dipastikan adukan di dalam cetakan padat dan tidak berongga untuk menghindari ada bagian yang keropos;

d) pelepasan cetakan/bekisting paling sedikit 3 hari setelah pengecoran.

Untuk mempermudah pelepasan cetakan/bekisting dapat menggunakan minyak yang dilumurkan ke permukaan cetakan/bekisting.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.30 Pemasangan Cetakan/Bekisting untuk Kolom 10. Pengecoran Kolom Pengecoran kolom

Gambar 5.30 Pemasangan Cetakan/Bekisting untuk Kolom

10. Pengecoran Kolom

Pengecoran kolom dilakukan secara bertahap setiap tinggi 1 m.

kolom dilakukan secara bertahap setiap tinggi 1 m. Gambar 5.31 Pemadatan Beton dengan Memukul-mukul Cetakan/
kolom dilakukan secara bertahap setiap tinggi 1 m. Gambar 5.31 Pemadatan Beton dengan Memukul-mukul Cetakan/
kolom dilakukan secara bertahap setiap tinggi 1 m. Gambar 5.31 Pemadatan Beton dengan Memukul-mukul Cetakan/

Gambar 5.31 Pemadatan Beton dengan Memukul-mukul Cetakan/Bekisting dan Campuran Beton Dirojok Menggunakan Besi atau Bambu

X
X

Gambar 5.32 Hasil Pengecoran Kolom

Konstruksi Rumah Sederhana

11. Pengecoran Balok Pada pengecoran balok keliling/ring, tulangan dirangkai di atas dinding. Cetakan/bekisting pada balok yang menggantung harus diberi penyangga di bawahnya menggunakan kayu atau bamboo yang kuat menahan beban campuran beton. Untuk balok yang menumpu pada dinding, cetakan/bekisting dapat dilepas setelah 3 hari, sedangkan untuk balok yang menggantung baru dapat dilepas setelah 14 hari.

balok yang menggantung baru dapat dilepas setelah 14 hari. Gambar 5.33 Perakitan tulangan balok Gambar 5.34

Gambar 5.33 Perakitan tulangan balok

setelah 14 hari. Gambar 5.33 Perakitan tulangan balok Gambar 5.34 Perangkaian Tulangan Balok Keliling/ Ring di

Gambar 5.34 Perangkaian Tulangan Balok Keliling/Ring di Atas Dinding

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.35 Urutan Pengecoran Balok Keliling/ Ring 12. Gambar Detail dan Potongan Detail
Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.35 Urutan Pengecoran Balok Keliling/ Ring 12. Gambar Detail dan Potongan Detail

Gambar 5.35 Urutan Pengecoran Balok Keliling/Ring

12. Gambar Detail dan Potongan Detail dan potongan untuk rumah sederhana tipe 36 (6x6m), dengan susunan fungsi ruang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemilik rumah. Bentuk atap pelana atau limasan dapat disesuaikan dengan keinginan pemilik.

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.36 Gambar 5.37 35

Gambar 5.36

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.36 Gambar 5.37 35

Gambar 5.37

Konstruksi Rumah Sederhana

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.38 Gambar 5.39 36

Gambar 5.38

Konstruksi Rumah Sederhana Gambar 5.38 Gambar 5.39 36

Gambar 5.39

Konstruksi Rumah Sederhana

F. PERKIRAAN BIAYA Berikut adalah perkiraan jumlah volume material bangunan yang digunakan untuk konstruksi rumah sederhana:

 

Tabel 6.1

 
     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA (Rp)

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN, GALIAN DAN URUGAN

       
 

Pekerjaan persiapan lahan

       

1

(pembersihan lokasi pekerjaan)

127,50

3.500,00

446.250,00

2

Pekerjaan pengukuran dan pasangan bouw plank

55,00

m1

81.420,00

4.478.100,00

3

Pekerjaan galian tanah untuk pondasi

53,96

14.720,00

794.291,20

4

Urugan tanah kembali sisi pondasi

19,29

7.300,00

140.817,00

5

Urugan tanah untuk peninggian lantai

8,27

145.600,00

1.204.112,00

6

Pekerjaan urugan pasir di bawah pondasi

3,46

185.200,00

640.792,00

7

Pekerjaan urugan pasir di bawah lantai

3,3

185.200,00

611.160,00

       

Jumlah

8.315.522,20

       

Dibulatkan

8.315.520,00

II

PEKERJAAN PONDASI DAN

       

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA (Rp)

 

BETON

     

-

1

Membuat Pondasi Batu belah 1 Pc : 5 Psr

31,21

459.320,00

14.335.377,20

 

Membuat Sloof Beton

       

2

Bertulang ( 200 KG Besi + Bekisting )

2,37

3.306.600,00

7.836.642,00

 

Membuat Kolom Beton

       

3

Bertulang ( 150 KG Besi + Bekisting )

2,23

4.697.100,00

10.474.533,00

 

Membuat Ring Balok Beton

       

4

Bertulang ( 150 KG Besi + Bekisting )

2,90

4.085.300,00

11.847.370,00

 

Membuat Plat dak topi Beton

       

5

Bertulang ( 115 KG Besi + Bekisting )

0,15

4.200.400,00

630.060,00

 

Membuat Meja dapur plat

       

6

Beton Bertulang ( 125 KG Besi + Bekisting )

0,14

4.299.400,00

601.916,00

 

Membuat Beton lantai kerja

       

7

dibawah lantai 1 PC : 3 Splt: 5 Psr

2,40

543.400,00

1.304.160,00

       

Jumlah

47.030.058,20

       

Dibulatkan

47.030.050,00

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA (Rp)

III

PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN

       

1

Pasangan dinding bata merah 1 : 3

22,65

74.720,00

1.692.408,00

2

Pasangan dinding bata merah 1 : 5

199,70

73.000,00

14.578.100,00

 

Pasangan rolaag bata merah

       

3

teras dan tangga 1:3 ( Pas. 1 Bata )

0,70

154.800,00

108.360,00

 

Dinding bata rooster 1: 5

       

4

berlubang ukrn 20 x 20 cm di tmn belakang

3,00

164.000,00

492.000,00

5

Plesteran dan aci 1 : 3

45,30

23.200,00

1.050.960,00

6

Plesteran dan aci 1 : 5

400,12

21.300,00

8.522.556,00

7

Accian

445,42

13.600,00

6.057.712,00

8

Plesteran terkstur dinding bagian depan 1:3

3

28.600,00

85.800,00

9

Ban plesteran 5 cm x 7 cm diaci

24

m1

6.000,00

144.000,00

 

Jumlah

32.731.896,00

Dibulatkan

32.731.890,00

Tabel 6.2

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

 

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA (Rp)

IV

PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING

       

1

Pasangan lantai keramik motif 30 cm x 30 cm

42,37

66.210,00

2.805.317,70

 

Pasangan lantai keramik

       

2

polos 20 cm x 20 cm u/ (KM/WC)

2,63

67.040,00

176.315,20

 

Pasangan lantai keramik

       

3

polos 30 cm x 30 cm untuk teras depan

3,00

64.210,00

192.630,00

 

Pasangan lantai keramik

       

4

polos 20 cm x 20 cm untuk teras belakang

3,00

67.040,00

201.120,00

5

Pasangan dinding keramik 20

11,50

65.890,00

757.735,00

cm

x 20 cm u/ KM (WC)

6

Pasangan dinding keramik 20

9,00

65.890,00

593.010,00

cm

x 20 cm u/ meja dapur

 

Pasangan dinding bata

       

7

tempel

1,80

112.240,00

202.032,00

8

Pasangan plint keramik 10 cm x 30 cm

60

m

1

28.010,00

1.680.600,00

       

Jumlah

6.608.759,90

       

Dibulatkan

6.608.750,00

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA (Rp)

V

PEKERJAAN ATAP

       

1

Pasangan kuda-kuda kayu borneo super 8/12

1,92

4.357.300,00

8.366.016,00

2

Pasangan gording dan nok kayu 8/12

0,65

3.522.200,00

2.289.430,00

 

Pasangan rangka atap kaso

       

3

5/7 dan reng 3/4 kayu borneo super

100,00

54.400,00

5.440.000,00

4

Pasangan jurai luar dan dalam kayu 8/12

0,18

3.522.200,00

633.996,00

5

Pasangan lisplank kayu kamper medan 3/30

23,00

m

1

61.600,00

1.416.800,00

6

Pasangan talang juray seng (BJLS) 30 dan Papan

13,00

m

1

102.110,00

1.327.430,00

7

Pasangan atap genteng beton

100,00

91.030,00

9.103.000,00

8

Pasangan nok genteng beton

17,00

m

1

97.640,00

1.659.880,00

 

Pasangan atap garasi

       

9

polycarbonate dengan rangka besi hollow

9,60

324.480,00

3.115.008,00

       

Jumlah

33.351.560,00

       

Dibulatkan

33.351.560,00

VI

PEKERJAAN PLAFON

       
 

Pasangan plafon triplek +

       

1

rangka plafon kayu borneo super 4/6

70,20

115.750,00

8.125.650,00

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA (Rp)

2

Pasangan plafon kayu ramin

3,00

217.550,00

652.650,00

 

Pasangan lis plafon kayu

       

3

profil 5 cm ( yg menempel dinding )

60,00

m

1

18.960,00

1.137.600,00

 

Pasangan lis plafon kayu 1 cm

       

4

x 4 cm ( yg menempel pada listplank )

26,00

m

1

8.840,00

229.840,00

 

Jumlah

10.145.740,00

Dibulatkan

10.145.740,00

Tabel 6.3

Konstruksi Rumah Sederhana

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

HARGA SATUAN

JUMLAH

SATUAN

Rp

HARGA

VII

PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA

       

1

Pasangan kusen kayu kamper samarinda 6/15

0,88

7.125.000,00

6.270.000,00

2

Pasangan kusen sopi-sopi kayu kamper samarinda 6/15

0,12

7.125.000,00

855.000,00

 

Pasangan daun pintu panel

       

3

double teakwood rangka kayu kamper

7,20

300.200,00

2.161.440,00

4

Pasangan daun pintu besi

1,00

Bh

459.000,00

459.000,00

5

Pasangan daun pintu dan kusen PVC (pabrikasi)

1,00

Bh

413.400,00

413.400,00

6

Pasangan daun jendela kayu kamper

8,45

144.400,00

1.220.180,00

 

Pasangan boven light di atas

       

7

kusen pintu dan jendela (25 cm x 25 cm)

5,42

Bh

367.100,00

1.989.682,00

       

Jumlah

13.368.702,00

       

Dibulatkan

13.368.700,00

VIII

PEKERJAAN PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA

       
 

Pasangan kunci pintu 2 slaag

       

1

(putaran) untuk pintu kayu dan pintu besi

5,00

Bh

239.100,00

1.195.500,00

2

Pasangan kunci pintu KM (WC) tipe alpha bulat

1,00

Bh

71.670,00

71.670,00

Konstruksi Rumah Sederhana

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

HARGA SATUAN

JUMLAH

SATUAN

Rp

HARGA

3

Pasangan engsel pintu standard 4 inci

12,00

Bh

29.770,00

357.240,00

4

Pasangan engsel jendela standard 3 inci

24,00

Bh

25.850,00

620.400,00

5

Pasangan grendel pintu dobel dan pintu garasi

4,00

Bh

53.250,00

213.000,00

6

Pasangan grendel jendela

12,00

Bh

43.250,00

519.000,00

7

Pasangan kait angin jendela

12,00

Bh

18.170,00

218.040,00

8

Pasangan tarikan jendela

12,00

Bh

39.850,00

478.200,00

9

Pasangan kaca polos 3 mm

10,29

60.070,00

618.120,30

10

Pasangan kaca polos 5 mm

10,19

79.870,00

813.875,30

       

Jumlah

5.105.045,60

       

Dibulatkan

5.105.040,00

IX

PEKERJAAN SANITAIR

       

1

Pasangan bak mandi fiber glass

1,00

Bh

361.500,00

361.500,00

2

Pasangan kloset jongkok

1,00

Bh

255.910,00

255.910,00

3

Pasangan kran air KM / WC

1,00

Bh

60.840,00

60.840,00

4

Pasangan kran air taman

3,00

Bh

60.840,00

182.520,00

5

Pasangan kran air meja dapur tipe angsa

1,00

Bh

162.950,00

162.950,00

6

Pasangan floor drain KM / WC

1,00

Bh

63.850,00

63.850,00

7

Pasangan kitchen zink meja dapur

1,00

Bh

257.050,00

257.050,00

 

Jumlah

1.344.620,00

Dibulatkan

1.344.620,00

Tabel 6.4

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA

X

PASANGAN INSTALASI AIR

       
 

Instalasi Air Bersih

       

1

Pasangan pipa PVC diameter 3/4 inci

20,00

m

1

30.440,00

608.800,00

5

Pasangan pipa PVC diameter 2 inci

10,50

m

1

17.840,00

187.320,00

8

Pasangan pipa PVC diameter 4 inci

7,50

m

1

32.710,00

245.325,00

 

Accesoris lain (lem pipa,

       

10

ampelas, sambungan, dll 10 % pipa)

1,00

Ls

104.144,50

104.144,50

11

Pekerjaan septic tank dan rembesan

1,00

Unit

5.350.480,00

5.350.480,00

12

Pasangan penyambung air bersih ke PAM

1,00

Ls

750.000,00

750.000,00

       

Jumlah

7.246.069,50

       

Dibulatkan

7.246.060,00

XI

PEKERJAAN INSTALSI LISTRIK

       

1

Pasangan instalasi titik nyala lampu kabel NYM 3 x 2,5 mm

13,00

Ttk

174.000,00

2.262.000,00

2

Pasangan instalasi daya stop kontak kabel NYM 3x2,5 mm

3,00

Ttk

159.000,00

477.000,00

3

Pasangan lampu baret 18 watt

1,00

Bh

92.600,00

92.600,00

4

Pasangan lampu SL 18 watt

4,00

Bh

60.050,00

240.200,00

5

Pasangan lampu TL 1 x 18 watt

6,00

Bh

60.950,00

365.700,00

6

Pasangan lampu taman 40 watt

2,00

Bh

157.150,00

314.300,00

Konstruksi Rumah Sederhana

     

HARGA SATUAN

JUMLAH

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

HARGA

 

lengkap dengan tiang besi diameter 2 inci

       

7

Pasangan panel listrik

1,00

Bh

320.000,00

320.000,00

8

Pasangan penyambung daya ke PLN

1,00

Ls

2.000.000,00

2.000.000,00

       

Jumlah

6.071.800,00

       

Dibulatkan

6.071.800,00

XII

PEKERJAAN PENGECATAN

       

1

Pengecatan dinding dengan cat tembok kwalitas baik

448,42

36.560,00

16.394.235,20

2

Pengecatan plafon dengan cat tembok kwalitas sedang

70,20

21.310,00

1.495.962,00

3

Pengecatan plafon Ramin dengan cat melamin

3,00

24.950,00

74.850,00

4

Pengecatan lis plank dengan cat minyak

9,20

40.250,00

370.300,00

5

Pengecatan lis plafon dengan cat minyak

6,02

40.250,00

242.305,00

6

Pengecatan kusen dengan cat minyak

41,16

40.250,00

1.656.690,00

7

Pengecatan sopi-sopi dengan cat minyak

5,13

40.250,00

206.482,50

8

Pengecatan bovenlight dengan cat minyak

10,84

40.250,00

436.310,00

9

Pengecatan daun pintu dengan cat minyak

14,40

40.250,00

579.600,00

10

Pengecatan daun jendela

16,90

40.250,00

680.225,00

Konstruksi Rumah Sederhana

HARGA SATUAN

SATUAN

Rp

JUMLAH

HARGA

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

NO. URAIAN PEKERJAAN VOLUME
NO. URAIAN PEKERJAAN VOLUME

dengan cat minyak

Jumlah

22.136.959,70

Dibulatkan

22.136.950,00

Tabel 6.5

     

HARGA SATUAN

 

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME

SATUAN

Rp

JUMLAH HARGA

XIII

PEKERJAAN LAIN-LAIN

       

1

Pembersihan lahan setelah selesai pekerjaan

127,50

7.000,00

892.500,00

       

Jumlah

892.500,00

 

Dibulatkan

892.500,00

Konstruksi Rumah Sederhana