Anda di halaman 1dari 41

TUGAAS RESUME MATERI BIOLOGI LAUT

Disusun oleh :

Nama : HANDRIANI

Nim : E1A017030

Kelas : B/V

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2019
OSENOGRAFI

OSEONOGRAFI Grapitos-Graph memberikan gambaran (diskripsi)

Ocean =Laut

Oceonography (Ingg) t.d. O'seancgrafi adl Gambaran /diskripsi dari laut secara keseluruhan.
yang dapat di pelajari dari beberapa aspck :

1. Aspek Fisika yaitu proses-proses fisik yang terjadi di laut

a. Sifat dari massa air laut

b. Percampuran massa air laut

c. Pergerakan massa air yang digambarkan sebagai (Arus, gelombag, pasang surul)
Bidang khusus yang mempelajari sifat air ini adalah Oseonografi fisik Physical
yaitu proses proses fisik yang terjadi di laut

2. Aspek Biologis, Yang mempelajari sifat organisme dan interaksi dengan sifat fisik yaitu
ttg.

a. Produktifitas

b. Abudance

c. Populasi biota Bidang khusus yang mempelajari adl, Oseonografi biologis


(Biological Oceanography)

3. Aspek Kimia, Yang mempelajari sifat-sifat kimia dari air laut ttg.

a. Distribusi dari bahan kimia,

b. Percampuran dari bahan kimia.

Bidang khusus yang mempelajari Osconografi Kimia (Chemistry Oceanography )

4. Aspek Geulugi, Yang mempelajari sifat-sifat geologi dari dasar perairan dan garis pantai
t.d
a. Sedimentasi,

c. Proses pergerakan sedimen. Bidang khusus yang mempelajari ini adalah Oseonografi
geologis (Gcological Occanography.)

Selain dari empat aspek diatas masih ada satu aspek yang ada kaitannya dengan laut
yaitu Udara yang berinteralksi dengan permukaan laut terutama transfer energi

Teksbook dari barat (Stientic) Oceanograpliy, bahwa Oceanograplhy lanya


memnbicarakan fisik dan kimianya.Di Indonesia Oceanography membicarakan fisiknya saja
sedangkan Oceanologi membicarakan selurmh aspaeknya Antara Biological Oceanography
dengan Marine Biologi sering dibedakan bahkan kelompok Biological Oceanography tidak mau
dikatakan sebagai kelompok Marine Biology Biolgy Oceanography melihat bagaimana proscs
biologi yang terjadi akibat gcrakan air dan lebih menekankan dari interaksi organisme dengan
pergerakana air yang terdiri dari produktifitas, plankthon, dan hagaimana dampak gerakan air
terhadap organisme. Sedangkan Marine biology klasifikasi/identifikasi, jenisnyakeragaman dan
lingkungan. penekanan pada sifat organismc yang hidup di laut al Terpisah/menyatunya benua
Manusia tidak bisa menghindarkan diri dari laut karena dunia ini terdiri dari Benua/pulau-pulau
yang di selingi oleh air laut. Walaupun sesurngguhnya lautan-lautan utama berlhubungan salu sama
laintetapi untuk memudahkan, Inulan di dunia dibagi menjadi

1. Lautan utama (Atlantic Occan,Indian Ocean dan pasific Ocean)

2. Lautan besar/luas (Europan mediterrancan, American mediterranean, Arctic mediterranean


dan Asiatic mediterranean)

3. Laut kecil (Baltic Sea, Hudson Bay, Red Sea dan Persian Gulf.

4. Laut-iaut kecil lain (North California dll) (trasparan 1).

Lautan tersebar tidak merata di permukaan bumi ini. Lautan menutupi lebih dari pada 80
Sea,Irish Sea,Bering Sea Japan Sea East China Sea, Gulf of % belahan bumi selatan tetapi hanya
menutupi 61 % belahan bumi utara (trasparan 2 dan 3).

Benua-benua yang ada di bumi ini sebcnanya pada awalnya bersatu Ada tiga kejadiaan yang
menyebabkan kesatuaanya
1. Cuntinenthal Driff (dasar benua -benua itu bersatu) penghanyutan benua),

2. Seafloor spreading (dasar benua yang menyebar), magma dari bawah ke atas dan
menycbar

3. Tectonic plate, sistem benua dan dasar perairan berupa lempengan. Lempengan bersifat
Tectonic plate, T.empengan yang bergerak menycbar, saling uendekati, dan patahan

 Bukti yang lain adalah jenis batuan di lihat dari berbagai benua diendapkan pada
era/zaman yang sama.

 Jenis fosil, fosil-fosil yang di dapatkan memiliki sifat yang sama.

Penyebaran dasar lautan (sea-floar spreading) tidak saja merupakan suatu bentuk sifat
dari lautan tetapi ini juga merupakan suatu hasil dari gcrakan massa tanah daratan .Lempengan
tektonik menghasilkan suatu proses yaug dikenal sebagai continenial drift Akibat dari proses ini
massa kerak bumi dipisahkan dari gerakan benua ini terutama yang menyebabkan terpisahbya
mereka dari mid-oceanic ridge.Sekitar 180.000.000 tahun yang lalu benua Afrika dan Amerika
Selatan merupakan satu daratan yang bergabung pada mid-Atlantic oceanic ridge Ketika lapisan
kerak buni pada ridge baru terbentuk, daratan ini didesak secara pcrlahan-lahan dau terpisah satu
sama lain . Kata-rata kecepatan gerkan memisah ke arah timur dan barat, terbukti seimbang .oleh
karena itu ridge ini sekarang terletak pada jarak yang sama dari kedua benua (tansparan).

Sebagaimana benua dapat didorong dan dipisahkan oleh penyebaran dasar lautan,
dermikian juga mereka dapat bergerak untuk saling mendekati .India diduga berasal dari
potongan -potongan benua kuuo Gundowanaland. Potongan -potongan ini diseret ke arah utara
sepanjang 5.000 kilometer dalam jangka waktu lebih dari 30.000.000 tahun dan akhirnya
bertabrakan dengan benua Asia. Proses tabrakan ini menghasilkan tekanan keatas yang amat
besar yang mengakibatkan terbentuknya pegunungan Himalaya seperti sekarang ini.
POSISI LAUT DI PERAIRAN INDONESIA

Perairan Indonesia terletak

1. Antara benua Asia dan Australia

2. Satu-satunya perairan didaerah katulistiwa yang menghubungkan Samudera


Pasifik dengan S, Hindia

3. Meliputi dua paparan benua (naparan Sunda dibagian barat paparan Sahul
dibagian timur

4. Dedua paparan tersebut dipisahkan olch perairan dalam lebih kurang 5000 m di
Laut Banda

5. Kedalaman air rata-rata kurang dari 75 m

6. Perairan Indonesia termasuk wilayah permukaan yang relatif tinggi yang


mempunyai pengaruh yang besar menentukan iklim Dunia

7. Iklim Indonesia berada dibawah pengaruh sistem Angin Musim Musim barat
(Desember- Februari), Musim Nopember). Warmpool (wilayah lant yang
mempunyai suhu air Timur (Juni-September), Musim Peralihan (Maret-Mei,
Okttober- November)

8. Musim Barat Umumnya aralı tiupan angin dari arah utara- timur laut yang berasal
dari samudera pasifik membelok ke arah timur disekitar grs. katulistiwa menjadi
angin arah dari barat -barat daya menuju ke Australia. Di perairan Laut jawa- laut
flores angin bertiup dauri arah barat sedangkan diperairan lant cina selatan - selat
karimata angin datang dari arah utara, oleh karena itu di wilayah Sumatera Timur,
Riau, dan Kaliuanan Barat periode ini disebut scbagai musim Utara, .Tiupan
angin musim tersebut membawa hujan ke wilayah Indonesia. Musim barat
merupakan juga musim penghujan bagi wilayah Indonesia bagian Barat, yang
curah hujannya sekitar 2-4 m/thn..Sebaliknya musim timur merupakan musim
penghujan di wilayah Indonesia Timur dengan curah hujan dibawah 2 m/thn
9. Sirkulasi Air laut lapisan permukaan, gerakan umum dari arus laut mengikuti pola
tiupan angin untuk daerah perairan Indonesia kedalaman yang bisa dipengaruhi
bervariasi antara kedalaman 25m s.d 100 m, Kecepatan arus terutama di laut jawa
75 cm/detik,

10. Salinitas 31.4-33.8 ppt di bagian barat Indonesia , sedanglkan hagian timur
salinitasnya 33,5 34,5 ppt tertinggi 35-35,8 ppt

11. Suhu air laut permukaan antara 26 C- 30 °C rata-rata 28 °C. Suhu tertinggi pada
musim peralihan (April dan -Oktober), dan suhu minimum pada musim Barat...
Pengaruh perubahan musim terhadap suhu air laut menyebabkan terjadi nya
fluktuasi triwulan dengan nilai kisaran antara 2-4 °C.Porubahan suhu air laut arah
mendatar umumnyn kecil. Khusus didaeralh terjadinya upwelling (proses naiknya
air dari lapisan yang lebih dalan) suhu air permukaan (0 meter ) dapat mencapai
nilai antara 25 C dan 27 "C. Lokasi upwelling di Indonesia , Lut Banda, selatan
selat Makasar, dan selatan Jawa, terjadi pada musim timur. Upwelling secara lokal
terjadi di beberapa tempat akibat sistem arusnya yaitu di bagian barat selatan selat
Lombok, dan daerah gugusasan karang sebeiah barat Flores.

12. ARLIND0, Arus lintas Indonesia Aliran air bawah permukaan dari Samudera
Pasifik ke Samudera Hindia melalui pcrairan jeluk Indonesia merupakan
fenomena yang menarik perhatian dunia.ARLINDO, ini didominasi oleh aliran air
bawah permukaan dengan aliran terkuatnya pada kedalaman antara 100 meter dan
300 meter yang merupakan aliran utama massa air salinitas maksimum dan massa
air salinitas minimum dari Samudera Pasifik.

Morfologi Dasar Laut Idonesia


Indonesia adalah negara kepulauan yang dipersatukan oleh wilayah lautan dengan luas
seluruh wilayah teritorial adalah 8 juta km2, mempunyai panjang garis pantai mencapai 81.000
km, hampir 40 juta orang penduduk tinggal di kawasan pesisir. Luas wilayah perairan mencapai
5,8 juta km2 atau sama dengan 2/3 dari luas wilayah Indonesia, terdiri dari Zona Ekonomi
Ekslusif (ZEE) 2,7 juta km2 dan wilayah laut territorial 3,1 juta km2. Luas wilayah perairan
Indonesia tersebut telah diakui sebagai Wawasan Nusantara oleh United Nation Convention of
The Sea (UNCLOS, 1982).
Indonesia adalah negara kepulauan yang dipersatukan oleh wilayah lautan dengan luas
seluruh wilayah teritorial adalah 8 juta km2, mempunyai panjang garis pantai mencapai 81.000
km, hampir 40 juta orang penduduk tinggal di kawasan pesisir. Luas wilayah perairan mencapai
5,8 juta km2 atau sama dengan 2/3 dari luas wilayah Indonesia, terdiri dari Zona Ekonomi
Ekslusif (ZEE) 2,7 juta km2 dan wilayah laut territorial 3,1 juta km2. Luas wilayah perairan
Indonesia tersebut telah diakui sebagai Wawasan Nusantara oleh United Nation Convention of
The Sea (UNCLOS, 1982).
Wilayah pantai dan laut Indonesia yang selain luas merupakan peluang dan sekaligus
tantangan karena dengan semakin terbatasnya sumberdaya mineral dan energi di darat dan faktor
resiko kerusakan lingkungan di darat jauh lebih besar maka perhatian kegiatan riset geologi dan
geofisika ditujukan ke laut sebagai harapan dimasa datang yang dapat mengungkapkan berbagai
kekayaan sumberdaya mineral dan energi.

a. Fisiografi Dasar Laut

Secara fisiografi wilayah laut Indonesia dapat dibagi menjadi tiga wilayah , yaitu: 1) daerah
Paparan Sunda terletak di bagian barat Indonesia; 2) Paparan Sahul di bagian timur Indonesia
dan; 3) zona transisi. Paparan Sunda meliputi daerah-daerah perairan Selat Malaka, Laut
Cina Selatan dan Laut Jawa dengan kedalaman rata-rata mencapai 120 meter membentuk
paparan sedimen yang tebal dengan penyebaran yang cukup luas. Paparan Sahul meliputi
daerah-daerah di selatan Laut Banda dan Laut Aru. Daerah ini sangat dipengaruhi oleh sistem
benua Australia, sehingga sedimen di daerah ini ditafsirkan sebagai sedimen asal kontinen
Australia. Sedangkan daerah transisi meliputi daerah-daerah perairan Laut Sulawesi, Laut
Maluku, Laut Banda dan Laut Flores.

Perbedaan yang menyolok antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur
adalah batas antara kaduanya barimpit dangan apa yang semula disebut sebagai garis wallace
(wallace line). Garis ini, yang membujur dengan arah utara-selatan melalui Selat Makasar
dan Selat Lombok (antara P. Bali dan P. Lombok), semula adalah suatu garis yang mumbatasi
fauna dan flora yang berbeda antara bagian timur dan barat, tetapi garis ini ternyata juga
mamperlihatkan bentuk fisiografi yang barbeda.

Dari kenampakkan fisiografi wilayah laut Indonesia maka dapat ditafsirkan secara
geologi bahwa perkembangan tektonik antara Indonesia bagian barat dan bagian timur
mempunyai perbedaan. Indonesia bagian barat terdiri dari beberapa pulau-pulau besar di
mana antara pulau satu dengan lainnya dipisahkan oleh laut dangkal serta mempunyai
tatanan tektonik yang lebih saderhana apabila dibandingkan dengan Indonesia bagian timur
yang terdiri dari sederetan pulau pulau berbentuk busur lengkung dengan perbedaan bentuk
relief yang sangat menonjol dan dipisahkan oleh laut dalam, yang mempunyai palung-
palung dalam dan pegunungan yang tinggi sehingga mempunyai tatanan tektonik lebih rumit.

b. Morfologi Dasar Laut

Panorama permukaan dasar laut atau morfologi merupakan gambaran dasar laut
sebagaimana yang ada di daratan, seperti kenampakkan dari : pegunungan, gunung api,
lereng, dataran, lembah, parit dan channel. Bentuk morfologi tersebut, umumnya berkaitan
dengan proses-proses geologi dari pembentukan dan perkembangannya baik secara sendiri-
sendiri maupun secara kelompok.

Berdasarkan peta batimetri Indonesia, pola batimetri yang berkembang memperlihatkan


morfologi dasar lautnya mengikuti garis pantai dan pola hasil tektonik (Gambar 1: Peta
Batimetri Indonesia). Di sekitar Paparan sunda (Selat Malaka, Laut Cina Selatan dan Laut
Jawa) berkembang morfologi paparan yang mengikuti garis pantai. Sedangkan di Kawasan
Timur Indonesia (KTI) memperlihatkan kedalaman yang besar, mulai 2000 meter (Timor
Trough) hingga lebih 7000 meter (Cekungan Weber). Pada umumnya cekungan di KTI yang
terbentuk sangat bervariasi dan terisi oleh sedimen laut dalam yang sangat tipis. Daerah
tinggian memperlihatkan bentuk tojolan-tojolan dan lembah sempit yang tajam sebagai
penciri utama batuan dasar (Basement Rock). Bentuk-bentuk tersebut tidak terlepas dari
pengaruh tumbukan intra mikrokontinen Australia dengan busur Kepuluan Banda. Proses
tersebut masih berlangsung hingga saat ini sehingga sedimen-sedimen yang ada selain
terdorong ikut penyusupan juga terakresi bahkan membentuk gunung api bawah laut (Sub-
marine volcano).

Posisi kawasan Indonesia yang terletak pada jalur tektonik tersebut telah memberi
pengaruh yang besar terhadap bentukan roman dan morfologi dasar laut Indonesia. Pengaruh
langsung tersebut adalah terbentuknya wilayah paparan, tepi margin dan busur kepulauan.
Kondisi morfologi dasar laut Indonesia mempunyai perbedaan mencolok antara kawasan
barat dan kawasan timur. Laut Jawa yang merupakan sistem Paparan Sunda (Sunda Shelf)
mempunyai kedalaman dasar laut rata-rata 130 meter, sedangkan Laut Flores dan Laut Banda
yang merupakan laut tepi mempunyai kedalaman lebih 5000 meter. Karakteristik laut dan
samudra secara umum didasarkan pada kedalaman dasar laut yang dengan mudah dapat
diamati dari nilai garis kontur peta batimetri. Untuk sistem samudra terdapat hubungan
empiris yang memperlihatkan hubungan antara kedalaman dan umur pembentukannya.
Makin tua umur samudra serta proses-proses geologi yang berjalan, akan makin dalam dasar
laut tersebut.

SIFAT-SIFAT KIMIA AIR LAUT

perairan adalah satu komponen dari sistem kehidupan di bumi, sedangkan dua komponen
lainnya adalah daratan dan atmostfr. ketiga komponen tersebut saling berinteraksi yang
menghasilkan suatu keseimbangan ekologi dan memungkinkan adanya kehidupan. Selain
sebagai media kehidupan biota air perairan terutama laut mempunyai fungsi yang sangat vital
yaitu sebagai pengatur iklim.

Air mampu berperan sebagai media kehidupan dan dalam pengaturan iklim tersebut
disebabkan oleh sifat-sifat kimia dan fisika air yang khas (unique)

Thales 9640-546 SM), seorang ahli filsafat dan ilmuwan dari yunani telah menyatakan
bahwa air laut merupakan salah satu senyawa di antara beberapa senyawa lainnya yang dapat
hadir dalam tiga fase (gas, cair, dan padat) di alam ini

Sebaran Air. dalam fase gas, air terutama terdapat di udara sebagai hasil evapors si dari
air yang berada di darat maupun di laut. Pada fase padat, air terdapat sebagai salju dan kristal-
kristal es yang terkumpul terutama di daerah kutup. Air dalam bentuk cair dijumpai terutama
terdapat di laut, danau, dan sungai.

a. Komposisi kimia air Laut.

Di Alam jarang sekali dapat dijumpai air yang banar- benar tawar, pada ummnya air
mengandung garam-garam. Pada air sungai terlarut garam-garam sebesar lebih kurang 0.01 % ,
sedangkan air laut rata- rata mempunyai kadar kandungan garam 3,5 % . ketidak murnian
sebagian besar air ini adalah karna besarnya kandungan garam. Garam-garam tersebut berasal
dari hasil erosi batu-batuan yang diangkut oleh sungai ke laut, proses itu telah berlangsung dalam
waktu tahunan geologi

Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli kimia laut, telah di ketahui adanya 11
unsur utama (mayor contituents) yang merupakan 99,9 % dari konsentrasi garam-garam
terlarut .Disamping itu masih terdapat unsar-unsur minor dan “ trace elements”yang mempunyai
konsentrasi sangat kecil di laut.

Di laut lepas perbandingan antara unsur- unsur tersebut dikatakan tetap. unsur-unsur
mungkin dapai dijumpai pada muar-muara sungai dan dari tempat yang dipengaruhi oleh
pencairan es. Garam-garam mempunyai fungsi penting dalam lingkungan kehidupan laut, dan
selain itu merupakan cadangan mineral yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan umat manusia.
komposisi garam- garam utama pembentuk air laut.

Dengan mencampur garam-garam tersebut secara proporsional kita dapat membuat air
laut (buatan) yang memdekati keadaan sebenarnya .

Untuk menggambarkan banyak kandungan garam di air laut, ahli oseanografi pada
umumnya mempergunakan dua istilah, ialah chlorinitas dan salinitas yang keduanya didasarkan
pada komposisi Untuk menggambarkan banyaknya kandungan dua istilah , ialab chiorinitas dan
salinitas vang keduanyan kimia. Karena komposisi kimia dapat dikatakan tetap, maka kita dapat
memaka unsur CI2 sebagai indeks banyaknya garan terdapat dalam satu unit volame air laut.

Chicrinitas didefinisikan sebagai banyaknya chlorine, bromine, dan Jodine, dalam satu
kilogram air laut, setelah bromine, dan jodine diganti oleh chlorine. Chlorimitas dinyatakan
dalam gr/kg . Nilai chlorinitas ini dapat dirubah menjadi salinitas, ialah banyaknya garam dalam
gram yang terdapat pada satu kilogram air laut dimana jodine dan bromine di ganti oleh chlorine
dan semua bahan organik di oksidasikan tersempurna. Salinitas biasanya dinyatakan dalam per
mil .

Suatu sampel air laut yung khas seberat 1000 g yang mengandung 35 g senyawa
-senyawa terlarut mempunyai salinitas 35 %o atau dengau kata lain, 96,5 % air laut berupa air
murni dan 3.5% zat terlarut. Salinitas lautan didaerah tropik lebih tinggi karena evaporasi lebih
tinggi, sediang salinitasnya rendah karena evaporasi lebih rendah.

Salinitas dapat dihitung dengan rumus emperis knuser, ialah 0,03+1,805 X chorinis.
Determinasi salinitas dengan metode titrasi mempunyai ketelitian sampai lebih kurang %0
Salinometer memdeteksi ketelitian chorinitas berdasarkan daya hantar listrik pada temperatur
tertentu dengan ketelitian sampai 0,005%0.

b. Elemen konservatif dan non-konservatif

jumlah suatu elemen di laut dapat dipenganuhi oleh beberapa faktor. seperi proses
fisika, proses kimia dan proses biologi. Elemen yang mempunyai perbandingan relative tetap
(konstan) dengan unsur lain di laut dinamakan clemem bersifat konservatif. Perubahan
konsetrasi elemen seperti ini hanya dimungkinkan oleh penambahan atau pengurangan air.
Sebagai contoh : salinitas. Elemen semacam ini pada umumnya tidak digunakan dalam proses
biologi.

Elemen konservatif dapat berubah konsentrasinya oleh:

a. Penguapan atau hujan

b. Terbentuknya endapan dari eiemen terlanut

c. Percampuran massa air yang mempunyai salinitas berbeda

d. Diffusi materi terlarut antara massa air satu ke massa air lainnya

e. Pergerakan massa air laut.


Salinitas dijumpai bervariasi terutama di permukaan air, dimana terjadi interaksi udara air,
diperbatasan atau pertemuan dua massa air dan daerah pantai Salinitas merupakan salah satu
faktor penting dalam mempelajari percampuran massa air.

Elemen non -konservatif, ialah elemen yang konsentrasinya di air laut bervariasi. Elemer-
elemen seperti ini pada umumnya terdapat dalam konsentrasi kecil dan tergantung dari proses
biologi. Elemen non-konservatif selain masuk dalam proses biologi, beberapa tidak tersangkut
tetapi mengendap pada periode bulanan sampai dekomposisi batuan. Elemen yang tergantung
pada proses distribusi tertentu Di permukaan air dipakai pada proses photosintesis di daerah
photik.

Contoh elemen-elemen seperi ini adalah N P dan Si

c. Gas-gas terlarut

Interaksi antara permukaan laut dengan lapisan udara di atasnya mengakibatkaa


terlarutnya gas-gas dalam air laut. Kelarutau gas-gas tersebut dibatasi oleh beberapa faktor
seperti suhu, salinitas dan tekanan, dan bila kelarutan gas mencapai titik jenuh, keadaan ini
disebut setimbang lequlibrium concentration). Menurut hukum Henry, gas akan pergi
menuju ke media yang mempunyai tekanan parsiel lebih rendah dari media semula sampal
tercapainya kesetimbangan. Karena fluktuasi salinitas pada umumnya kecil, suhu laut
merupakan faktor dominan dalam kelarutan gas. Selain itu proses turbulensi dapat
menimbulkan gelembung- gelembung gas yang dapai mempercepat kelarutan gas. Air laut
pada umumnya telah jenuh dengan gas-gas terlarut, kecuali oksigen dan karbon dioksida
yang banyak dipakai dalam proses-proses biologi.

Dua macam gas yaitu oksigen dan karbon dioksida yang larut di air laut mempunyai arti
penting dalam metabolisme. Kelarutan gas-gas dalam air adalah suatu fungsi dari suhu,
makin rendah suhu makin besar kelarutannya. Oleh kareaa itu makin dingin suatu badan air,
makin banyak oksigen yang dapat dikandungnya. Kelarutan gas didalam air tidak begitu
besar.
Pada suhu 0°C, air laut yang mempunyai salinitas 35 %o mengandung kurang lebih 8
ml/liter O2, sedangkan kandungan udara 21 ml/liter..Pada suhu 20°C, air laut yang salinitas
35 %o hanya mengandung 5,4 ml/liter O2 oksigen.

Kelarutan oksigen di laut sangat penting bagi keseimbangan kimia dan memelihara
lingkungan kehidupan organisme laut . Oksigen sangat dibutuhkan oleh hewan dan tanaman air
untuk respirasi dan fotosintesis, oleh karena itu konsentrasi oksigen di laut sangat bervariasi.

Pada lapisan sampai kedalaman 25-50 m dapat dijumpai kons. oksigen yaug mencapai dua
kali lipat dari perkiraan kons. hasil interaksi dengan udara. Hal ini disebabkau oleh proses
fotosintesis. Namun demikian kedalaman kompensasi (componsation deptl), ialah kedalaman
dimana produksi oksigen dari fotosintesis seimbang dengan konsumsi oksigen untuk respirasi,
dapat hanya mencapai kedalaman beberapa sentimeter saja dari permukaan.

Di laut dalam dapat di jumpai oksigen sebagai hasil turunnya air dingin dari lapisan atas.
Air Semacam ini mempunyai kandungan oksigen cukup tinggi dan sedikit mengandung bahan
organik. Karboa dioksida Sama keadaannyakandungan oksigen cukup tinggi dan sedikit
mengandung bahan organic.

d. karbon dioksida

Sama keadaannya dengan oksigen , karbon diosida pengaruhi pula oleh respirasi dan
forositesis biota laut. Binatang bercangkang membutuhkan karbon dioksida untuk
permbentukan cangkang.

Bila laut hanya sedikit dijurnpai karbon diolsida dalam dalam CO2 bebas, dan bikarbonat
(HCO3 ). Bila CO2 dari hasil respirasi ditambahkan kelaut, akan berlangsung reaksi

CO2 +H2O H2CO3

H2CO3 H+ +HCO3-
HCO3- H+ CO3-

dan pH laut menjadi turun karena bertambahnya konsentrasi ion Hidrogen, Pada
Fotosintesis,.Pada proses fotositesis dibutuhkan CO2 dan reaksi akan berbalik Dalam 24 jam,
fotosistesis dan respirasi mengakibatkan fluktuasi (perubahan) kandungan oksigen yang cukup
besar di laut merupakan suatu siklus. Siklus tersebut dikenal sebagai siklus karbonat atau sistem
karbonat. Dari komponen kimia tersebut diatas maka dalam melihat kondisi kimia
oseonografinya maka yang perlu di amti atau diukur kaitan dengan biota terlarut,Alkalinitas,
Ortofosfat, Nitrat, Nitrit, Amoniak.

SIFAT FISIKA AIR LAUT

1. Tekanan.

Tekanan di laut akan semakin besar dengan semakin besar dengan semakin bertambahnya
kedalaman. Setiap 10 meter kedalaman air tekanan bertambah dengan satu atmosfer, Pada
tempat terdalam di laut tercatat tekanan mencapai 1100 atmosfir.

2. Viskositas.

Viskositas pada Zat cair "normal" skan bertambah sesuai dengan kenaikan tekanan. Dapat
dimengerti bahwa semakin besar tekanan, molekul -molekul akan semakin rapat schingga
hambatan yang diterima pada porgerakan molekul akan semakin besar. Tetapi air dalam fase
cair mempunyai sifat berlawanan diana viskusitas semakin kccil dengan betambalunya
tekanan. Viskusitas minimu dicapai pada tekanan antara 500- 000 atmosfir, atau pada
kedalaman 5000 sampai 10,000 meter. Viskositas pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh
bentuk dan ikatan-ikatan antar molekul Tekanan yang dilami air pada kedalaman 5000 meter
mengakibatkan bentuk dan ikatan antar molekul air menjadi nusak, sehingga molekul-
molekul air dapar lebih bebas bergerak. Dengan kata lain molekul air menjadi lebih lebih
sempurna, dan air akan mempunyai sifat seperti cairan "normal". Viskositas bertambah besar
dengan naiknya telkanan viskositas menirin. Pada tekanan lebih dari 1000 atmosfir,
kerusakan ikatan molekul air menjaddi lebih sempurna dan air akan mempunyai sifat seperti
cairan “normal”. Viskositas bertambah besar dengan naiknya tekanan.

3. Suhu dan Salinitas

Suhu dan salinitas merupakann parameler-part penting dalam oscanografi, sehingga pada
setiap penelitian laut pengukuran dua parameter ini dilakukan. Selanjutnya suhu uau hampi
salinitas akan dibahas terpisah, dan kemudian suhu dan salinitas akan dibahas bersama.

Suhu

Suhu laut mempunyai peranan perting dalam proses-proses fisika, kimia dan biologi.
Sebagai gambaran, arus morupalan suatu proses fisila laut yang terjadi antara lain lkarena
adanya perbedaan demsitas antara massa-massa air Scdangkan denaitas sangat ditentukan
oleh suhu. Dalam proses kimia suhu mempengaruhi kecepatan reaksi unsur di laut, termasuk
pula kecepatan kelarutan unsur-unsur tersebut. Semakin tinggi suhu perairan, maka akan
semakin tinggi pula derajat kelarutan atau reaksi reaksi antara unsur atau antara senyawa
satu dengan lainnya.

Pada kegiatan usaha perikanan, peranan suhu dapat ikut menentukan keherhasilan
penangkapan ikan berbagai kedalaman diketahui, maka dapat diduga ikan. Keadaan tersebut
disebabkan oleh sifat ikan yang menyukai hidup pada tempat-tempat tertentu tempat
gerombolan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu laut.

Radiasi matahari dan penguapan merupakan faktor-faktor yang paling berperan dan
menentukan besmya suh perairan .beberapa faktor lain seperti proses kimia, proses biologi
pergerakan arus dan panas yang berasal dari pusat bumi , mempunyai peranan sangat kccil
terhadap suhu perairan.

Berdasarkan pengamatan yang pernah dilakukar , suhu laut bervariasi di perairan perairan
di dunia ini berkisar antara 35° C sampai -2 C. Untuk perairan di daerah tropis seperti
Indonesia, variasi yang terjadi adalah kecil.

a. Penyebaran suhu vertical

Penyebaran suhu vertikal yamg dimaksud adalah perubahan -perubahan yang


terjadi menurut kedalaman. Pada suatu perairan yang tenang ( tidak ada angin dan
gelombang) dan mempunyai sifat-sifat seragam Temanaskan lapisan permukaan.
Intensitas rndiasi matahari semakin rendah ke arah bawah karena adanya faktor-faktor
pengurangan yang dikenal sebagai atternation. Atternation adalah pengurangsan
intensitas radisi matahari olrh proses penyerangan dan pembauran.

Panas dari lapisan yang langsung terkene radiasi matahari ini kemudian
dirambatkan secara molekuler (dari molekul ke molekul ) ke lapisan di bawahnya.
Kecepatan rambat panas ini diketahui sangat lambat sekali. Bila pada keadaan seperti ini
dilakukan pengukuran suhu maka akan didapatkan penyebarannya menurut kerdalaman
seperti terlihat pada tabel (ada di transparan atau di papan tulis).

Keadaan penyebaran sulu tersebut tidak akan berubah selama perairan masih tetap
tenang Hal ini disebabkan karena lapisan air di bagian atas yang lebih panas mempunyai
densitas lebih kecil dari lapisan di bawahnya Dengan perkataan lain , semakin ke dalam
densitas air semakin besar yang menyebabkan terbentuknya perairan yang stabil.

Perairan stahil seperti digambarkan di atas sangat jarang diketemukan di alam.


Apabila angin bertiup di bagian atas perairan , maka lapisan air bagian atas akan turut
bergorak sosuai debgab arah angin. Gerakan tersebut akan diteruskan ke lapisan air. Tebal
lapisan teraduk sangat tergantung pada kecepatan serta lamanya angin bertiup. Proses
pengadukan pada lapisan tersebut mengakibatkan meratanya suhu air. Dengan perkataan
lain terjadi lapisan homogin pada bagian atas perairan. Pada keadaan seperti tersebut,
penyebaran suhu menurut kedalaman adalah seperti yang terlihat pada gambar (di
taransparansi atau di papan tulis)

Air pada bagian bawah lapisan homogin tidak sempat mengalami perubahan
suhu , sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan suhu yang cukup besar deugan
lapisan air di atasnya.

Lapisan dimana terjadinya perubahan suhu secara mendadak ini dikenal sebagai
lapisan thermocline. Dibawah lapisan thermoclin, peruhahan suhu akan terjadi secara
lambat sehingga lapisan tersebut dapat dkatakan hampir homogin.

Lapisan thermocline mempunyai peranan penting terutama dalam bidang


perikanan. Keadaan tersebut sebagai akibat dari perubahan suhu yang menjolok dan
menyebabkan juga perubahan densitas yang menyolok. Karena perbedaan densitas yang
besar tersebun, maka lapisan thermocline merupakan mlapisan yang sangat stabil lapisan
homogin Dengan sifat yang khas itu, thermoclinc dapat berperan sebagai lapisan
pembatas yang menyebabkan lapisan homogin di atas mempunyai sifat sifat kimia , fisika
dan biologi yaug berlainan dari lapisan homogin dibawah thermocline.

Pada setiap perairan, tebal lapisan homogi atau kedalaman lapisan thermoeline
akan berbeda- beda. Di perairan Indonesia bagian timur, lapisan thermocline terdapat
pada kedalanan antara 80 sampai 120 meter. Di laut Jawa sulit dijumpai lapisan
thernocline. Hail ini disebabkan antara lain oleh cepatnya angin bertiup serta serta
dangkalnya perairan . Rata-rata kedalaman laut Jawa adalah 45 meter.

Penyebaran suhu horisontal.

DINAMIKA MASSA AIR LAUT

Dianamika massa air laut, hkususnya massa air laut di daerah pantai sangat dipengaruhi oleh
proses pasang surut, arus dan gelombang.

Pasang surut

Pasang surut (Pasut) merupakan fenomene naik-turunya permukaan laut (sea level) secara
berkala sebagai akibat dari adanya gaya tarik benda-benda angkasa, terutama bulan dan matahari
terhadap massa air di Bumi. Matahari mempunyai massa 27 juta kali lebih besar dari massa
bulan tetapi jaraknya sangatjath sangat jauh dari bumi (rata-rata 381,160 km) Dalam mekanika
alam semesta jarak lebih menentukan dari pada massa, oleh karenanya bulan mempunyai
peranan lebih besar dari pada matahari dalam menentukan pasut.
Semua pantai di bumi ini mengalami pasut, tetapi bervariasi dalam kisarannya (tidal range). Di
Pantai Jakarta kisaran pasut lebia kurang 1,0 m , di Surabaya lebih kurang 2,0 m di rngai
Bnyuasin (sumatera Selatan dapat mencapai 5,0 m dan di Lombok lebih kurang 2,5 selain
kisaran, variasi juga pada jenis/tipenya, yaitu:

a) Drumal tide, yaitu pasang surut yang mengalami satu kali pasang dan satu kali surut per har
T 2. hari.

b) Semi diurnal tide, yaitu pasang surut yang mengalami duakali pasang dan dua kali surul per
hari

c) Mixed fide, predominantly semi diuma, yaitu pasang eampuran dimana pasang semi diurnal
lehih dominan.

d) Mixed tide, predominautly diunal, yaitu pasang campuran d mana pasang diurnal lebih
dominan. gbr. tipe pasut lihat transparan.

Karena jarak antara dua pasang naik adalah lebih kurang 24 jam 50 menit, maka pasang naik
mengalami kelambatan lebih kurang 50 menit setiap hari. Kenyataan ini menunjukan bahwa
pasang terutama dipengaruhi oleh bulan dan tidak oleh matahari meskipun matahari lebih
besar massanya dari bulan. Hal ini disebabkan oleh letak matahar yang sangan jauh dari
Bumi.

Dilihat dari siklus bulanan, pasang surut dibagi merjadi dua, yaitu :

a. Spring tide yaitu pasang yang terjadi pada waktu bulan baru (new moon) dan bulan
penuh (full moon) gbr ada ditransparan.

b. Neap tide, yaitu pasang yang tcrjadi pada waktu perempatau bulan pertama dan
perempatan bulan ketiga Gbr. ada ditransparan.

Pasut banyak dipelajari karena kepentingan manusia di pantai, dimana pasut berfungsi
sebagai:

a. Pembatas pertumbuhan mangrove

b. Menjaga produktivitas perairan estuaria

c. Transpor dan penyebaran ikan, larva

d. Pengatur pergantian air tambak

e. Penangkapan ikan di suugai deuyan "tidal trap"

f. Penentu alur pelayaran di pelabuhan


g. Sumber energi Listrik

Pasut juga memberikan dampak negatif di pantai melalui:

a. Penyebab banjir di daerah pantai (Pasang maksimum, hujan maksimum)

b. Penyebab hilangnya ikan di tambak dekat pantai, peninggian air secara tiba-tiba karena
pasut tinggi yang didormg angin kuat sehingga air dapat masuk ke tambak Tipe dan
kisaran pasut berbeda-beda untuk setiap tempat di perairan Indonesia

Arus dan Gelombang

Arus merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dapat disebabkan oleh tiupan angin, atau
karena perbedaan dalam densitas air laut atau dapat pula disebabkan oleh gerakan bergelombang
panjang. Yang terakhir ini termasuk antara lain arus yang disebabkan oleh pasang surut (Nontji,
A., 1987)

Arus Angin

Arus permukaan atau arus oleh angin bergerak relanf lebih cepat dari pada arus tetmohalin atau
arus densitas. Arus angin bergerak horizontal sedangkan arus densitas mempunyai komponen
vertikal yang nyata. Gerakan air yang disebabkan oleh angin nampak sebagai gelombang laut,
Besamya gelombang yang disebabkan oleh angin tergantung pada kecepatan luasnya sentuhan
pada permukaan laut dan lamanya angin bertiup (Romimohtarto, 1992)

Arus angin dapat bergekombang di perairan Indonesia yaitu pada laut Cina, Laut Jawa, Laut
Flores sampai ke Laut Banda dan Laut Arafura karena laut-laut ini berada pada posisi yang
porosnya tepat dalam arah utara kedua angin musim (Wyrki, K 1961)

Arus Densitas

Sirkulasi laut dalam yang dikenal dengan sirkulasi termohalin karena gerakan okeh adanya
perbedaan -perhedaan salinitas dan suhu Jadi sırkulasi laut dalam disebut arus densitas karena
digcrakkan oleh gradaien dalam densitas air (Romimohtarto,K, 1992). Arus densitas yang dapat
berkembang di perairan Indonesia adalah pada Palung Aru, Palung Timor,Laut Maluku, Laut
Banda, Palung Mindanao Laut Timor.

Para ahli Oseanografi Australia selama dilaksanakannya Ekspedisi Samudera Hindia (HOE
International Indian Ocean Expedition, 1959-1965) mencoba menelusuri jejak air Laut Banda
setelah tenggclam disaat musim Barat. Penelusuran jejaknya menunjukan bahwa massa air
tersebut lari ke luar pada kedalaman sckitar 1000 m ke Samudera Hindia lewat Laut Timor. Hal
ini cakup mengesankan sehingga massa air Laut Banda vang lebih dikenal dengan nama Banda
Intermediate Water (Nontji A, 1987).
Internasional er Arus Pasut Gerakan air laut atau gelombang yang paling penuh energi tinggi
adalah yang disebabkan oleh pasang surut atau yang dikenal sebagai gelombang pasang surut
atau arus pasut. Arus yang disebabkan oleh pasang surut biasanya lebih banyak dapat diamati di
perairan pantai tefutama pada selat-selat yang sempit dengan kisaran pasut yang tinggi. Arus
pasut yarg berkembang diperairan Indonesia yaitu pada antara Sumatera dan Kalimantan, Selat
Maluku sampai Laut Andaman, pantai selatan Kalimantan dan pantai utara Jawa Barat Dan Arus
pasang surut terkuat yang tercatat di Indonesia adalah di selat Capalulu antara Pulau Taliabu dan
Pulau Mangole (Kep.Sula) yang kekuatannya bisa mencapai 5 m/det. Diselat-selat diantara
pulau-pulau di Nusatenggara kekuatannya bisa mencapai 2,5-3 m/det. Pada saat pasang purnama
(Nontji, A.,1987).

SUMBER DAYA HAYATI PESISIR DAN LAUT

Dilihat dari areal perairan laut naka b.ota laut dapat dilihat pada jenis habitatnya yaitu:

1. SUMBER DAYA HAYATI PESISIR (PANTAI)

Sumber daya alam pantai yang panjangnya lebih kurang 81.000 km sangat potenxial dan
produktif karena pada areal ini terdapat habitat hutan mangrove yang menipakan
ekasistem utarma dari wilayah pantai.

Ekosistsm Mangrove

Ekosistem mangrove (hutan mangrove) merupakan ekosistem perairan payau yang


didominasi oleh tanaman mangrove, yaitu tanaman angiospermae yang toleran dengan
salinitas tinggi. Ekologi hutan mangrove pada dasarnya menyerupai hutan-hutan lainnya.
Kckhasan hutan mangreve yang ditunjukkan jenis tanahnya mcnyebabkan hutan
mangrove begitu spesilik dibandingkan dengan ekcsistcm hutan lainnya. Misalnya, hutau
gre walaupu terletak di dserah tropis totapi hanya mempunyai satu lapis kuaopi dengan
zonasi flora yang jelas (dari arah laut ke pantai Avicemiu Sunnerutia, Rhizophora,
Rhzophora/Bruguiera, Bruguiera, Nypa fruticans).

Hutai mangrowe mempunyai fungsi:

a. Sebagai "nursery ground" (daerah asuhan) berbagai jenis ikan (mugilidae,


Siganidae,Lutjanidae, Clupeidae, Caranx sp) dan Crustaceae (udang, kepiting)

b. Melindungi pantai dari gempuran gelombang laut

c. Memperbaiki pertanahan pantai, karena sistem perakaran mangrove yang dapat


a).menenangkan gerakan air, b) menahan kembalinya atau hanyutnya bahan organik
lumpur serta c). menguatkan garis pantai

d. sebagai habitat berbagai hewan a) burung hidnp di tajuknya b).Nyamuk pada batang,
ranting, c) Siput dan Kerang hidup di permukaan tanah, bawah tanah dan batang scrta
akar napas hagian bawah yang terkena air. d).lkan, crustaceae, reptuil dibagian yang
terrendam air

e. Sebagai sumber makanan yang sangat potensial bagi ikan laut

f. Sebagai penghasil kayu untuk bahan dasas industri kerlas,energi, bahan penyamak.

g. Sebagai salah satu pengliasil hara dan energi bagi kehidupan biota laut.

Hutan mangrove tumbuh di hamparan yang mempunyai sifat substrat dasar yang sangat
bervariasi, mulai dari yang selalu tergenang oleh air laut hingga yang hanya kadang-
kadang saja (pasang naik tertinggi) digenangi cleh air laut. Hal ini menyehabkan semua
flora yang tumbuh di sini harus mempunyai toleransi salinitas yang tinggi, sehingga
kornunitas flora di hutan mangrove biasanya tidak terlalu beragam. Hanya flora yang
mampu mengatasi masalah salinilas tinggi saja yang mampu tumbuh di huian mangrove.
Pohcon mangrove mernecahkan masalah salinitas dengan mempinyai kelenjar garam dan
mensekresikan (gutasi) kelebihan garam lewat daun.

Sebagian besar substrat tempat umbuhnya hutan mangrove adalah tanah yang harlumpur.
Tanah tersebut hampir selalu penuh dengan air lant, sehingga lapisan tanah yang
memperoleh aerasi hanya lapisan tipis di permukaan saja. Tanah di bagian yang lebih
dalam sangat miskin akan oksigen. Pohon mangrove mengatasi masalal aerasi tanah
dengan membuat akar-akar tunjang yang banyak berfungsi dalam respirasi atau dengan
akar yang mempunyai bemtuk khusus (pneumatophore, knee root, prop root, dan
butresses root) yang memungkinkannya menerima lebih banyak oksigen dari permukaan
tanah.

Hutan mangrove sangat penling secara ekologis sebagai penyangga ekosistem laut lain
disekitarnya, misalnya ekusistem padang lamun dan ekosistem terumbu karang. Banysk
fauna dari padang lanen atau terumbu karang yang dalam sebagian dari siklus hidupnya
menempati hebita di hutan mangrove.

Hutan mangrove juga berfungsi sebagai pelindung ekosistern terumtu karang yang ada di
sekitarnya dari ancaman sedimentasi.Terumbu karang sangat rentan terhadap sedimentasi.
Sedimentasi dapat membunuh karang baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pohon angrove dengan akar-akarnya yang khas dapat "menyedot' sedimen baik yang
berasal dari Sungai maupun erosi tanah di dekatnya. Dengan berkurangnya sedimen yang
terbawa ke laut, perairan laut menjadi jernih yang sangal baik untuk lumbulunya terumbu
karang.

Secara ekonomis hutan mangrove sangat penting selagai lhabitat dari udang Panaeus
mergiriensis yang nempunyai nilai ekoncmi tinggi. Ikan-ikan 1arget yang berharga
mahal, seperti Carangicae dan Lutjanidae, juga tergantung pada keberadaan mangrove.
Dengan terlindungnya ckosistem terumbu karang oleh keberadaan mangrove, maka
wisata selam yang biasanya dilakukan di terumbu karang juga akan berkembarg.

Di Indonesia, hanyak hutan mangrove yang telah diubah fungsinya. Sebagian besar
kanversi fungsi tersebut adalah untuk pertambakan. Hampir seluruh hutan mangrove di
pantai utara Pulau Jawa telab diubah menjadi areal pertambakan (Soemodihardjo, 1996).
Hutan mangrove juga banyak yang mengalami konversi menjadi lahan pertanian,
pomukiman dan Iadang garam. Konversi lutaumangruve ke lahan pertanian biasanya
kurang berhasil karcna sifat tanahnya yang asam dan miskin oksigen.

Hutan mangrove yang sudah rusak sulit untuk direhabilitasi. Tanah mangrove sargat khas.
Bagian tanah yang subur hanya tipis di bagian atas saja. Ketika pohon-pohon mangrove
ditebang, ada kemungkinan lapisan yang tipis tersebut tererosi sehingga lapisan
dibawahnya yang muncul ke permukaan. Banyaknya sullfida besi atau pirit (FeS2) akan
membuat tanah menjadi asam ketika pirit bereaksi dengan oksigen. Ketika pirit di lapisan
dalam yang miskin oksigen, sifat kcasamannya tidak menampakkan diri. Tanah yang
terlanjur asam akan membutuhkan perlakuan kliusus sebelum dapat ditanami dengan
mangrove kembali. Pencbangan hutan mangrovc biasanya menyebabkan terjadinya
intrusi air laut ke darat dan meningkatnya sedimen daratan ke laut. Kedua hal tersebut
sangat tidak menguntungkan.

SUMBER DAYA PESISIR (LAUT DEKAT PANTAI )

Secara ekologis laut dekat pantai merupakan bagian yang paling subur. Hal ini
disebabkan karena hara yang terbawa dari daratan lewat sungai dan hara yang berasal dari hutan
mangrove, penyebar ke laut sepanjang pantai, sehingga wilayah laut ini berkumpul suberdaya
ikan yang cukup adat.

Di wilayah laut pantai terdapat berbagai ekosistem : Padang lanun, Terumbu karang

a. Padang lamun

Padang lamun merupakan ekosistem perairan dangkal yang didominansi oleh lamun,
yaitu suatu rumput-rumputan (angiospermae) yang tumbuh di laut. Ketika pasang
naik tanaman lamun tersebut membentuk suatu padang rumput di bawah air,
sedangkan ketika pasang surut tanaman lamun terekspose dan biasanya rebah ke air
yang sedikit tergenang. Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem
bahari yang paling produktif. Padang lamun biasanya terdapat di antara hutan
mangrove dan ekosistem terembu karang.

Tingkat kesuburan ekosistem ini cukup tinggi, berada pada laut dangkal. Padang
lamun merupakan tempat hidup (habitat) jenis-jenis ikan pelagais kecil, penyu, udang
dan kerang kerangan, Molusca.

Padang lamun merupakan habitat dari banyak biota laut. Lamun memberikan
perlindungan dan tempat menempel berbagai hewan dan tanaman lain. Kikuchi &
Peres (1977) membagi biota laut yang hidup dipadang lamun menjadi empat
kategori.. Kelompok pertama adalah biota yang hidup di daun lamun. Kelompok ini
terdiri dari :

a. flora cpifitik mikro- dan meiofauna yang hidup di dalamnya (Protozoa,


Foraminifera, Nematoda , Poliketa, Rotifera, Kopepoda dan Arthopoda);

b. fauna sesil (Hydrozna, Actinia, Bryozoa, Fulykea, dan Ascidia).

c. epifauna bergerak, merayap dan berjalan di daun Gastrcpoda, Polyketa,


Turbelaria, Nemertinia,Krustacea, dan beberapa Echinodermata)

d. fauna yang bergerak tetapi dapat beristirahat di daun(Mysidacea, Hydromedusac,


Sefalopuda,dan Syngnathidae (ikan-ikan tangkur).

Kelompok kedua terdiri atas biota yang menempel pada batang dan
rimpang(thizome) Biota yang termasuk kategori ini adalah , misalnya Poliketa
dan Amphipoda. Kategor ketiga, diperairan dibawah tajuk daun berupa ikan
,udang dan cumi-cumi. Hewan-hewan yang hergerak cepat ini dibagi lagi dalam
subkategori berdasarkan periode mereka tinggal di padang lamun :

a. penghuni tetap.

b. penghuni musiman.

c. penghuni temporal, dan

d. peruaya yang tak menentu.


Kategori keempet, ialah hewan-hewan yang hidup pada dan didalam sedimen.
Semua jenis bentos. baik epi maupun infauna.

Fungsi dan Manfaat Padang Lamun

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem di laut dangkal yang paling produktif
(Azkab, 1988). Ekosistem lamun juga mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan
dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal, diantaranya adalah :
1. Sebagai Produsen Primer
Tingkat produktivitas primer lamun sangatlah tinggi bila dibandingkan dengan ekosistem
lainnya yang ada di laut dangkal sepertiekosistem terumbu karang (Thayer et al, 1975).
2. Sebagai Habitat Biota
Berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan seperti alga hidup di tempat yang menurut
mereka memberikan perlindungan dan dapat dijadikan tempat menempel seperti lamun.
Disamping itu, padang lamun atau biasa disebut seagrass beds dapat juga sebagai daerah asuhan,
padang pengenbalaan dan makan dari berbagai jenis ikan herbivore dan coral fish) (Kikuchi &
Peres, 1977).
3. Sebagai Penangkap Sedimen
Daun lamun yang lebat akan memperlambat air yang disebabkan oleh arus dan ombak,
sehingga perairan di sekitarnya menjadi tenang. Rimpang dan akar padang lamun juga dapat
menahan dan mengikat sedimen, sehingga dapat menguatkan dan menstabilkan dasar
permukaan. Jadi, padang lamun selain berfungsi sebagai penangkap sedimen juga dapat
mencegah erosi (Gingsburg & Lowestan, 1958).
4. Sebagai Pendaur Zat Hara
Padang lamun memang memegang peran penting dalam pendauran berbagai zat hara dan
elemen-elemen yang langka di lingkungan laut khususnya zat-zat hara yang dibutuhkan oleh
algae epifit. Ekosistem lamun perairan dangkal mempunyai fungsi antara lain (Philips & Menez,
1988):
 Menstabilakan dan menahan sedimen-sedimen yang dibawa melalui tekanan yang satu ke
tekanan yang lain dari arus dan gelombang.
 Daun-daun padang lamun memperlambat dan mengurangi arus dan gelombang serta
mengembangkan sedimentasi.
 Memberikan perlindungan terhadap hewan-hewan muda dan dewasa yang berkunjung ke
padang lamun.
 Daun-daunnya sangat membantu organism-organisme epifit.
 Mempunyai produktivitas dan pertumbuhan yang tinggi.
 Memfiksasi karbon yang sebagian besar masuk ke dalam sistem daur rantai makanan.
Lamun juga berperan sebagai komoditi yang sudah banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat baik secara tradisional maupun secara modern (Philips & Menez, 1988). Secara
tradisional lamun telah dimanfaatkan untuk:
 Digunakan untuk kompos dan pupuk lainnya.
 Cerutu.
 Mainan anak-anak.
 Dianyam menjadi keranjang.
 Tumpukan untuk pematang.
 Mengisi kasur.
 Sebagai panganan.
 Dibuat menjadi jarring ikan.
Pada zaman modern ini, lamun telah dimanfaatkan untuk:
 Penyaring limbah
 Stabilitator pantai
 Bahan untuk pabrik kertas
 Makanan
 Obat-obatan
 Sumber bahan kimia
Kadang padang lamun membentuk suatu komunitas yang merupakan habitat bagi
berbagai jenis hewan laut. Komunitas lamun ini juga dapat memperlambat gerakan air, bahkan
ada juga jenis lamun yang dapat dikonsumsi bagi penduduk sekitar pantai.
Keberadaan ekosistem padang lamun masih belum banyak dikenal para masyarakat
umum maupun akademisi, jika dibandingkan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan
mangrove. Meskipun diantara ekosistem-ekosistem tersebut di kawasan pesisir merupakan satu
kesatuan sistem dalam menjalankan fungsi ekologisnya.

b. Ekositem Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan endapan (deposit) padat kalsium karbonat (CaCo3),


yang dihasilkan oleh lapisan epidermis karang melalui pioses sekresi yang berada di
pertengahan bawah polip karang dengan sedikit tambahan dari alga berkapur
(calcareus algae) dan oganisme- organisme yang mensekresi kalsiu karbonat
(Nybakker, 1988). Proses sekresi ini menghasilkan rangka cawan (sceletal cup),
dimana polip karang menetap. Cawan tersebut disebut calyx, dinding yang
mengelilingi cawan disebut theca dan lantai cawan disebut lempeng basal (basal
plate) (Barnes, 1980).Dari semua organisme yang mensekresi kalsium karbonat
(CaCo3), karang batu merupakan penyusun terpenting dari pembentukan terumbu .

Terumbu karang merupakan ekosistem yang unik karena hanya terdapat di


perairan tropis Bagi perairan di sekitarnya terumbu karang berperan sebagai faktor
penyubur, karang pembentuk utama terumbu karang bisa hidup bersimbiosis dengan
mono celluler algae yang berperan dalam penyediaan oksigen sebagai hasil dari
fotosintesis dan melepaskan ke dalam perairan di sekitarnya.(Wells, 1957 dalam
Sukamo, 1993)

Peranan biofisik ekosistem terumbu kararg sangat beragam di antaranya sebagai


tempat tinggal, tempat berlindung, tempat mencari makanan dan berkembang biak
bagi beragam biota laut, di samping berperan sebagai penahan gelombang terhadap
pengikisan pantai, dan penghasil sumber daya hayati yang bernilai ekonomi tinggi

Terumbu karang merupakan habitat ikan-ikan yang bernilai ekonomis yang


seperti ekor kuning, baronang, kerapu, ikan hias, pisang-pisang, udang barong, gurita,
kimah, bulu babi. Potensi terumbu karang diperkirakan 47.000 ton ikan petahun dan
ikan hias di terumbu karang lebih kurang 5000 ton /lahun (Baltkanlut, 1989 dalam
Dwiponggo).

Pengelompokan Terumbu karang

Bedasarkan tipenya, terumbu dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori (Bhatt,


1978; Veron, 1986 yaitu:

1. Terumbu Karang Pantai (fringing recfs), terdapat sepanjang pantai


dan mencapai ke dalaman tidak lebih dari 40 m. Terumbu karang ini
tumbuh keatas dan kearah laut. Pertumbuhan terbaik biasanya terdapat
dibagian yang cukup berarus, sedangkan di antara pantai dan tepi luar
terumbu, karang batu cenderung mempunyai pertumhuhan yang kurang
baik, bahkan banyak yang mati karena sering mengalami kekeringan dan
banyak endapan yang datang dari darat

2. Terumbu karang penghalang (Barrier reefs), terdapat jauh dari


pantai dan dipisahkan oleh suatu goba dengan kedaiaman dapat mencapai
40-75 m dan lebarnya puluhan kilomoter.

3. Terumbu karang cincin (atoll), berbentuk cincin yang melingkari


suatu goba. Menurut Kuenen (1950) dalam Sukarno, (1993)
kedalaman rata-rata goba di dalam atoll sekitar 45 m, Jarang sampai
100 m.

Dilihat dari habitatatnya pada dasarnya Terumbu karang dijumpai tiga macam bentuk
permukaan dasar yang menupakan habitat terumbu karang baik tipe fringing reef, barrier reef
maupun atoll yaitu bentuk permukaan dasar yang mendatar di tempat dangkal disebut dengan
istilah lokal rataan terumbu (reef flat), bentuk permukaan dasar yang miring ke arah tempat yang
lebih dalam yang disebut lereng terambu (reef slope) bisa landai bisa curam dan bentuk
permukaan dasar yang yang mendatar di tempat yang dalam disebut dasar gobs (suhmarine
terrace)

Dilihat dari pola pembentukan koloninya maka terumbu karang dapat digolongkan
menjadi

1. Kompak (Massive), membentuk padatan yang kompak .

2. Columnar, membentuk padatan tetapi memiliki percabangan yang besar

3. Encrusting, membentuk pertunasan kompak .

4. Branching, membentuk percabangan

5. Foliaceaous, membentuk lembaran seperti mahkota bunga

6. Laminar, membentuk lembaran

7. hidup bebas (free living)


Faktor faktor Pembatas Pertumbuhan Karang

Pertumbuhan dan perkembangan karang mempunyai faktor -faktor pembatas,


antara lain : faktor kecerahan, cahaya, suhu, saliaitas, pergerakan air dan substrat.
Houch, (1977); Levinton, (1982) Nybakken, (1992) mengungkapkan bahwa faktor
lingkungan mempunyai pengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan karang, adapun
taktor faktor lingkungan tersebut adalah cahaya, suhu, sedimentasi, dan aktivitas
biologi.

Kondisi lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan karang adalah suhu air
lebih dari 18 C,pada kedalam tidak lebih dari 25 m, kadar garam 30-36 %o,
pengendapan rendah, air bebas dari polusi, harus ada lebih dahulu substrat untuk
menempel (White, 1987).

Huston (1985) lebih hkusus mengungkapkan bahwa keberadaan cahaya dalam air
adalah faktor utama yang menentukan kecepatan pertumbuhan panjang dan
pertambahan bobot kerangka- karang. Dan Loya (1976) mengungkapkan pengaruh
sedimentasi terhadap terumbu karang : (1) menyebabkan kematian karang apabila
memutupi permukaan karang, (2) menghambat pertumbuhan karang secara langsung,
(3) menghambat planula karang untuk melekatkan diri dan berkembang di substrat,
serta (4) meningkatkani kemampuan karang menghadapi sedimen

Pertumbuhan

Kebanyakan terumbu karang ditemukan pada suatu lingkungan yang miskin


anorganik seperti fosfat, nitrat dai ion. Koloni karang dan zooxanthellanya mungkin
mengabsorbsi nutrien terlarut atau memperolehnya dari makanan yang tertangkap
oleh polip. Sementara itu, terumbu sendiri menerima nutrien dengan tingkat yang
rendah dari laut sekitarnya, sehingga terumbu karang harus memiliki kemampuan
yang besar untuk menyimpan atau melindungi serta mendaur ulang nutrien.

Kekeringan terlalu lama akibat surut besar mengakibatkan kematian karang


(Nybakken, 1988). Perubahan pertumbuhan dapat disebabkan oleh keadaan sinar.
Juga pengapuran tergantung pada banyaknya sinar (Dustam, 1975 dalam White, 197).
Lebih tegas McConnaughey dan Zottolli (1983) dalam Stomgren (1987), mengatakan
bahwa pertumbuhan karang tergantung pada jumlah sinar yang dapat diterima selama
siang hari.

Pada dasarnya, karang yang menempati suatu ekosistem terumbu karang,


memiliki 2 sumber bahan makanan yaitu dari lingkungan (air) dan bahan hasil
ekskresi zooxanthellae yang terdapat pada jaringan tubuh polipnya (Fang, Chen and
Chen, 1989).

Sirkulasi materi terjadi karena adanya silia yang memindahkan materi ke luar.
Silia memindahkan endapan ke pengumpil dalam polip, pada tengah cakram
memindahkan materi ke mulut menangkap mangsa dan dibawa ke mulut oleh silia
sebagian besar karang dapai menangkap mangsa dengan tentakel Lewis (1969) dalam
McConnaughey dan Zottoli (1983), mengungkapkan bahwa karang dapat menyaring
100 ml air laut per cm jaringan karang per jam.

Kerusakan Terumbu Karang

Penangkapan ikan hias dengan menggunakan potas (kalium sianida) dan bahan
berecun lain terjadi besar-besaran di sekitar tahun 1990. Pada waktu itu setidaknya
terdapat tiga perusahaan pengekspor ikan hias. Semua ikan hias ditangkap dengan
menggunakan potas. Penggunaan potas tersebut telah nengakibatkan banyak karang
memutih dan mati. Sampai saat ini, penangkapan ikan dengan potas masih terjadi
walaupun secara sembunyi-sembunyi, misalnya penangkapan ikan hias di Pantai Sira
Tanjung dan penangkapan ikan kerapu di Teluk Saleh.

Pariwisata bahari yang berkembang sangat pesat di Lombok juga berperan pada
banyak kerusakan karang di Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Pembuangan
jangkar di lokasi- lokasi wisata snorkling dan selam yang terjadi setiap hari,
menghancurkan karang. Akibat jangka panjang pembuangan jangkar bisa lebih serius
dari penggunaan potas, karena kerusakan yang ditimbulkannya cenderung meluas
dalam waktu yang singkat. Tuntutan konsumsi ikan laut di hotel-hotel, yang
meningkat dengan bertambahnya wisatawan yang datang ke NTB, juga telah
meningkatkan laju eksploitasi ikan laut. terumbu karang NTB menunjukkan gejala
adanya overfishing pada ikan-ikan terumbu karang, misalnya ikan kerapu.

Kegiatan-kegiauan lain yang bisa merusak terumbu karang secara tidak langsung
juga belum mendapat perhatian. Pemakaian insektisida dan pupuk dalam intensifikasi
pertanian bisa berakibat pada kerusakan terumbu karang. Pupuk dan bahan insektisida
yang terbawa oleh air sungai ke laut bisa merusak karang secara perlahan-lahan.
Pupuk bisa menyuburkan fitoplankton di dalam air yang mengurangi cahaya yang
diterima oleh karang, Insektisida bisa membunuh karang. Sedangkan, sedimentasi
yang dibawa sungai menghambat pertumbuhan dan reproduksi karang. Kurangnya
jumlah dan ketrampilan tenaga teknis di lapangan menupakan akar dari kurangnya
perhatian pada masalah ini.

Ancaman kerusakan terumbu karang secara alami juga pernah dilaporkan terjadi
di Lombok. Akibat eksploitasi yang berlebihan telah membuat Sekitar 1000 m karang
dilaporkan mati karena serangan siput Drupella dalam waktu kurang dari sebulan,
antara bulan Januari-Pebruari 1996. Pada bulan Mei 1996, di lokasi yang sama
ditemukan sekitar 3000 m2 sponge menutupi terumbu karang. Sponge tersebut bukan
hanya menutupi karang yang mati atau terumbu yang gundul, tetapi juga menutupi
karang yang masih hidup. Ditemukannya sejumlah bintang laut bulu seribu
Acanthaster plancii di Gili Meno dan di Senggigi juga bisa merupakan ancaman
serius jika kondisi yang ada memungkinkan bulu seribu untuk berkembang-biak
dengan pesat.

Kerusakan terumbu karang secara alami terjadi pada bulan Maret-Mei 1998,
dimana hampir semua karang yang hidup di Selat Lombok mati. Kematian massal
tersebut diduga disebabkan oleh fluktuasi suhu air laut yang meningkat, sehingga
karang menjadi mamutih (bleaching). Pemutihan karang dalam waktu yang lama (2-3
bulan) menyebabkan karang mati kekurangan energi. Dua pertiga kebutuhan energi
karang disuplai oleh hasil fotosintesis Zooxanthella yang meninggalkan jaringan
karang ketika terjadi bleaching.

Rehabilitasi terumbu karang


Sebagian besar terumbu karang di Indonesia telah rusak. Dari 371 stasion yang telah
disurvei, 42% di antaranya dalam kondisi jelek dan sekitar 6 % saja yang masih dalam kondisi
bagus (data P30 LIPI 1996). Jumlah terumbu karang yang rusak sebenarnya lebih banyak lagi
mengingat data tersebut dikumpulkan sejak pertengahan tahun delapan puluhan. Dalam kurun
waktu lima tahun saja terumbu karang yang bagus dapat berubah drastis menjadi jelek. Apalagi
kelamtian massal karang banyak terjadi di Indonesia pada lima tahun terakhir. Di awal tahun
1997, misalnya, terjadi kematian massal karang karena predaior Acanthasier plancil yang telah
mematikan hampir Kematian massal karang juga dapat terjadi karena peristiwa bleaching, seperti
yang terjadi di Selat Lombok dan wilayah pantai barat Sumatra Barat pada tahun 1998. Jika
kematian massal karang tersebut ditambahi dengan beban aktivitas destruktif manusia di terumbu
karang, maka terumbu karang yang sudah rusak akan sangat sulit pulih kemhali. semua karang di
Baluran dan Pulau Menjangan (Bachtiar et al, 997).

Rehabilitasi terumbu karang adalah sesuatu yang sangat sulit tetapi penting dan urgen.
Tanpa upaya rchabilitasi, mungkin hanya sebagian kecil saja terumbu karang yang rusak dapat
pulih kembali. Maka dari itu, pemerintah Indonesia melaksanakan suatu program nasional yang
disebut COREMAP (coral reef rehabilitation and management prograu) di 10 propinsi, di
antaranya adalah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hingga saat ini rehabilitasi terumbu karang yang sudah dilakukan di dunia adalah
dengan yang rusak agar tidak mendapat gangguan dari kegiatan jalan melindungi terumbu karang
manusia. Cara rehabilitasi ini mengandalkan datangnya larva planulla dari terumbu karang lain
(sumber larva). Diharapkan larva yang datang akan menempel dengan sempurna dan tumbuh
menjadi kokoni karang baru, jika gangguan anthropogenik dapat dihindarkan. Rehabilitasi
seperti ini memerlukan waktu yang sangat lama. Di kepulauan Seribu, misalnya, setelah banyak
karang mati karena Acanthaster plancii hanya pulih 40% ( tutupan karang hidup) setelah 15
tahun. Akan diperlukan waktu berpuluh-puluh tahun lagi jika kita mengharapkan pulihnya
ekosistem yang dapat mendekati aslinya.

Cara rehabilitasi yang lainnya adalah dengan melakukan transplantasi karang. Karang
diambil dari terumbu karang yang masih baik, dilekatkan ke blok semen dan ditanamkan di
terumbu karang yang rusak. Transplantasi karang seperti ini sudah banyak diteliti dan diuji-
cobakan, telapi belum ada yang melakukannya sebagai upaya rehabilitasi yang serius. Mahalnya
biaya yang harus dikeluarkan membuat teknik rehabilitasi ini belum capat diterapkan dalam
skala yang besar.

Para ahli ekologi terumbu karang saat ini sedang mengembangkan teknik rehabilitasi lain,
yaitu dengan memproduksi juvenil karang di dalam laboratorium dan yang entransplantasikan
juvenil tersebut ke laut. Keberhasilan teknologi ini masih belum teruji. Walaupun pada tahun
pertama ditemukan 70 % juvenil dapat bertahan hidup, tetapi diperlukan penelitian yang lebih
banyak lagi sebelum teknologi ini layak digunakan. Disamping itu, cara rehabilitasi ini
memerlukan informasi yang tepat tentang waktu pemijahan karang dan memerlukan sarana
laboratorium yang mahal. Kedua kekurangan tersebut merupakan masalah besar bagi negara-
negara miskin seperti Indonesia.

Biologi Karang

Koral terdiri dari satu jenis polip atau lebih yang menutupi pemukaan kerangka luar dari kapur
yang dihasilkan oleh epidermis. Kerangka itu tenus menerus bertambah karena tumbuh menurut
tinggi dan diameternya.

Kerangka karang tersusun alas kalsium karbonat (CaCO,) yang dihasilkan oleh epidermis pada
bagian pertengahan di bawah pelip. Proses sekresi menghasilkan kalsium karbonat berbentuk
cawan dimana polip karang menetap. Cawan tersebut dikenal dengan calyx; dinding yang
mengelilingi yang discbut tcka; lantai eawan disebut lempeng basal (basal-plate). Pada
bagianlantai terdapat dinding septa yang terbuat dari lapisan kapur yang tipis (radiating
caleareous septa). Selain berfungsi sebagai tempat hidup polip karang, kerangka juga
memberikan tempat perlindungan (Barnes, 1980).

Karang terdiri atas polip-polip yang dapat hidup berkoloni, maupun soliter. Polip karang tersusun
dari bagian lunak dan bagian keras yang berbentuk kerangka kapur. Mulntnya terletak di bagian
atas yang sekaligus berfungsi sebagai anus. Makanan dieena oleh filamen mescnterial dan sisa
makanan dikeluarkan melalui mulut. Jaringan tubuh karang terdiri dari eksoderm, mesogiea dan
endoderm. Eksoderm merupakan jaringan terluar dan diperlengkapi dengan silia, kantung lendir
(mukus) dan sejumlah nematocyst. Mesoglea adalah jaringan yang terletak antara eksoderm dan
endoderm berbentuk seperti agar-agar (Jelly). Eksoderm adalah jaringan terdalam dan scbagian
besar berisi zooxanthella (Nybakken, 1992).

Secara terinci masing-masing polip duduk dalam cawan yang disebut koralit yang bagian luarnya
disebut teka. Di tengah dasar cawan itu biasanya ada sebuah tiang atau penonjolan seperti duri
yang disebut kolumela. Dari kolumcla ke teka menjari serangkaian scpta yang sccara umum
bergantian pusisinya dengan mesenteria dari polip itu. Sepanjang hidupnya polip itu terus
membangun teka, kolumela dan septanya. Sewaktu-waktu polip itu menarik diri dari dasar
koralitnya, diendapkannya sekat horizontal atau tabula sebagai dasar yang baru bagi koralit itu
(McConnaughcy dan Zottoli, 1983).

Polip-polip dari koral berkoloni biasanya 1 sampai 3 mm diameternya; diameter polip yang
menyendiri jauh lebih panjang (McConnaughey dan Zottoli, 1983) dan Goreau et al., (1982)
mengatakan bahwa ukuran polip sangat bervariasi mulai dari ukuran 0,1 sampai lebih dari 20 cm.

Setiap polip memiliki kemampuan memperbanyak koloni dengan cara reproduksi seksual yang
menghasilkan larva yang mampu berenang bebas, menetap dan membentuk koloni baru,
reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas (cabang). Pada hampir semua spesies,
polip berada sebagai suatu individu dalam mangkuk kerangka. mengembangkan tentakel untuk
menangkap makanannya pada malam hari (Goreau et al, 1982). Beberapa diantaranya Polip dan
septa pada karang berbeda-beda bentuk dan ukurannya sehingga bentuk dan ukuran dari septa
merupakan dasar sebagai klasifikasi dan identifikasi pada jenis karang yang menghasilkan
kerangka karang. Septa yang telah mengeras digantikan oleh internal baru yang berasal dari
rongga pencernaan (Nybakken, 1992).

Klafifikasi karangmenurut Divlev (1980) adalah sebagai berikut:

Phylum : coelenterate

Kelas : Anthozoa

Sub kelas : Zooxantharia

Ordo : Scleractinia/Madreporaria

Sub ordo : Astroemina

Family : Acroporidae

Genus L acropora

Sub genus : Acropora

Spesies : Acropora nobilis (Dana, 1848)

Acropora nasuta (Dana, 1848)

Manfaat Terumbu Karang Bagi Ekosistem Laut dan Lingkungan

Terumbu merupakan endapan batuan kapur terbentuk dari kalsium karbonat, yang
merupakan senyawa yang dihasilkan oleh karang dan biota laut lainnya. Di samping banyaknya
manfaat terumbu karang bagi manusia, terumbu karang memiliki manfaat yang luas baik bagi
biota laut maupun untuk lingkungan sekitar pantai. Pada dasarnya manfaat terumbu karang dapat
terbagi menjadi tiga manfaat utama yaitu bagi perekonomian, bagi sosial dan bagi ekologi yaitu
bagi ekosistem di sekitarnya.

Jika sebelumnya telah dibahas mengenai manfaat terumbu karang secara ekonomi, pada
artikel ini akan dibahas mengenai manfaat dan peran terumbu karang untuk ekosistem laut dan
lingkungan di sekitarnya. Di bawah ini merupakan 4 manfaat utama dari terumbu karang bagi
ekosistem laut dan lingkungan, yaitu:

1. Tempat hidup biota laut

Manfaat terumbu karang bagi ekosistem laut paling penting adalah sebagai tempat hidup
atau tempat tinggal bagi hewan dan makhluk hidup lain yang berada di sekitarnya. Terumbu
karang memiliki berbagai fungsi bagi biota laut di sekitarnya, yaitu sebagai tempat tinggal,
sebagai sumber makanan, serta sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang biak. Makhluk
hidup yang berada di sekitar terumbu karang ini, saling hidup bersimbiosis bergantung satu sama
lain untuk bertahan hidup. Apabila terumbu karang rusak, maka secara langsung juga akan
merusak biota laut yang hidup di dalam terumbu karang.

2. Mencegah abrasi pantai

Melindungi daerah pesisir pantai, merupakan salah satu tugas atau manfaat hutan bakau
atau padang lamun. Ternyata terumbu karang dapat membantu tugas tersebut dengan mencegah
terjadinya abrasi oleh ombak. Terumbu karang akan membantu hutan bakau memperkecil energi
pada ombak, sehingga ombak yang sampai di pesisir pantai tidak akan merusak. Selain
membantu mencegah abrasi, terumbu karang juga dapat melindungi ekosistem yang ada di
sekitar hutan bakau dan pesisir pantai.

3. Sumber keanekaragaman hayati

Jika dibandingkan dengan ekosistem lain di laut, terumbu karang merupakan satu
ekosistem dengan tingkat keanekaragaman hayati yang paling tinggi. Keberadaan terumbu
karang karang menjadi pusat keberagaman spesies, genetik atau makhluk hidup laut dengan
tingkat ketahanan hidup yang tinggi karena saling hidup bersimbiosis. Manfaat terumbu karang
bagi kehidupan akan semakin meningkat, jika keberagaman jenis ini terjaga dengan baik.

4. Membantu mengurangi pemanasan global

Terumbu karang memiliki fungsi yang cukup besar untuk mengurangi dampak
pemanasan global. Tidak hanya manfaat terumbu karang bagi ekosistem laut, seperti layaknya
hutan terumbu karang juga dapat menyerap gas karbondioksida di udara. Karbondioksida yang
diserap akan diubah menjadi salah satu bahan baku terumbu dengan suatu reaksi kimia. Dalam
melakukan proses ini, karang dapat dibantu oleh tumbuhan bersel satu yang hidup di dalamnya.

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang sensitif dengan sedikit perubahan
iklim dan lingkungan. Jadi, berbagai perubahan lingkungan yang berasal dari alam maupun dari
aktivitas manusia di sekitarnya dapat mempengaruhi kelestarian terumbu karang. Pada dasarnya
kelestarian terumbu karang ini tidak hanya semata-mata untuk menjaga keberlangsungan hidup
biota dan ekosistem laut.

Banyaknya manfaat sumber daya laut bagi manusia yang hidup di terumbu karang juga
menjadi salah satu alasan terumbu karang harus dijaga kelestariannya. Sehingga tugas manusia
adalah menjaga kelestarian terumbu karang dengan tidak melakukan eksploitasi berlebihan,
mencemari laut dan usaha lain yang sifatnya merusak. Demikian ulasan mengenai beberapa
manfaat terumbu karang bagi ekosistem laut dan lingkungan.

SUMBER DAYA LAUT (LAUT NUSANTARA/ZEE)

Sesuai dengan undang-undang perikanan nomor 9 tahun 1985, yang disebut sumber daya ikan
adalah semua jenis biota yang hidup di air mulai dari ikan sampai rumput laut.Untuk
memudahkan maka sumber daya ikan (biota) dikelompokan sebagai berikut:
a. Sumber daya ikan demersal; hidup didasar perairan termasuk udang
b. Sumberdaya ikan pelagis kecil
c. Sumberdaya ikan pelagis besar
d. Sumberdaya ikan lainnya

Ikan Demersal

Potensi ikan demersal dilaut Nusantara sebesar 1033,7 ton

Jenis Ikan demersal utama:

Kerapu (Serramidae), Bawal putih (Pampus sp), Kakap (Lates calcar ifer), Manyung,
Bambangan (Lutjanidae), Jonaka (Lujanus johni), Kirwe (Corangoides sp), Nomei.

Ikan demersal kelumpok kedua:

Gerot-gerot (Pommadasys sp), Bawal hitam (Karmio niier), Kurisi (Holocentrum. sp), Guiamah
(Johnius ottholitoides.sp), Lencam(Trichiurus.sp), Layur (Therapon sp. Kuro(Palinemous
sp),Beronang (Sigamus) Pari (Dasyatis. sp), Cucut (lebih dari 30 spesies).

Ikan Demersal Kelompok ketiga:

Petek, Beleso, Mata besar (Pritjantus sp), Kerong-kerong (Therapon sp), Gabus Laut
(Rachycentron sp), Besot (Silago sp)

Udang merupakan ikan demersal (bahasa UL perikanan) yang istimewa, sehingga dikelompokan
tersendiri yang terdiri dari:

Udang jerbung (Bununa shimp), Penacid merguensis Idang windu Tiger shrimp (P.monodon), P.
semiculatus, Udang dogol, Endeavor Metapenaeus ensis Jenis lain Udang krosok (Parapenaeus,
Metapenaeus spp, Parapenaeopsis spp), serta udang rebon (Mycidacea dan Segestidae).

Jenis alat tangkap yang dapat digunakan /dikembangkan untuk ikan demrsal al. dogol (Danish
sciece), pukat pantai, jaring klitik jaring insang tetap dasar, tranet net rawai tetap dan bubu.

Ikan Pelagis Kecil

Kelompok ikan ini adalah yang hidup dilapis permukaan laut, bergerombol atau bergerak
scndiri- seudiri. Pada umumnya di perairan pantai territorial. Jenis ikan yang termasuk
kolompok pelagis kecil antara lain: Ikan Layang (Decapterus sp), Kembung (Rastralliger sp).
Selar (Selar sp), Lemuru, ikan layur (Trichiurus sp), Teri.

Potensi ikan pelagis kecil di laut Nusantara dan territorial scbcsar 2.580 ribu ton dan di ZEEI
sebesar 1.462 ribu ton.
Alat tangkap yang banyak digunakan adalah payang, pukat cincin , jaring insang hanyut, jarng
insang lingkar, rawai hanyut, pancing tonda, bagan.

lkan Pelagis Besar

Anggota kelompok ikan pelagis besar adalah tuna dan cakalang. Kelompok ikan ini hidup di
lant yang dalam beruaya antar Samudra. Cakalang hidup sampai kedalaman 40 m, sedangkan
tura antara 100- 200 m. Hidup bergerombol atau sendiri.

Jenis jenis yang terkenal:

Madidihang (Thunus albacores),Tuna mata besar (T obesus),Albakores (T. allalunga), Sirip biru,
blue fin Tuna (T. macoyli), Abu-abu (Longtail Tuna /T. tongol)

Perusahaan yang bermodal besar menggunakan alat tangkap pole line, long line, purse seine.

Yang berukuran kecil:

Cakalang, Skipjack (Katswomus pelamis) Kawa-kawa!Tongkol ( Euthynmus affints)Lsong


(Auxis rochel), Frigate tuna (A. Thazard)

Alat tangkap yang digunakan hkusus yang berukuran kecil oleh perusahaan yang bemodal kecil:

Troll line, pole and line, vertical line, payang (Danlsh seiue), mini purse sene, gill net.

Sumberdaya ikan lain

Yang dimaksud sumber daya ikan lain disini adalah SD ikan karang, molusca, rumput laut
Teripang dll.

Perlindungan Hukum bagi Nelayan Indonesia

Secara garis geografis Indonesia memiliki dua pertiga luas lautan daripada luas daratan.
Karena memiliki wilayah laut yang luas, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk
memajukan perekonomian Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya laut. Sayangnya, sumber
daya laut yang memiliki potensi besar belum dapat menjamin kesejahteraan bagi nelayan
Indonesia. Data yang dikeluarkan oleh BPS periode 2000-2016 jumlah rumah tangga nelayan
menurun dari tahun 2003 berjumlah 2.144.959 menjadi 965.756 pada tahun 2016. Selain itu,
sebanyak 115 perusahaan pengolahan ikan nasional gulung tikar akibat tak mendapat pasokan
ikan mengingat kapal-kapal illegal fshing langsung membawa ikan curiannya ke luar negeri.
Turunnya jumlah rumah tangga nelayan, menjadi pertanyaan yang mendasar apakah
kesejahteraan nelayan di Indonesia telah terjamin? Sehingga nelayan-nelayan yang dulunya
menjadi profesi yang utama menjadi beralih pada profesi yang lain. Salah satu faktor yang dapat
menunjang kesejahteraan nelayan adalah wadah hukum yang bertujuan untuk melindungi dan
memberdayakan nelayan. Pada dasarnya, ada empat payung hukum bagi nelayan di Indonesia
yaitu (i) UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya
Ikan, dan Petambak Garam (UU No. 7 Tahun 2016), (ii) UU No. 31 Tahun 2004 tentang
Perikanan dan perubahannya UU No. 45 Tahun 2009 (UU Perikanan), (iii) UU No. 32 Tahun
2014 tentang kelautan (UU Kelautan), dan (iv) UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan
Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan perubahannya UU No. 1 Tahun 2014 (UU
Pengelolaan WP3K).

10 Sumber Daya Alam Laut beserta Manfaatnya

Bumi adalah planet dengan kehidupan didalamnya. Setiap kehidupan di bumi, tergabung
dalam berbagai ekosistem. Ekosistem di bumi terdisi dari dua. Yaitu ekosistem darat dan
ekosistem air. Ekosistem darat adalah ekosistem yang hebiatnya di darat, seperti hutan hujan,
hutan musim, ekosistem gurun, hutan taiga, ekosistem tundra, ekosistem padang rumput, dan
hutan sabana. Sedangkan ekosistem air, adalah ekosistem yang habitatnya berada di air, seperti
ekosistem sungai, ekosistem danau, rawa- rawa, ekosistem pantai dan terumbu karang.

Setiap ekosistem memiliki sumber daya alam masing- masing. Setiap sumber daya alam,
dapat dimanfaatkan oleh manusia, untuk kepentingan manusia. Sumber daya alam dapat dibagi
menjadi sumber daya alam daratan dan lautan. Sumber daya alam daratan adalah sumber daya
alam yang berada di darat. Sedangkan sumber daya laut adalah sumber daya alam yang berada di
laut.

Potensi Kekayaan Laut

Sumber daya alam laut adalah sumber daya alam yang berasal dari laut. Laut adalah salah
satu bagian terbesar dari bumi. Laut merupakan daerah yang sepenuhnya di kelilingi oleh air.
Sehingga hanya sedikit ekosistem yang ada di laut. Walau begitu, laut menyimpan banyak
sumber daya alam. Sumber daya alam di laut sebagian besar adalah sumber daya alam yang
dapat diperbaiki. Sumber daya alam yang dapat diperbaiki adalah sumber daya alam yang dapat
berkembang biak, serta memiliki jumlah yang masih sangat banyak. Sehingga dapat dipakai
dalam waktu sangat lama, untuk kebutuhan manusia. Sedangkan sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaiki adalah sumber daya alam yang membutuhkan waktu ribuan tahun dalam proses
pembentukannya. Sehingga jumlahnya sangat terbatas. Berikut ini 8 sumber daya alam di laut.

1.Garam

Garam adalah salah satu bahan dapur yang wajib dipakai dalam memasak. Garam
mengandung yodium, yang sangat baik dalam mencegah kanker, serta menghilangkan jerawat.
Garam berasal dari air laut yang mengering, dan menyisakan hanya butiran- butiran kristal
garam. Dalam proses pembuatan, dapat dilakukan secara tradtional, dengan manfaatkan tenaga
matahari dan api. Atau dengan cara yang lebih moderen dengan memanfaatkan mesin. Madura
adalah pulau di Indonesia yang menghasilkan garam dengan kualitas baik. Hanya saja, karena
masih memakai cara traditional, maka produksi yang dihasilkan sangat sedikit.

2.Ikan

Ikan adalah salah satu makhluk hidup yang ada di laut. Ikan adalah salah satu sumber
protein bagi manusia. Ikan tergolong sumber daya yang dapat diperbaharui, karena mampu
berkembang biak. Akan tetapi, akibat dari perburuan yang tidak melihat aspek keseimbangan
ekosistem, banyak hewan- hewan laut yang mulai terancam punah. Salah satunya adalah ikan
terbang, yang telurnya di anggap sebagai makanan mewah dengan nama caviar. Selain itu,
mamalia laut seperti ikan paus juga terancam punah, akibat perburuan yang sembarangan.

3.Tumbuhan

Walaupun laut adalah daerah dengan 100% air di dalamnya, akan tetapi laut juga
memiliki tumbuhan hidup yang berfungsi sebagai tempat tinggal ikan- ikan. Bukan hanya
sebagai tempat tinggal ikan, tumbuhan laut juga memiliki fungsi yang sangat banyak bagi
manusia. Tumbuhan laut seperti rumput laut, memiliki kadar serat yang tinggi, yang dapat
membatu manusia dengan masalah pencernaan. Rumput laut juga dipakai sebagai bahan baku
pembuatan kapsul untuk obat. Selain rumput laut, terumbu karang juga merupakan jenis
tumbuhan dilaut.

4.Terumbu Karang

Terumbu karang adalah salah satu dari tumbuhan laut. Terumbu karang biasa hidup pada
perairan laut dangkal. Beberapa terumbu karang dianggap sebagai indikator kebersihan laut.
Selain itu, terumbu karang mampu menghasilkan oksigen yang berasal dari fotosintesis. Terumbu
karang memiliki banyak jenis. Setiap terumbu karang dapat menjadi rumah bagi ikan- ikan.
Dengan adanya terumbu karang, laut menjadi indah, dan dapat menjadi tempat wisata bagi
manusia.

5.Fosfat

Fosfat adalah tulang- belulang ikan yang telah mati. Tulang belulang ikan yang mati,
dikumpulkan dan dihancurkan. Tulang belulang ikan yang mengandung fosfat ini, dapat dipakai
dipakai sebagai pupuk organik.

6.Ombak

Tidak hanya makhluk hidup yang dapat dimanfaat sebagai sumber daya alam. Laut
adalah bagian dari bumi yang setiap bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
Salah satunya adalah ombak. Ombak adalah gerakan naik turun air laut, akibat adanya angin san
perbedaan ketinggian permukaan laut. Ombak dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.
Pembangkit listrik tenaga ombak, untuk di indonesia sendiri masih belum cukup dikenal. Akan
tetapi, pemakaian listrik tenaga ombak, dapat membatu memberikan pasokan listrik, di daerah-
daerah pesisir yang sulit mendapatkan akses listrik.

7.Pasang Surut Air Laut

Pasang surut air lain adalah perubahan ketinggian air laut akibat adanya gravitasi bulan.
Pasang surut air laut di manfaatkan oleh nelayan untuk bekerja. Dimana nelayan berangkat kerja
saat sedang pasang, dan pulang pada saat sedang surut. Tidak hanya itu. Pasang surut air laut
juga dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menyalakan mercusuar yang ada di tebing.
Mercusuar berfungsi sebagai pertanda bahwa ada tebih di sekitar daerah tersebut. Selain itu,
mercusuar dapar membatu kapal menentukan arah.

8.Mutiara

Mutiara adalah salah satu hasil laut yang memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi.
Mutiara berasal dari sebuah kerang. Kerang yang diberikan makanan benda- benada yang padat,
akan membungkus benda- benda tersebut dengan liurnya. Dan dalam proses tersbut, jadilah
mutiara. Mutiara di manfaatkan manusia sebagai bagian dari perhiasan. Selain itu, ekstrak dari
mutiara juga dipercaya mampu meutihkan kulit. Mutiara adalah salah satu sumber daya alam laut
yang dapat diperbaharui. Hal ini karena manusia, dapat menciptakan mutiara sendiri, dengan
cara membudidaya kerang.

9.Plankton

Beberapa ikan yang ada di laut, bukan merupakan hewan karnivora. Beberapa ikan
memakan tumbuhan laut. Seperti plankton. Plankton adalah salah satu tumbuhan air laut yang
berukuran sangat kecil. Plankton biasa dimanfaatkan sebagai campuran untuk makanan ikan hias
yang dipelihara oleh manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil, plankton tidak dapat dilihat
secara jelas oleh mata manusia.

10.Minyak Lepas Pantai

Bangkai makhluk hidup laut yang terendap selama jutaan tahun, akan menjadi minyak bumi. Hal
tersebut juga terjadi padahewan- hewan laut yang telah mati selama jutaan tahun, dna terendap di
dalam lapisan kulit bumi. Minyak bumi lepas pantai adalah, minyak bumi yang berada di dalam
laut. Minyak bumi lepas pantai di Indonesia berada di laut jawa, laut cina selatan, laut sulawesi,
dan laut malaka.

Demikian tadi 10 macam sumber daya laut. Setiap sumber daya laut ada yang dapat diperbaharui
dan ada yang tidak dapat diperbaharui. Akan tetapi, walau dapat diperbaharui, sumber daya laut
juga memiliki batasan. Jika manusia mengkonsumsi sumber daya laut secara berlebihan, akan
menyebabkan hilang suberdaya laut tersebut. Maka dari itu, penting bagi manusia menjaga
keseimbangan lingkungan. Agar tidak ada lagi sumber daya alam yang mengalami kepunahan.