Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PEMBAHASAN

4.1 Sistem Pengelasan Submerged Arc Welding(SAW)

SAW atau las busur terbenam termasuk salah satu las busur listrik, dimana busur dan
kawah las ditutupi oleh lelehan flux dan lapisan butiran-butiran flux. pada proses ini busur las
tidak terlihat, elektroda diumpankan secara kontiniu dari sebuah gulungan dengan cara yang
sama seperti pada proses GMAW.. Panas busur melelehkan logam dasar, elektroda dan fluks
terbuat dari kawah las yang dihasilkan oleh Lapisan slag cair. Lapisan slag melindungi kawah
las sampai membeku. Karena busur tidak terlihat, pengelasan dapat dilakukan tanpa
menimbulkan radiasi besar karena hal ini telah menjadi sifat dari proses busur terbuka, dan juga
menghasilkan sangat sedikit asap.

Pengelasan dengan proses SAW pada umumnya dilakukan dilakukan di


workshop/indoor , karena benda kerja dapat diletakkan dengan posisi datar untuk mempercepat
laju pengisian yang lebih tinggi. Proses pengelasan SAW juga sudah digunakan dilapangan
untuk mengelas dinding tangki penyimpanan minyak secara horizontal dengan menggunakan alat
khusus pengelasan posisi jam 3, dan juga untuk mengelas plat bola yang dirakit dilapangan dan
diatur untuk pengelasan posisi datar.

Karena penetrasi SAW dalam, proses ini tidak cocok untuk mengelas root pass tanpa
terlebih dahulu diberi penyangga las. Penyangga (backup) dapat bersifat sementara atau
permanen. Pengelasan dari Arah satu sisi dapat dilakukan dengan memberi bahan penyangga
sementara seperti batangan tembaga. fluks backup, atau pita backup khusus dari bahan fluks
atau keramik. Bahan-bahan penyangga sementara yang lain adalah batangan baja, yang juga
dapat digunakan untuk meluruskan sambungan. Penyangga ini dilepaskan sebelum mengelas
dari Arah sebaliknya.

Sambungan untuk melihat pada umumnya dirancang dengan land lebih tebal dan tanpa
celah agar dapat menopang logam las untuk pengelasan dari sisi pertama. Karena penetrasi lebih
dalam, sisi sebaliknya dapat dilas tanpa perlu di gouging . Contohnya adalah double SAW
(disingkat dengan DSW), yang dilakukan oleh pabrik-pabrik pembuat pipa.

SAW bisa digunakan dengan arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC). Tapi arus DC
lebih banyak dipakai karena penyalaan busur lebih mudah dan penetrasinya lebih dalam. Jenis
lain SAW adalah tandem arc welding, yang menggunakan dua batang elektroda sekaligus, dan
bisa dikerjakan dengan arus DC-AC atau AC-AC. Proses las SAW biasanya dikerjakan secara
otomatis. Dapat juga dilakukan secara semi-otomatis dengan gunheld tetapi kecepatan pengisian
kurang memuaskan. Flux SAW harus diganti ditempat yang hangat, kering dan harus
direkondisi untuk mendapatkan lembab (sesuai dengan petunjuk pabrik). Kawat untuk
pengelasan SAW juga mesti disimpan ditempat yang kering.