Anda di halaman 1dari 17

WRAP UP SKENARIO 2

BLOK KEDOKTERAN KELUARGA


"KUNJUNGAN RUMAH PASIEN”

Kelompok B-2

Ketua : Mia Purhayati 1102014156


Sekretaris : Ulfi Nela Yanar 1102014272
Anggota : Muhammad Faisal Indrasyah 1102014167
Nadia Dwi Putri 1102014185
Nadya Aulia 1102014187
Ranny Ayu Farisah 1102014221
Salsha Alyfa Rahmani 1102014236
Siti Alya Zafira 1102014251
Widia Siti Sarah 1102013301

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2017 – 2018
Skenario 2
KUNJUNGAN RUMAH PASIEN

Seorang dokter berkunjung ke rumah pasien laki-laki, umur 50 tahun yang sebelumnya
sudah berulang kali berkunjung ke klinik dengan keluhan batuk berulang. Pasien
mengeluh penyakitnya ini mengganggu pekerjaannya sebagai guru honorer yang
menyebabkan ia tidak bisa mengajar. Keluhan seperti ini timbul terutama saat malam
hari dan musim hujan atau cuaca dingin, dokter mendiagnosis pasien dengan asma
bronkial, karena sering berulang dan timbul hampir setiap hari dokter ingin
mengunjungi rumah pasien untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi pasien dan
keluarganya.

Pasien mempunyai kebiasaan merokok 1 bungkus per hari, menggunakan motor


sebagai sarana transportasi untuk menuju tempat kerja yang jaraknya sekitar 25 km dari
rumah.

Pasien tinggal di sebuh rumah di kawasan padat penduduk dengan ukuran 6 x 10 m


bersama keluarganya. Keluarga ini terdiri dari orangtua pasien, pasien, istri, dan dua
orang anak, yang pertama berumur 17 tahun dan yang kedua berumur 13 tahun. Anak
kedua menderita asma sama seperti ibu pasien atau neneknya. Kondisi dalam rumah
kurang pencahayaan dan ventilasi.

Sebagai dokter keluarga bagaimana pandangan saudara terhadap keluarga ini,


dan bagaimana kaitannya dengan penyakit yang diderita anggota keluarga
tersebut?

Sebagai dokter muslim, bagaimana pandangan saudara terhadap keluarga ini


dan bagaimana hak dan kewajiban pasien baik sebagai individu maupun sebagai
anggota keluarga?

1
Kata Sulit
1. Keluarga : Kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan ikatan
aturan dan emosional.

Pertanyaan dan Jawaban


1. Apa hubungan penyakit pada skenario dengan keluarga? Lalu apakah peran seorang
ayah dalam skenario ini?
Jawab: Kemungkinan akan adanya penyakit turunan (herediter) dan jika tinggal
serumah dimana salah satu anggota keluarganya memiliki penyakit yang mudah
menyebarkan virus atau bakteri hal ini sangat mungkin memengaruhi kesehatan
anggota keluarga lainnya; peran seorang ayah pada skenario ini adalah kepala keluarga
dan yang berkewajiban memenuhi nafkah keluarga.

2. Bagaimana konsep keluarga dalam Islam?


Jawab: Sakinah, mawadah, dan rohmah.

3. Bagaimana peran masing-masing anggota keluarga dalam mengontrol keadaan


penyakit?
Jawab: Mengenal penyakitnya masing-masing, mengetahui kapan harus berobat, dan
memodifikasi lingkungan rumah.

4. Apa hubungan kurang baiknya pencahayaan dan ventilasi terhadap kesehatan


keluarga?
Jawab: Jika pencahayaan dan ventilasi rumah cukup baik maka kesehatan seperti
bagian pernapasan akan baik pula karena sirkulasi udara rumah menjadi lancer dan
tidak pengap begitu juga dengan sebaliknya.

5. Apa saja faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penyakit pada keluarga?

2
Jawab: Untuk faktor internal seperti herediter dan untuk faktor eksternal seperti
kebiasaan, paparan udara kotor, kurangnya pencahayaan dan ventilasi rumah.

6. Apa peran dokter keluarga terhadap masalah penyakit keluarga?


Jawab: Preventif, kuratif, dan memperbaiki faktor eksternal.

3
Hipotesis

Konsep keluarga dalam kesehatan memiliki peran penting. Suatu penyakit dapat
dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Peran tiap individu dalam keluarga
mengenai menangani penyakit adalah mengetahui penyakitnya dan mengetahui kapan
harus berobat, Dalam pandangan Islam, konsep keluarga sendiri yaitu sakinah,
mawadah, dan rohmah.

4
Sasaran Belajar

1. Memahami dan Menjelaskan Konsep Keluarga


1.1 Definisi
1.2 Fungsi dan Peran
1.3 Siklus
1.4 Dinamika
2. Memahami dan Menjelaskan Diagnostik Holistik
3. Memahami dan Menjelaskan Konsep Keluarga dan Merawat Orangtua
dalam Pandangan Islam

5
1. Memahami dan Menjelaskan Konsep Keluarga
1.1 Definisi
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan
RI, 1988 ).
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan
adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap
anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986).

1.2 Fungsi dan Peran


Menurut WHO (1978)
1. Fungsi biologis
Meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak; memenuhi
kebutuhan gizi keluarga; memelihara dan merawat anggota keluarga.
2. Fungsi psikologis
Memberikan kasih sayang dan rasa aman; memberikan perhatian di antara
anggota keluarga; membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga;
memberikan identitas keluarga.
3. Fungsi sosialisasi
Membina sosialisasi pada anak; membina norma-norma tingkah laku sesuai
dengan tingkah perkembangan anak; meneruskan nilai-nilai keluarga.
4. Fungsi ekonomi
Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga;
pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan
keluarga; menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan
datang (misalnya pendidikan anak, jaminan hari tua).
5. Fungsi pendidikan

6
Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan
membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki;
mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam
memenuhi perannya sebagai orang dewasa; mendidik anak sesuai dengan
tingkat-tingkat perkembangannya.

Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional)


bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan
oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah
Nomor 21 Tahun 1994, yaitu

1. Fungsi Keagamaan
Memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam
kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada
kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di
dunia ini.
2. Fungsi Sosial Budaya
Dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma
tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai
budaya keluarga.
3. Fungsi Cinta Kasih
Diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta
memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
4. Fungsi Melindungi
Bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik,
sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
5. Fungsi Reproduksi
Merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara
dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga.

7
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak
sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi
dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota
masyarakat yang baik .
7. Fungsi ekonomi
Adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah
keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan
penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung
untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Memberikan kepada setiap keluarga kemampuan menempatkan diri secara
serasi, selaras, seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan yang
berubah secara dinamis.

Menurut Friedman (1998)


1. Fungsi affective
Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan sehat secara mental, saling
mengasuh, menghargai, terikat, dan berhubungan; mengenal identitas individu;
rasa aman.
2. Fungsi sosialisasi peran
Proses perubahan dan perkembangan individu untuk menghasilkan interaksi
sosial dan belajar berperan; fungsi dan peran di masyarakat; sasaran untuk
kontak sosial di dalam atau di luar rumah.
3. Fungsi reproduksi
Menjamin kelangsungan generasi dan kelangsungan hidup masyarakat.
4. Fungsi ekonomi

8
Memenuhi kebutuhan tiap anggota keluarga; menambah penghasilan keluarga
sampai dengan pengalokasian dana.
5. Fungsi perawatan kesehatan
Konsep sehat-sakit keluarga; pengetahuan dan keyakinan tentang sakit sebagai
tujuan kesehatan keluarga untuk membentuk keluarga yang mandiri.

Peran Keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat,
kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.
Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari
keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
a. Peranan ayah : berperanan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan
pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok
sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
b. Peranan ibu : ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai
pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu
kelompok dari peranan sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya.
c. Peranan anak : Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan
tingkat perkembangannya, baik fisik, mental, sosial dan spiritual.

1.3 Siklus
Duvall (1067) mengklasifikasikan siklus kehidupan keluarga menjadi 8 tahap,
yaitu
1. Tahap awal perkawinan (newly married), suatu pasangan yang baru saja
kawin dan belum mempunyai anak.

9
2. Tahap keluarga dengan bayi (birth of the first child), keluarga tersebut telah
mempunyai bayi, dapat satu atau dua orang.
3. Tahap keluarga dengan anak usia prasekolah (family with preschool children),
keluarga tersebut telah mempunyai anak dengan usia prasekolah (30 bulan
sampai 6 tahun).
4. Tahap keluarga dengan anak usia sekolah (family with children in school),
keluarga tersebut telah mempunyai anak dengan usia sekolah (6-13 tahun).
5. Tahap keluarga dengan anak usia remaja (family with teenager), keluarga
tersebut telah mempunyai anak dengan usia remaja (13-20 tahun).
6. Tahap keluarga dengan anak-anak yang meninggalkan keluarga (family as
launching centre), satu persatu anak meninggalkan keluarga, dimulai oleh anak
tertua dan diakhiri oleh anak terkecil.
7. Tahap orang tua usia menengah (parent alone in middle years), semua anak
telah meninggalkan keluarga, tinggal suami istri usia menengah.
8. Tahap keluarga usia jompo (aging family members), suami istri telah berusia
lanjut sampai dengan meninggal dunia.

1.4 Dinamika
Dinamika keluarga adalah interaksi atau hubungan pasien dengan
anggotakeluarganya dan juga bisa mengetahui bagaimana kondisi keluarga
dilingkungan sekitarnya. Keluarga diharapkan mampu memberikandukungan
dalam upaya kesembuhan pasien.
Ada empat aspek yang selalu muncul dalam dinamika keluarga
a. Tiap anggota keluarga memiliki perasaan dan idea tentang dirisendiri yang
biasa dikenal dengan harga diri atau self-esteem.
b. Tiap keluarga memiliki cara tertentu untuk menyampaikanpendapat dan
pikiran mereka yang dikenal dengan komunikasi.

10
c. Tiap keluarga memiliki aturan permainan yang mengaturbagaimana mereka
seharusnya merasa dan bertindak yang berkembangsebagai sistem nilai
keluarga.
d. Tiap keluarga memiliki cara dalam berhubungan denganorang luar dan
institusi di luar keluarga yang dikenal sebagai jalur kemasyarakat.

2. Memahami dan Menjelaskan Diagnostik Holistik


Holistik yakni memandang manusia sebagai mahkluk biopsikososial pada
ekosistemnya. Manusia terdiri dari komponen organ, nutrisi, kejiwaan dan
perilaku.Diagnosa holistik adalah tata cara diagnosa yang memperhatikan
berbagai aspek yang dimungkinkan menyebabkan penyakit pada pasien yang
bersangkutan.

Diagnosis Holistik: kegiatan untuk mengidentifikasikan dan menentukan dasar


dan penyebab (disease), luka (injury), serta kegawatan yang diperoleh dari
keluhan riwayat penyakit pasien, pemeriksaan penunjang dan penilaian internal
dan eksternal dalam kehidupan pasien dan keluarganya.Holistik merupakan
salah satu konsep yang meliputi dimensi personal, fisik, psikologi, sosial, dan
spiritual dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit. Dalam pendekatan
holistik, dipercayai bahwa kesehatan seseorang tidak hanya bergantung pada
apa yang sedang terjadi secara fisik pada tubuh seseorang, tetapi juga terkait
dengan kondisi psikologi, emosi, sosial, spiritual, dan lingkungan.

Pendekatan holistik tidak hanya mengobati gejala tetapi juga mencari penyebab
dari gejala. Pendekatan holistik untuk pengobatan pasien telah dikemukakan
oleh Percival di dalam bukunya pada tahun 1803. Kasus kesehatan dari setiap
individu perlu pendekatan secara holistik(menyeluruh). Selain individu sebagai
objek kasus, juga terkait dengan aspek fisik(biologis), psikologis, sosial, dan
kultural serta lingkungan. Masalah kesehatan individu merupakan suatu

11
komponen dari sistem pemeliharaan kesehatan dari individu yang
bersangkutan, individu sebagai bagian dari keluarga, dan sebagai bagian dari
masyarakat yang meliputi aspek biomedis, psikologis, aspek pengetahuan ,
sikap dan perilaku, aspek sosial dan lingkungan.

Lima (5) aspek dalam diagnostik holistik:


1. Aspek Personal: alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran dan persepsi
pasien.
2. Aspek Klinis: Masalah medis, diagnosis kerja berdasarkan gejala dan tanda.
3. Aspek risiko internal : seperti pengaruh genetik, gaya hidup, kepribadian,
usia, gender.
4. Aspek risiko eksternal dan psikososial: berasal dari lingkungan (keluarga,
tempat kerja, tetangga, budaya) .
5. Derajat Fungsional: kualitas Hidup Pasien. Penilaian dengan skor 1 – 5
berdasarkan disabiltas dari pasien, yaitu
Aktivitas menjalankan fungsi Skor Keterangan
sosial dalam kehidupan
Mampu melakukan pekerjaan 1 Mandiri dalam perawatan
seperti sebelum sakit diri, bekerja di dalam dan luar
rumah
Mampu melakukan pekerjaan 2 Mulai mengurangi aktivitas
ringan sehari-hari di dalam dan kerja kantor
luar rumah
Mampu melakukan perawatan 3 Mandiri dalam perawatan
diri, tapi tidak mampu diri, tidak mampu bekerja
melakukan pekerjaan ringan ringan

12
Dalam keadaan tertentu masih 4 Tidak melakukan aktivitas
mampu merawat diri, tapi kerja, tergantung pada
sebagian besar aktivitas hanya keluarga
duduk dan berbaring
Perawatan diri oleh orang lain, 5 Tergantung pada pelaku rawat
hanya berbaring pasif

3. Memahami dan Menjelaskan Konsep Keluarga dan Merawat Orangtua


dalam Pandangan Islam
Keluarga muslim adalah keluarga yang meletakkan segala aktivitas
pembentukan keluarganya sesuai dengan syari’at Islam yang berdasarkan al-
Quran dan as-Sunnah. Keluarga tersebut dibangun di atas aqidah yang benar
dan semangat untuk beribadah kepada Allah serta semangat untuk
menghidupkan syiar dan adab-adab Islam Islam sebagaimana telah dicontohkan
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Pentingnya keharmonisan keluarga yang paling berpengaruh buat pribadi dan


masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran.
Allah dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat
manusia untuk menetap dan tinggal dengan tentram di dalamnya. Sebagaimana
Allah Ta’ala berfirman:

ْ‫سكُمْْأَز َوا ًجاْ ِلتَس ُكنُواْإِلَي َها‬ ِ ُ‫قْلَكُمْ ِمنْْأَنف‬ َْ َ‫َو ِمنْْآيَاتِ ِْهْأَنْْ َخل‬
َْ ‫نْ ِفيْ َٰذَ ِلكَْْ ََل َياتْْ ِلقَومْْ َيتَفَك َُّر‬
ْ‫ون‬ َّْ ‫َو َج َع َْلْ َبينَكُمْ َّم َو َّد ْةًْ َو َرح َم ْةًْْۚ ِإ‬
Artinya:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia mencipatakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram

13
kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir"
(QS. Ar Ruum [30]: 21).

Ada juga yang mengungkapkan beberapa karakteristik yang harus terwujud


dalam sebuah keluarga yang menjadikannya layak disebut sebagai model
keluarga muslim. Karakteristik tersebut adalah:
1. Keluarga yang dibangun oleh pasangan suami-istri yang shalih.
2. Keluarga yang anggotanya punya kesadaran untuk menjaga prinsip dan norma
Islam.
3. Keluarga yang mendorong seluruh anggotanya untuk mengikuti fikrah islami.
4. Keluarga yang anggota keluarganya terlibat dalam aktivitas ibadah dan
dakwah, dalam bentuk dan skala apapun.
5. Keluarga yang menjaga adab-adab Islam dalam semua sisi kehidupan rumah
tangga.
6. Keluarga yang anggotanya melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing.
7. Keluarga yang baik dalam melaksanakan tarbiyatul aulad (proses mendidik
anak-anak).
8. Keluarga yang baik dalam mentarbiyah khadimah (mendidik pembantu).

Merawat Orangtua dalam Pandangan Islam


Selain perawatan secara fisik, kita tidak boleh melupakan perlunya
perlakuan dan sikap yang baik pada orangtua. Mengucapkan kata “Ah”
kepada orangtua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-
kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
Terlebih lagi, orangtua yang telah berusia lanjut biasanya mengalami
perubahan perilaku dan lebih peka terhadap sikap atau ucapan yang kasar.

14
Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat mereka.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ْ‫سانًاْْۚ ِإ َّماْيَبلُغَ َّن‬ َ ُ‫ْربُّكَ ْأَ ََّّلْتَعبُدُواْ ِإ ََّّلْ ِإيَّاه‬


َ ‫ْو ِبال َوا ِلدَي ِنْ ِإح‬ َ َ‫َوق‬
َ ‫ض َٰى‬
َ ‫ِعندَكَ ْال ِكبَ َرْأَ َح ُد ُه َماْأَوْ ِك ََل ُه َماْفَ ََلْتَقُلْلَّ ُه َماْأُف‬
ْ‫ْو ََّلْتَن َهر ُه َما‬
‫َوقُلْلَّ ُه َماْقَو ًَّلْك َِري ًما‬
Artinya;
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya
sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”
(QS. Al- Isra’ [17]: 23).

15
DAFTAR PUSTAKA

Friedman, M. Marilyn.1998. Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik. Jakarta :


EGC.
Goldenberg, I., & Goldenberg, H. 2008. Family therapy: An overview.
Belmont, CA:Thomson Brooks/Cole.
Kewajiban OrangTua dan Anak dalam Islam. Available at:
http://al-islam-

indonesia.blogspot.com/2012/05/kewajiban-orang-tua-dan-anak-
dalam.html (Diakses pada 12 Desember 2017).
Kewajiban-Kewajiban Orang Sakit. Available at :
http://darussunnah.or.id/artikel-islam/nasehat/kewajiban-kewajiban-
orang-sakit/ (Diakses pada 12 Desember 2017).
Sudiharto. 2007. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan
Keperawatan Transkultural. Jakarta: EGC.
Suprajitno. 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.

16