Journal Reading:
“The Relationship Between Anxiety and Repetitive Behaviours
in Autism Spectrum Disorder”
Oleh:
Muhammad Sigit H 2014730059
Sudaryawan Andi N 2013730106
Ulfi Nela Yanar 1102014272
Pembimbing: dr. Rusdi Effendi, Sp.KJ
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Jiwa: Rumah Sakit Jiwa Islam Klender
Periode 21 Mei-23 Juni 2018
ABSTRAK
“Hubungan Antara Kecemasan dan Perilaku Berulang pada
Gangguan Spektrum Autisme”
• Anak-anak dengan Gangguan Spektrum Autisme sangat rentan terhadap
kecemasan (perilaku cemas)
• Perilaku berulang adalah inti dari karakteristik dari Gangguan Spektrum Autisme/
Autism Spectrum Disorder (ASD)
• Anak-anak dengan tingkat kecemasan tinggi memiliki kecendrungan untuk
melakukan perilaku berulang dibandingkan dengan anak yang tidak cemas
• Pada kelompok ini, tidak ditemukan hubungan antara perilaku berulang sensori-
motor dan kecemasan
LATAR BELAKANG
• Kecemasan adalah suatu permasalahan yang signifikan pada banyak individu yang
memiliki ASD
• Tidak semua anak-anak dengan ASD cenderung untuk cemas/ berperilaku cemas
• Penting untuk memahami mekanisme berkembangnya kecemasan dan mengidentifikasi
para muda-mudi yang rentan
• Pentingnya untuk mengidentifikasi anak-anak dan para muda-mudi yang berisiko dengan
Alat skrining
• Tingginya peningkatan kecemasan pada ASD berhubungan dengan adanya Keterbatasan
dan Perilaku Berulang/ Restricted and Repetitive Behaviours (RRB) [Tantam 2003; Rodgers
et al. 2012]
• Kecemasan memengaruhi: pendidikan, pertemanan, kehidupan sosial
(Reaven, 2011)
• RBB kurang diperhatikan daripada defisit sosial dan komunikasi (Lewis
dan Bodfish, 1998)
• Tujuan penelitian ini:
untuk memeriksa dan membandingkan derajat sifat RRB dalam dua
kelompok dengan ASD
untuk membandingkan hubungan antara RRB dan kecemasan
METODE
Responden
• 67 responden dengan ASD
• Usia 8-16 tahun (rerata 11 tahun, 2 bulan)
• 58 laki-laki, 9 perempuan
Prosedur
• Kunjungan rumah keluarga responden
Pengukuran
• Skala yang digunakan untuk menilai gejala anxietas: The Spence
Children’s Anxiety Scale-Parent Version (SCAS-P; Spence 1998)
• Dibagi 2 kelompok: 'non-cemas' (n=34), kelompok 'cemas' (n=33)
The SCAS-P terdiri dari 38 item pertanyaan
The SCAS-P menampilkan: skor kecemasan total, enam skor subskala (panik
dan agoraphobia, kecemasan berpisah, fobia sosial, gangguan obsesif-
kompulsif (OCD), dan gangguan kecemasan umum (GAD)
Pengukuran
• The Repetitive Behaviors Questionnaire (RBQ) untuk menilai RBB
The RBQ terdiri dari 33 item pertanyaan
Perilaku yang diperiksa: gerakan yang berulang, perilaku yang sama,
penggunaan bahasa berulang-ulang, dan minat yang terbatas
Item faktor motorik sensorik akan termasuk, misalnya: 'kebiasaan untuk
kegiatan sehari-hari' atau 'hal-hal di rumah yang tetap sama‘
HASIL
• Kelompok yang cemas dan tidak cemas tidak berbeda dalam hal
distribusi geneder, IQ,usia
• Skor total dan subskala rata-rata SCAS-P
berbeda secara signifikan antara kelompok
yang cemas dan tidak cemas
• Perbedaan signifikan ditemukan untuk
semua subskala SCAS, menunjukkan bahwa
tingkat kecemasan tidak menyebabkan skor
yang lebih tinggi pada sub-jenis kecemasan
tertentu
• Membandingkan Perilaku Repetitif di Dua Grup
Menurut laporan orang tua, kelompok yang cemas memiliki skor total RBQ yang secara
signifikan lebih tinggi dan juga tingkat yang lebih tinggi dari faktor dorongan pada kesamaan /
ketertarikan terbatas dan skor faktor RBQ motor sensori
Kelompok Cemas
• Korelasi P menunjukkan hasil yang signifikan antara desakan RBQ pada kesamaan nilai minat yang
dibatasi dan skor kecemasan total SCAS-P (r = 0,36, p = 0,03) .
Kelompok Tidak Cemas
• Korelasi antara desakan RBQ pada kesamaan skor faktor minat dan skor total SCAS-P (r = 0,32 p = 0,07) ,
hasil tidak signifikan.
• Tidak ada hubungan signifikan yang ditemukan antara skor total SCAS-P dan skor faktor sensorik motor
RBQ (r = 0,21, p = 0,26).
Kelompok Cemas
• Korelasi P mengungkapkan bahwa nilai kesamaan RBQ / skor minat dibatasi secara signifikan
berkorelasi dengan skor subskala kecemasan kegelisahan (r = 0,40, p = 0,01) dan skor subskala
cedera fisik (r = 0,36, p = 0,03)
• Tidak ada korelasi yang signifikan yang ditemukan antara skor faktor kesamaan dan panik/
agoraphobia (r = 0,23, p = 0,18), fobia sosial (r = 0,20, p = 0,25), OCD (r = 0,18, p = .29) atau
gangguan kecemasan umum (r = .15, p = .40)
Kelompok Tidak Cemas
• Analisis komparatif dilakukan pada kelompok non kecemasan. Analisis ini mengungkapkan
bahwa satu jenis kecemasan, OCD, secara signifikan berkorelasi dengan skor faktor motorik
sensorik (r = 0,47, p = 0,00)
• Tidak ada sub-skala kecemasan lain yang berkorelasi dengan skor faktor motorik sensorik. OCD
tidak berkorelasi secara signifikan dengan kesamaan RBQ / skor faktor minat terbatas (r = 0,31,
p = 0,08)
• Untuk tidak cemas tidak ada korelasi yang signifikan yang ditemukan antara skor faktor
kesamaan dan setiap sub-tipe kecemasan
DISKUSI
Membandingkan
RRB dengan ASD
Cemas Tidak
Cemas
Kelemahan
• Penilaian kecemasan bergantung pada kuesioner SCAS-P yang dijawab
oleh orangtua
Kepahaman orang tua mengenai kecemasan pada anaknya terbatas
• Kuesioner SCAS-P adalah standar kuesioner untuk anak-anak daripada
muda-mudi
TERIMA KASIH