Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DM DALAM KEHAMILAN

Disusun Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Asuhan Keperawatan 2 DM

Disusun Oleh :

Anastasia Peronika

PO.62.20.1.16.120
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN

2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Diabetes Mellitus dalam Kehamilan

Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus (DM) dalam Kehamilan

Sub Pokok Bahasan : Pengertian, gejala, dan penatalaksanaan

Sasaran : Ibu Hamil dengan diabetes mellitus

Hari/tanggal : Selasa, 29 Oktober 2019

Waktu : 1x 60 menit

Tempat : RS. A

A. Tujuan Penyuluhan

1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan, ibu mengetahui definisi, ciri-ciri, tanda dan


gejala, komplikasi pada Ibu dan bayi, serta penatalaksanaan DM dalam
Kehamilan

2. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan tentang DM dalam kehamilan, ibu


diharapkan dapat:

a) Mengetahui pengertian DM dalam kehamilan

b) Mengetahui ciri-ciri Ibu dengan DM dalam kehamilan


c) Mengetahui tanda dan gejala DM dalam kehamilan

d) Mengetahui komplikasi pada Ibu dan bayi

e) Mengetahui pemeriksaan DM dalam kehamilan

f) Mengetahui penatalaksanaan DM dalam kehamilan

B. Materi (terlampir)

1. Pengertian DM dalam kehamilan

2. Ciri-ciri Ibu dengan DM dalam kehamilan

3. Tanda dan gejala DM dalam kehamilan

4. Komplikasi pada Ibu dan bayi

5. Pemeriksaan DM dalam kehamilan

6. Penatalaksanaan DM dalam kehamilan

C. STRATEGI PELAKSANAAN

a. Persiapan

 Membuat Satuan Acara Penyuluhan

 Membuat Leaflet

 Melakukan pendekatan dan persiapan terhadap klien yang akan diberi

penyuluhan.

 Membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup dan


mempersiapkan mental untuk menyampaikan penyuluhan

b. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan
No Kegitan Waktu
Penyuluhan Peserta Media

1. Pembukaan - Mengucapkan salam - Menjawab salam 3 menit

- Memperkenalkan diri - Memperhatikan

- Menjelaskan maksud - Memperhatikan


dan tujuan

2. Isi - Menjelaskan apa itu - Memperhatikan dan 7 menit leaflet

DM dalam kehamilan mendengarkan

- Menjelaskan ciri-ciri
DM dalam kehamilan

- Menjelaskan tanda dan


gejala DM dalam
kehamilan

- Menjelaskan
komplikasi pada Ibu
dan Bayi - Menanyakan hal
yang belum
- Menjelaskan tentang
dimengerti
pemeriksaan DM
dalam kehamilan - Mengulangi
informasi yang telah
- Menjelaskan
didapat
penatalaksanaan DM
dalam kehamilan

- Meminta peserta
mengulangi apa yang
telah disampaikan

- Membuat kesimpulan

- Menyampaikan salam Menjawab salam 1 menit

3. Penutup penutup

- Memberikan leaflet Mengambil leaflet


DM dalam kehamilan

D. METODE

1. Ceramah secara individual

2. Tanya jawab

3. Diskusi

E. MEDIA

1. Leaflet

F. EVALUASI

1. Para peserta dapat menjelaskan kembali hal-hal yang telah diterangkan


oleh penyuluh, berupa :

a) Pengertian DM dalam kehamilan


b) Ciri-ciri Ibu dengan DM dalam kehamilan

c) Tanda dan gejala DM dalam kehamilan

d) Komplikasi pada Ibu dan bayi

e) Pemeriksaan DM dalam kehamilan

f) Penatalaksanaan DM dalam kehamilan

2. Peserta aktif bertanya

3. Peserta merasa senang mengikuti penyuluhan

G. MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Diabetes Mellitus dalam Kehamilan

Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan


toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil
tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak.
Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-
65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu
ke janin. Sebagian besar DMG asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan
secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin

2. Etiologi

Faktor penyebab ibu hamil dengan DM

1. umur sudah mulai tua

2. multiparutas

3. gemuk ( obesitas )

4. ada anggota keluarga yang sakit diabetes ( heriditer )

5. anak lahir dengan berat badan besar


6. sering abortus

7. glukosuria

3. Manifestasi Klinik

Adanya tanda-tanda klasik

1. hiperglikemi

 polidipsi (banyak minum)

 poliuri (banyak kencing)

 polipagi (banyak makan)

2. Kelemahan tubuh

3. Penurunan berat badan

4. Kesemutan/ rasa gatal

5. Gatal-gatal pada kulit, infeksi kulit, vaginitis

6. Luka yang tidak sembuh-sembuh

7. Infeksi saluran kemih

8. Nyeri tekan abdomen

9. TFU lebih tinggi/rendah dan normal usia gestasi

4. Komplikasi

Dalam kehamilan diabetes dapat menyebabkan komplikasi sebagai


berikut :

Pada Ibu:

 Obesitas
 Hiperglikemia
 Usia tua
 Multiparitas (jumlah kehamilan > 4)
Pada bayi:
 Makrosomia (bayi besar > 4 kg) yang menyebabkan risiko
kematian (bahu janin yang nyangkut ketika melahirkan) dan
peningkatan jumlah operasi caesar

5. Pemeriksaan Penunjang

 Pemeriksaan kadar glukosa darah


 Ultrasonografi (USG) untuk mendeteksi kelainan bawaan dan
makrosomia

6. Penanganan Ibu Hamil Dengan DM

 Penanganan medik adalah sangat bijaksana dan bekerja sama dengan


ahli penyakit dalam

 Diet

Terapi nutrisi adalah terapi utama di dalam penatalaksanaan


diabetes. Tujuan utama terapi diet adalah menyediakan nutrisi
yang cukup bagi ibu dan janin, mengontrol kadar glukosa darah,
dan mencegah terjadinya ketosis (kadar keton meningkat dalam
darah). Penderita diabetes menurut Lokakarya LIPI/NAS (1968)
dengan berat badan rata-rata cukup diberi diet 1200 – 1800
kalori sehari selama kehamilan. Pada wanita diabetes gestasional
dengan berat badan normal dibutuhkan 30kkal/kg/hari. Pada
wanita dengan obesitas (Indeks Massa Tubuh > 30 kg/m2)
dibutuhkan 25 kkal/kg/hari. Pola makan 3 kali makan besar
diselingi 3 kali makanan kecil dianjurkan dalam sehari.
Pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan
dalam sehari dapat menurunkan kadar glukosa darah
postprandial (2 jam setelah makan)

 Pemberian insulin

Terapi obat pengendali glukosa darah oral pada diabetes


gestasional tidak direkomendasikan oleh ADA maupun ACOG
karena obat-obat tersebut dapat melalui plasenta, merangsang
pancreas janin, dan menyebabkan hiperinsulinemia pada janin.

 Berolahraga

Bersepeda dan olah tubuh bagian atas direkomendasikan pada


wanita dengan diabetes gestasional. Para wanita dianjurkan
meraba sendiri rahimnya ketika berolahraga, apabila terjadi
kontraksi maka olahraga segera dihentikan. Olahraga berguna
untuk memperbaiki kadar glukosa darah

 Penanganan obstetrik adalah penganan atas pertimbangan : beratnya


penyakit, lamanya penderitaan, umur, paritas, riwayat persalinan
dahulu dan ada atau tidak komplikasi

 Penyakit tidak berat dan pengobatan /diet dapat mengontrol


penyakit dengan baik ; diharapkan persalinan biasa

 Bila diabetes agak berat dan memerlukan insulin ; induksi


persalinan lebih dini : kehamilan minggu ke 36 – 38
 Diabetes agak berat ; riwayat kematian janin daklam janin ;
beberapa institut melakukan seksio saesarea dalam minggu ke -
37 kehamilan

 Diabetes berat dengan komplikasi ( pre-eklamsi, hidramsion


dsb.), riwayat persalinan yang lalu buruk : induksi persalinan
atau seksio sesaria lebih dini

 Dalam pengawasan persalinan, monitor janin dengan baik (


denyut jantung janin, elektro-toko-kardio-gram dan
ultrasonografi )

 Untuk menghentikan kesuburan, tubektomi sangat di anjurkan


untuk dilakukan, dengan ketentuan bila sudah ada anak, serta
pada setiap kehamilan dan persalinan yang dapat mengancam
keselamatan ibu dan bayi

 Diet

Dianjurkan 35 kalori / Kg berat badan ideal

 1,3 g protein

 250 g karbohidrat

 Dosis insulin

 Pertengahan pertama kehamilan : 0,5 unit / kg


 Pertengahan kedua kehamilan : 0,7 unit / kg

 Kadar glukosa

Monitor glukosa darah di rumah

Nilai glikosa ibu adalah indikator pengendalian terbaik dibutuhkan


penentuan harian

Puasa ( rentan sasaran 70 – 80 mg / dL )


Satu jam postprandial ( sasaran < 120 mg / dL )

Waktu tidur

 Glukosa urine 24 jam

Glukosuria yang jelas menendakan pengendalian yang tidak baik

Pedoman yang baik ada pada cara-cara uji ppenentuan kadar glukosa
darah ( waktu, ketepatan )

Referensi :

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/32649/Chapter%20II.pdf?sequence
=3&isAllowed=y

http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/2775/6.%20BAB%20II.pdf?sequen
ce=6&isAllowed=y

http://eprints.umm.ac.id/42061/3/jiptummpp-gdl-rakhmadfad-49063-3-babii.pdf