Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hingga saat ini, unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut
dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu
golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-
unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam, dan gas
mulia. Dalam kehidupan sehari-hari, unsur-unsur kimia banyak membantu kita dalam
melaksanakan kegiatan. Sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia
karena semua benda yang ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk
logam atau unsur bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri,
selain memberikan manfaat, beberapa unsur kimia memberikan dampak negatif
terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia
beserta cara mencegah dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki unsur-
unsur tersebut.Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit
terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.
Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d
yang belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini
menyebabkan unsur transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak
dimiliki oleh unsur-unsur golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas
katalitik, serta kemampuan membentuk senyawa kompleks. Unsur transisi periode
keempat terdiri dari sepuluh unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V),
Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan
Seng (Zn).
Dalam satu periode dari kiri (Sc) ke kanan (Zn), keelektronegatifan unsur hampir sama,
tidak meningkat maupun menurun secara signifikan. Selain itu, ukuran atom (jari-jari
unsur) serta energi ionisasi juga tidak mengalami perubahan signifikan. Oleh sebab itu,
dapat disimpulkan bahwa semua unsur transisi periode keempat memiliki sifat kimia
dan sifat fisika yang serupa.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja unsur-unsur periode yang ada di alam?


2. Jelaskan sifat fisik dan kimia unsur periode ketiga!
3. Bagaimana pembuatan atau pengolahan unsur-unsur periode ketiga?
4. Apa saja manfaat dari unsur periode ketiga?
5. Apakah dampak dari unsur periode 3?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa saja unsur periode ke tiga di alam.
2. Untuk mengetahui sifat, kegunaan dan cara pembuatan.
3. Agar siswa lebih memahami tentang unsur periode ketiga.
4. Untuk mengetahui apa saja manfaat dan dampak dari unsur ketiga
1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Macam – Macam Unsur Perioda Ke-Tiga


Unsur periode ketiga dalam sistem periode unsur terdiri dari delapan unsur yaitu
Natrium (Na), Magnesium (Mg), Aluminium (Al), Silikon (Si), Fosfor (P),
Sulfur (S), Klorin (Cl) dan Argon (Ar). Unsur tersebut terletak dalam golongan
yang berlainan, berikut tabel mengenai letak unsur periode 3;

Na Mg Al Si P S Cl Ar
Gas
Logam Metaloid Non Logam
Mulia
IA,IIA,IIIA IVA VA,VIA,VIIA VIIIA

Gambar unsur periode 3.


a. Natrium (Na)
Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak,
keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak
terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya
berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air,
sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reamukan dalam bentuk
unsur murni. banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum
matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di
bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur
terbanyak dalam grup logam alkali.

b. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang terletak pada
golongan IIA, memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31.
Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit
bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam
alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk
membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut "magnalium"
atau "magnelium".

C. Aluminium (Al)
Aluminum ialah unsur kimia dalam tabel periodik unsur yang terletak pada
golongan IIIA, dengan simbol Al dan nomor atom 13. Aluminium adalah
logam yang paling berlimpah, merupakan konduktor listrik yang baik, terang
2
dan kuat serta tahan terhadap korosi. Aluminium dapat ditempa menjadi
lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan
bermacam-macam penampang. Aluminium banyak digunakan dalam kabel
bertegangan tinggi, bingkai jendela dan badan pesawat terbang, ditemukan di
rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol susu. Aluminium juga
digunakan untuk melapisi lampu mobil.

d. Silikon (Si)
Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang
Si dan nomor atom 14. Merupakan unsur terbanyak kedua di bumi. Senyawa
yang dibentuk bersifat paramagnetik. Unsur kimia ini dtemukan oleh Jöns Jakob
Berzelius. Silikon hampir 25.7% mengikut berat. Biasanya dalam bentuk silikon
dioksida (silika) dan silikat. Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik
dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam
bentuk silikone.

e. Fosfor (P)
Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran
yang terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor
berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti
zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat
(Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum
ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara
fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar
dalam gelap (glow in the dark).

f. Sulfur (S)
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa,
tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat
padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni
atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Sulfur adalah unsur penting
untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan
komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek
api, insektisida dan fungisida.

g. Klorin(Cl)
Klor (bahasa Yunani: Chloros, "hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan simbol
Cl dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok
halogen (VIIA). Dalam bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam
dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah
dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk
manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat

3
beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan,
pemutih, atau desinfektan.

h. Argon (Ar)
Argon adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ar dan
nomor atom 18. Gas mulia ke-3, di periode 8, argon membentuk 1% dari
atmosfer bumi.
Nama "argon" berasal dari kata Yunani αργον berarti "malas" atau "yang tidak
aktif", sebuah referensi untuk fakta bahwa elemen hampir tidak mengalami
reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) di kulit atom terluar membuat
argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur-unsur lainnya. Titik triple
suhu 83,8058 K adalah titik tetap yang menentukan dalam Skala Suhu
Internasional 1990.

B. Sifat Fisis Unsur – Unsur Periode Ketiga

Sifat fisis unsur periode ketiga dapat kita pelajari kecendrungannya dengan
menggunakan data sifat atomik dan struktur unsurnya. Simaklah tabel berikut ini!

Tabel 1. Sifat Atomik Unsur - Unsur Periode Ketiga

Sifat Atomik Na Mg Al Si P S Cl Ar

Jari – jari atom 190 160 118 111 102 102 99 98

Energi ionisasi 496 738 578 789 1013 1000 1250 1520

Afinitas elektron -52,8 >0 -42,5 -134 -72,0 -200 -349 >0

Keelektronegatifan 1,0 1,2 1,5 1,8 2,1 2,5 3,0 -

Bilangan oksidasi +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7 -
(maksimum)

Dari tabel, terlihat adanya keteraturan sifat atomik dari Na ke Ar yang secara
umum dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Nilai jari – jari atom berkurang dai Na ke Ar


Hal ini dikarenakan unsur – unsur dari Na ke Ar memiliki jumlah proton dan elektron
pada inti semakin banyak. Hal ini mengakibatkan gaya tarik menarik antara inti atom
dengan elektron-elektronnya semakin kuat. Oleh karena itu jari-jari atom unsur-unsur
perioda ketiga dari kiri ke kanan semakin mengecil.
Jari – jari atom adalah : jarak antara kulit inti atom samapai kulit terluar yang
ditempati electron

2. Nilai energi ionisasi bertambah dari Na ke Ar, penyimpangan terjadi pada Mg ke


Al dan dari P ke S.
4
Energi Ionisasi adalah : energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron pada
kulit terluar yang terikat lemah ke inti dalam fasa gas.
Peningkatan energi ionisasi ini berkaitan dengan bertambahnya muatan inti,
sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar makin kuat, sehingga energi yang
dibutuhkan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar semakin besar.

Data dari gambar juga menunjukkan adanya penyimpangan, yaitu energi


ionisasi Mg lebih besar dari energi ionisasi Al, dan energi ionisasi P lebih besar dari
S. Penyimpangan ini terkait dengan kestabilan konfigurasi elektron, yaitu unsur
golongan IIA (Mg) dan golongan VA (P) mempunyai konfigurasi elektron yang relatif
stabil, yaitu konfigurasi penuh dan setengah penuh sehingga membutuhkan energi yang
lebih besar untuk melepaskan elektronnya. Sedangkan Al dan S mempunyai satu
elektron yang terikat agak lemah sehingga lebih mudah dilepaskan.

3 Nilai Afinitas Elektron bertambah dari Na ke Cl, dengan penyimpangan nilai


untuk Al dan P. (abaikan tanda negative pada nilai afinitas elektron, yang berarti energi
dilepaskan).
Afinitas elektron adalah : energi yang terlibat pelepasan energi (-) / penyerapan energi
(+) jika suatu atom / ion dalam fasa gas menerima satu elekron membentuk ion negatif.
Peningkatan afinitas elektron ini berkaitan dengan muatan inti yang semakin positif dan
jari – jari atom semakin kecil. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik menarik antara inti
dengan elektron yang ditambahkan semakin kuat sehingga afinitas elektronnya
bertambah.

4. Nilai keelektronegatifan bertambah dari Na ke Cl.


Keelektronegatifan adalah : suatu ukuran kemampuan suatu atom untuk menarik
elektron dalam suatu ikatan kimia.
Dari kiri ke kanan (Na ke Cl) keelektronegatifan unsur - unsur semakin besar, karena
muatan inti bertamabah positif dan jari – jari atom berkurang, keadaan ini ini
menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron semakin kuat, akibatnya
kemampuan atom untuk menarik elektron semakin besar. Hal ini juga memperlihatkan
semakin kekanan unsur periode ketiga semakin mudah menarik elektron.
Unsur-unsur dengan keelektronegatifan kecil cenderung bersifat logam (elektropositif).
Sehingga sifat logam dari Na ke Ar semakin berkurang karena nilai
keelektronegatifannya semakin besar

5. Bilangan oksidasi maksimum bertambah dari Na ke Cl.


Selanjutnya, simaklah bagaimana sifat atomik mendasari kecendrungan sifat fisis unsur
– unsur periode ketiga:
Tabel 2. Sifat Fisis Unsur - Unsur Periode Ketiga
Sifat Atomik Na Mg Al Si P S Cl Ar

Fase Pada pada pada pada padat padat gas gas

5
t t t t

Kerapatan 970 1.74 2.70 2.33 1.820 2.070 3,214 1,78


(kg/m3) 0 2 0

Kekerasan 0,5 2,5 2,75 6,5 - - - -


(Mohs)

Titik Leleh 98 649 660 1.41 44,1 115 -101 -189


(0C) 0

Titik Didih 883 1.10 2.51 3.28 277 444 -35 -186
(0C) 7 9 0

ΔHvus (kj/mol 2,60 8,95 10,7 50,5 0,657 1,718 5,9 1,19
) 9 5

ΔHvus (kj/mol 97 127 293 359 12,1 9,8 10,2 6,45


)

Daya hantar 0,21 0,22 0,37 << << << - -


listrik (MΩ- 0 6 7
1cm-1)

Daya hantar 1,41 1,56 2,37 1,48 0,0023 0,0026 0,0000 0,0001
panas 5 9 9 8
(W/cmK)

Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga


Unsur – unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat secara berurutan dari kiri
kekanan sebagai berikut :

a. Sifat Pereduksi dan Sifat Pengoksidasi

Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan sifat pengoksidasi unsur - unsur periode
ke tiga ini dapat anda lihat dari harga potensial reduksinya.

Table potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga.

Sifat Na Mg Al Si P S Cl Ar
Senyawa
-2,711 -2,375 -1,706 - -0,276 -0,508 +1,358 -
0,13

Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga memiliki harga potensial reduksi 5 standart
yang semakin positif sehingga sifat pereduksinya semakin berkurang dan sifat
pengoksidasinya semakin bertambah.
6
Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air. Sifat pereduksi magnesium
lebih lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan
air panas.

Contoh :

2Na (5) + 2H O (l) 2Na OH (ag) + H2 (g)

Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi lebih lemah dibandingkan aluminium


sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin.

b. Sifat Logam dan Nonlogam

Unsur-unsur periode ketiga, seperti Na, Mg, dan Al merupakan unsur logam, sedangkan
unsur-unsur P, S, dan Cl merupakan unsur nonlogam. Adapun Si merupakan unsur yang
memiliki sifat peralihan antara unsur logam dan nonlogam sehingga disebut unsur
metalloid (semi logam). Argon (Ar) termasuk golongan gas mulia yang bersifat insert
(sulit bereaksi) sehingga tidak dibahas lebih lanjut dalam bab ini.

c. Sifat Asam-Basa
Sifat asam berkaitan dengan sifat non logam,sedangkan sifat basa berkaitan dengan
logam. Sifat basa atau sifat asam dari suatu unsur bergantung pada konfigurasi electron
dan harga ionisasi unsur - unsur tersebut.

 Sifat Basa
Dari kiri ke kanan, unsur - unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin
besar sehingga semakin sukar melepas electron. Penyebabnya electron Dari unsur
tersebut akan kurang tertarik kea rah atau oksigen sehingga kecenderungan untuk
membentuk ion OH menjadi berkurang.
Contoh :

M – OH→ M+ + OH-

Jadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur periode ketiga semakin lemah.

 Sifat Asam
Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar sehingga semakin
mudah menarik electron dari atom oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur
periode ketiga semakin kuat.
Contoh :

M – OH →MO- + H+

Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam siukat (H2SiO3) asam fosfat
(H3DO4) asam sinfat (H2SO4) dan asam paklorat (HCO4). Senyawa
H2SiO3 merupakan asam sangat lemah sehingga mudah terurai menjadi senyawa
SiO2 dan H2O.

7
C. Pengujian Unsur – Unsur Periode Ketiga

 Reaksi dengan Air

1. Natrium
Natrium mengalami reaksi yang sangat eksoterm dengan air dingin menghasilkan
hidrogen dan larutan NaOH yang tak berwarna.

2. Magnesium
Magnesium mengalami reaksi yang sangat lambat dengan air dingin, tetapi terbakar
dalam uap air. Lempeng magnesium yang sangat bersih dimasukkan ke dalam air
dingin akhirnya akan tertutup oleh gelembung gas hidrogen yang akan mengapungkan
lempeng magnesium ke permukaan. Magnesium hidroksida akan terbentuk sebagai
lapisan pada lempengan magnesium dan ini cenderung akan menghentikan reaksi.
Magnesium terbakar dalam uap air dengan nyala putih yang khas membentuk
magnesium oksida dan hidrogen.

3. Aluminium
Serbuk alumunium dipanaskan dalam uap air menghasilkan hidrogen dan alumunium
oksida. Reaksinya berlangsung relatif lambat karena adanya lapisan alumunium oksida
pada logamnya, membentuk oksida yang lebih banyak selama reaksi.

4. Silicon
Terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa buku atau web mengenai bagaimana
reaksi silikon dengan air atau uap air. Sebenarnya hal ini tergantung pada silikon yang
digunakan. Umumnya silikon abu-abu yang berkilat dengan keadaan agak seperti logam
hampir tidak reaktif.
Banyak sumber menyatakan bahwa bentuk silikon ini bereaksi dengan uap air pada
suhu tinggi menghasilkan silikon dioksida dan hidrogen.
Tapi juga mungkin untuk membuatnya menjadi bentuk silikon yang lebih reaktif yang
akan bereaksi dengan air dingin menghasilkan produk yang sama.

5. Fosfor dan sulfur


Fosfor dan sulfur tidak bereaksi dengan air.

6. Klor
Klor dapat larut dalam air untuk beberapa tingkat membentuk larutan berwarna hijau.
Terjadi reaksi reversibel (dapat balik) menghasilkan asam kloridadan asam hipoklorit.

 Reaksi dengan Oksigen

1. Aluminium
Alumunium akan terbakar dalam oksigen jika bentuknya serbuk, sebaliknya lapisan
oksidanya yang kuat pada alumunium cenderung menghambat reaksi.

8
Jika kita taburkan serbuk alumunium ke dalam nyala bunsen, maka akan kita dapatkan
percikan. Alumunium oksida yang berwana putih akan terbentuk.

2. Silikon
Silikon akan terbakar dalam oksigen jika dipanaskan cukup kuat. Dihasilkan silikon
dioksida.

3. Fosfor
Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala putih dan
menghasilkan asap putih campuran fosfor (III) oksida dan fosfor (V) oksida.
Proporsinya bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Dengan oksigen berlebih,
produk yang dihasilkan hampir semuanya berupa fosfor (V) oksida.

4. Sulfur
Sulfur terbakar di udara atau oksigen dengan pemanasan perlahan dengan nyala biru
pucat. Ini menghasilkan gas sulfur dioksida yang tak berwarna.

5. Klor dan Argon


Walaupun memiliki beberapa oksida, klor tidak langsung bereaksi dengan oksigen.
Argon juga tidak bereaksi dengan oksigen.

 Reaksi dengan Klor

1. Natrium
Natrium terbakar dalam klor dengan nyala jingga menyala. Padatan NaCl akan
terbentuk.

2. Magnesium
Magnesium terbakar dengan nyala putih yang kuat menghasilkan magnesium klorida.

3. Aluminium
Alumunium seringkali bereaksi dengan klor dengan melewatkan klor kering di atas
alumunium foil yang dipanaskan sepanjang tabung. Alumunium terbakar dalam aliran
klor menghasilkan alumunium klorida yang kuning sangat pucat. Alumunium klorida
ini dapat menyublim (berubah dari padatan ke gas dan kembali lagi) dan terkumpul di
bagian bawah tabung saat didinginkan.
Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan
bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak
berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.

9
4. Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung, akan
bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah cairan yang tak
berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.

5. Fosfor
Fosfor putih terbakar di dalam klor menghasilkan campuran dua klorida. Fosfor (III)
klorida dan fosfor (V) klorida (fosfor triklorida dan fosfor pentaklorida).
Fosfor (III) klorida adalah cairan tak berwarna yang berasap.

Fosfor (V) klorida adalah padatan putih (hampir kuning).

6. Sulfur
Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi menghasilkan
cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida, S2Cl2.

7. Klor dan Argon


Tidak bermanfaat bila kita membicarakan klor bereaksi dengan klor lagi dan argon
tidak bereaksi dengan klor.

D. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Periode Ketiga


Tabel pembuataan dan kegunaan unsur periode ketiga.

UNSUR PEMBUATAN KEGUNAAN TERDAPAT PADA RUMUS SENYAWA

Na Elektrolisis · Pembuatan TEL Garam NaCl


leburan NaCl · Mereduksi bijih Sendawa Chili NaNO3
(Proses Down) loga (Ti) Kriolit Na3AlF6
· Lampu Kabut Bijih silikat Na2SiO3
Mg Elektrolisis · Magnalium untuk Air laut MgCl2
lelehan MgCl2 bahan kerangka Magnetit MgCO3
pesawat terbang Kiserit MgSO4.3H2O
Dolomit MgCO3.CaCO3
Karnalit KCl.MgCl2.6H2O
Asbes CaMg(SiO3)4
Mika K-Mg-Al Silikat
Si Reduksi pasir · Bahan Pasir/kuarsa SiO2
SiO2 dengan C semikonduktor untuk Tanah liat Al2O3.2SiO2.2H2O
dalam tanur listrik kalkulator, Asbes Mg-Ca-Silikat
mikrokomputer, Mika K-Mg-Silikat
polimer silikon untuk
mengubah jaringan
pada tubuh
P Proses Wohler · Fosfor putih Batu karang fosfat Ca3(PO4)2
(memanaskan (beracun) untuk bahan (apatit dan fosforit)
10
campuran baku pembuatan
fosforit, pasir dan H3PO4
C pada suhu · Fosfor merah
1300oC dalam (tidak beracun) untuk
tanur listrik) bidang gesek korek
api
Al Marten Hall · Alat masak, Alumino silikat Campuran Al-O-Si
Penambahan karena tahan panas Korundum Al2O3
kriolit dalam dan tahan karat karena Kriolit Na3AlF6
proses Hall membentuk lapisan Bauksit Al2O3.xH2O
berfungsi: oksida
ü Melarutkan · Paduan Al untuk
Al2O3 pesawat terbang
ü Menurunkan · Al(OH)3 untuk
titik leleh Al2O3 obat maag
S Pembuatan · Pembuatan korek
dengan 2 cara: api Pirit FeS2
1) Metode
Frasch (yang ada · Proses vulkanisasi
di dalam tanah) karet
2) Metode
Sisilia (yang ada · Pembuatan
di permukaan CS2 (bahan baku serat
tanah) rayon)

Pembuatan · (NH4)SO4 atau


H2SO4 ada 2 cara: pupuk ZA
1) Proses
· H2SO4 untuk
Kontak dengan
elektrolit pada aki
bahan baku SO2,
(accumulator)
katalisnya V2O5
2) Proses Bilik · CuSO4.5H2O
Timbal dengan (terusi) untuk anti
bahan baku SO2, jamur pada tanaman
katalisnya uap dan kayu
nitroso (campuran
NO dan NO2)

E. KELIMPAHAN DI ALAM, MANFAATNYA dan PROSES PENGOLAHAN

1. Natrium (Na)

a. Kelimpahan di alam :

Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan,
dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa
alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam
udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena

11
sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur
murni. Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari
sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung
sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam
alkali.

b. Manfaat :

· Dipakai dalam pebuatan ester


· NaCl digunakan oleh hampir semua makhluk
· Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan
· Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan
· Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor
· NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas
· NaHCO3 dipakai sebagai pengembang kue
· Memurnikan logam K, Rb, Cs
· NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah
c. Proses Pengolahan :

Natrium bisa diperoleh dengan elektrolisi garam NaCl. GaramNaCl yang benar-
benar kering, tidak mengandung H2O dipanaskan hingga meleleh, kemudian
dielektrolisis dengan elektorda Pt.

NaCl→ Na + Cl2

Proses elektrolis harus dilakukan tanpa air. Karena kalau ada air, akan terbentuk NaOH.

Na + H2O →NaOH + H2

2. Magnesium(Mg)

a. Kelimpahan Di Alam
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Mg dan
nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan
yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak
pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy)
untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut “magnalium”
atau “magnelium”.

b. Manfaat :
· Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen.
· Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum.
· Pemisah sulfur dari besi dan baja.
· Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan.
· Untuk membuat lampu kilat.
· Sebagai katalis reaksi organic

12
c. Proses Pengolahan :

Magnesium adalah elemen logam terbanyak ketiga (2%) di kerak bumi setelah besi dan
aluminium. Kebanyakan magnesium berasal dari air laut yang mengandung 0,13%
magnesium dalam bentuk magnesium klorida. Pertama kali diproduksi pada tahun
1808, logam magnesium dapat didapat dengan cara electrolitik atau reduksi termal.
Pada metode elektrolisis, air laut dicampur dengan kapur (kalsium hidroksida) dalam
tangki pengendapan.Magnesium hidroksida presipitat mengendap, disaring dan
dicampur dengan asam klorida.Larutan ini mengalami elektrolisis (seperti yang
dilakukan pada aluminium); agar eksploitasi menghasilkan logam magnesium, yang
kemudian dituang/dicor menjadi batang logam untuk diproses lebih lanjut ke dalam
berbagai bentuk.

3. Aluminium (Al)
a. Kelimpahan Di Alam :
Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Terang dan kuat. Merupakan
konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi
kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang. Tahan
korosi. Aluminium digunakan dalam banyak hal. Kebanyakan darinya digunakan dalam
kabel bertegangan tinggi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan
pesawat terbang. Ditemukan di rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol
susu dsb. Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks.
b. Manfaat :
· Banyak dipakai dalam industri pesawat.
· Untuk membuat konstruksi bangunan.
· Dipakai pada berbagai macam aloi.
· Untuk membuat magnet yang kuat.
· Tawas sebagai penjernih air.
· Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa.
· Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz, dll.

c. Proses Pengolahan :

Aluminium adalah logam yang sangat reaktif yang membentuk ikatan kimia berenergi
tinggi dengan oksigen. Dibandingkan dengan logam lain, proses ekstraksi aluminium
dari batuannya memerlukan energi yang tinggi untuk mereduksi Al2O3. Proses reduksi
ini tidak semudah mereduksi besi dengan menggunakan batu bara, karena aluminium
merupakan reduktor yang lebih kuat dari karbon

4. Silikon (Si)
a. Kelimpahan Di Alam :
Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan
nomor atom 14.Merupakan unsur terbanyak kedua di bumi. Senyawa yang dibentuk
bersifat paramagnetik. Unsur kimia ini dtemukan oleh Jöns Jakob Berzelius. Silikon
hampir 25.7% mengikut berat. Biasanya dalam bentuk silikon dioksida (silika) dan
13
silikat. Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik
digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silicone

b. Manfaat :
· Dipakai dalam pembuatan kaca.
· Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor.
· Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga.
· Untuk membuat enamel

c. Proses Pengolahan :
Silikon merupakan salah satu unsur metaloid dengan nomor atom 14 dan terdapat pada
periode 3 golongan 14 yang melebur pada suhu 1410 °C. Silikon sering digunakan
untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian
tubuh pasien dalam bentuk silikone. (fungsi silikon dalam pembuatan semikonduktor
baca disini sedangkan kegunaan semikonduktor di sini) Silikon dibuat dengan
mereduksi kuarsa (quartz) atau sering disebut juga dengan silika ataupun silikon
dioksida dengan kokas (C). Proses reduksi ini dilangsungkan di dalam tungku listrik
pada suhu 3000 °C Silikon yang diperoleh kemudian didinginkan sehingga diperoleh
padatan silikon. Namun silikon yang diperoleh dengan cara ini belum dalam keadaan
murni. Agar diperoleh silikon dalam bentuk murni diawali dengan mereaksikan padatan
silikon yang diperoleh melalui cara di atas direaksikan dengan gas klorin (Cl2)

5.Fosfor (P)
a. Kelimpahan Di Alam :
Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang
terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Fosfor berupa berbagai
jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang
ditambah tembaga atau perak dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan
mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda
(CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis
mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Fosfor pada tabung sinar
katoda mulai dibakukan pada sekitar Perang Dunia II dan diberi lambang huruf “P”
yang diikuti dengan sebuah angka.

b. Manfaat :

· Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen


· Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum
· Pemisah sulfur dari besi dan baja
· Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan
· Untuk membuat lampu kilat
· Sebagai katalis reaksi organic

14
c. Proses Pengolahan :

Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir dalam
pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4.

2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C P4 + 6CaSiO3 + 10CO

6.Sulfur (S)
a.Kelimpahan Di Alam :
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S
dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan
multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning.
Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral
sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua
asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam
bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.

b.Manfaat :
Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat
Digunakan dalam baterai
Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk
Digunakan pada korek dan kembang api
Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses

c.Proses Pengolahan :
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang
melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch,
air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang
kemudian terbawa ke permukaan.

a. Proses Frasch

Tiga buah pipa yang konsentris ditanamkan ke dalam endapan belerang. Air lewat
panas (165oC) dan dibawah tekanan dimasukkan ke dalam terluar, dan oleh suhu yang
setinggi ini belerang menjadi mencair. Kemudian udara di bawah tekanan ditiupkan
melalui pipa paling dalam. Keadaan ini memaksa belerang cair ke permukaan melalui
pipa tengah. Melalui cara ini didapatkan belerang dengan tingkat kemurnian 99% .

b. Proses Claus

Hydrogen sulfide diekstrak dari gas alam dengan cara penggelembungan gas melalui
etanolamin, HOCH2CH2 NH2 suatu pelarut basa organic. Proses Clause sangat
mengurangi pencemaran dari pembakaran gas alam dan minyak bumi. Berikut adalah
reaksi yang terjadi dalam pembuatan belerang dengan proses Clause : H2S(g) +
O2(g)→SO2(g) + H2O(g)

15
7.Chlor (Cl)
a. Kelimpahan Di Alam:
Klor (bahasa Yunani: Chloros, “hijau pucat”), adalah unsur kimia dengan

simbol Cl dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok
halogen atau grup 17 (sistem lama: VII or VIIA). Dalam bentuk ion klorida, unsur ini
adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang
sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan,
termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat
beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih,
atau desinfektan.

b. Manfaat :

· Dipakai pada proses pemurnian air 2.


· Cl2dipakai pada disinfectan 3.
· KCl digunakan sebagai pupuk 4.
· ZnCl2 digunakan sebagai solder 5.
· NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere 6.
· Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas
· Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum 8.
· Dipakai pada berbagai macam industri

c.Proses pengolahan :

Dapat diperoleh dengan cara elektrolisis dan oksidasi senyawa. Penggunaan klor dan
senyawanya yaitu sering digunakan sebagai bahan pemutih, desinfektan, bahan baki
kimia, obat antiseptik, pestisida, herbisida, obat-obatan, makanan pelarut, bahan
peledak, korek api, cat, plastik, dan tekstil. Lebih kurang 0,15% tubuh manusia tersusun
oleh senyawa ini.

8.Argon (Ar)
a.Kelimpahan Di Alam :
Argon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Ar dan
nomor atom 18. Argon adalah unsur terbanyak pertama di udara bebas (udara kering)
dan ketiga paling melimpah di alam semesta. Sekitar 1% dari atmosfer bumi adalah
Argon. Argon adalah unsur yang tak berwarna dan tak berbau. Jumlah unsur ini terus
bertambah sejak bumi terbentuk karena Kalium yang radioaktif berubah menjadi
Argon.

b.Manfaat :

· Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu
· Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya
· Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses
· Untuk mendeteksi sumber air tanah
16
c.Proses Pengolahan

Argon diproduksi dengan metode destilasi udara cair, sebuah proses yang memisahkan
nitrogen cair yang bertitik didih 77,3 K dari Argon yang bertitik didih 87,3 K dan
oksigen yang bertitik didih 90,2 K.

F . Dampak Unsur Periode 3


a. Dampak Penggunaan Aluminium
Untuk menekan tingkat pencemaran aluminium ini, perlu dilakukan proses daur ulang.
Proses daur ulang ini sangat menguntungkan karena dapat menekan lebih dari 75%
biaya produksi dibandingkan jika aluminium dibuat langsung dari bijihnya.

Umunya, aluminium diproleh melalui proses elektrolisis. Dalam proses ini dihasilkan
uap asam fluorida(HF) yang berasal dari pemanasan lelehan kriolit. Uap asam fluorida
dapat menimbulkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Masalah ini dapat diatasi
dengan mengklorinasi aluminium klorida (AlCl3). Senyawa AlCl3 ini mudah dicairkan
sehingga proses elektrolisis dalam pembuatan aluminium tidak perlu menggunakan
klorit cair lagi.

b. Dampak Penggunaan Karbon


Kepulan asap hitam yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, kayu, sampah,
dan materi yang mengandung senyawa karbon lain, sebenarnya merupakan partikel-
partikel karbon berbentuk padat yang larut dalam udara.
Selain asap hitam, pembakaran senyawa karbon juga manghasilkan gas karbon
monoksida (CO) dan kabon dioksida (CO2). Gas CO merupakan gas yang tidak
berwarna dan tidak berbau. Gas ini berbahaya karena mudah berikatan dengan
hemoglobin. Akibatnya, tubuh menjadi kekeurangan oksigen. Kekurangan oksigen ini
dapat menimbulkan sakit kepala, cepat lelah, sesak nafas, pingsan, bahkan kematian.

c. Dampak Penggunaan Nitrogen


Namun, dengan adanya petir atau pada suhu tinggi, nitrogen akan bereaksi dngan
oksigen menghasilkan nitrogen dioksida (NO2). Gas nitrogen dioksida ini dapat
memerihkan mata dan menimbulkan gangguan pada saluran pernapsan. Gas ini juga
merupakan oksida sam dimana dengan adanya air hujan dapat menyebabkan hujan
asam.
Senyawa nitrogen lain yang terdapat dalam bentuk gas adalah amonia (NH3). Gas ini
cukup menggangu karena baunya sangat menyengat dan menyesakkan pernafasan.
Pupuk nitrogen yang terlarut dalam air hujan dan memasuki badan-badan air, seperti
sungai, danau, dan rawa-rawa akan menimbulkan eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan
suatu gejala yang ditimbulkan oleh berlebihnua zat-zat hara pada badan air. Akibatnya,
pertumbuhan tanaman air ini mati, tubuhnya akan diuraikan oleh mikroorganisme.
Penguraian tersebut memerlukan oksigen dalam jumlah besar yang mengakibatkan

17
minimnya jumlah oksigen yang dapat digunakan oleh hewan air. Kondisi ini
mengakibatkan banyak hewan air yang mati.

d. Dampak Penggunaan Belerang


Belerang bersifat mudah terbakar dan mengahsilkan gas belerang dioksida (SO2). Gas
ini dapat menyesakkan pernapasan dan menimbulkan gejala batuk. Dalam jumlah besar,
belerang dioksida dapat merusak saluran pernapasan dan menimbulkan radang
tenggorokan serta kerusakan paru-paru, bahkan dapat menyebabkan kematian. Di udara,
gas SO2 dapat teroksidasi menjadi belerang trioksidasi (SO3) menurut reaksi berikut.
2SO2(g) + O2(g) ® 2SO3(g)
Belerang trioksida merupakan oksida asam yang dapat larut dalam air membentuk asam
sulfat. Aiir hujan yang mengandung asam sulfat ini menjadi bersifat asam sehingga
dikenal sebagai hujan asam. Senyawa belerang lain yang berbahaya adalah gas hidrogen
sulfida (H2S). senyawa ini mudah dideteksi keberadaannya karena memiliki bau yang
menyengat seperti bau telur busuk.
e. Dampak Penggunaan Silikon
Saat ini silikon banyak disalah gunakan oleh kaum wanita yang merasa tidak nyaman
dngan kondisi fisiknya. Misalnya, polimer silikon (SiCH2)n, digunakan untuk
mengubah bentuk jaringan hidung. Bibir, dan payudara. Tindakan ini ibarat menanam
bom waktu di tubuh sendiri karena lambat laun silikon akan merusak jaringan tubuh.

f. Dampak Penggunan Besi


Besi memiliki kelemahan mudah mengalami korosi atau mudah berkarat. Besi yang
berkarat bersifat rapuh dan berwarna kuning kecoklatan. Jika mengenai pakaian, noda
koning dari karat besi akan mengotori pakian dan sulit dibersihkan. Air yang
mengandung kadar besi melebihi ambang batas tersebut tidak baik digunakan sebagai
air minum karena diduga kuat akan membebani fungsi ginjal.

g. Dampak Penggunaan Kromium


Krominium terdapat dalam limbah industri percetakan, limabah keramik, limbah tekstil,
dan limbah cat. Dampak negatif dapat timbul jika limabah industri ini tidak dikelola
dengan baik, sehingga sangat berbahaya karena bersifat karsinogenik.

h. Dampak Penggunaan Tembaga


Air yang mengandung tembaga dengan kadar melebihi batas maksimum yang
diperbolehkan dapat menimbulkan dampak berupa kerongkongan terasa kering, mual-
mual, diare yang terus-menerus, dan iritasi pada lambung

18
BAB III
PENUTUP

Simpulan
Dari uraian di atas kami dapat menyimpulakan bahwa unsur-unsur periode ketiga dapat
dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam satu golongan, yaitu golongan
A (golongan utama). Selain itu, unsur-unsur periode ketiga dapat dikelompokkan
menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam, dan gas mulia. Dalam kehidupan sehari-
hari, unsur-unsur periode ketiga banyak membantu kita dalam melaksanakan kegiatan.
Sulit dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua benda yang
ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur
bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri, selain memberikan
manfaat, unsur-unsur periode ketiga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan
dan kesehatan. Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia beserta cara mencegah
dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki unsur-unsur tersebut.

Saran
Saran yang kami dapat berikan bagi pembaca yang senang dengan bahan-bahan kimia,
lebih baik anda lebih waspada dengan unsur-unsur yang belum anda kuasai. Ketelitian
itu penting dalam hal ini karna kesalahan kecil yang anda lakukan dapat membuat
kerusakan besar pada anda ataupun lingkungan anda. Jangan hanya membaca dari satu
sumber saja, karna ilmu pengetahuan terus berkembang setiap waktunya.

19
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sutresna, Nana dan Sustrinawati, Riani. 2006. Kimia untuk Kelas XII IPA Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah.Bandung: Grafindo Media Pratama

Sunardi. 2009. Makala Unsur Periode ke3.


http://sunardi.blogspot.com/2009/09/makala-unsurperodeke3.html.

Purba, Michael. 2007. Unsur-unsur Periode ke3

http:/purba.blogspot.com/2012/11/unsur-unsurperiode3.html.

20