Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Logistik


Logistik adalah proses dari pengelolaan secara strategis dalam usaha
pengadaan, pergerakan dan penyimpanan material, part, dan persediaan akhir
(dan aliran informasi yang berhubungan), melalui organisasi dan jalur
pemasarannya dalam beberapa cara untuk mendapatkan keuntungan tertentu
di masa depan yang maksimal melalui efektivitas biaya dari pemenuhan
pemesanan.
Definisi yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai logistik
diberikan oleh Council of Supply Chain Management Profesionals (CSCMP).
CSCMP adalah sebuah organisasi profesi non profit yang beranggotakan
individu-individu yang memiliki ketertarikan dan tanggung jawabtang
berhubungan dengan manajemen logistik dan supply chain management.
Organisasi ini awalnya bernama Council of Logistic Management dan
mengganti namanya menjadi CSCMP pada tahun 2005.
Menurut CSCMP, logistik adalah proses dari perencanaan, implementasi,
dan pengendalian prosedur-prosedur untuk transportasi yang effisien dan
efektif serta penyimpangan barang termasuk jasa, dan informasi yang
berhubungan mulai dari titik awal hingga titik konsumsi dengan tujuan
memenuhi kebutuhan konsumen. Definisi ini mencakup pengertian inbound,
outbond, internal dan eksternal.
Menurut Handfield dan Nichols (1999), supply chain management
didefinisikan sebagai integrasi dari keseluruhan aktivitas, perbaikan
hubungan supply chain, guna mendapatkan keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan. Sedangkan menurut Christopher (2005), manajemen rantai
pasok adalah pengelolaan hubungan hulu dan hilir dengan pemasok dan
konsumen guna memberikan nilai konsumen yang tinggi dengan biaya yang
lebih sedikit untuk rantai pasok secara keseluruhan.
Supply chain management menekankan pada perencanaan dan
pengelolaan seluruh aktivitas yang terlibat dalam pencarian sumber
pasokan/supply dan pengadaan, konversi dan semua kegiatan pengelolaan
logistik. Yang Penting, SCM juga mencakup koordinasi dan tingkatan, fungsi
logistik juga mencakup pencarian sumber dan pengadaan, perencanaan, dan
penjadwalan produksi, pengemasan dan penggabungan pesanan, serta
pelayanan kepada konsumen. Hal ini berhubungan atau bersangkutan dengan
semua perencanaan dan pelaksanaan di tingkat strategis, operasional dan
taktis. Manajemen logistik adalah fungsi pengintegrasian, yang
mengkoordinasikan dan mengoptimalkan semua aktivitas-aktivitas logistik,
serta mengintegrasikan kegiatan-kegiatan logistik dengan fungsi-fungsi lain
termasuk pemasaran, manufaktur penjualan, keuangan, dan teknologi
informasi.
Dari kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa supply chain
management memiliki memiliki konsep yang lebih luas dari manajemen
logistik. Manajemen logistik mempunyai fungsi yang lebih berhubungan
dengan aliran barang dan jasa mulai dari sebelum proses oprerasi produksi
hingga produk jadi dikirimkan ke konsumen. Sedangkan SCM yang secara
teknis mengatur hubungan berbagai . SCM yang secara teknis mengatur
hubungan berbagai . SCM yang secara teknis mengatur hubungan berbagai .
SCM yang secara teknis mengatur hubungan berbagai pihak yang terlibat
dalam proses yang diatur oleh manajemen logistik.
Berdasarkan definisi diatas, maka dapat dijelaskan secara lebih rinci
persamaan dan perbedaan antara manajemen logistik dan supply chain
management dan perbedaan antara manajemen logistik dan supply chain
management. Persamaan di antara keduanya adalah ( Indrajit dan
Djokoprantoro, 2002):
 Keduanya menyangkut pengelolaan aliran barang atau jasa
 Keduanya menyangkut pengelolaan mengenai pembelian, pergerakan,
penyimpanan, pengankutan, administrasi, dan penyaluran barang.
 Keduanya menyangkut usaha untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pengelolaan aliran barang.
Di samping persamaan-persamaan tersebut, ada perbedaan mendasar
di antara keduanya antara lain seperti dapat dilihat pada Tabel 2.1
(Indrajit dan Djokoprantoro, 2002):
Tabel 2.1 Perbedaan Manajemen Logistik dan SCM
Manajemen Logistik Supply Chain Management
 Fokus pada pengelolaan  Fokus pada pengelolaan
aliran barang di dalam suatu aliran barang antar
perusahaan perusahaan, dari mulai hulu
 Orientasi perencanaan dan sampai hilir
kerangka kerja yang  SCM dibangun atas dasar
menghasilkan sebuah kerangka kerja tersebut dan
rencana tunggal untuk aliran mengusahakan hubungan dan
barang dan informasi yang koordinasi antar proses-
melalui sebuah perusahaan proses dari perusahaan-
perusahaan lain dalam
business pipelines, di
antaranya supplier dan
konsumen, dengan
perusahaan itu sendiri

B. Komponen Manajemen Logistik


Unsur yang berperan dalam komponen tersebut adalah supplier,
manajemen perusahaan terutama manajemen logistik dan konsumen. Input
dalam logistik dapat berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber
finansial dan informasi. Sedangkan output yang dihasilkan dari logistik
adalah keunggulan bersaing, utilitas waktu dan tempat, pergerakan konsumen
yang efisien, dan kepemilikan aset.
Selain input dan output, terdapat juga proses dalam pengelolaan logistik
selain dari aktivitas logistik itu sendiri yang akan melibatkan tindakan-
tindakan manajemen. Tindakan-tindakan ini meliputi bidang perencanaan,
implementasi, dan pengendalian, termasuk didalamnya manajemen logistik.
Selain tindakan manajemen, ada sistem manajemen yang tentunya akan
mengatur setiap input yang diterima dan mendukung setiap aktivitas logistik
yang akan dilakukan. Aktivitas-aktivitas logistik meliputi pelayanan
konsumen, peramalan permintaan, manajemen persediaan, komunikasi
logistik, pemindahan bahan, pemrosesan pesanan, pemilihan lokasi pabrik
dan gudang, pengadaan bahan baku dan part, pengemasan, dan transportasi.

Gambar 2.1 Komponen dari Manajemen Logistik