Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Pembahasan : Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sub pokok pembahasan : Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sasaran : Keluarga klien yang dirawat di ruang Kaswari RSUD


Wangaya Denpasar

Tempat : Ruang Kaswari RSUD Wangaya Denpasar

Hari/tanggal : Senin, 18 November 2019

Pukul : 10.00 - Selesai

A. Latar Belakang
Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa penyakit yang sering muncul
pada musim hujan adalah Deman Berdarah Dengue yang ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aegypti.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang Demam Berdarah
Dengue (DBD) diharapkan keluarga pasien mengetahui tentang cara
pencegahan Demam Berdarah Dengue.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan keluarga pasien
mampu :
1) Menjelaskan pengertian Demam Berdarah Dengue
2) Mengetahui penyebab Demam Berdarah Dengue
3) Menyebutkan tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue
4) Mengetahui cara pencegahan Demam Berdarah Dengue

C. Media
- Leaflet
D. Metode Penyuluhan
- Ceramah
- Tanya jawab
E. Isi Materi (terlampir)
F. Rencana Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens


1 Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
(5 menit) 2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan dan
diri memperhatikan
3. Menggali 3. Menjawab
pengetahuan pertanyaan
4. Mendengarkan dan
keluarga pasien
memperhatikan
tentang Demam
5. Menyetujui kontrak
Berdarah Dengue
waktu
4. Menjelaskan tujuan
Penyuluhan
5. Membuat kontrak
waktu
2 Kegiatan Inti 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan
(15 menit) - Pengertian Demam
memperhatikan
Berdarah Dengue
penjelasan Penyuluh
(DBD) 2. Aktif bertanya
- Penyebab Demam 3. Mendengarkan
Berdarah Dengue
(DBD)
- Tanda dan gejala
Demam Berdarah
Dengue (DBD)
- Cara Pencegahan
Demam Berdarah
Dengue (DBD)
2. Memberikan
kesempatan untuk
bertanya
3. Menjawab
pertanyaan peserta
3 Penutup 1. Menyimpulkan 1. Mendengarkan dan
(10 menit)
materi yang Memperhatikan
2. Menjawab
disampaikan oleh
pertanyaan yang
penyuluh
2. Mengevaluasi diberikan
3. Menjawab salam
peserta atas
penjelasan yang
disampaikan dan
penyuluh
menanyakan kembali
mengenai materi
penyuluhan
3. Salam Penutup

G. Pembagian Kelompok
1. Ketua : Putu Dya Madiani
2. Pemandu : Ni Kadek Dewi Ayu Mahardini
3. Fasilitator : Putu Monita Mahardani
4. Observer : Putu Dika Payana
: Ni Nyoman Tri Armilayanti
H. Setting Tempat
Menyesuaikan dengan tempat dan situasi saat dilangsungkannya pelaksanaan
kegiatan penyuluhan.

I. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media : leatflet
d. Peserta hadir ditempat penyuluhan
e. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang Kaswari RSUD
Wangaya Denapasar
f. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan
sebelumnya
2. Evaluasi proses
a. Fase dimulai sesuai waktu yang direncanakan
b. Peserta antusias dengan materi penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
d. Suasana penyuluhan tertib
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
3. Evaluasi hasil
Orang tua klien (anak) dapat :
a. Menjelaskan pengertian DBD
b. Menjelaskan penyebab DBD
c. Menjelaskan tanda dan gejala

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

A. Pengertian
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyerang pada
anak dan dewasa dengan gejala utama demam,nyeri otot,tulang dan sendi yang
biasanya memburuk setelah dua hari pertama dan dapat menyebabkan perdarahan

B. Penyebab (Etiologi)
Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah karena adanya virus dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty. Meskipun dapat juga
ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun. DBD ini
banyak di temukan di daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Sebab
nyamuk akan mudah berkembang biak di daerah yang tergenang air. Umumnya
sering terjadi di daerah Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang saat ini
menjadi masalah utama di negeri kita ini.

C. Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypty


1. Warna hitam dengan belang-belang putih di seluruh badannya
2. Berbadan kecil
3. Biasanya menggigit pada siang hari dan sore hari
4. Hidup dan berkembang biak di dalam rumah (bak mandi,kaleng bekas,kolam
ikan,ban bekas,pot tanaman air,tempat minuman burung)
5. Senang hinggap pada pakaian yang bergantung,kelambu dan ditempat yang
gelap dan lembab.
6. Jentik nyamuk berperan aktif di dalam bak air
7. Posisi jentik nyamuk tegak lurus dengan permukaan air
8. Gerakan jentik nyamuk naik turun ke atas pemukaan air untuk bernafas
9. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter

D. Cara Penularan Demam Berdarah Dengue


1. Demam berdarah dengue hanya dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes
Aegypty betina,yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat-tempat umum
(Sekolah,Pasar,Terminal,Warung dsb)
2. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue waktu menggigit/menghisap darah
orang yang sakit DBD atau orang yang tidak sakit tetapi dalam darahnya
terdapat Virus Dengue.
3. Orang yang darahnya mengandung Virus Dengue tetapi tidak sakit dapat
pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat
yang ada nyamuk Aedes Aegyptynya.
4. Virus dengue yang terhisap nyamuk Aedes Aegypty akan berkembang biak
dalam tubuh nyamuk.
5. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain,virus tersebut
akan dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.
6. Orang yang digigit nyamuk Aedes Aegypty yang mengandung virus dengue
gejala sakit/demam setelah 4-7 hari (masa inkubasi)
7. Bila orang yang ditularkan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, ia
akan segera menderita DBD (demam berdarah dengue)

E. Tanda Dan Gejala Demam Berdarah Dengue


1. Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil. kurang nafsu makan, nyeri pada
persendiaan,serta sakit kepala.
2. Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit dan
mimisan (epistaksis).
3. Nyeri perut ( ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning,ada mual dan muntah.
4. Dapat terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang.
Dengan tanda syok yaitu lemah, kulit dingin , basah dan tidak sadar.
F. Tanda Bahaya DBD :
1. Perdarahan gusi
2. Muntah darah
3. Penderita tidak sadar Segara periksakan diri ke RS atau
4. Denyut nadi tidak teraba
sarana pelayanan kesehatan terdekat.
G. Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue
Untuk mencegah penyakit DBD, nyamuk penularnya (Aedes aegypti)
harus diberantas sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada. Cara yang tepat
dalam pencegahan penyakit DBD adalah dengan pengendalian vektornya, yaitu
nyamuk Aedes aegypti.
Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah
memberantas jentikjentiknya di tempat berkembang biaknya. Cara ini dikenal
dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD (PSN-DBD). Oleh karena tempat-
tempat berkembang biaknya terdapat di rumah-rumah dan tempat-tempat umum
maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-DBD secara teratur sekurang-
kurangnya seminggu sekali. PSN-DBD tersebut dapat digambarkan pada bagan
berikut :

Gambar 2.1.

Nyamuk Dewasa
Foggi Fogging (dengan
insektisida)

Kimia
Jentik nyamuk
Fisika Fisika
Biologi

Bagan cara pemberantasan nyamuk (PSN DBD)

Cara Pencegahan yang dilakukan adalah sebagai berikut :


1. Kimia
Dengan cara pemberian abatisasi (abate), pengasapan dan fogging.
2. Fisik
Dalam sekurang-kurangya seminggu sekali, maka cegahlah dengan cara 3 M
plus :
1) Menguras bak mandi
2) Menutup tempat penampungan air
3) Mengubur atau menyingkirkan benda- benda yang dapat digenangi air
seperti ban bekas,kaleng bekas,vas bunga,penampungan air dsb.
4) Menggunakan obat nyamuk sebelum tidur dan sebelum bepergian
5) Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang
sejenis seminggu sekali.
6) Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
7) Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
8) Menaburkan bubuk Larvasida.
9) Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
10) Memasang kawat kasa.
11) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
12) Menggunakan kelambu.
13) Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
3. Biologi
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik
(ikan adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14) yaitu agen yang aktif
mengendalikan nyamuk .

Anda mungkin juga menyukai