Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PERAN KEPOLISIAN DALAM PERDAGANGAN BEBAS

Dosen Mata Kuliah


Dr. Irwan S. Hrp. SH., S.Pd., MH

Disusun Oleh :

Nama : 1. Wilda Hidayah Harahap (1603120239)


2. Putri Ramadhani (1603120301)
3. Yuni Triana (1603120307
Mata Kuliah : Aspek Hk. Dan Perdagangan Bebas

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN


2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Alhamdulillah.. Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan
hidayah-Nya. Segala pujian hanya layak kita aturkan kepada Allah SWT. Tuhan seru
sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta petunjuk-Nya yang sungguh tiada
terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang penulis beri judul
”Peran Kepolisian dalam Mengantisipasi Perdaganan Bebas”.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis mendapat banyak bantuan dari berbagai
pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan rasa berterimakasih yang sebesar-besarnya
kepada mereka, kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah
memberikan dukungan, moril, dan kepercayaan yang sangat berarti bagi penulis.
Penulis tentunya berharap isi makalah ini tidak meninggalkan celah, berupa
kekurangan atau kesalahan, namun kemungkinan akan selalu tersisa kekurangan yang
tidak disadari oleh penulis.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar
makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi. Akhir kata, penulis mengharapkan agar makalah
ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

A. Latar Belakang ................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Perdagangan Bebas .......................................................... 2

B. Peran Indonesia dengan Perdagangan Bebas ..................................... 3

C. Peran Kepolisian dalam mengantisipasi Perdagangan Bebas ............ 4

D. Dampak Positif Perdagangan Bebas .................................................. 5

E. Dampak Negatif Perdagangan Bebas ..................................................... 6

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN ........................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia menyepakati perjanjian organisasi perdagangan bebas yang biasa
disebut dengan World Trade Organization (WTO) hal tersebut menajikan Indonesia harus
siap menghadapi perdangan bebas. Perdagangan bebas merupakan suatu jalur lalu lintas
perdagangan antara negara-negara diseluruh dunia yang melakukan perdagangan tanpa
adanya suatu hambatan apapun seperti pajak ekspor dan impor.
Penerapan perdagangan bebas dinilai sangat menguntungkan bagi tiap-tiap
negara yang saling bekerjasama hal tersebut dikarenakan dapat meningkatkan
pertumbuhan ekonomi negara dan juga dapat meningkat kualitas produk bagi suatu negara
melakukan perdagangan bebas. Perdagangan bebas ini bertujuan untuk memperluas jalur
perdagangan di seluruh penjuru dunia selain itu juga dapat mensejahterakan masyarakat di
suatu negara.
Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan perdagangan bebas.
Perdagangan bebas Indonesia berada pada wilayah Indonesia bagian barat yang berdekatan
dengan negara Malaysia dan Singapura yaitu Kota Batam.
Batam merupakan sebuah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dengan
pertumbuhan yang pesat. Perdagangan bebas di Batam diberlakukan sejak tahun 2007,
Batam ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang
diberlakukan untuk jangka waktu 70 tahun. Peraturan perdagangan bebas Batam diatur
dalam PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan
Bebas Batam.
.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Perdagangan Bebas
2. Peran Indonesia dengan Perdagangan Bebas
3. Peran Kepolisian dalam mengantisipasi Perdagangan Bebas
4. Dampak Positif Perdagangan Bebas
5. Dampak Negatif Perdagangan Bebas

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perdagangan Bebas


Perdagangan bebas adalah kebijakan di mana pemerintah tidak melakukan
diskriminasi terhadap impor atau ekspor. Perdagangan bebas dicontohkan oleh Area
Ekonomi Eropa/Uni Eropa dan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, yang telah
mendirikan pasar terbuka dengan sangat sedikit pembatasan perdagangan. Sebagian besar
negara-negara saat ini adalah anggota dari perjanjian perdagangan multilateral Organisasi
Perdagangan Dunia (WTO). Namun, sebagian besar pemerintah masih memberlakukan
beberapa kebijakan proteksionis yang dimaksudkan untuk mendukung kerja lokal, seperti
penerapan tarif impor atau subsidi untuk ekspor. Pemerintah juga dapat membatasi
perdagangan bebas untuk membatasi ekspor sumber daya alam. Hambatan lain yang dapat
menghambat perdagangan termasuk kuota impor, pajak, dan hambatan non-tarif seperti
undang-undang peraturan.
Istilah perdagangan bebas, pasar bebas, atau pasar terbuka tentu sering terdengar di
publik terutama beberapa tahun belakangan. Wacana agar Indonesia segera mengikuti
perdagangan bebas pun sudah diusung oleh berbagai pihak sejak lama, meski masih ada
pro dan kontra yang mengikuti. Ada pihak yang berpendapat bahwa Indonesia sudah harus
menerapkan perdagangan bebas sekarang, dan ada juga yang berpendapat bahwa negara
kita belum siap untuk mengikutinya. Bagaimanapun seperti kebijakan ekonomi lainnya,
perdagangan bebas pun memiliki keuntungan dan kerugian yang akan kita bahas pada
pembahasan kali ini.
Kawasan yang menerapkan perdagangan bebas menjadikan barang-barang dari luar
negeri mendapatkan kebebasan masuk dan tidak dikenakan tarif pajak impor maupun
ekspor dan menjadikan barang-barang tersebut mempunyai harga yang lebih ringan atau
murah. Dengan berlakunya penerapan perdagangan bebas tersebut menjadikan Batam
sebagai kota bisnis yang sangat menguntungkan bagi pengusaha-pengusaha tertentu.
Adanya kawasan perdagangan bebas di Indonesia dianggap menguntungkan bagi
negara Indonesia sendiri dikarenakan dapat meningkatkan jalur lalu lintas perdagangan
Internasional, meningkatkan devisa negara dan juga dianggap dapat mensejahterakan
masyarakat.
Salah satu negara yang melakukan ekspor impor dengan negara Indonesia adalah
China. Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa negara china merupakan negara
yang menjadi mitra perdangan utama di Indonesia. Jumlah impor negara Indonesia dengan
2
china mencapai 28,94%. Selain china, juga terdapat beberapa negara yang melakukan
ekspor impor dengan Indonesia yaitu Taiwan, Jerman dan Korea.
Perdagangan bebas masuk dalam kategori globalisasi ekonomi. Globalisasi
ekonomi merupakan menyatukan kegiatan mengenai kegiatan konsumsi, ekonomi
produksi dan investasi antar negara yang terjadi di seluruh penjuru dunia.
Perjanjian Indonesia dengan WTO menimbulkan adanya masalah non tarif, dan
masalah non tarif tersebut menyebabkan semakin berkembangnya barang impor dan
mudahnya proses barang luar negeri masuk dalam wilayah pasar dalam negeri. Selain itu
dengan diterapkannya sistem liberalisasi perjanjian WTO tesebut mampu meningkatkan
produk ataupun sumber daya manusia dan yang lainnya.

B. Peran Indonesia dengan Perdagangan Bebas


Saat AFTA resmi ditandatangani, negara anggota AFTA hanya berjumlah 6 negara.
Keenam negara tersebut yakni Thailand, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam,
Filipina, dan Singapura. Baca juga sejarah berdirinya ASEAN dan nama-nama pendiri
ASEAN. Jumlah negara anggota kian bertambah seiring dengan bergabungnya negara
lainnya ke dalam ASEAN. Negara Vietnam bergabung di tahun 1995, negara Myanmar
dan Laos bergabung di tahun 1997, serta negara Kamboja bergabung di tahun 1999.
Negara anggota AFAT pun menjadi sepuluh negara. Peran Indonesia dalam AFTA yakni
sebagai berikut:
1) Pelopor dan Pendiri Organisasi Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
Indonesia bersama-sama dengan Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, Thailand,
dan Filipina menandatangani Deklarasi Singapura sebagai tonggak berdirinya kawasan
perdagangan bebas di Asia Tenggara yang disingkat AFTA. AFTA dibentuk pada saat
pertemuan tingkat kepala negara (ASEAN Summit) ke-4 di Singapura pada tahun
1992. Para kepala negara pada pertemuan tersebut mengumumkan pembentukan suatu
kawasan perdagangan bebas di ASEAN (AFTA) dalam jangka waktu 15 tahun.
2) Anggota Aktif Berbagai Organisasi Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
Indonesia termasuk anggota aktif dalam organisasi kerja sama antarnegara seperti
AFTA. Langkah yang Indonesia sebagai anggota aktif dalam organisasi kerjasama
ekonomi antarnegara diantaranya adalah:
 Aktif dalam menghadiri setiap pertemuan dalam konferensi AFTA
 Mengikutsertakan menteri atau pejabat setingkat menteri dalam konferensi kerja
sama ekonomi
3
 Mengadakan pertemuan tingkat menteri di bidang ekonomi dan perdagangan di
Indonesia.
3) Satu-satunya Negara ASEAN G-20
ASEAN berkeinginan untuk berperan dalam perundingan G-20 sebagaimana yang
telah disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-15 ASEAN di Thailand merupakan
salah satu langkah maju dalam proses integrasi ekonomi ASEAN. Peran regional ASEAN
dalam pembentukan kebijakan ekonomi global semakin diakui dengan terbukanya akses
dan peluang kerj sama dengan 20 negara ekonomi terbesar di dunia. Indonesia berperan
penting dalam proses ini karena merupakan satu-satunya negara ASEAN di G-20 dan
memiliki posisi strategis sebagai “penyambung” kepentingan ASEAN dan G-20.

C. Peran Kepolisian dalam mengantisipasi Perdagangan Bebas


Kementerian Perdagangan dan Kepolisian Republik Indonesia menandatangani
Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penegakan Hukum, Pengawasan, dan Pengamanan di
Bidang Perdagangan. MoU diteken Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Muhammad Tito Karnavian di
Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/1/2017).
Pelaksanaan penandatanganan MoU ini bertujuan untuk mewujudkan kerja sama
yang sinergis antara Kementerian Perdagangan dan Polri dalam pelaksanaan kegiatan
penegakan hukum, pengawasan, dan pengamanan di bidang perdagangan. MoU ini
merupakan perpanjangan dari MoU yang ditandatangani pada 4 Januari 2013 dan telah
berakhir pada 4 Januari 2018. Mendag mengatakan, kegiatan penegakan hukum di bidang
perdagangan harus mencakup keseluruhan sub bidang termasuk perdagangan berjangka
komoditas maupun distribusi barang pokok dan penting. Melalui MoU ini, Kemendag dan
Polri sepakat untuk menyelesaikan tanggung jawab penegakkan hukum, pengawasan, dan
pengamanan perdagangan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Adapun ruang lingkup MoU meliputi koordinasi kegiatan dalam bidang pertukaran
data atau informasi, penegakan hukum, pengawasan, pengamanan, dan peningkatan
kemampuan sumber daya manusia. "Yang diperlukan saat ini adalah langkah konkret
dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum yang hasilnya dapat segera
dirasakan masyarakat, termasuk pelaku usaha dan konsumen," ujar Kapolri Tito. Menurut
Tito, dalam pelaksanaan penegakan hukum dan pengawasan, Polri akan memberikan
dukungan berupa bantuan taktis, teknis, upaya paksa, dan konsultasi. Di sisi lain,
Kemendag sepakat memberikan dukungan keterangan ahli, maupun pertukaran data dan
4
informasi yang diperlukan Polri dalam penegakkan hukum. "Ke depan, diharapkan
penegakan hukum, pengawasan dan pengamanan perdagangan semakin meningkat dan
jumlah barang maupun pelaku usaha yang tidak sesuai ketentuan terus berkurang,"
pungkas Mendag. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan pada tahun 2017, telah
dilaksanakan pengawasan terhadap 582 barang di pasar, dimana barang yang memenuhi
ketentuan sebanyak 397 barang, tidak memenuhi ketentuan sebanyak 171 barang, dan
dalam proses uji sebanyak 14 barang.

D. Dampak Positif Perdagangan Bebas


Beberapa dampak positif yang ditimbulkan oleh perdagangan internasional.
a. Memenuhi Kebutuhan Barang dan Jasa yang Tidak ada atau Belum Dapat Diproduksi
di Dalam Negeri
~ Contohnya, negara-negara maju yang memerlukan karet alam yang tidak dapat
dihasilkan di negara-negara mereka sendiri, terpaksa harus mengimpor karet alam
dari negara penghasil karet, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
~ Sebaliknya, negara-negara yang belum dapat menghasilkan sendiri barangbarang,
seperti pesawat terbang, kapal tanker, dan mesin-mesin industri, harus mengimpor
barang-barang tersebut dari negara-negara maju.

b. Mengenal Teknik Produksi dan Manajemen yang Lebih Baik


Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik
produksi dan cara-cara memimpin perusahaan yang lebih modern. Dengan demikian,
produktivitas dan produksi yang masih sangat rendah dan terbatas dapat ditingkatkan.
Keuntungan ini terutama dapat dinikmati oleh negara-negara berkembang.

c. Setiap Negara Dapat Melakukan Spesialisasi Produksi


Meskipun dapat menghasilkan barang sendiri, terkadang ada negara yang lebih
memilih untuk mengimpor barang tersebut dari negara lain. Hal ini dilakukan agar
negara tersebut bisa memproduksi barang lain yang menguntungkan dan dapat dijual
ke luar negeri. Dengan cara ini negara tersebut dapat menggunakan faktor-faktor
produksi yang dimilikinya secara lebih efisien.

5
d. Mengenal Teknologi yang Lebih Modern
Dengan melakukan perdagangan luar negeri, memungkinkan banyak negara
berkembang mengimpor mesin-mesin atau alat-alat yang lebih modern. Hal ini
dimaksudkan untuk mewujudkan teknik produksi dan cara produksi yang lebih baik.

E. Dampak Negatif Perdagangan Bebas


Selain mempunyai dampak positif, perdagangan internasional juga mempunyai
dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini dampakdampak negatif adanya
perdagangan internasional.
a. Naik Turunnya Nilai Valas
Apabila suatu negara lebih banyak membeli barang-barang kebutuhannya dari luar
negeri, maka akan menyebabkan negara tersebut kekurangan valas karena harus selalu
membayar ke luar negeri. Sehingga lama-lama cadangan valas makin berkembang dan
akan menaikkan kurs mata uang asing.
b. Pelarian Modal ke Luar Negeri
Ketidakstabilan perekonomian karena suatu negara lebih banyak mengimpor barang
dari luar negeri, mengakibatkan kegairahan untuk menginvestasikan uangnya di dalam
negeri menurun. Selain itu, penurunan nilai mata uang menyebabkan uang yang
disimpan di luar negeri memberikan keuntungan yang lebih besar daripada disimpan di
dalam negeri. Pelarian modal ke luar negeri juga didorong oleh keinginan untuk
mempertahankan nilai riil dari kekayaan yang dimiliki, sehingga pemilik modal yang
berasal dari luar negeri enggan menginvestasikan uangnya di negara tersebut. Hal ini
mengurangi jumlah investasi yang mungkin dilaksanakan di suatu negara.
c. Defisit dalam Neraca Pembayaran
Negara-negara yang lebih banyak melakukan impor barang untuk memenuhi
kebutuhan dalam negerinya akan mengalami defisit dalam neraca pembayaran.
d. Industri Dalam Negeri Gulung Tikar
Perdagangan internasional dapat menimbulkan persaingan antara industri dalam negeri
dengan industri luar negeri. Ketidakmampuan industri dalam negeri bersaing dengan
industri luar negeri akan menyebabkan industri dalam negeri gulung tikar.

6
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Hubungan Indonesia dengan negara-negara ASEAN salah satunya di bidang
perdagangan yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) yaitu dimana negara-negara yang
berada di kawasan ASEAN dapat melakukan perdagangan bebas untuk melakukan ekspor
impor tanpa dikenakan bea cukai dimana terdapat penurunan tarif hingga menjadi 0-5%,
penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya. Di
Indonesia dampak perdagangan bebas memiliki dampak positif dan dampak negatif
khususnya bagi negara-negara di kawasan ASEAN.
Perlu dilakukan antisipasi yang cepat dan menyeluruh akibat dari banyaknya
dampak yang ditimbulkan dari perdagangan bebas. Terutama perdagangan bebas antara
Indonesia dengan China, dengan beberapa teknik antara lain :
1. Meningkatkan daya saing, pengamanan perdagangan dalam negeri serta penguatan
ekspor.”Untuk penguatan daya saing pihak Kementerian akan melaksanakan
pembenahan infrastruktur dan energi, pemberian insentif, membangun KEK (Kawasan
Ekonomi Khusus), memperluas akses pembiayaan dan pengu-rangan biaya bunga,
pembenahan sistem logistik, pelayanan publik, serta penyederhanaan peraturan dan
meningkatkan kapasitas kerja.
2. Strategi pengamanan pasar domestik akan difokuskan kepada pengawasan tingkat
border (pengamanan) serta peredaran barang di pasar lokal. Namun pihaknya juga
akan melakukan promosi penggunaan produksi dalam negeri. Sedangkan untuk
penguatan industri, pihak Kementerian Perdagangan berupaya mengoptimalkan
peluang pasar China dan ASEAN sekaligus penguatan peran perwakilan luar negeri.
Kementerian berusaha mengembangkan kebijakan dan diplomasi perdagangan di
forum internasional, menjaga pertumbuhan (Ekonomi, menekan kesenjangan
kesejahteraan masyarakat dan lainnya,” Kementerian Perdagangan telah menetapkan
beberapa program dan kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing komoditi
ekspor serta mengamankan perdagangan dalam negeri.
Dari kedua teknik tersebut yang dihasilkan adalah dimana kita bisa melihat suatu
perkembangan dimana perekonomian kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan
output yang dihasilkan indonesia mampu bersaing dengan negara-negara luar dan daya
ekspor negara akan semakin kuat karena adanya suatu perubahan-perubahan infrastruktur,
energi dan penjagaan pertumbuhan ekonomi negara.
7
DAFTAR PUSTAKA

Jhamtani, Hira. 2005. WTO dan Penjajahan Kembali Dunia Ketiga. Insist Pers.Yogyakarta

Fakih, Mansour. 2003. Bebas dari Neoliberalisme. Insist Pers. Yogyakarta

http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_esapunya14/id_8995/title_perda
gangan-bebas-di-indonesia/

http://tulisanpkfarida.blogspot.com/2010/11/pengertian-pasar-bebas.html
http://blogging.co.id/pengertian-pasar-bebas-menurut-ahli
https://anandarfm.wordpress.com/category/etika-dan-pasar-bebas/