Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN KOMUNITAS PUSKESMAS DAN


PHN

Mata Kuliah Keperawatan Komunitas I

Dosen Pembimbing : Ro`isah. M. Kes

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 11

1. Ahmad Nurul Fahrusi


2. Faidatul Jannah
3. Hozaimatul Hilalia
4. Leny Rizka Januaristina

PROGRAM STUDY SARJANA KEPERAWATAN

STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN

PROBOLINGGO

2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.
Atas segala limpah rahmat dan hidayahnya. Sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini, dan sholawat serta salam semoga selalu tercurah
limpahkan kepada proklamator sedunia, pejuang tangguh yang tak gentar
menghadapi segala rintangan demi umat manusia, yakni Nabi Muhammad SAW.

Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas di


STIKES Hafshawaty, kami susun dalam bentuk kajian ilmiah dengan judul ”
Program Pelayanan Kesesehatan Komunitas Puskesmas Dan PHN’’ dan
dengan selesainya penyusunan makalah ini, kami juga tidak lupa menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:

1. KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH.MM sebagai pengasuh pondok


pesantren Zainul Hasan Genggong
2. Dr H.Nur Hamim, S.Kep.,Ns.M.Kep,Sp,Kep.Mat sebagai ketua STIKES
Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
3. Shinta wahyusari,S.kep.,Ns.,M.Kep,Sp,Kep.Mat sebagai Ketua Prodi S1
Keperawatan
4. Rizka Yunita ,S.kep.,Ns.,M.kep Sebagai Wali Kelas Prodi S1 Keperawatan
5. Ro`isah. M.Kes sebagai Dosen pembimbing mata kuliah Keperawatan
Komunitas I

Pada akhirnya atas penulisan materi ini kami menyadari bahwa sepenuhnya
belum sempurna. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati mengharap kritik dan
saran dari pihak dosen dan para audien untuk perbaikan dan penyempurnaan
pada materi makalah ini.
Probolinggo, 30 November 2019

DAFTAR ISI

Cover ......................................................................................................

Kata Pengantar ........................................................................................

Daftar Isi .................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................... 2
1.4 Manfaat ........................................................................................ 2
BAB I1 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Puskesmas ..........................................................................


2.2 Prinsip Pelayanan Puskesmas ..........................................................
2.3 Bentuk Pelayanan Puskesmas .......................................................... .
2.4 Definsi PHN.......................................................................................
2.5 Prinsip Pelayanan PHN................................................................
2.6 Issu dan trend dalam pelayanan pendidikan keperawatan
komunitas....................
2.7 Issu dan trend dalam penelitian keperawatan komunitas ....................
2.8 Issu dan trend dalam profesional ........................................................

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan....................................................................................
3.2 Saran ..............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


sebuah negara dibentuk oleh masyarakat di suatu wilayah yang
tidak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama setiap
anggotanya dalam koridor kebersamaan. Dalam angan setiap anggota
masyarakat, negara yang dibentuk oleh mereka ini akan melaksanakan
fungsinya menyediakan kebutuhan hidup anggota berkaitan dengan
konstelasi hidup berdampingan dengan orang lain di sekelilingnya. Di
kehidupan sehari-hari, kebutuhan bersama itu sering kita artikan sebagai
“kebutuhan publik”. Salah satu contoh kebutuhan publik yang mendasar
adalah kesehatan.
Kesehatan adalah pelayanan publik yang bersifat mutlak dan erat
kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk semua pelayanan yang
bersifat mutlak, negara dan aparaturnya berkewajiban untuk menyediakan
layanan yang bermutu dan mudah didapatkan setiap saat. Salah satu wujud
nyata penyediaan layanan publik di bidang kesehatan adalah adanya
Puskesmas. Tujuan utama dari adanya Puskesmas adalah menyediakan
layanan kesehatan yang bermutu namun dengan biaya yanng relatif
terjangkau untuk masyarakat, terutama masyarakat dengan kelas ekonomi
menengah ke bawah.
Dalam makalah ini, kami akan membahas mengenai “Pelayanan
Puskesmas” karena Puskesmas sebagai bentuk nyata peran birokrasi dalam
memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya dalam
bidang kesehatan sdan karena Puskesmas merupakan ujung tombak
pelayanan kesehatan masyarakat.
1.2 RUMUSAN MASASAH
1. Apa definisi puskesmas
a. untuk mengetahui prinsip pelayanan kesehatan
b. untuk mengetahui bentuk pelayanan kesehatan puskesmas
2. Apa definsi BHN
a. Untuk mengetahui prinsip BHN
b. untuk mengetahui bentuk pelayann kesehatan puskesmas
3. Apa yang di maksud Issu dan trend dalam pelayanan keperawatan
komunitas
4. Apa yang di maksud issu dalam trend pendidikan keperwatan
komunitas
5. Apa yang di maksud Issu dalam trend penelitian keperawatan
komunita
6. Apa yang di maksud Issu dan trend dalam profesional

1.3 TUJUAN

1. untuk mengetahui definisi puskesmas untuk mengetahui prinsip


pelayanan kesehatan
a. untuk mengetahui bentuk pelayanan kesehatan puskesmas
b. untuk mengetahui prinsip pelayanan kesehatan
2. untuk mengetahui definsi BHN
a. Untuk mengetahui prinsip BHN
b. untuk mengetahui bentuk pelayann kesehatan puskesmas
3. untuk mengetahui Issu dan trend dalam pelayanan keperawatan
komunitas
4. untuk mengetahui Issu dalam trend pendidikan keperwatan komunitas
5. untuk mengetahi Issu dalam trend penelitian keperawatan komunita
6. untuk mengetaui Issu dan trend dalam profesional

1.3 MANFAAT
Dari pembahasan materi yang tersedia dalam makalah ini,
diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pembaca untuk mengetahui
tentang definisi, prinsip, bentuk , tujuan, struktur, dan tren issu dalam
komunitas serta mengetahui penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
dilakukan oleh Puskesmas. Selain itu pembaca dapat mengetahui masalah-
masalah yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di lingkup Puskesmas
dan mencari serta menemukan faktor-faktor penyebab terjadinya masalah-
masalah di lingkup Puskesmas, sekaligus dapat mengetahui solusi
mengatasi masalah-masalah yang muncul di lingkup Puskesmas.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi puskesmas


Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
meruakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat d samping memberikan pelayanan secara menyeluruh
dan terpadu kepada masyarakat wilayah kerjannya dalambentuk kegiatan
pokok.
Puskesmas adalah Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang
pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi
sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan
pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk
masyarakat di suatu wilayahS kerja tertentu yang telah ditentukan secara
mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek
pembiayaan. (Ilham Akhsanu Ridlo, 2008)
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten
/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di
suatu wilayah kerja.
2.2 Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas
Permenkes RI No 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
Setelah lebih dari satu dekade, peraturan mengenai Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) diperbaharui seiring dengan implementasi JKN.
Kepmenkes No 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat
Kesehatan Masyarakat telah digantikan dengan Permenkes RI No 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Peraturan baru ini telah membawa
paradigma baru mengenai tugas pokok Puskesmas terutama untuk
mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Puskesmas diselenggarakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat
yang (a) memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat; (b) mampu menjangkau pelayanan kesehatan
bermutu; (c) hidup dalam lingkungan sehat; dan (d) memiliki derajat
kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Peraturan ini menyebutkan 6 prinsip penyelenggaraan Puskesmas, yaitu:
1. Prinsip paradigma sehat. Puskesmas mendorong seluruh pemangku
kepentingan untuk berkomitmen dalam upaya mencegah dan mengurangi
resiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat.
2. Prinsip pertanggungjawaban wilayah. Puskesmas menggerakkan dan
bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya.
3. Prinsip kemandirian masyarakat. Puskesmas mendorong kemandirian
hidup sehat bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
4. Prinsip pemerataan. Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah
kerjanya secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama,
budaya dan kepercayaan.
5. Prinsip teknologi tepat guna. Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan
Kesehatan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai
dengan kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan dan tidak berdampak
buruk bagi lingkungan.
6. Prinsip keterpaduan dan kesinambungan. Puskesmas mengintegrasikan
dan mengoordinasikan penyelenggaraan UKM dan UKP lintas program
dan lintas sektor serta melaksanakan Sistem Rujukan yang didukung
dengan manajemen Puskesmas
 Program Kegiatan Puskesmas
Program Puskesmas merupakan wujud dari pelaksanaan ke tiga fungsi
Puskesmas di atas, program tersebut dikelompokan menjadi :
1) Upaya Kesehatan Dasar
Upaya kesehatan wajib Puskesmas yang ditetapkan
berdasarkan kebutuhan sebagian besar masyarakat serta
mernpunyai daya ungkit yang tinggi dalam mengatasi permasalahan
kesehatan nasional dan intemasional yang berkaitan dengan
kesakitan, kecacatan dan kematian. Upaya kesehatan dasar tersebut
adalah :
1) Upaya Promosi Kesehatan
a. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
b. Sosialisasi Program Kesehatan
c. Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
2) Upaya Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit
Menular
a. Surveilens Epidemiologi
b. Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, DBD, Malaria, Flu Burung,
ISPA, Diare, IMS (Infeksi Menular Seksual), Rabies
3) Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB.
a. ANC (Antenatal Care) , PNC (Post Natal Care), KB
(Keluarga Berencana),
b. Persalinan, Rujukan Bumil Resti, Kemitraan Dukun
4) Upaya Perbaikan Gizi
a. Penimbangan, Pelacakan Gizi Buruk, Penyuluhan Gizi
5) Upaya Pengobatan.
a. Rawat Jalan Poli Umum
b. Rawat Jalan Poli Gigi
c. Unit Rawat Inap : Keperawatan, Kebidanan
d. Unit Gawat Darurat (UGD)
e. Puskesmas Keliling (Puskel)
6) Kesehatan Lingkungan
a. Pengawasan SPAL (saluran pembuangan air limbah),
SAMI-JAGA (sumber air minum-jamban keluarga), TTU
(tempat-tempat umum), Institusi pemerintah.
b. Survey Jentik Nyamuk
7) Pencatatan dan Pelaporan
a. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas
(SP2TP)
2) Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas adalah upaya
yang ditetapkan berdasarkan permasalahan yang ditemukan di
masyarakat serta disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas.
Upaya kesehatan pengembangan di pilih dari daftar upaya
kesehatan pokok di Puskesmas yang telah ada yang termasuk upaya
kesehatan pengembangan yaitu :
1. Upaya Kesehatan Sekolah: pembinaan sekolah sehat, pelatihan
dokter kecil.
2. Upaya Kesehatan Olah Raga: senam kesegaran jasamani.
3. Upaya Kesehatan Kerja
4. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
6. Upaya Kesehatan Jiwa: pendataan kasus, rujukan kasus.
7. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
8. Upaya Pengobatan Tradisional
9. Upaya Kesehatan Mata

2.3 Bentuk pelayanan kesehatan adalah:


1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer)
Pelayanan yang lebih mengutamakan pelayanan yang bersifat dasar dan
dilakukan bersama masyarakat dan dimotori oleh:
a. Dokter Umum (Tenaga Medis)
b. Perawat Mantri (Tenaga Paramedis)
Pelayanan kesehatan primer (primary health care), atau pelayanan
kesehatan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang paling depan,
yang pertama kali diperlukan masyarakat pada saat mereka mengalami
gangguan kesehatan atau kecelakaan. Primary health care pada pokoknya
ditunjukan kepada masyarakat yang sebagian besarnya bermukim di
pedesaan, serta masyarakat yang berpenghasilan rendah di perkotaan.
Pelayanan kesehatan ini sifatnya berobat jalan (Ambulatory Services).
Diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan masyarakat yang sehat
untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan.
Contohnya : Puskesmas, Puskesmas keliling, klinik.
2. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (sekunder)
Pelayanan kesehatan sekunder adalah pelayanan yang lebih bersifat
spesialis dan bahkan kadang kala pelayanan subspesialis, tetapi masih
terbatas. Pelayanan kesehatan sekunder dan tersier (secondary and tertiary
health care), adalah rumah sakit, tempat masyarakat memerlukan perawatan
lebih lanjut (rujukan). Di Indonesia terdapat berbagai tingkat rumah sakit,
mulai dari rumah sakit tipe D sampai dengan rumah sakit kelas A.
Pelayanan kesehatan dilakukan oleh:
a. Dokter Spesialis
b. Dokter Subspesialis terbatas
Pelayanan kesehatan ini sifatnya pelayanan jalan atau pelayanan rawat
(inpantient services).Diperlukan untuk kelompok masyarakat yang
memerlukan perawatan inap, yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan
kesehatan primer. Contoh : Rumah Sakit tipe C dan Rumah Sakit tipe D.

3. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tersier)


Pelayanan kesehatan tersier adalah pelayanan yang lebih
mengutamakan pelayanan subspesialis serta subspesialis luas.
Pelayanan kesehatan dilakukan oleh:
a. Dokter Subspesialis
b. Dokter Subspesialis Luas
Pelayanan kesehatan ini sifatnya dapat merupakan pelayanan jalan atau
pelayanan rawat inap (rehabilitasi).Diperlukan untuk kelompok masyarakat
atau pasien yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan
sekunder Contohnya: Rumah Sakit tipe A dan Rumah sakit tipe B.
2.4 Perawatan kesehatan masayarakat (PHN)
Perawat kesehatan masyarakat adalah keperawatan profesional yang
ditujukan kepada masyarakat dengan pada kelompokberesiko tinggi, dalam
pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan
peningkatan kesehatan, dengan menjamin keterjangkaun pelayanaan
kesehatan yang dibutuhkan, dan melibatkan klien sebagai mitra dalam
perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperwatan. (Allender &
Spradley, 2011)
Sementara itu, menurut & Lancaster (2001), bahwa keperwatan
kesehatan masayarakat adalah suatu sintesa dari praktek keperawatan dan
praktek kesehatan kounitas yang diterapkan untuk meningkatkan dan
memelihara kesehatan penduduk. Menurut penelti, pengertian keperawatan
kesehatan masyarakat yang leih sesuaindengan kondisi indonesia adalah yang
disampaikan oleh kelompok kerja keperwatan yaitu suatu bentuk pelayanan
profesional yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang pertama
ditujuakan pada kelompok resiko tinggidalam upaya meningkatkan status
kesehatan masyarakat dengan penekanaan dan peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit serta tidak mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
pelayanan yang diberikan dapat terjangkau oleh komunitas sebagai
mitra dalam pemberian pelayanan keperawatan. klien dalam keperawatan
kesehatn masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
(Keemenkes RI,2001)
Kegiatan perwat puskesmas mencakup upaya kesehatan perorangan
(UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang dilaksakan perawat
puskesmas sesuai dengan kopetensi, peran dan fungsinya pada semua tatanan
pelayanan kesehtan serta pertama baik di dalam gedung (poliklinik rawat
jalan puskesmas, ruang inap puskesmas, puskesmas pembantu) maupun diluar
gedung puskesmas (puskesmas keliling, pasyandu, sekolah, tempat, kerja,
panti, rumah tahanan (Rutan) atau lembaga pemasyarakatan ( Lapas ) Rumah
Keluarga) dngan priorit upaya kesehatan wajib dan upayapengembangan
yang wajib dilaksakan kabupaten atau kota tertentu (Kemenkes RI , 2006)

2.5 Prinsip Keperawatan Komunitas


Prinsip dalam melaksanakan keperawatan komunitas antara lain:
kemanfaatan, intervensi atau pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas
dilakukan harus memberikan manfaat sebesar – besarnya bagi komunitas,
masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih alernative
terbaik yang disediakan keadilan. hal ini menegaskan bahwa upaya yang
dilakukan sesui dengan kemampuan atau kepastian Stanhope &
Lancaster,2000)

2.7 Issu dan trend dalam pelayanan pendidikan keperawatan komunitas

1. Jenis Jenjang Pendidikan Keperawatan


a. Pendidikan Vokasi Pendidikan vokasi adalah suatu program diploma
yang menerapkan pelayanan atau tindakan kesehatan. Berdasarkan
pada UU NO 34 tahun 2014 tentang Keperawatan pada pasal 6 (1)
tingkat vokasi yang paling rendah adalah diploma (D3) keperawatan.
b. Pendidikan Akademik Pendidikan akademik adalah pendidikan
sarjana dan pasca sarjana yang menjerumus pada penguasaan dan
pengembangan ilmu pengetahuan keperawatan secara mendalam.
Berdasarkan pada UU NO 34 tahun 2014 tentang Keperawatan pada
pasal 7, pendidikan akademik terdiri atas program sarjana
keperawatan, program megister keperawatan, dan program doktor
keperawatan.. (S2) dengan peminatan Keperawatan Komunitas sudah
banyak beredar pada Universitas Negeri diantaranya UI, UGM,
Universitas Brawijaya dan UNDIP. Doktor Keperawatan Komunitas
(S3) sudah diterapkan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia.
c. Pendidikan Profesi Pendidikan profesi adalah jenjang pendidikan
tinggi setelah program sarjana dimana mahasiswa memiliki skill
dalam pekerjaan dengan keahlian khusus dalam bidang profesi dan
spesialis tertentu. Dimana peserta didik Jenjang pendidikan profesi
Ners Komunitas dan Spesialis Komunitas sudah diterapkan pada
Universitas Indonesia Pendidikan profesi menurut UU NO 34 tahun
2014 tentang Keperawatan pada pasal 8 terdiri atas program profesi
keperawatan dan program spesialis keperawatan.
2. Kewenangan Pendidikan dan Ruang Lingkup Ruang lingkup pada
keperawatan komunitas sudah ditetapkan oleh PBP-PPNI 2007 bahwa
kualifikasi Perawat Kesehatan Komunitas berdasarkan jenjang pendidikan
perawat. PK I dalam ruang lingkup ini perawat mampu memberikan
pelayanan keperawatan pada klien dan keluarga klien dengan tingkat
pendidikan minimal adalah D3 Keperawatan dengan memmiliki
kompetensi memberikan keperawatan dasar berdasarkan ilmu dasar
keperawatan komunitas. PK II dalam ruang lingkup ini perawat mampu
memberikan pelayanan keperawatan pada klien¸keluarga klien dan
kelompok dengan masalah kesehatan tertentu, dengan tingkat pendidikan
minimal adalah S1 Keperawatan dan Ners Komunitas, dimana untuk S1
harus memiliki kompetensi memberikan keperawatan dasar dalam lingkup
keperawatan komunitas yang masih dalam pengawasan bimbingan dari
perawat senior dengan bimbingan yang terbatas. Sedangkan untuk Ners
munitas harus memiliki kompetensi memberikan keperawatan dasar dalam
lingkup keperawatan komunitas dalam pengawasan bimbingan dari
perawat senior yang sepenuhnya sudah dilimpahkan atau diberikan
kepercayaan oleh perawat senior. PK III dalam ruang lingkup ini perawat
mampu mengelola dalam penanggulangan masalah kesehatan masyarakat,
dengan tingkat pendidikan minimal adalah Magister (S2) Keperawatan
Komunitas dengan memiliki kompetensi melakukan tindakan keperawatan
khusus dengan keputusan mandiri dan bertanggung jawab sepenuhnya atas
tindakan keperawatan yang diberikan. PK IV dalam ruang lingkup ini
perawat mampu dalam mengembangkan penanggulangan masalah
keperawatan kesehatan masyarakat yang komplek, dengan tingkat
pendidikan minimal adalah Spesialis Komunitas. Pada tingkat pendidikan
ini perawat harus memiliki kompetensi melakukan tindakan keperawatan
khusus atau subspesialis dengan keputusan mandiri, memberikan
keperawatan dasar pada klien dalam lingkup keperawatan komunitas
dengan menyeluruh/utuh dan melakukan rujukan keperawatan. PK V
dalam ruang lingkup ini perawat mampu melakukan konsultasi dan
pengembangan pelayanan, dengan tingkat pendidikan Doktor dan paling
rendah adalah Magister. Doktor dalam tingkatan ini memiliki kompetensi
yang tinggi yaitu melakukan tindakan dan asuhan secara keperawatan
khusus dengan keputusan mandiri dan sebagai konsultan dalam lingkup
komunitas.
2.8 Issu dan trend dalam penelitian keperawatan komunitas
Issue dan Trend dalam penelitian keperawatan komunitas sudah
banyak sekali topik/judul yang digunakan oleh para peneliti keperawatan
komunitas seperti Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan
Lansia Berkunjung Ke Kelompok Binaan Khusus Lansia Di Puskesmas
Global Limboto Kabupaten Gorontalo dan Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Anak Sekolah Dasar (SD).
Denurut Depkes 2014 angka kejadian diare sangat tinggi, banyak peneliti
yang melakukan penelitian terhadap PHBS pada anak usia sekolah karena
anak usia sekolah lebih aktif dan rasa keingin tahuan yang tinggi terhadap
benda asing sehingga rentan sekali utuk terkena penyakit daire dan
kurangnya suatu penerapan tersebut dari orang tua dan pihak sekolah.
Dengan dilakukannya tindakan PHBS maka anak, dan orang tua
mengetahui bahwa pentingnya melakukan cuci tangan dengan
menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan. Trend
dan issue saat ini juga adalah kurangnya dukungan keluarga terhadap
lansia, sehingga para lansia memiliki harga diri rendah seperti merasa
sudah tidak berdaya didalam keluarganya. Dukungan keluarga kepada
lansia sangat di butuhkan agar lansia merasa bahagia dan berguna, dengan
cara memberikan motivasi kepada lansia dalam mengikuti suatu keiatan di
lingkungan sekitar rumah.
2.9 Issue dan trend dalam keprofesian keperawatan komunitas
Issue dan trend dalam profesi keperawatan komunitas sama seperti
jenjang pendidikan keperawatan. Yang dominan dalam keprofesian
keperawatan komunitas adalah pada program akademik dan program
profesi dalam program tersebut sudah banyak dibuka peminatan pada
Keperawatan Komunitas seperti Ners, S2, S3 dan Spesialis. Bagi jurusan
S3 Keperawatan Komunitas hanya berada di Universitas Indonesia saja.
Bidang keorganisasian atau kolegium keperawatan menurut UU
No 38 thn 2014 BAB VII tentang Kolegium Keperawatan adalah suatu
organisasi yang bertanggung jawab pada profesi keperawatan, salah satu
organisasi dalam keperawatan yang sudah tidak asing adalah Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang merupakan suatu organisasi
sebagai wadah bidang keperawatan, seiring dengan bertambahnya jenjang
pendidikan keperawatan PPNI membangun suatu organisasi untuk
Keperawatan Komunitas, yaitu Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas
Indonesia (IPKKI) yang telah dikelola pada masing-masing Provinsi di
Indonesia. Trend lebih sering dan banyak di bicarakan adalah tentang gaij
perawat. Banyak perawat mengeluh tentang penerimaan gaji yang kecil
dan berbeda dibandingkan institusi lainnya, sedangkan pekerjaan yang
mereka lakukan sama beratnya. Sehingga mereka terkadang merasa iri
dengan gaji perawat lain yang memiliki gaji lebih besar. Dengan adanya
aturan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia gaji perawat diberikan
berdasarkan jenjang pendidikannya, pada setiap Provinsi dan institusi
kesehatan/Rumah Sakit berbeda-beda. Semakin tinggi tingkat jenjang
pendidikan maka semakin besar gaji yang mereka peroleh. Tunjangan
pada PNS lebih besar daripada gaji pokok. Pemberian gaji juga
berdasarkan pada lamanya pengalaman pekerjaan seorang perawat.
Perkembangan/pelatihan pada keperawatan komunitas dapat dikatakan
masih jarang dan masih minim, tetapi pelatihan sangat diperlukan untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masalah penyakit serta
meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas. Maka dalam komunitas
diperlukan suatu pelatihan pada Puskesmas tentang peningkatan
pelayanan kesehatan dan pemberian konseling kepada Kader dan
masyarakat tentang masalah kesehatan yang sering terjadi pada lingkup
masyarakat. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan
Puskemas karena meningkatkan wawasan bagi masyarakat serta mampu
menurunkan morbiditas dan mortalitas pada desa yang memiliki angka
kejadian tinggi. Sebaliknya untuk desa yang memiliki angka kejadian
rendah dapat mempertahankannya agar tidak memiliki kurva morbiditas
dan mortalitas yang meningkatan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perawatan kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah salah satu upaya


pengembangan yang diselenggarakan oleh puskesmas. Perawatan kesehatan
masyarakat sering disebut dengan phn ( public health nursing ) namun pada
akhir-akhir ini disebut juga chn ( community health nursing ). Puskesmas
pada dasarnya adalah pelayanan keperawatan professional yang merupakan
perpaduan antara konsep kesehatan masyarakat dan konsep keperawatan yang
ditujukan pada seluruh masyarakat dengan penekanan pada kelopok resiko
tinggi.

Perawatan kesehatan masyarakat (puskessmas) adalah perpaduan


antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta
aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif
secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatan
masyarakat.

3.2 Saran
Pemahaman dan keahlian dalam aplikasi Asuhan Keperawatan
Komunitas atau PERKESMAS dan PUSKESMAS merupakan salah satu
cabang ilmu keperawatan yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan
khususnya perawat agar dapat mengaplikasikannya serta berinovasi dalam
pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Ini akan mendukung
profesionalisme dalam wewenang dan tanggung jawab perawat sebagai
bagian dari tenaga medis yang memberikan pelayanan Asuhan Keperawatan
secara komprehensif.
DAFTAR PUSTAKA

Koenig Kathleen blais dkk, (2006). Praktikum Keperawatan Profesional Edisi 4.


EGC. Jakarta

Setyowati Sri dkk. (2008). Asuhn Keperawatan Keluarga Konsep Dan Aplikasi
Kasus Edisi Revisi. Yogyakarta: Mitra Cendikia

Azwar, Azrul 1995. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan: Aplikasi Prinsip


Lingkaran Pemecahan Masalah. Pustaka sinar harapan. Jakara

Nursalam (2013) metode penelitian keperawatan, jakarta: salemba medika