Anda di halaman 1dari 20

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI

RUMAH SAKIT RAFLESIA


KOTA BENGKULU

WORK LOAD RELATIONSHIP WITH WORK STRESS ON NURSES IN RAFLESIA


HOSPITAL BENGKULU CITY

Septi Andrianti

Program Studi Keperawatan STIKes Bhakti Husada Bengkulu


Email : andriantisepti@gmail.com

ABSTRAK
Tenaga keperawatan yang melayani di pelayanan rawat inap cenderung memiliki beban kerja yang
lebih banyak dibandingkan ruangan lainnya. Setiap hari, dalam melaksanakan pengabdiannya seorang
perawat tidak hanya berhubungan dengan pasien, tetapi juga dengan keluarga pasien, teman pasien,
rekan kerja sesama perawat, berhubungan dengan dokter dan peraturan yang ada di tempat kerja serta
beban kerja yang terkadang dinilai tidak sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan emosional. Tugas yang
harus dilakukan perawat seperti melakukan asuhan keperawatan, pencatatan laporan asuhan
keperawatan, observasi pasien, menerima pasien baru atau rujukan pasien ke rumah sakit lain. Masalah
penelitian masih adanya perawat yang mengalami stress kerja di Rumah Sakit Raflesia. Tujuan
penelitian diketahuiya hubungan beban kerja dengan stress kerja pada perawat di Rumah Sakit Raflesia
Kota Bengkulu.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross
sectional total populasi yaitu seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini yang artinya
jumlah sampel sebanyak 85. Data dianalisis secara univariat dan bivariate dengan uji chi-square
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (58,8%) dengan beban kerja tingkat sedang dan
sebagian besar (51,8%) responden dengan tingkat stress rendah dengan nilai p 0,001.
Simpulan terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress kerja pada perawat di Rumah Sakit
Raflesia Tahun 2018
Kata kunci : Beban Kerja, Stress Kerja Pada Perawat

ABSTRACT
Nursing personnel who serve in inpatient services tend to have more workloads than other rooms.
Every day, in carrying out his service a nurse not only deals with patients, but also with the patient's
family, friends, colleagues, nurses, contact with doctors and regulations in the workplace as well as
workloads which are sometimes considered not in accordance with physical conditions. Psychological
and emotional preliminary. Tasks that must be performed by nurses such as nursing care, recording
nursing care reports, observing patients, accepting new patients or referring patients to other
hospitals. The research problem is there are still nurses who experience work stress at Raflesia
Hospital. The purpose of the study was to find out the relationship between workload and work stress
on nurses at the Bengkulu City Raflesia Hospital.
The type of research used in this study was an analytic survey with a total population cross sectional
design, that is the entire population sampled in this study, which means 85 samples were analyzed.
Data were analyzed univariate and bivariate by chi-square test.
The results showed most (58.8%) with a moderate level of workload and most (51.8%) respondents
with low stress levels with a p value of 0.001.
Conclusion there is a relationship between workload and stress level of work for nurses at Raflesia
Hospital in 2018
Keywords: Workload, Job Stress in Nurses

i
PENDAHULU menunjukkan Hasil caring
AN bahwa perawat survei yang profession yang
memiliki dilakukan oleh memiliki
Rumah prevalensi stres PPNI (2010) peranan
sakit tinggi yang sekitar 50,9% penting dalam
merupakan berhubungan perawat yang menghasilkan
salah satu dengan bekerja di kualitas
tempat kerja pekerjaan. The empat provinsi pelayanan
yang berpotensi Daily (2007) di Indonesia kesehatan di
menimbulkan menemukan mengalami rumah sakit.
bahaya. Rumah bahwa dua stres kerja yaitu Pelayanan yang
sakit di pertiga, atau sering pusing, diberikan
Amerika 67% dari lelah, tidak bisa berdasarkan
Serikat kepala perawat beristirahat pendekatan
mencatat rata- dan supervisor karena beban bio-psiko-
rata 6,8 cedera perawat kerja tinggi dan sosial-spiritual
atau kecelakaan dilaporkan menyita waktu. (Departemen
yang mengalami Stres kerja juga Kesehatan RI ,
berhubungan stres kerja yang merupakan 2001).
dengan tinggi dari penentu Tenaga
pekerjaan dan pekerjaan penting keperawatan
penyakit untuk pelayanan timbulnya yang melayani
setiap 100 kesehatan. depresi, di pelayanan
karyawan American penyebab rawat inap
penuh pada National keempat cenderung
tahun 2011, hal Association for terbesar memiliki beban
ini hampir dua Occupational timbulnya kerja yang
kali lipat untuk (2010) penyakit di lebih banyak
industri swasta menempatkan seluruh dunia. dibandingkan
secara kejadian stres Tenaga ruangan
keseluruhan kerja pada keperawatan lainnya. Setiap
(OSHA, 2013). perawat berada adalah salah hari, dalam
Data diurutan paling satu tenaga melaksanakan
survei Self- atas pada empat kesehatan yang pengabdiannya
reported Work- puluh pertama juga ikut dalam seorang
related Illness kasus stres melaksanakan perawat tidak
(SWI) dalam kerja. penanganan hanya
European Tingginya terhadap pasien berhubungan
Agency For angka kejadian yang ada di dengan pasien,
Safety an stres kerja pada rumah sakit. tetapi juga
Health at Work perawat juga Tenaga dengan
(2014) pada terlihat di keperawatan keluarga
tahun 2011 Indonesia. merupakan the pasien, teman
i
pasien, rekan maupun (Supardi, Stres dapat
kerja sesama keahlian dan 2007). muncul apabila
perawat, waktu yang Stres seseorang
berhubungan tersedia maka merupakan mengalami
dengan dokter akan menjadi ketegangan beban atau
dan peraturan sumber stres yang tugas berat dan
yang ada di (Ilyas, 2000) disebabkan orang tersbut
tempat kerja Kondisi oleh fisik, tidak dapat
serta beban kerja emosi, sosial, mengatasi
kerja yang memperlihatka ekonomi, tugas yang
terkadang n kontribusi pekerjaan atau dibebankan itu,
dinilai tidak paling besar keadaan, maka tubuh
sesuai dengan terhadap peristiwa serta akan berespon
kondisi fisik, terjadinya stres pengalaman dengan tidak
psikis dan kerja kemudian yang sulit mampu
emosionalnya tipe untuk bertahan terhadap tugas
(Almasitoh, kepribadian (Nasir dan tersebut,
2011). dan beban Muhith, 2011). sehingga orang
Kondisi kerja. Beban Stres yang tersebut dapat
dan beban kerja kerja yang terlalu banyak mengalami
di rawat inap berlebihan ini membuat stres (Hidayat,
perlu diketahui sangat kinerja 2011)
agar dapat berpengaruh seseorang Seseoran
ditentukan terhadap menurun dan g yang
kebutuhan produktifitas cenderung mengalami
kuantitas dan tenaga tidak produktif, stres
kualitas tenaga kesehatan dan tetapi stres mempunyai
perawat yang tentu saja yang sedikit perilaku mudah
diperlukan berpengaruh akan membantu marah, murung,
dalam ruang terhadap seseorang gelisah, cemas
sehingga tidak produktifitas memusatkan dan semangat
terjadi beban perawat. perhatian dan kerja yang
kerja yang Perawat kinerja rendah.
tidak sesuai merasakan seseorang Sehingga,
yang akhirnya bahwa jumlah (Noordiansah, ketika seorang
menyebabkan perawat yang 2010). Stres perawat terkena
stres kerja. Bila ada tidak merupakan stres maka
banyaknya sebanding respon tubuh kinerja dalam
tugas tidak dengan jumlah yang bersifat memberikan
sebanding pekerjaan yang tidak spesifik pelayanan
dengan harus terhadap setiap keperawatan
kemampuan diselesaikan tuntutan atau akan menurun,
baik fisik beban atasnya. pada akhirnya
ii
akan maka kinerja sebagai Rekam Medik
mendatangkan akan mulai pelayanan dengan total
keluhan dari menurun, tingkat pertama sumber daya
pasien karena stres dan menerima manusia yang
(Nurmalasari, tersebut pasien ada 257 orang
2012). mengganggu pengguna kartu dengan rincian
Sedangkan pelaksanaan Badan dokter umum
Levin (2013) kerja karyawan Penyelengara sebanyak 24,
menyatakan dan akan Jaminan Sosial dokter spesialis
bahwa kehilangan (BPJS) 21, 85 perawat,
manifestasi dari kemampuan sehingga 12 ahli gizi dan
stres kerja untuk jumlah tenaga
perawat antara mengendalikan kunjungan di laboratorium 8
lain akibat nya atau rumah sakit orang dan
karakterisasi menjadi tidak raflesia bidan 7 orang.
pasien, mampu untuk meningkat. Adapun waktu
pengkajian mengambil Fasilitas yang kerja di Rumah
terhadap keputusan dan ada Sakit Raflesia
pasien, dan perilakunya diantaranya, terbagi 3 yaitu
aspek menjadi tidak ruang rawat shif pagi dari
lingkungan menentu. penyakit dalam, pukul 07.30 –
kerja yang Akibat yang ruang rawat 14.00, shift
mengganggu paling ekstrim bedah, Instalasi sore dari pukul
Apabila adalah kinerja Diklat dan 13.00 – 20.00
stres mencapai menjadi nol, Litbang, dan shift
titik puncak karyawan Instalasi malam dari
yang kira-kira mengalami Farmasi, pukul 19.30 –
sesuai dengan gangguan, Instalasi Gizi, 08.00.
kemampuan menjadi sakit, Instalasi Rawat Dalam
maksimum dan tidak kuat Darurat, kurun tiga
kinerja lagi untuk Instalasi tahun dari
karyawan maka bekerja, Laboratorium, tahun 2015
pada titik ini menjadi putus Instalasi sampai 2017
stres tambahan asa, keluar atau Laundry dan jumlah pasien
cenderung menolak CSSD, Instalasi yang
tidak bekerja Pemeliharaan berkunjung di
menghasilkan (Munandar, Sarana RS dan Rumah Sakit
perbaikan 2008) Sanitasi, Raflesia
kinerja Rumah Instalasi mengalami
selanjutnya bila Sakit Raflesia Radiologi, penurunan,
stres yang di merupakan Instalasi Rawat yaitu pada
alami karyawan salah satu Jalan (IRJA), tahun 2015
terlalu besar, rumah sakit Instalasi sebanyak
iii
42.040 pasien, tersebut orang di wawancara
2016 sebanyak dikarenakan ruangan kepada 5 orang
40.648 pasien, beban kerja angrek, 18 perawat yang
dan tahun 2017 sebagai diruangan IGD, sedang dinas
sebanyak perawat yang 6 orang di terdapat 4
38.393 pasien. dirasakan oleh Kamar Operasi, orang
Meskipun perawat terasa 8 orang di merasakan
mengalami membebani ruang beban yang
penurunan yang pada kebidanan paling berat
jumlah pasien akhirnya dengan yaitu pada shift
namun tidak berdampak pembagian malam karena
berarti beban pada shift kerja mengantuk,
kerja perawat munculnya menjadi 3 merasa repot
RS. Raflesia stres kerja. Hal kelompok yaitu jika ada
menurun, tersebut sejalan shift pagi jam rujukan pasien
karena rata-rata dengan hasil 07.30-14.00 ke rumah sakit
pasien yang penelitian yang WIB, shift sore lain, harus
berkunjung dilakukan jam 14.00- meninggalkan
setiap harinya Nurmalasari 20.00 WIB, dan keluarga serta
sebanyak 107 (2012) yaitu shift malam waktu untuk
pasien. Apabila beban kerja jam 20.00- beristirahat
membandingka berpengaruh 07.30 berkurang.
n antara jumlah positif dan WIB.Tugas Keluhan lain
perawat dan signifikan yang harus yang dirasakan
pasien dalam terhadap stres dilakukan seperti
satu hari maka kerja. perawat seperti lingkungan
satu perawat Berdasar melakukan kerja yang
dapat kan survei asuhan kurang
menangani 34 pendahuluan keperawatan, nyaman,
pasien (RS. yang dilakukan pencatatan merasa bosan,
Raflesia, 2017). pada bulan laporan asuhan manajemen
Penelitian Januari 2018 keperawatan, yang kurang
yang dilakukan didapat data observasi baik dan
oleh Wibowo jumlah seluruh pasien, kurangnya
(2012) perawat di menerima perhatian dari
menunjukkan Rumah Sakit pasien baru atasan.
bahwa beban Raflesia yaitu atau rujukan Berdasar
kerja 85 orang pasien ke kan uraian
berpengaruh dengan rincian rumah sakit diatas
positif terhadap 17 orang lain. pekerjaan yang
stres kerja. ruangan Seruni, Hasil pra menumpuk,
Adanya 18 orang di penelitian deadline dan
pengaruh Melati, 18 dengan cara tekanan kerja
iv
merupakan karena apabila beban kerja dari populasi
salah satu seorang dengan stress terjangkau
penyebab perawat kerja pada yang dapat
terjadinya stres mengalami perawat di dipergunakan
pada pekerja stres yang Rumah Sakit sebagai subjek
sehingga tinggi akan Raflesia Kota penelitian
dampak stres berdampak Bengkulu. melalui
tersebut dapat pada kualitas sampling
menyebabkan pelayanannya. METODE (Notoatmodjo,
kelelahan, Pada dasarnya PENELITIAN 2010).
kecemasan, perawat Jenis Sedangkan
panik, dituntut untuk penelitian yang sampling
berkeringat dan mampu digunakan pada adalah proses
tremor. Hal ini memberikan penelitian ini menyeleksi
dapat pelayanan adalah survey porsi dari
menyebabkan secara teratur analitik dengan populasi yang
gangguan dan tepat waktu rancangan dapat mewakili
tubuh untuk yang harus cross sectional, populasi yang
rileks, didukung oleh dimana ada. Dalam
gangguan nafsu sikap ramah variable penelitian ini
makan, pola tamah, sopan independen sample yang
tidur yang santun dan mau (beban kerja) diambil
terganggu, bersabar serta dan variable menggunakan
perasaan mau dependen teknik total
tertekan dan menyisihkan (stress kerja) populasi yaitu
stres juga dapat waktunya diukur dan seluruh
meningkatkan untuk dikumpulkan populasi
seseorang mendengarkan secara simultan dijadikan
rentan untuk keluhan pasien atau dalam sampel dalam
terkena dengan waktu yang penelitian ini
gangguan memberikan bersamaan yang artinya
mental, informasi yang (Notoatmodjo, jumlah sampel
penyakit jelas dan 2010). Populasi sebanyak 85
jantung dan mudah penelitian ini orang dengan
beberapa dimengerti. adalah seluruh kiteria inklusi
gangguan lain- Berdasar perawat yang a. Perawat
lainnya. kan penjelasan dinas di rumah yang
Berdasar diatas sehingga Sakit Raflesia tida
kan hal tersebut peneliti untuk dengan jumlah k
maka stres pada melakukan sebanyak 85 cuti
perawat sangat penelitian orang. b. Bersedia
perlu dengan judu Sampel jadi
diperhatikan, hubungan adalah bagian resp
v
ond perempuan dijumlahkan 150 dengan
en (diberi kode dengan nilai kriteria 1 =
c. Perawat 0) dikatakan berat tidak pernah , 2
yang dinas c. Masa jika skor 56- = jika menurut
di ruangan bekerja : 1 80% (diberikan anda jarang, 3
rawat inap tahun atau kode 0), sedang = jika menurut
Kriteria kurang 1 jika skor 31- anda sering, 4 =
Ekslusi: tahun (diberi 55% (diberikan jika menurut
a. Perawat kode 0), kode 1), dan anda hampir
yang lebih 1 tahun ringan jika skor selalu, 5 = jika
cuti – 5 tahun <30% menurut anda
b. Tidak (diberi kode (diberikan kode selalu. Hasil
berse 1) dan lebih 2). penelitian
dia dari 5 tahun dikelompokan
menj (diberikan Kuesioner 3 : menjadi 2 yaitu
adi kode 2) data stress kerja stress tingkat
respo d. Status adalah dengan sedang (bila
nden Perkawian : menggunakan skore 79 – 117)
c. Perawat di Kawin kuisioner OSI- dan diberikan
poli ( diberikan R kode 0, stress
rawat kode 0) dan (Occupational tingkat rendah
jalan belum kawin Stress (bila skore 30 –
(diberikan Inventory – 78) dan
Tehnik kode 1). Resived diberikan kode
Pengumpulan Edition) Oleh 1
Data Kuesioner 2 (Osipow dan
Jenis Data merupakan Spokane (1998) Analisis
Kuesioner 1 kuesioner yang telah bivariat
memuat data beban kerja dimodifikasi dilakukan
demografi dengan jumlah penggunaannya untuk
responden. pertanyaan dan telah diuji mengetahui
Pernyataan sebanyak 8 pertanyaan hubungan
pada kuesioner item yang diajukan antara kedua
diberikan pertanyaan. : 1 untuk variabel. Uji
sebagai = sangat tidak menggukur yang digunakan
berikut : setuju, 2 = stress sebanyak adalah uji beda
a. Nama tidak setuju, 3 30 pertanyaan rata-rata untuk
(inisial) : = tidak tahu, 4 dengan pilihan sampel yang
b. Jenis = Setuju dan 5 skor 1 – 5. berhubungan
kelamin : = sangat setuju. Nilai terendah (Paired t test),
Laki-laki Kemudian dari pada penelitian yaitu uji yang
(diberi kode tiap-tiap item ini adalah 30 menggunakan
1), pertanyaan dan tertinggi asumsi-asumsi
vi
data masing-masing sebagian besar sebagian
berdistribusi variable (41,2%) (23,5%)
normal, dengan meliputi usia, responden responden
varians jenis kelamin, dengan lama dengan beban
homogen dan masa kerja, kerja 1-5 tahun, kerja yang
diambil dari beban kerja dan sebagian besar berat.
sampel yang stress kerja. (50,6%)
acak. Analisa Adapun hasil responden Distribusi
bivariat adalah penelitian dapat berjenis Stress Kerja
analisa yang dilihat pada kelamin Perawat
digunakan tabel dibawah perempuan, dan Tabel 3 :
untuk melihat ini ; sebagian besar Distribusi
hubungan Distribusi (60,1%) Frekuensi
beban kerja Karakteristik responden Distribusi
perawat dengan Responden dengan status Stress Kerja
stress kerja di Tabel 1 : perkawinan Perawat di
Rumah Sakit Distribusi belum kawin. Rumah Sakit
Raflesia Kota Frekuensi Raflesia
Bengkulu Distribusi Tahun 2018
dengan Karakteristik Stress Kerja Frekuensi %
menggunakan Responden di Sedang 41 48
uji statistic Rumah Sakit Distribusi Rendah 44 51
menggunakan Raflesia Beban Kerja Jumlah 85 10
rumus Chi- Tahun 2018 Perawat
Square ( X2 ) Karakteristik Tabel 2 : Tabel 3 diatas
Responden Distribusi menunjukan
Lama Kerja Frekuensi bahwa hampir
< 1 tahun Distribusi sebagian
1– 5 Tahun Beban Kerja (48,2%)
HASIL >5 Tahun Perawat di responden
PENELITIAN Jenis Kelamin Rumah Sakit memiliki stress
Perempuan Raflesia kerja tingkat
Analisis Laki – Laki Tahun 2018 sedang.
Univariat Status Beban Kerja Frekuensi
Perkawinan Berat Analisis
Analisis Kawin Sedang Bivariat
univariat Belum Kawin Rendah Analisis
digunakan Jumlah Jumlah bivariat
untuk melihat bertujuan untuk
gambaran Tabel 1 diatas Tabel 2 diatas mengetahui
distribusi menunjukan menunjukan hubungan atau
frekuensi dan bahwa hampir bahwa hampir perbedaan pada
karakteristik
vii
variabel dan dari 50 didapatkan data melakukan
independen dan orang bahwa sebagian tindakan non
dependen. Pada responden besar (58,8%) keperawatan
penelitian ini dengan beban responden seperti
analisis bivariat kerja sedang dengan beban membersihkan
bertujuan untuk terdapat kerja yang ruangan seperti
mengetahui sebagian besar tingkat sedang. membereskan
hubungan (64%) dengan Berdasarkan sampah habis
beban kerja stress kerja hasil observasi pakai,
dengan tingkat yang rendah dan wawancara membersihkan
stress kerja serta dari 15 diketahui instrumen
pada perawat. orang dengan bahwa beban medis, jumlah
Tabel 4 : beban kerja kerja pada tenaga non
Hubungan yang rendah perawat di RS. medis yang
Beban Kerja terdapat Raflesia pada bertugas
Dengan sebagian besar beberapa mengantarkan
Tingkat Stress (53,3%) dengan kegiatan antara pasien ke
Kerja Pada tingkat stress lain mengantar ruangan juga
Perawat di kerja sedang. pasien ke masih terbatas
Rumah Sakit Hasil uji ruangan, jumlahnya.
Raflesia Tahun statistik dengan pemasangan Selain itu
2018 menggunakan kateter jumlah tenaga
StressujiKerja
chi-square intravena, perawat di
Beban Sedang didapatkan melakukan masing –
Kerja f nilai p sebesar heating pada masing ruangan
0,012 (p value luka, belum
Berat 15 75,0
< 0,05) artinya melakukan berdistribusi
Sedang 18 36,0
ada hubungan ganti balut serta sesuai dengan
Rendah 8 53,3
beban kerja melakukan jumlah beban
Jumlah 41 48,2
dengan tingkat dokumentasi kerja yang ada
stress kerja asuhan sehingga masih
Berdasarka
pada perawat di keperawatan belum
n tabel 4
Rumah Sakit gawat darurat. seimbang
menunjukan
Raflesia Tahun Beban dengan jumlah
bahwa dari 20
2018 kerja pada kunjungan
responden
tingkat berat pasien yang
dengan beban
PEMBAHASA sebanyak 23% ada.
kerja berat
N terjadi pada Berdasarka
terdapat
1. Beban perawat di RS. n hasil
sebagian besar
Kerja Raflesia terjadi kuesioner
(75%) dengan
Perawat karena belum didapatkan
stress kerja
Hasil ada tenaga hasil bahwa
yang sedang,
penelitian khusus yang 62,1%
viii
reponden hampir 50% pada penelitian sama dengan
menyatakan beban kerja diketahui rasio yang
bahwa beratnya perawat tinggi, perawat yang disampaikan
beban kerja dimana tugas tidak sesuai oleh Hay dan
yang dirasakan perawat selain dengan jumlah Oken (1972)
karena terlalu menerima dan pasien hal ini dalam Lloyd
banyaknya mengantar diketahui (2007) yang
tuntutan dari pasien baru ke bahwa 53% menyampaikan
keluarga ruangan dan responden bahwa beban
pasien. melakukan menyatakan kerja perawat
Tingginya tindakan sangat setuju di ruang IGD
tuntutan dari keperawatan, jumlah pasien tergolong berat.
keluarga pasien perawat juga tidak sesuai Beban kerja
kepad perawat melayani dengan jumlah yang tergolong
membuat tuntutan dari perawat yang berat karena
perawat atau keluarga ada. Hal ini parawat dalam
responden pasien. didukung oleh melakukan
merasa kurang Selain itu penelitian kegiatannya
nyaman dalam terdapat 52,9% Jauhari (2005) harus secara
bekerja dan responden bahwa standar cermat, cepat
tidak dapat menyatakan beban kerja dan tepat
menjaga bosan apabila perawat melakukan
keselamatan harus senantiasa identifikasi
pasien, hal ini mengerjakan harus sesuai setiap pasien
dapat dilihat observasi dengan asuhan yang datang
dari kuesioner pasien setiap keperawatan karena dituntut
bahwa 57,9% jam. Hal yang dengan
responden tersebut berorientasi keberhasilan
menyatakan sebagaimana pada kebutuhan penyelamatan
kurang nyaman diungkapkan pasien. Untuk jiwa tergantung
terhadap oleh Togia menghasilkan dari pelayanan
tuntutan (2005) bahwa pelayanan yang yang di berikan
keluarga pasien beban kerja efektif dan di IGD. Dalam
untuk yang tinggi dan efisien harus waktu yang
keselamatan tugas rutin diupayakan bersamaan
pasien. Hasil yang berulang kesesuaian perawat harus
penelitian ini dapat antara selalu waspada
sesuai dengan menyebabkan ketersediaan terhadap
hasil penelitian kelelahan fisik, tenaga perawat kedatangan
yang dilakukan emosional dan dengan beban pasien gawat
oleh Haryanti mental. kerja yang ada. maupun darurat
(2013) Beratnya Hasil yang harus
mengatakan beban kerja penelitian ini
ix
diselamatkan manusia yang pengulangan sedang.
jiwanya. menerima gerak akan Penelitian ini
Hasil beban tersebut. menimbulkan sesuai dengan
penelitian juga Beban kerja kebosanan dan penelitian yang
didapatkan optimum harus rasa monoton. dilakukan
terdapat dicapai bila Kebosanan Simanjorang
sebagian kecil ingin dalam kerja (2008) yang
perawat yang mendapatkan rutin sehari- menyatakan
memiliki beban produktivitas hari karena bahwa perawat
kerja rendah. yang tinggi, tugas atau di RSU Dr
Hal ini dapat namun pekerjaan yang Pring Medan
terjadi karena demikian jika terlalu sedikit mengalami
pada saat dinas beban mengakibatkan stres kerja
selama 6 hari pekerjaan kurangnya termasuk
tidak banyak terlalu rendah perhatian pada katagori
terdapat atau terlalu pekerjaan sedang.
kunjungan tinggi maka sehingga Tingginy
pasien, akan secara potensial a persentase
penanganan menyebabkan membahayakan stres kerja
pasien juga produktivitas pekerja. Beban sedang yang
dilakukan yang rendah kerja yang dialami
secara pula. berlebih atau perawat di
bersama-sama Beban rendah dapat ruang rawat
sehingga secara kerja yang menimbulkan inap
singkat waktu terlalu berlebih stres kerja dipengaruhi
penyelesaian menimbulkan (Manuaba, oleh beberapa
tindakan yang kelelahan baik 2000). faktor. Faktor
dibutuhkan fisik atau pertama yaitu
sedikit. mental dan tidak
Suma’mur reaksi-reaksi Tingkat Stress seimbangnya
(2009), setiap emosional Kerja jumlah rasio
beban kerja seperti sakit Tabel 4 tenaga perawat
yang diterima kepala, diatas dengan jumlah
oleh seseorang gangguan menunjukan pasien. Seorang
harus sesuai pencernaan, bahwa sebagian perawat di
atau seimbang dan mudah besar (51,8%) ruang rawat
baik terhadap marah. responden inap
kemampuan Sedangkan memiliki stress bertanggung
fisik, pada pekerjaan kerja tingkat jawab terhadap
kemampuan yang terlalu rendah dan 12 pasien. H a l
kognitif sedikit dimana 48,2% ini sesuai
maupun pekerjaan yang mengalami dengan
keterbatasan terjadi kerena stress tingkat pendapat Tutik
x
(2012) yang jam/minggu. tidak karena respon
menyatakan Namun dengan terlaksananya fisiologis yang
bahwa adanya shift pekerjaan berbeda antara
idealnya, work, rata-rata secara laki-laki dan
pelayanan/ perawat dapat maksimal perempuan.
askep yang bekerja selama dalam Pada saat
dilakukan oleh 52 mewujudkan perempuan
perawat jam/minggu. visi dan misi menghadapi
profesional Overload jam rumah sakit. stres, tubuh
untuk kerja akibat Selain itu bagi akan
sekelompok shift work pada individu memberikan
klien semenjak perawat dapat perawat, respon
masuk RS menjadi salah konsekuensi fisiologis
sampai pulang satu pemicu stres kerja berupa aktivitas
adalah 2 (dua) terjadinya stres yang dari beberapa
– 3 (tiga) kerja. berkelanjutan hormone
perawat untuk Hasil ini akan neurotransmitte
8 (delapan) – sesuai dengan menyebabkan r di dalam
12 pasien. pendapat Grain menurunnya otak. Lebih
Faktor (1999) yang produktivitas lanjut lagi
kedua, mengatakan kerja. perempuan
sebagian besar bahwa profesi Penelitian lebih menderita
pasien perawat ini juga stres daripada
menderita merupakan menunjukan laki-laki
penyakit tenaga bahwa stres disebabkan
infeksi yang kesehatan yang kerja pada karena
dapat paling tinggi tingkat sedang prolaktin
menyebabkan interaksinya lebih banyak perempuan
perawat dengan pasien dialami oleh lebih tinggi
merasa sehingga dalam perempuan. daripada laki-
khawatir melaksanakan Penelitian ini laki. Hormone
terjadinya tugasnya sejalan dengan ini
infeksi menghadapi penelitian memberikan
nosokomial banyak stressor. Gunawati umpan balik
atau Kondisi (2006) yang negatif pada
kemungkinan tersebut diatas mengemukakan otak sehingga
tertular. Faktor dapat berakibat bahwa secara dapat
yang terakhir terjadinya stres umum wanita meningkatkan
adalah shift kerja pada mengalami trauma
work. Idealnya perawat, yang stres 30% lebih emosional stres
seorang pekerja pada akhirnya tinggi daripada fisik (Crowin,
bekerja selama dapat laki-laki. Hal 2007).
40 menyebabkan ini disebabkan
xi
Faktor tingkat stres terutama lama kerja
berikutnya kerja karena menunjukan
pada penelitian berdasarkan sebagian besar bahwa perawat
ini jumlah jenis kelamin. responden dengan masa
responden Pada merupakan kerja kurang
perawat tingkat stress keluarga muda dari 1 tahun
perempuan berdasarkan yang masih tahun
lebih banyak status memiliki anak mempunyai
dibandingkan perkawinan, balita. Kondisi tingkat stres
dengan penelitian keluarga yang kerja yang
responden menunjukan membutuhkan paling tinggi
perawat la k i - bahwa stres perhatian yang
laki, sehingga kerja pada khusus seperti disebabkan
proporsi tingkat sedang pada saat anak oleh beberapa
responden lebih banyak atau pasangan factor. Faktor
perawat laki- dialami oleh sakit sementara pertama yaitu
laki dan perawat yang harus tetap tidak adanya
perawat sudah bekerja training dan
perempuan menikah. sehingga dapat atau pelatihan
tidak Penelitian ini menjadi stres kepada perawat
proporsional sejalan den tersendiri bagi baru, sehingga
dan belum penelitian yang perawat yang perawat baru
dapat dilakukan oleh sudah harus
menggambar Vierdelina berkeluarga. beradaptasi
perbedaan stres (2008) yang Hal ini sendiri dan
yang menyatakan didukung oleh belajar tanpa
sesungguhnya. bahwa stres Santrock adanya
Penelitian kerja mayoritas (2003) yang bimbingan dari
lebih lanjut terjadi pada menyatakan perawat lain.
berdasar jenis responden yang bahwa keluarga Faktor yang
kelamin sudah menikah dapat menjadi kedua yaitu
dengan jumlah (55,8%) salah satu perawat junior
yang dibandingkan faktor yang mempunyai
proporsional dengan dapat menjadi beban kerja
antara perawat responden yang pencetus yang lebih
laki-laki dan belum terjadinya stres. tinggi akibat
perempuan menikah. Hal Penelitian pendelegasian
perlu ini disebabkan ini pula beban kerja
dilakukan karena menyebutkan dari perawat
sehingga permasalahan bahwa pada senior kepada
didapat hasil yang sering tingkat stress perawat junior.
yang lebih terjadi di kerja Stres
tepat untuk keluarga, berdasarkan kerja perawat
xii
dapat terjadi emergency, nya atau orang
apabila perawat efisiensi menjadi tidak responden
dalam bertugas pelaksanaan mampu untuk dengan beban
mendapatkan tugas, serta mengambil kerja sedang
beban kerja adanya tuntutan keputusan dan terdapat
yang melebihi untuk perilakunya sebagian besar
kemampuannya menyelamatkan menjadi tidak (64%) dengan
sehingga pasien (Levin menentu. stress kerja
perawat et al, 2004). Akibat yang yang rendah
tersebut tidak Apabila paling ekstrim serta dari 15
mampu stres mencapai adalah kinerja orang dengan
memenuhi atau titik puncak menjadi nol, beban kerja
menyelesaikan yang kira - kira karyawan m yang rendah
tugasnya, maka sesuai dengan engalami terdapat
perawat kemampuan gangguan, sebagian besar
tersebut maksimum menjadi sakit, (53,3%) dengan
dikatakan kinerja dan tidak kuat tingkat stress
mengalami karyawan maka lagi untuk kerja sedang.
stres kerja. pada titik ini bekerja, Hasil uji
Manifestasi stres tambahan menjadi putus statistik dengan
dari stres kerja cenderung asa, keluar atau menggunakan
perawat antara tidak menolak uji chi-square
lain akibat menghasilkan bekerja didapatkan
karakterisasi perbaikan (Munandar, nilai p sebesar
pasien, kinerja 2008). 0,012 (p value
pengkajian selanjutnya bila < 0,05) artinya
terhadap stres yang Hubungan ada hubungan
pasien, dan dialami Beban Kerja beban kerja
aspek karyawan Dengan Stress dengan tingkat
lingkungan terlalu besar, Kerja stress kerja
kerja yang maka kinerja Berdasa pada perawat di
mengganggu akan mulai rkan tabel 5 Rumah Sakit
merupakan menurun, menunjukan Raflesia Tahun
langkah awal karena stres bahwa dari 20 2018. Menurut
dalam tersebut responden Everly dan
menangani mengganggu dengan bebn Giordana
masalah- pelaksanaan kerja berat (Munandar,
masalah yang kerja karyawan terdapat 2001), beban
datang dan akan sebagian besar kerja secara
mengenai kehilangan (75%) dengan kuantitatif dan
tingkat kemampuan stress kerja kualitatif
kepadatan untuk yang sedang, merupakan
ruangan mengendalikan dan dari 50 kemungkinan
xiii
sumber stres pegawai wanita bahwa stres hasil bahwa
pekerjaan, yang yang bermoral merupakan terdapat
termasuk juga tinggi akan tanggapan pengaruh beban
beban kerja memiliki tugas menyeluruh kerja fisik
berlebih secara tambahan. dari tubuh baik (subyektif) dan
fisik maupun Berdasarkan fisik maupun beban kerja
mental, yaitu pemikiran mental mental
harus terlalu bahwa perawat terhadap setiap (subyektif)
banyak perempuan tuntutan terhadap stres
melakukan akan lebih ataupun kerja dengan
banyak hal. teliti, lebih perubahan yang nilai
Perawat sabar, lebih mengganggu, probabilitas
diruangan juga menghargai, mengancam masing-masing
melaksanakan lebih rasa aman dan sebesar 0,000
asuhan bertanggung harga diri dan
keperawatan jawab dalam individu. 0,043.Penelitia
selama 24 jam menyelesaikan Pengalaman n ini sejalan
dan bekerja tugas, sehingga stres adalah juga dengan
secara tidak jarang pengalaman penelitian Hay
bergiliran / pimpinan akan pribadi dan dan Oken
shift jaga. Shift memberikan bersifat (1972) dalam
jaga sering tugas tambahan subjektif. Stres Lloyd (2007)
tidak seimbang karena merasa terjadi apabila juga
dengan jumlah yakin pasti individu menyampaikan
pasien akan menilai situasi bahwa beban
akibatnya diselesaikan yang ada pada kerja perawat
perawat sering dengan baik. dirinya adalah di ruang IGD
bekerja Setiap orang situasi yang tergolong berat
melebihi pernah stres mengancam. karena harus
kapasitasnya dan akan Hasil melakukan
(PPNI, 2000). mengalaminya, penelitian ini penanganan
Setiap akan tetapi sesuai dengan pada pasien
orang memiliki kadarnya hasil penelitian yang datang
kemampuan berbeda-beda yang dilakukan dengan cepat
yang berbeda- serta dalam oleh Mahwidhi dan tepat.
beda dalam jangka waktu (2010) tentang Bekerja
nenghadapi yang tidak pengaruh beban di ruang rawat
stres yang sama kerja terhadap inap dalam
dihadapi. (Hardjana, stres kerja pada setiap
Menurut 2004). perawat di RSU kesempatan
Siagian (2002) Suliswat Dr.Soeroto akan menemui
secara sosial i (2005) Ngawi pasien yang
budaya, menyatakan didapatkan memiliki
xiv
karakteristik bahwa faktor Menurut pekerjaan yang
yang bervariasi beban kerja Manuaba terlalu sedikit
yang termasuk di (2000), akibat mengakibatkan
berdampak dalam stimulus beban kerja kurangnya
pada kondisi fokal dimana yang terlalu perhatian pada
dan beban kerja secara langsung berat dapat pekerjaan
yang berbeda. berhadapan mengakibatkan sehingga secara
Untuk itu dengan seorang pekerja potensial
perawat harus seseorang dan menderita membahayakan
peran sebagai responnya gangguan atau pekerja. Beban
tenaga serba segera. Perawat penyakit akibat kerja yang
bisa, memiliki yang merasa kerja. Beban berlebihan atau
inisiatif, beban kerjanya kerja yang rendah dapat
berperilaku tinggi akan terlalu menimbulkan
kreatif serta langsung berlebihan akan stress kerja
memiliki berespon untuk menimbulkan Secara
wawasan yang beradaptasi kelelahan baik umum stres
luas dengan dengan kondisi fisik atau kerja
motivasi kerja yang ada. mental dan dipengaruhi
keras, cerdas, Berbagai reaksi–reaksi oleh banyak
iklas dan kerja keluhan fisik emosional faktor selain
berkualitas. yang dirasakan seperti sakit beban kerja,
Jenis pasien merupakan kepala, seperti yang
yang dirawat di respon gangguan disebutkan
ruangan rawat kelelahan dari pencernaan dan dalam
inap rumah beratnya beban mudah marah. penelitian
sakit dapat kerja. Sedangkan Restiaty, et al
dipandang Berdasa pada beban (2006) tentang
sebagai rkan penelitian kerja yang beban kerja dan
tuntutan dari terlalu sedikit perasaan
terhadap Rodrigues(201 dimana kelelahan
pelayanan 0) bahwa ada pekerjaan yang menyimpulkan
kesehatan jika hubungan terjadi karena adanya
tidak dikelola antara beban pengulangan hubungan
dengan baik kerja dan gerak akan beban kerja di
maka akan tingkat stres menimbulkan tempat kerja
berakibat perawat IGD, kebosanan, rasa dengan
terjadinya semakin tinggi monoton. kelelahan kerja
stress kerja beban kerja Kebosanan yang
(Boenisch dkk, maka semakin dalam kerja merupakan
2004). tinggi juga rutin sehari- gejala fisik
Menurut tingkat stres hari karena stress kerja,
Roy (1991) perawat. tugas atau artinya semakin
xv
berat beban masalah dan perawat IGD pengalaman
kerja di tempat pada akhirnya yang dilakukan bekerja di
kerja maka sangat di Malaysia ruang IGD.
semakin tinggi menguras oleh Lexshimi
tingkat stress energi baik (2007), yang SIMPULAN
kerja. Lebih fisik ataupun hasilnya DAN SARAN
lanjut kemampuan menunjukkan
dijelaskan kognitif. bahwa 100% Simpulan
bahwa variabel Kondisi perawat yang 1. Responden
yang perawat yang menjadi sebagian
berhubungan stres dengan responden besar
dengan beban adanya beban mengatakan (23,5%)
kerja adalah pekerjaan yang pernah dengan
tempat bekerja, sudah berat mengalami beban kerja
jenis pekerjaan, hendaknya stres selama tingkat berat
serta beban tidak ditambah bertugas di di Rumah
mental. lagi dengan ruang IGD. Sakit
Banyak beban- beban Mereka Raflesia
nya pekerjaan lain di luar mengalami Tahun 2018
yang melebihi tugas sebagai keluhan sakit 2. Responden
kapasitas perawat. kepala, nyeri sebagian
menyebabkan Sebagai contoh dada, nyeri besar
kondisi fisik adalah beban perut, bahkan (48,2%)
perawat mudah bimbingan ada yang responden
lelah dan mahasiswa menyampaikan dengan
mudah tegang. praktek, beban kehilangan tingkat
Pelayanan pengurus libido. Dari stress
keperawatan organisasi, atau responden sedang di
juga sangat beban lain yang didapatkan Rumah Sakit
kompleks, pada akhirnya bahwa yang Raflesia.
dimana semakin menyebabkan 3. Terdapat
membutuhkan memperberat, mereka stres hubungan
kemampuan sehingga diantaranya beban kerja
secara teknis tingkat stres adalah: beban dengan
dan perawat bekerja dengan tingkat
pengetahuan semakin alat canggih stress kerja
yang lebih. meningkat. yang sangat pada
Beban Beban menegangkan, perawat di
pekerjaan yang kerja berlebih adanya Rumah Sakit
begitu banyak dapat ketidaknyaman Raflesia
pemenuhan menyebabkan an bekerjasama Tahun 2018
kebutuhan, stres. Penelitian dengan staf lain
penanganan tentang stres dan kurangnya
xvi
rek rot 5. Per
rea asi lu
Saran si ata ada
1. Manajemen ke u ny
stres yang te mu a
efektif mp tasi pe
pengelolaan at ba na
waktu, ya gi mb
teknik ng per aha
relaksasi, da aw n
pemecahan pat at ju
masalah me ya ml
yang kreatif ndi ng ah
. str tel per
2. Perlu aks ah aw
adanya i la at
kegiatan- per ber di
kegiatan aw tug rua
yang at as ng
ditujukan dar di ra
untuk i rua wa
mengurangi lin ng t
tingkat stres gk per ina
kerja un aw p
perawat. ga ata de
3. Ru n n ng
ma ker ra an
h ja wa be
sak mi t ba
it ni ina n
per ma p ker
lu l 1 mi ja
me (sa ni ya
ng tu) ma ng
alo tah l tin
kas un sek ggi
i sek ali .
da ali. dal
na 4. Per am DAFTAR
unt lu (sa PUSTA
uk ada tu) KA
bia ny tah
ya a un.
xvii
Almasitoh, U. kinerja P. F. Kepera
H. 2011. perawat 2013. watan
Stres dan Mindful Jiwa.
Kerja bidan. ness Jakarta :
Ditinjau Jakarta. Interven Salemba
dari Depkes tions to .
Konflik RI. Reduce Medika.
Peran Hidayat, A. dan Stress Notoatmodjo,
Ganda A. Among S. 2002.
dan Alimul. Nursing Metodol
Dukung 2011. Persone ogi
an Pengant l: An Peneliti
Sosial ar Occupa an
pada konsep tional Kesehat
Perawa dasar Health an.
t.Psikoi kepera Perspec Jakarta:
slamika watan. tive. Rineka
Jurnal Edisi Workpla Cipta.
Psikolo Kedua. ce
gi Jakarta: Health Nurmalasari.
Islam. Salemba and 2012.
Vol. 8 Medika. Safety , Kontrib
(1): 63- Ilyas, Y. 2000. Vol. 61, usi
82 Kinerja, No. 2 Hardine
Depkes RI. teori, Munandar. ss dan
2001. penilaia 2008. Self
Keputus n, dan Psikolo Eficacy
an peneliti gi Terhada
menteri an. Industri p Stres
kesehat Jakarta. dan Kerja
an RI Pusat Organis (Studi
nomor: Kajian asi. pada
836/ME Ekonom Jakarta: perawat
NKES/S i Universi RSUP
K/VI/20 Kesehat tas dr.
05 an FKM Indonesi Soeradj
tentang Universi a (UI- i
pedoma tas Press) Tirtone
n Indonesi Nasir, A & goro
pengem a. Muhith, Klaten).
bangan Levin, Zeller, J. A. 2011. Jurnal
manaje M., & Dasar Psikolo
men Levin, Dasar gi.
xviii
Halama -
n: 47- ppni.or.i
57 d.
Noordiansah, Supardi M.
Pasih. 2007.
2010. Pengaru
Pengar h Faktor
uh Organis
Lingkun asional
gan pada
Kerja Stres
Terhada Kerja
p Stres para
Kerja Perawat
Perawa dengan
t (Studi Pengala
Pada. man
Rumah Kerja
Sakit Sebagai
Muham Variabel
madiya Pemode
h rasi.Jurn
Jomban al
g). Manaje
Jurnal men
Ilmiah Bisnis
OSHA. 2013. Syariah.
Exposur Vol. 2
e to (5):
Stress: 955–
Occupat 967
ional
Hazards
in
Hospital
s.
http://w
ww.cdc.
gov/nios
h/docs/
PPNI. 2010.
http://w
ww.inna
xix