Anda di halaman 1dari 2

TENTANG TRIASE

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1/2


RSUD
307/30-SPO/IX/2019
KABUPATEN
KONAWE
KEPULAUAN

Ditetapkan :
Tanggal terbit : Direktur RSUD Kabupaten Konawe
Kepulauan
23 Juli 2019
SPO
dr. RUDI UTOMO
NIP. 19700117 200604 1 002
Triase adalah proses penilaian pasien berdasarkan tigkat
Pengertian
kegawatan dan jenis penyakit untuk di tentukan apakah

pasien perlu ditangani dengan segera dan ditetukan tempat

penanganannya.

1. Pasien yang datang ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) dapat tertangani


Tujuan dengan cepat dan tepat sesuai dengan jenis kasus dan tingkat
kegawatannya.
2. Tercapainya kinerja yang efektif dan efisien
Direktur RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan dengan ditetapkannya
Surat Keputusan Direktur RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan
Kebijakan
Nomor 307/30-SPO/IX/2019
tentang kriteria pemulangan pasien
1. Petugas menerima pasien di unit IGD
Prosedur 2. Petugas meminta keluarga untuk mendaftar dipendaftaran
3. Petugas melakukan anamnesa, pemeriksaan singkat dan cepat
untuk menentukan derajat kegawatan.
4. Tim IGD (perawat dan dokter) menangani pasien dengan
memprioritaskan pasien yang perlu ditangani segera berdasarkan
level kegawatan ynag ditemukan.
5. Kelompokan pasien dengan tingkat kegawatannya dengan
memberikan label berwarna sebagai berikut:
a. Label merah : pasien gawat darurat yang merupakan
prioritas pertama pada penanganan. Pertolongan diberikan
segera pada saat ditemukan atau saat pasien diterima.
b. Label kuning : pasien darurat tidak gawat yang merupakan
prioritas kedua. Pertolongan diberikan setelah pasien
dengan kategori label merah selesai ditagani.
c. Label hijau : penanganan seperti pelayanan biasa, tidak
perlu segera, penanganan dan pemindahan bersifat
terakhir.
d. Label hitam : pasien sudah meninggal dan dapat langsung
dipindahkan ke kamar transit jenazah.
6. Pasien dengan triase merah dan kuning langsung ditempatkan pada
tempat tidur yang tersedia di ruang IGD. Dokter jaga IGD segera
menilai keadaan umumnya untuk penilaian tingkat kegawatannya
dan penanganan selanjutnya. Pasien dengan triase hijau, petugas
melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (pemerikasaan tekanan
darah, menghitung nadi, menghitung pernafasan, mengukur suhu
tubuh, menimbang berat badan pada pasien anak) dan
mendokumentasikan dalam lembar triase.
7. Apabila dokter dan perawat IGD sedang menangani pasien,
kemudian datang pasien dengan level kegawatan pasien lebih tinggi
maka segera tangani pasien tersebut terlebih dahulu dengan
memberikan penjelasan mengenai keadaan tersebut kepada pasien
yang sedang ditangani.
8. Apabila pasien datang dengan jumlah yang melebihi kapasitas
tempat tidur yang ada, namun ada identifikasi pasien tersebut
butuh penenganan segera maka pelayanan dapat dilakukan dengan
menggunakan ruang yang memungkinkan pemeriksaan dilakukan.
9. Untuk kasus tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut
setelah diatasi kegawatannya dan dilakukan observasi diruang IGD
maka pasien dapat dikonsultasikan kepaada dokter spesialis.
10. Dalam keadaan bencana atau disaster, maka penderita atau korban
diseleksi dengan cara sebagai berikut : kenali segera pasien yang
berada dalam keadaan gawat darurat yang mengancam jiwa.
11. Tentukan tujuan dimana pelayanan selanjutnya diberikan.
12. Pasien yang berada di ruang IGD diperiksa dan di stabilisasi sesuai
kemampuan RS. Jika rumah sakit tidak mampu memenuhi
kebutuhan pasien dengan kondisi darurat, pasien akan dirujuk ke
rumah sakit lain yang fasilitas pelayanannya memenuhi kebutuhan
pasien.
13. Dokumentasikan penanganan atau tindakan yang dilakukan dalam
berkas rekam medis.

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap