Anda di halaman 1dari 6

Informasi Obat Salbutamol 2 mg

1. Farmakologi Salbutamol bekerja pada reseptor beta2- adrenergik dalam menstimulasi


enzim adenil siklase intraseluler. Reseptor beta 2- adrenergik adalah
reseptor predominan pada otot polos bronkial, sedangkan enzim adenil
siklase intraseluler bekerja mengkatalisasi konversi A TP menjadi AMP
siklik. Meningkatnya kadar AMP siklik diasosiasikan dengan relaksasi
otot polos bronkial, dan inhibisi terhadap dilepaskannya
mediator”immediate hypersensitivity” dari sel-sel, terutama dari sel mast.
(Barbara et al., 2009)
2. Indikasi Salbutamol atau albuterol adalah obat golongan beta-adrenergik yang
berfungsi melebarkan saluran napas, sehingga diindikasikan untuk asma
dan penyakit paru obstruktif kronik (bronkitis kronik dan emfisema). Obat
ini dapat meredakan gejala asma ringan, sedang atau berat dan digunakan
untuk pencegahan serangan asma.
(George et al., 2004)
3. Kontra indikasi Penggunaan salbutamol kontraindikasi pada pasien dengan riwayat alergi
atau pernah mengalami riwayat hipersensitivitas dengan obat ini.
(George et al., 2004)
4. Efek samping Efek samping yang paling sering ditemui adalah tremor (getaran pada jari
– jari yang tidak dapat dikendalikan), rasa gugup, dan kesulitan tidur. Efek
samping yang lebih jarang antara lain mual, demam, muntah, sakit kepala,
pusing, batuk, keram otot, reaksi alergi, mimisan, peningkatan nafsu
makan, mulut kering, dan berkeringat.
(Liverpool Hospital Guidline, 2014))
5. Dosis Dosis tablet

Anak di bawah 6 tahun : 0,3 mg/kg/hari dibagi menjadi 3 kali pemberian


setiap 8 jam, maksimal 6 mg/hari. Anak 6 – 12 tahun : 2 mg sebanyak 3 –
4 kali per hari, maksimal 24 mg/hari. Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2
– 4 mg sebanyak 3 – 4 kali per hari, maksimal 32 mg/hari. (Liverpool
Hospital Guidline, 2014)

6. Peringatan dan Hati-hati bila diberikan pada penderita thyrotoxicosis, hipertensi,


perhatian gangguan kardiovaskuler, hipertiroid dan diabetes melitus. Meskipun tidak
terdapat bukti teratogenitas sebaiknya penggunaaan salbutamol selama
kehamilan trimester pertama, hanya jika benar-benar diperlukan.
Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui karena kemungkinan
diekskresi melalui air susu. Hati-hati penggunaan pada anak kurang dari 2
tahun karena keamanannya belum diketahui dengan pasti. Pemberian
intravena pada pasien diabetik, perlu dimonitor kadar gula darah.
(Liverpool Hospital Guidline, 2014)
7. Interaksi obat Efek salbutamol dihambat oleh B2- antagonis. Pemberian bersamaan
dengan monoamin oksidase dapat menimbulkan hipertensi berat.
Salbutamol dan obat- obatan beta-blocker non-selektif seperti propranolol,
tidak bisa diberikan bersamaan. (Pharmaceutical Press, 2007)

DAFTAR PUSTAKA

Aberg, J. A., Lacy, C. F., Amstrong, L. L., Goldman, M. P., dan Lance, L. L. 2012. Drug
Information Handbook. Edisi 21. Lexi-Comp for the American Pharmacists
Association.

Aditi S., Arvind B., 2008. Pulse Steroid Therapy : Methylprednisolon. India Institute of
Medical Sciences. New Delhi

Barbara G.W, Joseph T.D,Terry L.S, Cecily V.D. 2009. Pharmacotherapy Handbook 7th. Mc
Graw Hill Medical : New York.

European Medicines Agency. 2015. Revised Assessment Report: Ambroxol and Bromhexine
Containing Medicinal Products. Pharmacovigilance Risk Assessment Committee
(PRAC).

Food and Drug Administration. 2016. Full Prescribing Information Contents : Ciprofloxacin.
Bayer Health Care.

George R. Bailie, Curtis A. Johnson, Nancy A. Mason, and Wendy L. St. Peter. 2004. Med
Facts Pocket Guide of Drug Interaction 2nd Edition. Nephrologi Pharmacy
Associates. Bone Care International.

Liverpoll H. Drug Guidline : Salbutamol. NSW. Health South Western Sydney.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Pedoman Penerapan Kajian


Farmakoekonomi. Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Pharmaceutical Press. 2007. Stockley’s Drug Interactions 8th. London : Chica


UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


Kode
FAKULTAS FARMASI
Dokumen
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
PENILAIAN TUGAS MATRIKULASI
Farmasi Komunitas
MATA KULIAH

DOSEN PENGAMPU I Putu Tangkas Suwantara, S.Farm.,M.Farm.,Apt.


Ni Putu Dewi Agustini, S.Farm.,M.Farm.,Apt
JUDUL MODUL MESO
PEMBELAJARAN
URAIAN TUGAS : Lakukan Wawancara terhadap keluarga anda dengan dokumentasikan ESO yang
mungkin dan telah terjadi terhadap obat yang telah mereka gunakan (5
Formulir)
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH :
Mahasiswa mampu memahami MESO

KRITERIA PENILAIAN:
A jika nilai akhir dari total seluruh nilai 81-100
B jika nilai akhir dari total seluruh nilai 61-80
C jika nilai akhir dari total seluruh nilai 41-60
D jika nilai akhir dari total seluruh nilai 21-40
E jika nilai akhir dari total seluruh nilai < 20
HASIL PENIALAIAN

Daftar Nilai


FORM 2.

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


Kode
FAKULTAS FARMASI
Dokumen
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
REKAPITULASI PENILAIAN TUGAS MATRIKULASI
Farmasi Komunitas
MATA KULIAH

DOSEN PENGAMPU I Putu Tangkas Suwantara, S.Farm.,M.Farm.,Apt.


Ni Putu Dewi Agustini, S.Farm.,M.Farm.,Apt
NILAI TUGAS 50
MODUL 1
BOBOT NILAI 50
TUGAS MODUL 1
NILAI TUGAS 50
MODUL 2
RATA-RATA (rata-rata
nilai dihitung
berdasarkan bobot
masing-masing tugas)

DOSEN PENGAMPU

(I Putu Tangkas
Suwantara,S.Farm.,M.Farm.,Apt.)
NIDN : 0808049001