Anda di halaman 1dari 2

Biografi Max Planck

Biografi Max Planck. Dia dilahirkan


tahun 1858 di kota Kiel, Jerman, dia
belajar di Universitas Berlin dan
Munich, peroleh gelar Doktor dalam
ilmu fisika dengan summa cum laude
dari Universitas Munich selagi
berumur baru dua puluh satu tahun.
Sebentar dia mengajar di Universitas
Munich, kemudian di Universitas Kiel.
Di tahun 1889 dia jadi mahaguru
Univeristas Berlin sampai pensiunnya
tiba tatkala usianya mencapai tujuh
puluh. Itu tahun 1928. Planck, seperti halnya ilmuwan lain, tertarik dengan "radiasi kuantitas gelap,"
julukan buat radiasi elektromagnetik dikeluarkan oleh obyek gelap sempurna apabila dipanaskan. (Suatu
obyek gelap sempurna dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, tetapi sepenuhnya
menyerap semua cahaya yang jatuh di atasnya). Percobaan-percobaan para ahli fisika telah membuat
ukuran yang hati-hati perihal radiasi yang dikeluarkan oleh obyek itu bahkan sebelum Planck bekerja
dalam masalah itu.

Penemuan Max Planck Hasil karya Planck pertama adalah penemuannya dalam hal formula
secara aljabar yang ruwet yang dengan tepat menggambarkan "radiasi kuantitas gelap." Formula ini yang
kerap digunakan dalam teori fisika sekarang dengan rapi meringkas data-data percobaan. Tetapi ada satu
masalah: hukum fisika yang sudah diterima meramalkan adanya suatu formula yang samasekali berbeda.
Planck berkecimpung dalam-dalam terhadap soal ini dan akhirnya tampil dengan teori baru yang radikal:
energi radiant cuma keluar pada pergandaan yang tepat dari unit elementer yang disebut Planck
"kuantum". Menurut teori Planck, ukuran kuantum cahaya tergantung pada frekuensi cahaya (misalnya
pada warnanya), dan juga berimbang dengan kuantitas fisik yang oleh Planck diringkas dengan "h", tetapi
sekarang disebut "patokan Planck." Hipotesa Planck amatlah berlawanan dengan apa yang jadi konsep
umum fisika. Tetapi, dengan penggunaan ini dia mampu menemukan keaslian teoritis yang tepat daripada
formula yang benar tentang "radiasi kuantitas gelap." Teori Planck begitu revolusioner, yang tak syak lagi
bisa dianggap suatu gagasan eksentrik kalau saja Planck bukan seorang ahli fisika yang mantap dan
konservatif. Kendati hipotesanya terdengar aneh, dalam soal khusus ini jelas merupakan penuntun ke arah
formula yang benar.
Mekanika Kuantum dan Max Planck Pada mulanya, umumnya ahli fisika (termasuk Planck
sendiri) melihat hipotesanya sebagai tak lain dari sebuah fiksi matematik yang cocok. Sesudah beberapa
tahun, hal itu berubah sehingga konsepsi Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk pelbagai
fenomena fisik selain untuk "radiasi kuantitas gelap." Einstein menggunakan konsep ini di tahun 1905
dalam rangka menjelaskan efek fotoelektrika, dan Niels Bohr menggunakannya di tahun 1913 dalam
teorinya tentang struktur atom. Menjelang tahun 1918 tatkala Planck peroleh Hadiah Nobel, jelaslah
sudah bahwa hipotesanya pada dasarnya benar dan itu mempunyai arti penting yang fundamental dalam
teori fisika.
Sikap anti Nazi Planck yang keras membuat kedudukannya berabe di masa pemerintahan Hitler.
Anak laki-lakinya dihukum mati di awal tahun 1945 akibat peranannya dalam komplotan para perwira
yang punya rencana membunuh Hitler. Planck sendiri mati tahun 1947, pada umur delapan puluh
sembilan tahun.
Perkembangan mekanika kuantum mungkin yang paling penting dari perkembangan ilmu
pengetahuan dalam abad ke-20, lebih penting ketimbang teori relativitas Einstein. Patokan "h" Planck
memegang peranan penting dalam teori fisika dan sekarang dihimpun jadi dua atau tiga patokan fisika
paling dasar. Patokan itu muncul dalam teori struktur atom, dalam prinsip "ketidakpastian" Heisenberg,
dalam teori radiasi dan dalam banyak lagi formula ilmiah. Perkiraan pertama Planck mengenai nilai
jumlah adalah dalam batas perhitungan 2% yang diterima sekarang.
Planck umumnya dianggap bapak mekanika kuantum. Kendati dia memainkan peranan tak
seberapa dalam perkembangan teori selanjutnya, adalah keliru mengecilkan arti Planck. Jalan mula yang
disuguhkannya sungguh penting. Dia membebaskan pikiran orang dari anggapan-anggapan keliru yang
ada sebelumnya, dan dia memungkinkan orang-orang sesudahnya menyusun teori yang jauh lebih jernih
daripada yang sekarang kita miliki.

Anda mungkin juga menyukai