Anda di halaman 1dari 2

SIAPAKAH AKU?

Dasar-dasar :

1. Mazmur 8:2-10
2. Kejadian 1:26 Manusia diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah.
Arti Gambar dan Rupa Allah berarti mirip dengan Allah, bayang-bayang Allah.

Manusia mirip Allah dalam hal :


a. Kekekalan.
Manusia diciptakan kekal, bisa berpikir tentang kekekalan, bercita-cita mencapai sesuatu
karena tau masih ada hari esok, menyusun program, dan lain-lain.
b. Kesadaran moral
Manusia bisa mengenal kasih, kebaikan, keadilan, dan sebagainya.
c. Kehendak bebas (free will)
Menyangkut hal-hal yang dimiliki manusia.
d. Makhluk yang rohani, yang bisa beragama, dan lain sebagainya.

Manusia sulit menampilkan citra sebagai yang mirip dengan Allah, itu karena manusia jatuh
ke dalam dosa (Roma 3:23). Masalah manusia adalah dosa dan kehilangan (Yesaya 59:2). Dosa
telah merusak relasi manusia dengan Allah, dengan sesama, dengan alam, dan dengan diri
sendiri.

Relasi manusia dengan diri sendiri:


Tuhan menjadikan setiap orang itu unik. Unik dalam penampilan, karakter, potensi, peran dan
lain sebagainya. Bila setiap orang bertumbuh dan berkembang menjadi seperti yang Tuhan
rancang, maka dunia ini akan damai. Tetapi karena dosa, kita tidak puas dengan diri kita sendiri
dan tidak menghargai diri sendiri.
Hambatan pengembangan diri muncul dari luar diri dan dari dalam diri kita sendiri. Setiap
orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan adalah suatu kemampuan
dari diri sendiri yang lebih baik dari orang lain. Maka seharusnya, kekurangan adalah suatu
kemampuan dari diri sendiri yang kurang dibandingkan orang lain.
Masalahnya, kelebihan itu seringkali dilihat dari ‘kacamata orang lain terhadap aku’, dan
kekurangan dilihat sebagai apa yang kita inginkan, tetapi belum terwujud dalam diri kita.
Akibat dari permasalahan tersebut, menimbulkan pemikiran, bahwa kalau kita belum
memiliki ‘kelebihan’ itu, maka kita akan menjadi minder. Terpaku pada ‘kekurangan’ saja, lalu
lupa pada kelebihan kita sebenarnya. Kita tenggelam dalam perasaan ‘kurang’ itu, sehingga
tidak mengembangkan kelebihan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.
Setiap orang diciptakan Tuhan unik. Penciptaan tersebut, membuat setiap orang memiliki
jenis dan level kemampuan yang tidak sama. Jadi, kelebihan dan kekurangan bersifat relatif.
Orang yang memiliki LEBIH jangan lupa diri lalu menjadi sombong. Sedangkan orang yang
punya KURANG jangan kecil hati dan menjadi minder. (Roma 12:3). Mengapa Tuhan
menjadikan manusia dengan jenis dan level kemampuan yang berbeda? Hal itu supaya manusia
bisa saling tolong-menolong dan saling melengkapi. (Lukas 12:48).
Dalam 1Korintus12:21-22 dikatakan bahwa anggota-anggota paling lemah yang paling
dibutuhkan. Hal ini karena Tuhan mau memakai yang lemah untuk mendewasakan dan
menumbuhkan komunitas jemaat, serta karakter-karakter Kristiani tumbuh bukan dalam
keterasingan, melainkan komunitas.