Anda di halaman 1dari 10

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Kasus
3.2 Analisa Data
No Pengelompokan Data Penyebab Masalah
1 DS : Penurunan Curah
Jantung
- Pasien mengeluh dada berdebar-
debar sejak 3 jam sebelum masuk
rumah sakit
- Pasien merasakan sesak sejak
dadanya berdebar-debar
DO :

- Nadi : 160x/menit
- RR : 28x/menit
- TD : 90/60mmHg

2 DS : Intoleransi aktivitas
- Pasien mengaku sudah lama
merasakan sering cepat lelah bila
berjalan jauh (≥500 M)
DO :
- Nadi : 160x/menit
- RR : 28x/menit
- TD : 90/60mmHg
3 -

3.3 Daignosa Keperawatan


No Diagnosa Keperawatan
1 Penurunan curah jantung berhubungan dengan irama jantung ditandai dengan Pasien
mengeluh dada berdebar-debar sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit, Pasien merasakan
sesak sejak dadanya berdebar-debar, dengan tanda-tanda vital Nadi : 160x/menit, RR:
28x/menit, TD : 90/60mmHg.

2 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan


oksigen ditandai dengan Pasien mengaku sudah lama merasakan sering cepat lelah bila
berjalan jauh (≥500 M) dengan tanda tanda vital Nadi : 160x/menit RR: 28x/menit TD :
90/60mmHg

3 Nyeri akut
3.4 Intervensi keperawatan

NO TANGGAL DIAGNOSA NOC DAN INDIKATOR SERTA SCORE AWAL DAN URAIAN AKTIFITAS TTD
KEPERAWATAN SKOR TARGET RENCANA TINDAKAN
(NIC)

1 Penurunan curah Tujuan Manajemen Syok :


jantung Jantung (4254)
berhubungan Setelah dilakukan asuhan keperawatan
dengan irama selama 1x24 jam, penurunan curah jantung 1. Monitor tanda
jantung ditandai teratasi dan gejala
dengan Pasien penurunan
Kriteria hasil : curah jantung
mengeluh dada
berdebar-debar 1) Status jantung paru (0414) 2. Berikan
sejak 3 jam Kode Indikator SA ST oksigen,
sebelum masuk sesuai
041401 Tekanan darah sistol 2 4
rumah sakit, kebutuhan
Pasien merasakan 041402 Tekanan darah 2 4
diastole
sesak sejak
dadanya 041405 Irama jantung 2 4
berdebar-debar,
041425 Dyspnea dengan 2 4
dengan tanda-
aktivitas ringan
tanda vital Nadi :
160x/menit, RR: Ket :
28x/menit, TD : 1 = deviasi berat dari kisaran normal
90/60mmHg. 2 = deviasi yang cukup besar dari kisaran normal
3 = deviasi sedang dari kisaran normal
4 = deviasi ringan dari kisaran normal
5 = tidak ada deviasi dari kisaran normal
2 Intoleransi Tujuan Manajemen energi
aktivitas
berhubungan Setelah dilakukan asuhan keperawatan 0180
dengan selama 1x24 jam, intoleransi aktivitas
ketidakseimbanga teratasi 1) Kaji status
n antara suplai fisiologis pasien
dan kebutuhan Kriteria hasil : yang
menyebabkan
oksigen ditandai Toleransi terhadap aktivitas (0005) kelelahan sesuai
dengan Pasien dengan konteks
mengaku sudah Kode Indikator SA ST
usia dan
lama merasakan 000501 Saturasi oksigen 2 5 perkembangan
sering cepat lelah ketika beraktivitas 2) Gunakan
bila berjalan jauh instrument yang
000503 Frekuensi 2 5
(≥500 M) dengan valid untuk
pernapasan ketika
tanda tanda vital mengukur
beraktivitas
Nadi : 160x/menit kelelahan
RR: 28x/menit 000510 Jarak berjalan 2 5 3) Pilih intervensi
TD : 90/60mmHg untuk
Ket mengurangi
1 : Sangat terganggu kelelahan baik
2 : Banyak terganggu secara
3 : Cukup terganggu farmakologis
4 : Sedikit terganggu maupun non
5 : Tidak terganggu farmakologis,
dengan tepat.
4) Monitor sumber
kegiatan olahraga
dan kelelahan
emosional yang
dialami pasien
3 Nyeri Akut Tujuan  Manajemen
(00132) Ditandai nyeri (1400)
Setelah dilakukan asuhan keperawatan
dengan nadi selama 1x24 jam, nyeri yang dirasakan 1) Gunakan
cepat, pasien berkurang
strategi
diaphoresis, akral
Kriteria hasil : komunikasi
dingin
Kontrol nyeri (1605) terapeutik

Kode Indikator SA ST untuk

160502 Mengenali kapan 2 5 mengetahui


nyeri terjadi pengalaman
160513 Melaporkan 2 5 nyeri dan
perubahan terhadap
gejala nyeri pada sampaikan
professional penerimaan
kesehatan
pasien
160511 Melaporkan nyeri 2 5
terhadap
yang terkontrol
nyeri
Ket
2) Gali
1: Tidak pernah menunjukkan
pengetahuan
2 : Jarang menunjukkan dan
3 :Kadang-kadang menunjukkan kepercayaan
4 : Sering menunjukkan pasien

5 : Secara konsisten menunjukkan mengenai


nyeri
3) Ajarkan
prinsip-
prinsip
manajemen
nyeri
3.5 Implementasi dan Evaluasi

No DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI TTD


KEPERAWATAN

1 Penurunan curah 1. Memonitor tanda dan S:


jantung berhubungan gejala penurunan curah
dengan irama jantung jantung Pasien merasa rasa berdebar-berdebar di
ditandai dengan Pasien 2. Memberikan oksigen, dadanya dan sesaknya sudah menghilang
mengeluh dada sesuai kebutuhan O:
berdebar-debar sejak 3
jam sebelum masuk Nadi = 80x/menit
rumah sakit, Pasien RR = 18x/menit
merasakan sesak sejak TD = 120/90 mmHg
dadanya berdebar- A:
debar, dengan tanda- Kode Indikator SA ST SC
tanda vital Nadi :
160x/menit, RR: 041401 Tekanan darah 2 4 4
28x/menit, TD : sistol
90/60mmHg. 041402 Tekanan darah 2 4 4
diastol

041405 Irama jantung 2 4 3


041425 Dyspnea dengan 2 4 3
aktivitas ringan

Penurunan curah jantung teratasi


P:

2 Intoleransi aktivitas 1. Mengkaji status fisiologis S : Pasien mengatakan kadang-kadang rasa


berhubungan dengan pasien yang menyebabkan lelahnya masih terasa meskipun tidak seperti
ketidakseimbangan kelelahan sesuai dengan
dulu.
konteks usia dan
antara suplai dan
perkembangan O:
kebutuhan oksigen 2. Menggunakan instrument
ditandai dengan Pasien yang valid untuk Nadi = 80x/menit
mengaku sudah lama mengukur kelelahan
RR = 18x/menit
merasakan sering cepat 3. Memilih intervensi untuk
mengurangi kelelahan baik TD = 120/90 mmHg
lelah bila berjalan jauh
secara farmakologis A:
(≥500 M) dengan tanda
maupun non farmakologis,
tanda vital Nadi : Kode Indikator SA ST SC
dengan tepat.
160x/menit RR: 4. Memonitor sumber
28x/menit TD : 000501 Saturasi oksigen 2 5 5
kegiatan olahraga dan
90/60mmHg ketika beraktivitas
kelelahan emosional yang
dialami pasien 000503 Frekuensi 2 5 4
pernapasan ketika
beraktivitas

000510 Jarak berjalan 2 5 4

Risiko infeksi teratasi sebagian

P:

Lanjutkan intervensi

- Pilih intervensi untuk mengurangi kelelahan


baik secara farmakologis maupun non
farmakologis, dengan tepat.
- Monitor sumber kegiatan olahraga dan
kelelahan emosional yang dialami pasien
3 Nyeri Akut (00132)  Manajemen nyeri (1400) S;
Ditandai dengan nadi 1 Gunakan strategi
cepat, diaphoresis,
akral dingin komunikasi terapeutik
untuk mengetahui
pengalaman nyeri dan
sampaikan penerimaan
pasien terhadap nyeri
2 Gali pengetahuan dan
kepercayaan pasien
mengenai nyeri
3 Ajarkan prinsip-prinsip
manajemen nyeri