Anda di halaman 1dari 10

MIKROBIOLOGI PERAIRAN

 Perairan Alamiah
1. AIR ATMOSFER : Air yang dikandung dalam awan dan dipresipitasikan sebagai salju hujan/hujan
batu es
2. AIR PERMUKAAN : Kumpulan air seperti : Danau, kali/sungai dan laut
3. AIR DI BAWAH PERMUKAAN TANAH :Air yang berada di bawah permukaan tanah, di daerah yang
semua pori tanahnya serta ruang di dalam dan diantara batu-batuan jenuh dengan air
 Kondisi Perairan Permukaan
1. Rentan terhadap pencemaran berkala oleh mikroorganisme dari air atmosfer, aliran air pada
permukaan tanah dan limbah domistik ataupun limbah industri yang dibuang ke dalam perairan
2. Bervariasi dalam hal : kandungan nutrien yang tersedia bagi mikroorganisme; keberadaan fisik:
dan ciri-ciri biologinya
 Penyebaran mikroorganisme di lingkungan perairan
 Terdapat pada semua kedalaman, dari permukaan sampai ke dasar perairan
 Populasi terbesar mikroorganisme menghuni lapisan teratas dan sedimen dasar perairan
Jenis mikroorganisme
- Mikroorganisme planktonik
- Mikroorganisme bentik
- Mikroorganisme perifitik
 Mikroba dilingkungan Air
 Sebagai komponen lingkungan
 Memerankan beragam peran (nisia)
o Dekomposer
o Produser (fitoplankton)
o Rantai penghubung produser ke konsumen lebih tinggi (konsumen primer)
o Unsur produktivitas Sebagai makanan ikan Suplai O2
o Unsur kualitas
 Peranan Mikroorganisme di Perairan
 Menambah bahan organik melalui produksi primer
 Menguraikan materi organik
 Melakukan siklus biogeokimia unsur-unsur yang dibutuhkan untuk kehidupan mikrooganisme di
perairan
 Berkaitan dengan kualitas dan produktivitas perairan
 Mempengaruhi kesehatan manusia dan kehidupan hewan
 Alasan kajian mikroorganisme perairan semakin penting
 Urbanisasi dan kebutuhan masyarakat akan air semakin meningkat
 Pentingnya perairan alamiah sebagai reservoir/stok/simpanan makanan utama
 Penelitian lepas pantai untuk mendapatkan minyak dan mineral

 Jenis jenis pencemaran di perairan


 Pencemaran fisik :Masuknya tanah, pasir, bahan bahan dari tumbuhan yang menyebabkan perubahan fisik
pada perairan
Contoh : Blooming yang menyebabkan eutrofikasi
 Pencemaran kimia :Buangan limbah kimia organik maupun anorganik
Contoh : Limbah daerah pertambangan (besi, tembaga), pipa saluran air (tumbal) deterjen, fosfat dan nitrat
dari pupuk pertanian
 Pencemaran biologi :Masuknya limbah mikrooganisme dari limbah manusia, makanan, proses hasil ternak
atau limbah kedokteran kedalam perairan
 Peranan penting kajian mikrobiologi
 Adanya mikroba kontaminan pada badan air/pada kehidupan dalam air
 Bioremediasi/penyembuhan
 Pengolahan limbah
 Lumpur aktif
 Tipe dalam lingkungan perairan
Lingkungan air
a) laut
b) daratan -bawah tanah :
- air yang terdapat di sela- sela batu- batuan lapisan tanah
- nutrien tersaring oleh tanah
- hanya bisa mendukung sebagian kecil populasi bakteri- air permukaan :
- lotik (mengalir): rivers, spring, stream
- lentik (diam): lakes, pounds, swamps, bugs
Lingkungan Lotik
o Sungai banyak mendapat masukan dari buangan air tanah, land run off, presipitasi
o Karakteristik sungai tergantung dari kondisi lokal, seperti gradient, volume air yang terlewati,
suspensi tanah
o Kandungan mineral dan materi organik di sungai tergantung pada asal dan tanah yang terlewati,
presipitasi
o Aliran sungai yang deras lebih cenderung banyak kandungan organik dari pada aliran yang kecil
dimana dipengaruhi oleh :Tanah di tempati, Morfologi saluran ,Aktivitas manusia
Lingkungan Lentik
- Ukuran lebih besar dari rawa yaitu danau
- Beda antara rawa dan danau tidak jelas
- Rawa : dasar sedimen perairan ditumbuhi oleh tanaman
- Danau : tidak ada tumbuhan di dasar karena kedalamannya

 Mikrobiologi Lingkungan Perairan


Meliputi :

Telaah mengenai mikroorganisme serta kegiatannya di :
 Perairan tawar
 Perairan payau
 Perairan asin

PERAIRAN TAWAR

Danau, rawa, kolam, aliran air, sungai

Faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi mikroorganisme air tawar

Temperatur, pH, konsentrasi nutrisi, konsentrasi oksigen
 Mikroorganisme di perairan
• Didiami oleh biomassa dari phytoplankton (bakteri, fungi dan alga)
• Bakteri terdiri dari populasi autochtonous/indigenus dan allocthtonous/ non indigenus (dari tanah,
tanaman, dan hewan)
• Mikroba sungai menunjukkan hubungan yang terkait dengan populasi disekitar daratan, karena :
• Pemasukan secara terus menerus dari tanah
• Pengadukan air

 Bakteri perairan terdiri dari kelompok


Bakteri phototrophi
Chemolitotrofik /terselubung
Heterotrofik - mayoritas
Jumlah bakteri heterotrofik dikendalikan oleh konsentrasi materi organik

 Laut
o Menempati 70 % dari bumi
o Kedalamannya bervariasi
(kontinental), laut dalam x> 2000 m, laut pasifik sekitar 10.000 m
o Karena kedalamannya, laut ada yang gelap dan menjaga temperaturnya hanya beberapa derajat C
diatas permukaan
o Kandungan garam 32 0/00 – 38 0/00 dengan nilai rata-rata 35 0/00
 Marine Bakteri

 Kebanyakan mempunyai kebutuhan tertentu akan NaCl yang sangat penting untuk transport
substrat ke dalam sel
 Kebanyakan adalah bakteri gram negatif batang, motil, dan psikrofilik fakultatif
 Jalur metabolisme bakteri laut hampir sama dengan spesies bakteri lain dan dapat diklasifikasikan
dalam genus yang sama seperti spesies bakteri tanah
 Faktor yang membedakan dari organisme darat adalah : kemampuan untuk tumbuh dan
berkembang di laut
 Beberapa spesies bakteri laut yang umum

o Micrococcus
o Sarcina
o Pseudomonas,
o Bacillus,
o Cytophaga,
o Spirillium
o Nocardia,
o Streptomyces
 Estuari

• Tempatnya berdekatan dengan air tawar


• Salinitas bervariasi tergantung dari kondisi setempat
• Pengadukan yang sering terjadi mengakibatkan estuari kaya akan bahan organik
• Produktivitas >
• Biota mempunyai bentuk spesifik
 Danau
- Lebih punya karakter dari pada aliran air dan sungai
- Faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi mikroorganisme air tawar
- Temperatur, pH, konsentrasi nutrisi, konsentrasi oksigen
- Bakteri heterotrofik >>
- Bagian terbesar dari mikroorganismenya adalah autochtonous berupa bakteri autotrofik.
Bakteri inimemegang peranan penting dalam siklus materi organik
Contoh :
bakteri Nitrosomonas, Nitrobacter dan Thiobacillus berperan dalam siklus nitrogen, dan sulfur
Bakteri Anaerob seperti Desulfovibrio dan Methanogenes berperan dalam siklus biogeokimia
nitrogen dan sulfur dan pembentukan methan

 DANAU OLIGOTROFIK
- Kecepatan produktivitas primer <
- Nutrien rendah
- Mikroorganisme beradaptasi terhadap (nutrien) rendah dengan :

o Meningkatkan perbandingan volume dan luas permukaan


o Melekat pada permukaan substrat (membentuk agregat
 DANAU OLOTROFIK
Airnya keruh
- (Nutrien tinggi), terdapat macam-macam organisme
- Produktivitas primer >
- (Oksigen) didaerah profundal, yaitu daerah dalam (afotik atau tidak tertembus cahaya
matahari
- Pembagian zonasi pada danau, ditinjau dari keberadaan cahaya : Zona litoral, Zona limnetik,
Zona profundal
• Pada air danau yang jernih :
• Kebanyakan didapat Gram negatif batang dari genus

• Achromobacter,

• Flavobacterium,
• Brevibacterium,
• Micrococcus,
• Sarcina,
• Bacillus,
• Pseudomonas,
• Nocardia,
• Streptomyces,
• Micromonospora, dan Cytophaga

• Pada air danau yang tercemar oleh limbah


- Ada peningkatan jumlah bakteri heterotrofik khususnya selama pengadukan (pada musim dingin)
- Penyebaran vertikal bakteri berubah bergantung musim dengan stratifikasi, dan distribusi nutrien
Pada danau yang tenang
• Neuston (bakteri dan alga) berkembang pada air antar permukaan
• Kebanyakan bakteri khususnya ada pada sedimen, karena bahan organik kebanyakan ada disana
• Bakteri yang dominan :
• Heterotrofik, kemotrofik, dan fototrofik
 Metode Analisa Perairan
1. Penghitungan jumlah total mikroba (alga, bakteri, khamir dan kapang)
o Kualitatif
 Most Probabable number (MPN)  MPN/100 ml
 Kekeruhan
o Kuantitatif
 Total Plate Count (TPC)  CFU/ml
 Haemositometer (Sel/ml)
2. Penentuan nilai IPB (Indeks Pencemar Biologi)

3. Identifikasi mikroba perairan (alga, bakteri, khamir dan kapang)

4. Analisis kondisi perairan secara mikrobiologis


• Pencemaran kotoran manusia
MPN coliform fecal/non fecal
• Deteksi mikroba patogen
Pencemaran limbah domistik
• MPN mikroba selulolitik/proteolitik/lipolitik/deterjen
Pencemaran limbah industri
• MPN bakteri hidrokarbonoklastik
MPN bakteri pendegradasi logam berat

Tujuan survai dan analisis air secara mikrobiologi


- Untuk mencari, menemukan dan kemudian dapat menerangkan penyebab terjadinya pemasalahan di
dalam badan air
- Untuk membantu menunjang interpretasi hasil analisis biokimia yang diakibatkan aktivitas mikrobiologis di
dalam badan air
- Untuk melakukan penelitian sifat alami air serta akibatnya
o dengan kehadiran pencemar yang kemudian pengaruhnya terhadap kehidupan didalamnya
- Untuk melakukan pengukuran terjadinya proses purifikasi sendiri dari aliran air
dan bagian lain dari badan air
- Untuk membantu pemecahan terjadinya mekanisme pengolahan buangan yang
dilakukan secara biologis mikrobiologis
- Untuk penentuan indeks efektifitas pengolahan

 ANALISA UTAMA
Total Count (TC)
penghitungan jumlah tidak berdasarkan jenis, tetapi secara kasar terhadap
golongan/kelompok besar mikroorganisme umum seperti bakteri, fungi,
mikroalga, atau terhadap bakteri tertentu
TC BAKTERI
Berdasarkan penanaman bahan/sampel dalam jumlah dan pengenceran
tertentu ke dalam media yang umumuntuk menumbuhkan bakteri.Inkubasi
maksimal 4 X 24 jam

TC FUNGI (kapang dan yeast)

• Metoda penanaman seperti bakteri


• Temperatur inkubasi 28 ± 0C
• Penambahan asam laktat 3 % untuk menghambat pertumbuhan
bakteri
TC MIKROALGA

• Media yang digunakan bersifat semisolid dengan penambahan tepung


agar 50 % dari yang diperlukan

• Biakan ditempatkan pada tempat yang terang dikenai cahaya matahari


selama 5 -15 hari

TC KELOMPOK MIKROORGANISME TERTENTU

• Berbentuk media selektif /pengaya

• Memerlukan waktu yang lebih lama (tergantung pada masa adaptasi


/aklimatisasi