Anda di halaman 1dari 22

”Alat Alat Endodontic “

Mata Kuliah :
PPAKG SPESIALISTIK
Disusun Oleh :
Kelompok 2 :

Febrianto Abbas Geby Paleb


Afika Mabiang Ignatia
Sartika Bugis Rukiah Dotu

DOSEN PENGAMPUH :

Jeanne d’ Arc Adam, S.Pd, M.Kes


NIP : 196907161988022001

POLTEKKES KEMENKES MANADO


2020
Kata Pengantar
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
tugas makalah yang berjudul PPAKG SPESIALISTIK ini tepat pada waktunya. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan dalam pembuatan makalah ini dan membantu
penulis baik secara materil maupun spiritual.

Penulis menyadari makalh ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi, bahasa, maupun penulisannya. Oleh karena itu
penulis mengharapkan kritikan, masukan, dan saran yang dapat memberikan manfaat kepada pembaca terutama bagi penulis sendiri
sebagai salah satu upaya perbaikan dalam proses pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
Daftar Isi

KATA PENGANTAR.........................................................................................i

DAFTAR ISI.......................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.....................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah................................................................................2

1.3 Tujuan..................................................................................................2

Manfaat......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Alat alat dan fungsinya........................................................................3

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan..........................................................................................4

3.2 Saran....................................................................................................4

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Perawatan endodontik merupakan bagian dari ilmu kedokteran gigi yang menyangkut perawatan penyakit atau cedra pada
jaringan pulpa dan jaringan periapikal. Tujuan perawatan endodontik adalah mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat
diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin didalam mulut. Hal ini berarti
gigi tersebut tidak menimbulkan keluhan yang dapat berfungsi baik. Perawatan endodontik terdiri dari perawatan non bedah yaitu
perawatan kaping pulpa, pulpotomi, mumifikasi, perawatan saluran akar dan perawatan endodontik bedah.

Perawatan saluran akar adalah perawatan yang paling banyak dilakukan dalam kasus perawatan endodontik. Perawatan saluran
akar dapat dibagi atas tiga tahap utama yaitu: 1. Preparasi Biomekanis Saluran Akar atau pembersihan dan pembentukan (cleaning
dan shaping), 2. Disinfeksi Saluran Akar 3. Obturasi saluran akar. Obturasi saluran akar yang hermetis merupakan syarat utama
keberhasilan perawatan saluran akar, hal ini tidak mungkin dicapai bila saluran akar tidak di preparasi dan dipersiapkan untuk
menerima bahan pengisi (anusavine KJ 1996).

Tujuan perawatan endodontik adalah mereduksi atau mengeliminasi mikroorganisme dan produknya dari saluran akar
sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin didalam mulut. Walaupun instrumentasi dan teknik irigasi dilakukan, namun
mikroorganisme kemungkinan masih tertinggal di saluran akar terutama di dalam tubuli dentin. Peneliti menyebutkan bahwa cleaning
shaping dan irigasi saluran akar secara signifikan menurunkan atau mengeliminasi mikroorganisme dari saluran akar akan tetapi,
eliminasi mikroorganisme secara komplit tidak selalu dapat dicapai secara klinis, oleh karena kompleksnya anatomi saluran akar dan
keterbatasan instrumentasi dan irigasi (anusavine KJ,1996).

Masuknya bakteri kedalam pulpa sering disebabkan oleh proses lanjutan dari karies. Infeksi yang berlangsung terlalu lama
memungkinkan bakteri mengadakan penetrasi ke kamar pulpa saluran akar melalui tubulus dentin yang terbuka karena proses karies
tersebut. Interaksi dan produksi toksin oleh bakteri akan menimbulkan inflamasi berlanjut dan menyebabkan keluhan selama
perawatan dilakukan.

Bakteri yang biasa dapat bertahan dalam saluran akar adalah golongan bakteri anaerob. Salah satunya yaitu enterococucus
faecalis merupakan bakteri yang paling banyak ditemukan di saluran akar yang menyebabkan kegagalan perawatan endodontik.
Keberadaan bakteri ini dapat diketahui dari hasil kultur dan metode polymerasechain reaction (pcr). Sundqvist menemukan sejumlah
bakteri anaerob seperti entercocucucs faecalis, streptococucus anginasus, bakteri bakteroides gracilis dan fusobacterium nucleatum
pada aluran akar yang gagal (fiseer k,philip c,2009)
1.2 Rumusan masalah

I. Apakah alat alat Endodontic kedokteran harus dipelihara dengan baik?


II. Bagaiamankah mencegah, apabila terinfeksi alat yang tidak dibersihkan dengan baik dan benar?
III. Kebersihan dalam alat alat tersebut penting bagi kita, karena?

1.3 Tujuan

I. Untuk mengetahui efek antibakteri dari alat alat yang kurang bersih dan dapat mencegah terjadinya kesalahan dalam
berkerja sehingga penanggulangannya bisa dipahami dan dimengerti
II. Bisa mengetahui bagaimana cara membersihkan karang gigi dan juga lebih mengetahui tentang Perawatan Saluran Akar
tersebut.

1. 4 Manfaat

Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut apakah perawatan saluran akar dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Alat dan fungsi pada Perawatan Saluran Akar

Nama Alat Penggunaan Cara pemeliharaan Sifat Ket

1 K – FILE  Digunakan dengan tekanan ke  Di cuci dengana Kritis NOTE :


lateral (dinding SA) sambil air mengalir  Ulirnya bulat
ditarik keluar dari SA/ push-  Di keringkan bulat
pull  Di sterilkan  Lebih ramping
 Melebarkan dan daripada
menghaluskan SA reamer
 Ujung alat
berbentuk
segiempat

 Melebarkan SA apabila kritis NOTE :


2. K - Reamer diputar kekanan  Di cuci dengana air  Ulirnya
 Meletakkan semen SA mengalir lonjong
apabila diputar kekiri  Di keringkan lonjong
 Memutar ¼ -1/2  Di sterilkan
 Lebih gendut
Putaran searah jarum jam  Ujung alat
kemudian diputar sedikit
berlawanan arah dengan berbentuk
jarum jam dan ditarik keluar segitiga
dari SA
 Melebarkan dinding SA
 Meletakkan semen

3. Barbed Broach  Mengambil kapas, paper  Di cuci dengana air kritis


(Jarum ekstirpasi) point yg ada dalam kavitas mengalir
dan saluran akar  Di keringkan
 Mengambil jaringan pilpa  Di sterilkan
dalam cavum pulpa

4. SMOOTH BROACH  Diagnosa pada pulpa  Di cuci dengana air Non kritis
(JARUM MILLER  Menentukan lokasi orifice mengalir
 Menentukan panjang SA  Di keringkan
 Di sterilkan

5. JARUM LENTULO  Meletakkan sealer (semen  Di cuci dengana air Kritis


saluran akar) pada dinding mengalir
SA  Di keringkan
 Lentulo dimasukkan ke head  Di sterilkan
mikromotor
 Sealer dioleskan pada jarum,
kemudian dimasukkan ke
SA
 Hidupkan mikromotor saat
jarum
6. FINGER SPREADER  Digunakan pada teknik  Di cuci dengana air Kritis NOTE :
lateral kondensasi mengalir  Ujung
 Menekan gutta percha dalam  Di keringkan jarumnya
SA  Di sterilkan runcing

7. FINGER PLUGGER  Digunakan pada teknik  Di cuci dengana air Kritis NOTE :
plugger dan seksional mengalir  Ujung jarumnya
 Di keringkan flat
 Menekan gutta percha dalam
 Diameter lebih
SA  Di sterilkan
besar
8. MINI ENDOBLOCK  Mengukur berapa panjang  Di cuci dengana air Non Kritis
alat yang akan digunakan mengalir
(perkiraan SA)  Di keringkan
 Di sterilkan

9. SYRINGE  Menyemprotkan bahan Langsung di buang Kritis


irigasi kedalam saluran
akar (bahan irigasi
berfungsi
membersihkan kavita
10. RETAINER  Memegang  Di cuci Non kritis
matriks ben dan dengana air
mengatur mengalir
 agar matriks ben  Di keringkan
sesuai dengan  Di sterilkan
ukuran gigi
Nama Alat Penggunaan pemeliharaan Sifat Ket
1 Mata bur  Round  Di cuci dengana air Kritis
 Membuang jaringan mengalir
karies  Di keringkan
 Sebagai initial entry  Di sterilkan
(pertama membuka
jaringan enamel
gigi)
 Membuka atap pulp
 Dimasukkan
kedalam head rotary
inst.
 Inverted  Di cuci dengana air Kritis
 Membuat mengalir
retensi/undercut  Di keringkan
 Meratakan dasar  Di sterilkan
kavitas

 Fissure straiight  Di cuci dengana air Kritis


 Menegakkan mengalir
dinding kavitas  Di keringkan
 Membentuk retensi  Di sterilkan
 Fissure Tapered  Di cuci dengana air Semi kritis
 Membentuk suatu mengalir
bentuk corong pada  Di keringkan
pintu masuk SA  Di sterilkan
 Membuat preparasi
untuk tumpatan
tuang

2 Straight handpiece (low  Digunakan pada  Di cuci dengana air Kritis


speed) prosedur mengalir
pembedahan untuk  Di keringkan
menghilangkan  Di sterilkan
tulang (tidak bisa
digunakan dengan
air)
 Digunakan secara
extra oral atau
pekerjaan
laboratorium seperti
penyesuaian gigi
tiruan
3  Menghilangkan  Di cuci dengana air Semi kritis
jaringan karies mengalir
 Polishing  Di keringkan
 Penyesuaian oklusi  Di sterilkan
Nama Alat penggunaan pemeliharaan Sifat Ket
1 Sonde  Straight : membantu  Di cuci Kritis
menentukan lokasi dengana air
lubang saluran akar mengalir
 Half moon:  Di keringkan
 Di sterilkan
Membantu mengukur
kedalaman karies
 Modified pen grabs
 Inverted pen grabs
 Palm and thumb pen
grabs
Modified palm and
thumn pen grabs

7. Semen stopper  Untuk  Di cuci dengana air Semi kritis


mengalir
memasukkan  Di keringkan
dan meratakan  Di sterilkan
2 Locking Plier  cement lining 
Memungkinkanbahan Di cuci Non kritis
bahan kecil terpegang dengana air
(basis) kedalam mengalir
tanpa menekan dengan
jari kavitas  Di keringkan
 Di sterilkan
 Menekan semen
sampai menjadi
lebih padat

8. Cement spatel Mengaduk  Di cuci dengana air


Semi kritis
3 Excavator 
semen
Memungkinkan curetase  Di cuci
mengalir
Kritis
 Di keringkan
dari jaringan nekrotik dengana air
 Di sterilkan
mengalir
 pada atap pulpa
 Di keringkan
 Di sterilkan
 Di cuci dengana air
9.  Memasukkan mengalir
bahan bahan  Di keringkan
Plastic instrument kedalam  Di sterilkan
preparasi kavitas
 Membuang
kelebihan bahan
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Perawatan endodontik merupakan bagian dari ilmu kedokteran gigi yang menyangkut perawatan penyakit atau cedra pada
jaringan pulpa dan jaringan periapikal. Tujuan perawatan endodontik adalah mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat
diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin didalam mulut. Hal ini berarti
gigi tersebut tidak menimbulkan keluhan yang dapat berfungsi baik. Perawatan endodontik terdiri dari perawatan non bedah yaitu
perawatan kaping pulpa, pulpotomi, mumifikasi, perawatan saluran akar dan perawatan endodontik bedah.

3.2 SARAN
Lebih meningkatkan kembali pengetahuan tentang endodontic atau perawatan saluran akar untuk menambah wawasan secara
luas dan logis
Daftar Pustaka

Bakar, A., 2012, Kedokteran Gigi Klinis, Yogjakarta : KITA Junior,p. 65.

Bhardwaj, S. B., 2013, Role of Enterococcus faecalis in Failure of Endodontic


Treatment, Int J Curr Mikrobiol Appl Scie., 2 (8) : 272-277

Dahlan, M. S., 2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan : Deskriptif,


Bivariat, dan Multivariat Dilengkapi Aplikasi dengan menggunakan SPSS, jakarta : Salemba Medika, P 84