Anda di halaman 1dari 11

KOMUNIKASI DALAM

PELAYANAN KESEHATAN
GIGI

CAHYA SARI NINGSI DAMAPOLII


FATMAWATI CIKAL KARIM
JIHAN ALAMRI
MARISSA APTO
RINDIYANI .L. TOU
KOMUNIKASI DALAM
PELAYANAN KESEHATAN GIGI
Komunikasi merupakan proses yang
sangat khusus dan berarti dalam
hubungan antar manusia. Pada
profesi keperawatan gigi komunikasi
menjadi lebih bermakna karena
merupakan metoda utama dalam
mengimplementasikan proses
keperawatan. Pengalaman ilmu
untuk menolong sesama
memerlukan kemampuan khusus
dan kepedulian sosial yang besar.
KOMUNIKASI DALAM TIM
KESEHATAN GIGI UNTUK
MEMBINA HUBUNGAN KERJA
YANG BAIK
Komunikasi vertikal, terdiri dari :
• komunikasi dari atas ke bawah (downward
communication), merupakan aliran komunikasi
dari tingkat atas ke tingkat bawah melalui hirarki
organisasi.

• komunikasi dari bawah ke atas ( upward


communication), dirancang untuk menyediakan
umpan balik tentang seberapa baik organisasi
telah berfungsi. Bawahan diharapkan
memberikan informasi tentang prestasinya dan
praktek serta kebijakan organisasi.
Komunikasi horizontal
Komunikasi yang terjadi antara orang-
orang yang kedudukannya setingkat,
atau antara teman sejawat

Komunikasi diagonal
Merupakan aliran komunikasi dari
orang-orang yang memiliki hirarki
yang berbeda dan tidak memiliki
hubungan wewenang secara
langsung (Gitosudarmo, 2000 dan
Handoko, 1995).
KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI
DAN TEKNIK PENGGUNAAN ALAT
TELEKOMUNIKASI

komunikasi yang harus kita perhatikan


yaitu: pengirim pesan (sender),
pesan yang dikirimkan (message),
bagaimana pesan tersebut
dikirimkan (delivery channel atau
media), penerima pesan (receiver),
dan umpan balik (feedback). Kelima
hal inilah yang diuraikan dengan
amat menarik melalui penggalan-
penggalan frase dari karya-karya
Shakespeare tersebut.
FONDASI UTAMA DALAM
MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG
EFEKTIF
• Bentuk komunikasi tertinggi adalah
komunikasi empatik, yaitu melakukan
komunikasi untuk terlebih dahulu mengerti orang
lain – memahami karakter dan maksud/tujuan
atau peran orang lain.

• Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecil


begitu penting dalam suatu hubungan – hal-hal
yang kecil adalah hal-hal yang besar.

• Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito


besar; melanggar janji adalah penarikan yabng
besar.
• Menjelaskan harapan. Penyebab dari
hampir semua kesulitan dalam
hubungan berakar di dalam harapan
yang bertentangan atau berbeda
sekitar peran dan tujuan. Harapan
harus dinyatakan secara
eksplisit.Meminta maaf dengan tulus
ketika Anda membuat penarikan.

• Kejujuran mengatakan kebenaran


atau menyesuaikan kata-kata kita
dengan realitas. Integritas adalah
menyesuaikan realitas dengan kata-
kata kita. Integritas bersifat aktif,
sedangkan kejujuran bersifat pasif.
• Memperlihatkan integritas
pribadi. Integritas pribadi
menghasilkan kepercayaan dan
merupakan dasar dari banyak
jenis deposito yang berbeda.
Integritas merupakan fondasi
utama dalam membangun
komunikasi yang efektif. Karena
tidak ada persahabatan atau
teamwork tanpa ada
kepercayaan (trust), dan tidak
akan ada kepercayaan tanpa
ada integritas. Integritas
mencakup hal-hal yang lebih
dari sekadar kejujuran (honesty).
HUKUM KOMUNIKASI YANG
EFEKTIF
• Hukum # 1: Respect
Hukum pertama dalam
mengembangkan komunikasi yang
efektif adalah sikap menghargai setiap
individu yang menjadi sasaran pesan
yang kita sampaikan.

• Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita
untuk menempatkan diri kita pada
situasi atau kondisi yang dihadapi
oleh orang lain.
• Hukum # 3: Audible
Makna dari audible antara lain: dapat
didengarkan atau dimengerti dengan baik.

• Hukum # 4: Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat
dimengerti dengan baik, maka hukum
keempat yang terkait dengan itu adalah
kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga
tidak menimbulkan multi interpretasi atau
berbagai penafsiran yang berlainan.

• Hukum # 5: Humble
Hukum kelima dalam membangun
komunikasi yang efektif adalah sikap
rendah hati.
KESIMPULAN
Komunikasi merupakan proses yang
sangat khusus dan berarti dalam hubungan
antar manusia. Pada profesi keperawatan gigi
komunikasi menjadi lebih bermakna karena
merupakan metoda utama dalam
mengimplementasikan proses keperawatan.
Perawat gigi yang memiliki ketrampilan
berkomunikasi dengan pimpinan, teman
sejawat dan pasien tidak saja akan mudah
menjalin hubungan rasa percaya dengan klien,
mencegah terjadinya masalah legal,
memberikan kepuasan profesional dalam
pelayanan keperawatan dan meningkatkan
citra profesi keperawatan serta citra rumah
sakit (Achir Yani), tetapi yang paling penting
adalah mengamalkan ilmunya untuk
memberikan pertolongan terhadap sesama
manusia.