Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS HIDROKUINON DALAM KRIM PEMUTIH

MENGGUNAKAN METODE KLT

Analysis Of Hydroquinone On Whitening Creams Using The KLT Method

Wahyuni1, Imrawati1 dan Johar1


1 ) Jurusan D3 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 13,7 Daya Makassar
Email : ramdhanur96709@yahoo.com

ABSTRAK

Telah dilakukan pengujian analisis kandungan hidrokuinon pada krim pemutih A, B, C, D


dan E untuk membuktikan ada tidaknya kandungan hidrokuinon dalam krim pemutih
tersebut dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) yang menunjukkan
nilai Rf sampel tidak sebanding dengan baku hidrokuinon yaitu 0,12. Pada sampel dari
pasar X yaitu A = 0,52, B = 0,52, C = 0,52, D = 0,4, E = 0,52. Dan sampel dari pasar Y
yaitu A = 0,50, B = 0, C = 0,49, D = 0,47, E = 0,45. Hasil penelitian yang diperoleh
menunjukkan bahwa kelima sampel krim pemutih A, B, C, D dan E dari pasar X dan Y
tidak teridentifikasi adanya hidrokuinon dengan menggunakan metode KLT.

Kata Kunci : Hidrokuinon, Krim Pemutih, Kromatografi Lapis Tipis

ABSTRACT

Analysis testing of hydroquinone content in whitening cream A, B, C, D and E has been


carried out to prove the presence or absence of hydroquinone in the whitening cream
using the Thin Layer Cromatography (TLC) method which shows the sample R f value is
not proportional to the hydroquinone standard that is 0,12. Sample from the market X that
is A = 0,52, B = 0,52, C = 0,52, D = 0,4, E = 0,52. And sample from the market Y that is
A = 0,50, B = 0, C = 0,49, D = 0,47, E = 0,45. The result obtained showed that the five
bleach cream samples A, B, C, D and E from the X and Y markets were not identified
with hydroquinone using the KLT method.

Keywords : Hydroquinone, whitening cream, Thin Layer Cromatography

Ramdhayani, 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar Page 1


PENDAHULUAN kosmetika yang berperan untuk
keindahan kulit wajah lainnya banyak
Kosmetika sudah dikenal orang
sekali beredar di pasaran. Perkembangan
sejak zaman dahulu kala. Di Mesir 3500
selanjutnya suatu sediaan kosmetika
tahun sebelum Masehi telah digunakan
akan ditambahkan suatu zat ikutan atau
berbagai bahan alami baik yang berasal
tambahan yang akan menambah nilai
dari tumbuhan-tumbuhan, hewan
artistik dan daya jual produknya, seperti
maupun bahan lain misalnya tanah liat,
penambahan bahan pemutih (Widana,
lumpur, dan arang. Penggunaan susu,
2007).
akar, daun, kulit pohon, rempah, minyak
Hidrokuinon saat ini masih banyak
bumi, madu dan lainnya sudah menjadi
digunakan sebagian produsen pemutih.
hal yang biasa dalam kehidupan
Hidrokuinon termasuk golongan obat
masyarakat saat ini (Ningsih, 2009).
keras yang hanya dapat digunakan
Tujuan utama penggunaan
berdasarkan resep dokter. (Ningsih,
kosmetik pada masyarakat modern
2009).
adalah untuk kebersihan pribadi,
Pada September 2008 semua
meningkatkan daya tarik melalui make-
kosmetik yang tidak memenuhi
up, meningkatkan rasa percaya diri dan
ketentuan ditarik dari peredaran dan
perasaan tenang, melindungi kulit dan
dimusnahkan. Dalam peraturan tersebut
rambut dari kerusakan sinar ultra violet,
dinyatakan bahwa hidrokuinon sebagai
polusi dan faktor lingkungan yang lain,
bahan kosmetik hanya boleh digunakan
mencegah penuaan, dan secara umum
untuk bahan pengoksidasi warna pada
membantu seseorang lebih menikmati
pewarna rambut dengan ketentuan kadar
dan menghargai hidup (Tranggono,
maksimum sebesar 0,3 %. (BPOM,
2007).
2008)
Suatu produk kosmetik yang tidak
Hidrokuinon boleh digunakan pada
memiliki nomor registrasi, kemungkinan
sediaan untuk kuku artifisial dan tidak
memiliki kandungan zat-zat yang tidak
boleh melebihi 0,02 % (BPOM, 2015).
diizinkan pemakaiannya atau memiliki
Bahaya pemakaian obat keras ini
kadar yang melebihi ketentuan, sehingga
tanpa pengawasan dokter dapat
dapat menimbulkan efek samping yang
menyebabkan iritasi kulit, kulit
berbahaya. Bahkan ada juga produsen
kemerahan, rasa terbakar, kelainan
yang mencantumkan nomor registrasi
ginjal, kanker darah dan kanker hati.
pada produk kosmetiknya, walaupun
Pemakaian yang berlebih dapat
nomor tersebut bukan nomor resmi dari
menyebabkan iritasi kulit, namun jika
BPOM. Hal yang perlu diperhatikan
dihentikan seketika akan berefek lebih
adalah berkaitan dengan kandungan
buruk. (BPOM RI, 2007).
bahan-bahan pemutih berbahaya seperti
Krim yang mengandung
hidrokuinon dan merkuri yang terdapat
hidrokuinon akan terakumulasi dalam
pada produk kosmetik. (BPOM RI,
kulit dan dapat menyebabkan mutasi dan
2007)
kerusakan DNA, sehingga kemungkinan
Sediaan kosmetika jenis pemutih,
pewarna bibir atau perona wajah serta

Wahyuni, 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar Page 2


pada pemakaian jangka panjang bersifat
karsinogenik (BPOM RI, 2008).
Sediaan kosmetika berbentuk Preparasi Sampel
krim yang mengandung hidrokuinon 1. Pembuatan Larutan Uji
banyak digunakan untuk menghilangkan Ditimbang sebanyak 1,25 g sampel
bercak-bercak hitam pada wajah. Saat krim pemutih (A, B, C, D, E) dan
ini hidrokuinon masih digunakan dimasukkan ke dalam beaker glass
sebagian produsen pemutih karena secara terpisah. Ditambahkan 3 tetes
hidrokuinon mampu mengelupas kulit HCl 4 N. Ditambahkan 5 mL etanol
bagian luar dan menghambat kemudian dipanaskan sambil diaduk .
pembentukan melanin yang membuat Dimasukkan kedalam labu ukur 25 mL,
kulit tampak hitam. (Astuti, dkk, 2016). dan ditambahkan etanol sampai garis
tanda. Dihomogenkan, kemudian
WAKTU DAN TEMPAT disaring melalui natrium sulfat yang
PENELITIAN telah diletakkan di kertas saring.
Penelitian ini akan dilaksanakan
pada bulan April – Juli 2019 di 2. Pembuatan Larutan Baku
Laboratorium Kimia Farmasi STIFA Ditimbang sebanyak ±25 mg
Makassar. hidrokuinon. Dimasukkan kedalam labu
ukur 25 mL. Ditambahkan 0,25 mL HCl
Alat dan Bahan 4 N. Ditambahkan etanol sampai garis
Adapun alat yang digunakan pada tanda, kemudian dihomogenkan.
penelitian ini yaitu beaker glass, kaca
arloji, neraca analitik, pipet tetes, 3. Analisis Kualitatif menggunakan
spatula, labu ukur 25 mL, plat KLT, metode KLT
chamber, mikropipet, erlenmeyer, gelas Diatas plat KLT ditotolkan larutan
ukur, lampu uv, batang pengaduk. A dan B dengan volume penotolan
Adapaun bahan yang digunakan masing-masing sebanyak 25 mikroliter
pada penelitian ini yaitu etanol 95%, dengan menggunakan pipa kapiler
hidrokuinon murni, beberapa krim dengan jarak 2 cm dari batas bawah.
pemutih (A, B, C, D, dan E) dari pasar Kemudian plat KLT dimasukkan
X dan Y, fase gerak (toluene, asam kedalam chamber yang berisi fase gerak
asetat glasial), aquadest, HCl 4 N, yaitu Toluen : Asam Asetat Glasial.
Na2SO4. Kemudian dibiarkan fase gerak naik
keatas. Kemudian plat KLT diangkat
Pengambilan Sampel dan dikeringkan. Untuk mengetahui
Adapun sampel yang digunakan lokasi dari noda dapat dilihat dengan
yaitu krim yang beredar di pasar X dan menggunakan cahaya ultraviolet pada
Y dan sering digunakan oleh masyarakat panjang gelombang 254 nm. Kemudian
di Makassar serta tidak memiliki nomor diukur harga Rf nya (Ningsih, 2009).
registrasi, diantaranya krim pemutih (A,
B, C, D, dan E).

Wahyuni, 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar Page 3


HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Hasil analisis KLT sampel krim pemutih dari pasar X
JARAK
NILAI
METODE SAMPEL RAMBAT PASAR X
RF
NODA
BAKU BERCAK
HIDROKUINON  1,8 0,12 GELAP
A 7,8 0,52 (-)
KROMATOGRAFI
B 7,8 0,52 (-)
LAPIS TIPIS ( KLT )
C 7,9 0,52 (-)
D 6 0,4 (-)
E 7,8 0,52 (-)

Tabel 2. Hasil analisis KLT sampel krim pemutih dari pasar Y

JARAK
NILAI
METODE SAMPEL RAMBAT PASAR Y
RF
NODA
BAKU BERCAK
HIDROKUINON 1,8 0,12 GELAP
A 7,6 0,50 (-)
KROMATOGRAFI
B 0 0 (-)
LAPIS TIPIS ( KLT )
C 7,4 0,49 (-)
D 7,1 0,47 (-)
E 6,8 0,45 (-)

Hidrokuinon merupakan senyawa Makassar mengandung bahan pemutih


kimia berupa Kristal putih berbentuk yang tidak boleh digunakan dalam krim
jarum, tidak berbau, memiliki struktur pemutih yaitu hidrokuinon atau tidak
kimia C6H6O2 dengan nama kimia 1,4 maka dilakukan analisis kualitatif
benzendiol dan mengalami oksidasi menggunakan metode KLT pada sampel
terhadap cahaya dan udara. Senyawa ini krim merk A, B, C, D, dan E yang
digunakan sebagai bahan pemutih dan beredar di pasar X dan Y di Makassar.
pencegahan pigmentasi yang bekerja Pengujian secara kualitatif adalah
menghambat enzim tirosinase yang pengujian yang bertujuan untuk melihat
berperan dalam penggelapan kulit ada atau tidaknya kandungan
(Ibrahim et al., 2004). hidrokuinon pada sampel krim merk A,
Pada penelitian ini, sampel yang B, C, D, dan E yang beredar pada dua
digunakan adalah krim pemutih yang lokasi berbeda. Dilakukan pengambilan
beredar di pasar tradisional yang ada di sampel di pasar yang ada dikota
Makassar. Untuk mengetahui apakah Makassar. Pada pengujian kualitatif
beberapa krim pemutih yang beredar dengan menggunakan metode KLT ini
dibeberapa pasar yang ada di kota

Wahyuni, 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar Page 4


digunakan pelarut asam asetat glasial : Astuti, Arum Ika Yuni Astuti, 2011,
toluene dengan perbandingan 20 : 80. Penetapan kadar Hidrokuinon
Dilakukan pengujian Dalam Sediaan Krim Malam
menggunakan metode KLT. Didapatkan Pemutih Di Klinik Kecantikan
nilai Rf bercak hidrokuinon = 0,12. Purwokerto, Universitas
Sampel krim pemutih dari pasar X Muhammadiyah, Purwekorto.
diantaranya, sampel A = 0,52, B = 0,52,
C = 0,52, D = 0,4, E = 0,52. Nila Rf Badan POM RI. 2007, Kenalilah
bercak sampel A, B, C, D dan E tidak Kosmetik anda Sebelum
sebanding dengan nilai Rf bercak baku Menggunakannya, In: Info POM,
hidrokuinon ( tabel 1.). Nilai Rf sampel Vol VIII No.4. Edisi Juli 2007.
krim pemutih dari pasar Y, yaitu A = Jakarta.
0,50, B = 0, C = 0,49, D = 0,47, E =
0,45. Nilai Rf bercak sampel A, B, C, D Badan Pengawas Obat dan Makanan.
dan E tidak sebanding dengan nilai Rf 2008, Bahan Berbahaya Dalam
bercak baku hidrokuinon (tabel 2.). Kosmetik, Naturoks, 3 (6), 4-7.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
sampel dari pasar X dan Y tidak Badan Pengawas Obat dan Makanan
mengandung hidrokuinon. Republik Indonesia (BPOMRI).
2009, Peraturan Kepala Badan
KESIMPULAN Pengawas Obat dan Makanan
Adapun kesimpulan yang diperoleh Republik Indonesia Nomor
dari penelitian ini adalah krim pemutih HK.00.06.1.52.4011 tentang
A, B, C, D, dan E yang beredar di pasar Penetapan Batas Maksimum
X dan Y di Makassar tidak mengandung Cemaran Mikroba dan Kimia
hidrokuinon. dalam Makanan. Jakarta: Badan
Pengawas Obat dan Makanan
DAFTAR PUSTAKA Republik Indonesia.Badan POM
Adnan, M., 1997, Tekhnik Kromatografi RI. 2015. Peraturan Kepala
untuk Analasis Bahan Makanan, Badan Pengawas Obat Dan
Penerbit Andi, Yogyakarta. Makanan Republik Indonesia
Nomor 18 Tentang Persyaratan
Anief, M, 2000, Farmasetika, Gadjah Tekhnis Bahan Kosmetika.
Mada University Press,
Yogyakarta. Badan Pengawas Obat Dan Makanan.
Astuti, Dian Wuri, dkk, 2016, 2011, Hidrokuinon, Sentra
Identifikasi Hidrokuinon Pada Informasi Keracunan Nasional,
Krim Pemutih Wajah Yang Dijual Jakarta.
Di Minimarket Wilayah
Minomartani Yogyakarta, Citra, M.D., 2007, Hati-hati pakai
Program Studi D3 Analis pemutih,http://cybermed.cbn.net.i
Kesehatan STIKES Guna Bangsa, d/cbprt/health news. Di akses
Yogyakarta. pada tanggal 18 Desember 2013,
Yogyakarta. Dean, J., 1995,

Wahyuni, 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar Page 5


Analytical Chemistry Natrual Food Antimicrobial
Handbook,Mc Graw-Hill Inc., Systems. CRC Press. New York.
USA, pp.4.98, 4.113.
Ningsih, Ayu Utami. 2009, Identifikasi
Departemen Kesehatan RI. 1995, Hidrokuinon Dalam Krim
Farmakope Indonesia : Edisi Pemutih Selebritis Night Cream
Keempat,Direktorat Jendral Dengan Metode Kromatografi
Pengawasan Obat Dan Makanan : Lapis Tipis, Program Studi
Depkes RI.Dian, Lailul. 2016, Diploma III Kimia Analisis
Penetapan Kadar Hidrokuinon Fakultas Matematika Dan Ilmu
pada Krim Pemutih Wajah A dan Pengetahuan Alam, Universitas
B dengan Metode Kolorimetri. Sumatera Utara, Medan.
Fakultas Farmasi, Institut Ilmu
Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, Rostamailis, dkk. 2008. Tata
Indonesia. Kecantikan Rambut Jilid 1, PT
Rineka Cipta, Jakarta.
Fessenden, R. J. & Fessenden, J. S.,
1997,Dasar-Dasar Kimia Stahl, Egon. 1985, Analisis Obat Secara
Organik. Binarupa Aksara hal Kromatografi dan Mikroskopi,
399-404, Jakarta. Penerbit ITB, Bandung.

Gandjar, I.G., dan Rohman, A., Stephan, Jellinek, J. D. R., 1970,


2007,Kimia Farmasi Analisis. Formulation and Function of
Pustaka Pelajar. Hal. 419, 425, Cosmetics, translated by G.L.,
Yogyakarta. Fenton, John Wiley and Sons Inc.,
Hart, H., Craine, L., dan Hart, D. J. USA, pp 322-326.
2003,Kimia Organik Edisi
II,Erlangga, Hal 309-314Jakarta. Tranggono, Retno Iswari dan Fatma.
2007,Buku Pegangan Ilmu
Hart, Harold.1983, Kimia Organik, Pengetahuan Kosmetik, Gramedia
diterjemahkan oleh Suminar Pustaka, Jakarta..
Achmadi, Erlangga,Jakarta.
Wasitaatmadja SM., 1997, Penuntun
Ibrahim Slamet, dkk. 2004, Penetapan Ilmu Kosmetika Medik,
Kecermatan dan Keseksamaan Universitas Indonesia, Jakarta.
Metode Kalorimetrimenggunakan
Pereaksi Floroglusin Untuk Widana N. 2007, Analisis Bahan
Penetapan Kadar Hidroquinon Pewarna Berbahaya pada
Dalam Krim Pemucat, ITB, Sediaan Kosmetika di Wilayah
Bandung. Kecamatan Buleleng Kabupaten
Buleleng, J Penelitian
Marshal, D. L., L. N. Cotton, F. A. Pengembangan Sains
Bal’a.2000,Acetic Acid. Di Humaniora, 1(1), 26-36
dalam : Naidu, A. S. (Eds.)..

Wahyuni, 2019, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar Page 6