Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO 3

KOMUNIKASI KESEHATAN

Seorang dokter gigi baru saja diltugaskan untuk menjadi kepala


Puskesmas. Di wilayah kerja Puskesmas terdapat beberapa industri petrokimia
multinasional yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asing sebagai ahli.
Wilayah kerja puskesmas tersebut juga mecakup kawasan perumahan yang
banyak dihuni warga negara asing dan keluarganya. Kondisi kesehatan di kawasan
tersebut termasuk baik, tetapi keikutsertaan masyarakat dalam program-program
puskesmas sangat rendah. Menurut staf bagian promosi kesehatan Puskesmas, hal
ini karena terdapat barier komunikasi. Puskesmas ingin merancang model
komunikasi yang tepat agar dapat meningkatkan peran serta masyarakat
dikawasan tersebut dalam kegiatan-kegiatan puskesmas. Menghadapi musim
hujan kali ini Puskesmas bermaksud mengadakan kegiatan pemberantasan sarang
nyamuk dengan melibatkan masyarakat di kawasan tersebut.

STEP 1 Clarifying Unfamiliar Terms


1. Komunikasi kesehatan : menyampaikan pesan dan mempengaruhi proses
pengambilan keputusan yang berhubungan dengan upaya peningkatan
kesehatan masyarakat
Menurut Notoadmojo (2007)
Usaha yang sistematis untuk mempengaruhi secara positif perilaku kesehatan
masyarakat dengan menggunakan berbagai prinsip dan metode komunikasi
baik komunikasi interpersonal maupun komunikasi massa
Healthy people dalam Liliweri (2009)
Seni menginformasikan, memengaruhi, dan memotivasi individu atau
masyarakat mengenai isu-isu penting kesehatan untuk meningkatkan kualitas
hidup dan kesehatan
Cline R. Dalam Liliweri (2009)
Bidang teori, riset, dan praktek yang berkaitan dengan pemahaman dan saling
ketergantungan memengaruhi komunikasi dan kepercayaan kesehatan terkait
2. Industri petrokimia multinasional : industri yang bergerak dalam
pengolahan kimia berbahan dasar minyak bumi dan batubara
3. Barier komunikasi : hal-hal yang dapat mengganggu efektivitas proses
komunikasi yang dapat berasal dari lingkungan maupun diri sendiri
Menurut Cangara ada 7 macam barier komunikasi : gangguan teknis,
gangguan semantik, gangguan psikologis, rintangan fisik, rintangan status
sosial, rintangan kerangka berpikir, dan rintangan budaya
4. Model komunikasi : gambaran proses terjadinya komunikasi yang
memperlihatkan hubungan antar komponen-komponen komunikasi; model
yang konseptual untuk menjelaskan proses komunikasi pada manusia dan
memperlihatkan proses komunikasi menggunakan berbagai simbol
Menurut Sereno dan Mortensen model komunikasi adalah deskripsi ideal
mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya suatu komunikasi

STEP 2 Menetapkan Masalah


1. Apa saja jenis barier komunikasi?
2. Bagaimana mengurangi atau menghilangkan barier komunikasi pada pekerja
industri petrokimia dengan tenaga kesehatan?
3. Apa saja komponen – komponen komunikasi?
4. Apa tujuan dari komunikasi kesehatan?
5. Bagaimana langkah – langkah dalam menyusun program komunikasi
kesehatan?

STEP 3 Menganalisis Masalah


1. Jenis barier komunikasi
a. Gangguan teknis : gangguan pada jaringan telefon, kerusakan pada alat
komunikasi
b. Gangguan semantik : disebabkan karena adanya kesalahan bahasa yang
digunakan, misal kata yang digunakan terlalu banyak, penggunaan kata
asing
c. Gangguan psikologis : disebabkan adanya persoalan individu
d. Rintangan fisik : letak geografi, misal jarak yang jauh menyebabkan
kesulitan berkomunikasi ataupun dari transportasinya
e. Rintangan sosial : perbedaan status sosial atau senioritas
f. Rintangan kerangka berpikir : perbedaan pola pikir akibat adanya
perbedaan tingkat pendidikan dan pengalaman
g. Rintangan budaya : perbedaan norma, budaya, ataupun nilai-nilai yang
ada
h. Hambatan ekologis : gangguan yang berasal dari lingkungan, misal suara
yang ramai dapat mengganggu komunikasi

2. Bagaimana mengurangi atau menghilangkan barier komunikasi pada pekerja


industri petrokimia dengan tenaga kesehatan
1) Membuat peraturan mengunjungi puskesmas secara berkala, kebijakan
dimana para pekerja asing diwajibkan dapat berbicara bahasa Indonesia,
program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
2) Keduanya menyampaikan kepada pekerja menggunakan dua bahasa
3) Membagikan brosur untuk mempermudah penyampaian (dilakukan
melalui interfensi media)

3. Komponen – komponen komunikasi


Menurut Lasswel :
a. komunikator : orang atau lembaga kesehatan yang menyampaikan pesan
b. komunikan : orang yang menerima pesan
c. pesan : pernyataan yang didukung oleh lambang yang mempunyai arti
d. media : sarana atau saluran yang mendukung proses penyampaian pesan
untuk mempermudah dan memperjelas pesan. Media interpersonal dan
media kelompok
e. efek : dampak atau akibat yang ditimbulkan oleh pesan
Komponen – komponen tersebut dibutuhkan agar mendapatkan feedback,
dimana komunikator harus dapat menginterpretasikan pesan dengan benar
sesuai dengan sasaran dan tujuan
4. Tujuan dari komunikasi kesehatan
Secara umum :
Mengubah perilaku kesehatan masyarakat sehingga status kesehatan
masyarakat meningkat, mempengaruhi pengambilan keputusan masyarakat
dalam bidang kesehatan, promosi kesehatan, peningkatan kualitas hidup, dan
pencegahan penyakit.
Menurut Taylor
Tujuan akhir komunikasi kesehatan adalah adherence (kepatuhan) : sebaik
apa tenaga kesehatan mempengaruhi masyarakat untuk mengubah
perilakunya menjadi lebih baik. Komunikasi dikatakan berhasil jika :
1. Pasien harus memahami isu-isu atau masalah kesehatan yang dihadapi
(understand)
2. Pasien mampu mengingat saran medis yang diberikan
Menurut Liliweri
1) Tujuan strategis
a. Relay information : meneruskan informasi dari satu ke pihak lain
secara berkaitan
b. Enable informed decision making : memberikan informasi akurat
untuk memungkinkan individu mengambil keputusan
c. Promote peer information exchange and emotional support :
mendukung pergantian atau pertukaran keputusan secara emosional
d. Promote health behavior : memperkenalkan hidup sehat
e. Promote self care : pengembangan diri sendiri, minimal individu tahu
bagaiman cara mengobati dirinya sendiri
f. Manage demand for health services : memenuhi permintaan layanan
kesehatan
2) Tujuan praktis
a. Meningkatkan pengetahuan
b. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi efektif
c. Membentuk sikap dan perilaku berkomunikasi, seperti komunikasi
yang menyenangkan, komunikasi dengan kepercayaan diri
5. Langkah – langkah dalam menyusun program komunikasi kesehatan
1) Assesment : menganalisis situasi masalah kesehatan dan profil audience
dengan mengumpulkan data dasar (karakteristik perilaku, epidemiologi,
demografi), membuat rumusan masalah, mencari akar masalah, dan
prioritas masalah
2) Plan (perencanaan) : menyusun tujuan, mendesain pesan, dan memilih
media disesuaikan dengan analisis masalah pada tahap assesment
3) Pre-test : pengujian bahan draft atau konsep dari pesan tersebut kepada
perwakilan target audience sebelum bahan tersebut diproduksi dalam
bentuk final, mencari kelebihan dan kelemahan dari konsep yang dibuat.
Diberikan soal yang sama sehingga dapat dilakukan evaluasi
4) Penyampaian pesan : saat proses komunikasi berlangsung
5) Monitor (evaluasi) : tahap pemantauan untuk memperoleh informasi
tentang kekurangan atau kesalahan yang mungkin terjadi pada proses
komunikasi tersebut sehingga dapat dijadikan bahan assesment
selanjutnya

STEP 4 Mapping

STEP 5 Learning Objectives


1. Mahasiswa mampu Menjelaskan dan Memahami Definisi Komunikasi
2. Mahasiswa mampu Menjelaskan dan Memahami Proses Komunikasi
(Model dan Elemen) beserta Contoh
3. Mahasiswa mampu Menjelaskan dan Memahami Bentuk Komunikasi
beserta Contoh
4. Mahasiswa mampu Menjelaskan dan Memahami Barier Komunikasi
beserta Contoh
5. Mahasiswa mampu Menjelaskan dan Memahami Definisi, Tujuan, dan
Manfaat Komunikasi Kesehatan