Anda di halaman 1dari 4

NAMA : JULFIYAH LUSIANA

NIM : 201804026
PRODI : D3 KEPERAWATAN 2A

RESUME ISOLASI SOSIAL

A. Definisi
Isolasi social adalah suatu gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya
kepribadian yang tidak fleksibel yang menimbulkan perilaku maladaptif dan mengganggu
fungsi seseorang dalam hubungan social.
B. Rentang respon social
1. Respon adaptif
a. Menyendiri
b. Otonomi
c. Bekerja sama
d. Saling tergantung
2. Respon maladaptive
a. Manipulative
 orang lain dianggap sebagai obyek
 hubungan berkisar tentang isu kontrol
 berorientasi pada pribadinya sendiri tidak pada orang lain.
b. Impulsive
 Harga diri rapuh
 Mencari kekaguman dan pujian dari diri sendiri
 Sikap egosentris
 Iri hati
 Gusar kalau orang lain tidak mendukung
c. Narcissism
 Tidak mampu merencanakan
 Tidak mampu belajar dari pengalaman
 Tidak mampu membuat keputusan
C. Tanda dan gejala
1. Gejala klinik :
a. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap
penyakit
b. Rasa bersalah terhadap diri sendiri
c. Percaya diri kurang
d. Mencederai diri
2. Gejala subjektif :
a. Klien menceritakan perasaan kesepian atau ditolak oleh orang lain
b. Klien merasa tidak aman berada dengan orang lain
c. Respon verbal kurang dan sangat singkat
d. Klien merasa tidak berguna
3. Gejala objektif :
a. Klien banyak diam dan tidak mau bicara
b. Tidak mengikuti kegiatan
c. Banyak berdiam diri dikamar
d. Klien menyendiri dan tidak mau berinteraksi dengan orang yang terdekat
e. Klien tampak sedih, ekspresi datar dan dangkal
f. Kontak mata kurang
g. Kurang spontan
h. Apatis
i. Ekspresi wajah kurang berseri

D. Factor predisposisi
1. Factor perkembangan : gangguan perkembangan karena keluarga yang terganggu,
pemisahan anak dengan orang tua tidak berhasil, keluarga yang tidak mendorong
relasi dengan dunia luar peran keluarga yang kabur.
2. Factor biologic : factor genetis, neurotransmiter
3. Faktor sosiokultural : isolasi social, norma yang tidak mendorong untuk berinteraksi,
harapan yang tidak realistis.

Tugas perkembangan-pertumbuhan interpersonal


a. Bayi: menegakkan hubungan saling percaya.
b. Todler: mengembangkan otonomi dan memulai perilaku independen.
c. Usia pra sekolah: mulai berinisiatif dan belajar bertanggung jawab dan mendengar
suara hati.
d. Usia sekolah: belajar kompetisi, kerja sama, dan kompromi.
e. Pra remaja: intim dengan teman sejenis.
f. Remaja: intim dengan lawan jenis dan independen dari ortu.
g. Dewasa muda: interdependen dengan ortu, teman; menikah; punya anak.
h. Dewasa tengah: belajar “let go”
i. Dewasa akhir: berduka karena kehilangan, mengembangkan hubungan dengan
budaya.
E. Factor presipitasi
1. Stressor social budaya : keluarga tidak stabil, perpisahan dengan orang yang
bermakna,
2. Stressor psikologis : ansietas berkepanjangan dan berat disertai ketidakmampuan
menghadapi ansietas.

F. Komplikasi
1. Halusinasi
2. Mencederai diri sendiri
3. Mencederai orang lain
4. Deficit perawatan diri / penurunan aktivitas
G. Sumber koping
1. Keterlibatan dengan jaringan kekeluargaan dan pertemanan
2. Hubungan dengan hewan peliharaan
3. Penggunaan kreativitas untuk mengekspresikan stres interpersonal: musik, seni,
menulis dsb.
H. Mekanisme koping
Kecemasan koping yang sering digunakan adalah regrasi, represi dan isolasi.Sedangkan
contoh sumber koping yang dapat digunakan misalnya keterlibatan dalam hubungan yang
luas dalam keluarga dan teman, hubungan dengan hewan peliharaan, menggunakan
kreativitas untuk mengekspresikan stress interpersonal seperti kesenian music atau
tulisan.

I. Penatalaksanaan
1. Therapy farmakologi
2. Electro Convulsive Therapy
3. Therapy kelompok
4. Therapy lingkungan

J. Masalah keperawatan
1. Risiko kesepian
2. Gangguan identitas diri
3. Gangguan konsep diri
4. Risiko mutilasi diri
5. Kerusakan interaksi sosial
6. Penatalaksanaan regimen terapeutik tak efektif
7. Risiko perilaku kekerasan

K. Asuhan keperawatan
1. Pengkajian
a. Wawancara :
1) Rasa sepi atau ditolak
2) Tidak aman
3) Hubungan tidak berarti dengan orang lain
4) Merasa bosan atau waktu berjalan lambat
5) Tidak bisa konsentrasi dan membuat keputusan
6) Merasa tidak berguna
7) Tidak yakin bisa tetap hidup
b. Observasi :
1) Banyak diam dan tak mau bicara
2) Menyendiri dan tak mau berinteraksi
3) Tampak sedih, ekspresi datar dan dangkal
4) Kontak mata kurang
2. Diagnosa keperawatan
a. Isolasi sosial: menarik diri b.d harga diri rendah.
b. Kerusakan komunikasi verbal b.d ketidakmampuan untuk percaya kepada
orang lain, panik, regresi ke tahap perkembangan sebelumnya, menarik diri.
c. Sindrom kurang perawatan diri b.d menarik diri, regresi
3. Tindakan keperawatan
a. Bina hubungan terapeutik
b. Libatkan keluarga
c. Berikan lingkungan terapeutik yang berfokus pada harapan yg realistis.
Pelibatan klien dalam proses pengambilan keputusan dan memproses perilaku
interaksi pada saat ini dan di sini.
d. Buat batasan-batasan
e. Lindungi dari membahayakan diri
f. Berfokus pada kekuatan klien
a. Strategi kontrak perilaku dan strategi lainnya.
4. Evaluasi
a) Apakah klien sudah mengurangi perilaku impulsif, manipulatif, atau narkisitik?
b) Apakah klien telah mengekspresikan kepuasan dg kualitas hubungan
interpersonalnya?
c) Dapatkan klien berpartisipasi dlm hubungan interpsersonal yg dekat.
d) Apakah klien secara verbal mengakui perubahan perilaku yg positif?