Anda di halaman 1dari 9

Makalah

Teori Pengelolaan Ketidakpastian dan Teori


Reduksi Ketidakpastian

Oleh :
Nama : Hasni
Nim : 50700118007
Kelas : IKOM A/IV

ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM ALAUDDIN MAKASSAR
2020
A. Teori Pengelolaan Ketidakpastian

Teori Pengelolaan Ketidakpastian adalah suatu teori yang ada di dalam


Komunikasi AntarPribadi. Teori ini terpusat pada individu karena pokok dari penelitian
teori ini adalah permasalahan yang terjadi pada individu ketika menemui masalah
didalam dirinya. Individu mengalami berbagai macam perasaan seperti bosan, takut,
cemas, merasa bersalah dan perasaan tidak pasti. Dengan ini komunikasi yang ada
bagaimana seseorang menghadapi situasi ketidakpastian dan peran apa komunikasi
dalam proses ini. Asumsi bagi individu-individu membentuk pemikiran kognitif dan
emosional sebagaimana mereka mengalami ketidakpastian dan pemikiran tersebut
digabungkan dalam cara yang kompleks. Kebanyakan menggunakan teori-teori ilmu
pengetahuan sosial yang ada untuk membentuk penjelasan-penjelasannya tetapi
memperluas dengan menyoroti faktor-faktor yang membantu memprediksi
ketidakpastian dan menjelaska bagaimana persepsi-persepsi ini muncul didalam situasi
tertentu .1

Ketidakpastian yaitu peristiwa yang tidak bisa dibayangkan tetapi bisa/mungkin


terjadi. Sesuai dengan batasan penelitian maka dalam penelitian ini diukur dengan tiga
dimensi, yaitu :

a. State Uncertainty yaitu jika seorang manajer atau owner merasa bahwa lingkungan
organisasi tidak dapat diprediksi. Konstruk pembangun item dari dimensi state
uncertainty adalah :

 Perubahan teknologi

 Taste and needs

 Perubahan tren

 Kebijakan Perbankan

 Peraturan Pemerintah

 Persaingan.

1
Muhammad, Budyatna, Teori-Teori Mengenai Komunikasi Antar pribadi, (Jakarta : PrenadaMedia Group, 2015),
hal 120.
b. Uncertainty yang mengacu pada ketidakmampuan manajer-owner untuk
memprediksi pengaruh lingkungan terhadap organisasi yaitu pemahaman tentang hubungan
sebab-akibat. Pengukuran indikator ini diperoleh dari wawancara pendahuluan didapatkan item
yaitu :

 Budaya dengan item adanya perbedaan nilai terkait kredit di masyarakat yang
berhubungan dengan sumber pendanaan utama developer,

 Pesaing melakukan strategi dan bertindak di pasar dengan item dampak dari adanya
perubahan strategi pesaing.

c. Response uncertainty berkaitan dengan ketidakmampuan memprediksi konsekuensi dari


pilihan-pilihan keputusan untuk merespon perubahan lingkungan yang terjadi. Maka dari
proses pembentukan item melalui wawancara pendahuluan menghasilkan :

 Respon masyarakat terhadap penawaran produk inovatif

 Efektivitas langkah-langkah stratejik sulit diprediksi.2

ketidakpastian merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memprediksikan atau


menjelaskan perilaku, perasaan, sikap atau nilai-nilai yang diyakini orang lain. Ketidakpastian
adalah faktor-faktor penyebab kegagalan komunikasi antarkultural. Ketidakpastian dan yang
relatif tinggi dari masing-masing individu ketika berusaha melakukan komunikasi yang
menyebabkan munculnya tindakan atau perilaku yang tidak fungsional. Ekspresi perilaku yang
tidak fungsional tersebut antara lain tidak memiliki kepedulian terhadap eksistensi orang lain,
ketidaktulusan dalam berkomunikasi dengan orang lain, melakukan penghindaran komunikasi,
dan cenderung menciptakan permusuhan dengan orang lain3

Untuk dapat mengelola ketidakpastian maka kita harus memiliki perhatian penuh
terhadap komunikasi yang kita lakukan. Ketika kita terlalu fokus pada kebiasaan atau perilaku

2
Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol 12, No 1, Januari 2014.

3
Jurnal common, Vol 3, No 1, Juli 2019.
umum, kita tidak memiliki perhatian yang baik mengenai apa yang kita lakukan atau katakan.
Upaya untuk mengurangi ketidakpastian menggunakan taktik-taktik dari tiga kategori strategi
yaitu pasif, aktif, dan interaktif.

1. Strategi pasif di mana orang mengambil peran sebagai pengamat yang tidak
mengganggu orang yang sedang diamati.

2. Strategi aktif muncul ketika seorang pengamat mulai melakukan suatu usaha selain
berhubungan secara langsung untuk mengetahui tentang diri seseorang. Misalnya
dengan menanyakan pada pihak ketiga untuk memperoleh informasi tentang seseorang.

3. Strategi interaktif terjadi ketika pengamat dan orang yang diamati terlibat dalam kontak
langsung atau interaksi tatap muka, misalnya pembicaraan yang melibatkan pembukaan
diri, bertanya secara langsung, dan taktik pencarian informasi lainnya.

Strategi-strategi ini sangat penting dalam upaya mengurangi ketidakpastian, tetapi suatu
pertanyaan yang sensitif, justru akan meningkatkan ketidakpastian, dan membutuhkan strategi
tambahan untuk mengatasinya. Dalam membangun suatu hubungan, perlu dilakukan suatu
strategi tambahan, yang disebut penerimaan ketidakpastian.4

B. Teori Reduksi Ketidakpastian

Teori Reduksi Ketidakpastian adalah teori dalam komunikasi antarpribadi. Teori ini
merupakan kehidupan sosial penuh dengan ambiguitas dan sangat wajar apabila kita
memiliki keraguan untuk memprediksi hasil dari awal suatu hubungan. Misalnya pada
saat pertama kita bertemu dengan orang baru yang belum pernah kita temui
sebelumnya pasti banyak keraguan mengenai bagaimana cara kita memanggil orang
tersebut, apakah orang tersebut akan menyukai kita atau tidak, dan sebagainya.

4
Loc.it.
Didasari oleh berbagai asumsi dan aksioma mengenai perilaku manusia, teori ini
menjelaskan dan memprediksikan kapan, mengapa dan bagaimana individu-individu
menggunakan komunikasi untuk meminimalisir keraguaan ketika berinteraksi dengan
orang lain. Fokus dari teori ini juga adalah bagaimana komunikasi antar manusia
digunakan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman. Asumsinya adalah pada
saat orang yang asing satu sama lain bertemu, perhatian utamanya adalah bagaimana
mereduksi ketidakpastian atau meningkatkan kemampuan untuk meramalkan perilaku
baik dari mereka sendiri maupun dalam interakasinya dengan orang lain.

Ada 3 asumsi reduksi ketidakpastian

1. Tujuan utama dari komunikasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian yang dimiliki
manusia tentang dunia dan makhluk yang hidup di dalamnya.

2. Mengalami ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari dan pengalaman dari


ketidakpastian tersebut merupakan pengalaman yang kurang menyenangkan.

3. Komunikasi adalah alat utama untuk mereduksi ketidakpastian. Motivasi individu


untuk mereduksi ketidakpastian saat harus berhubungan dengan invididu baru. 5

Teori Pengurangan Ketidakpastian menyatakan bahwa komunikasi merupakan alat untuk


mengurangi ketidakpastian seseorang terutama bagi orang-orang yang belum saling mengenal
satu sama lain, sehingga saat ketidakpastian itu berkurang maka akan tercipta suasana yang
kondusif untuk peng-embangan hubungan interpersonal. Ada dua jenis ketidakpastian yang
mungkin dialami seseorang yaitu ketidakpastian kognitif atau cog-nitive uncertainty dan
ketidakpastian perilaku atau behavioral uncertainty. mengurangikan bahwa ketidakpastian
kognitif merujuk pada tingkat ketidakpastian tentang keyakinan atau sikap seseorang.
Sedangkan ke-tidakpastian perilaku berkaitan dengan seberapajauh kita dapat memperkirakan
perilaku padasituasi tertentu.Namun demikian, ketidakpastianmerupakan kondisi yang dapat
menyebabkantimbulnya rasa tidak nyaman bagi orang-orang yang mengalaminya. Oleh karena

5
Jurnal Komunikasi Profetik, Vol 08, No 02, Oktober 2015.
itu mereka akan terdorong untuk berusaha mengurangiketidakpastian tersebut. Terdapat tiga
faktor yang mendorong seseorang untuk mengurangi ketidakpastian yang dialaminya, yaitu:

 mengantisipasi interaksi selanjutnya karena akan bertemu lagi dengan orang tersebut

 nilai insentif karena ia merasa orang tersebut memiliki sesuatu yang diinginkan,

 Adanya sikap yang menyimpang dari orang yang baru dikenalnya tersebut. Sebagaimana
teori-teori pada umumnya,Teori Pengurangan Ketidakpastian juga dibangun atas
berbagai asumsi, yang menggambarkan tentang pandangan para pendirinya6

Asumsi-asumsi dalam Teori Pengurangan Ketidakpastian yaitu

 Individu mengalami ketidakpastian dalam latar interpersonal saat berkomunikasi


dengan orang yang tidak dikenalnya.

 merupakan situasi yang tidak disukai dan dapat menimbulkan stres secara kognitif
sebab seseorang membutuhkan energi cukup besar untuk menghadapi situasi tersebut.

 Ketika dua orang yang tidak saling mengenal bertemu dan terlibat percakapan, maka
mereka akan berupaya untuk mengurangi ketidakpastian atau meningkatkan
prediktabilitas (kema-puan membuat perkiraan terhadap pihak lain). Untuk
meningkatkan prediktabilitas, maka seseorang perlu mencari informasi dengan bertanya
kepada orang yang baru dikenalnya itu. Semakin banyak interaksi yang
terjadi,ketidakpastian akan semakin berkurang

 Komunikasi interpersonal merupakan proses yang berkembang setelah melalui


beberapa tahapan atau fase. Pertama fase awal, yaitu tahapan awal saat seseorang
memulai interaksi dengan orang lain yang baru dikenal. Kedua fase personal, yaitu
tahapan saat mereka melakukan komunikasi secara lebih spontan dan mulai
mengungkapkan informasi yang lebih bersifat individual. Tahap personal bisa terjadi
berbarengan dengan tahap awal, namun umumnya terjadi setelah beberapa kali
interaksi. Ketiga fase akhir, yaitu tahap saat seseorang memutuskan untuk meneruskan
hubungan yang telah terjadi atau justru memutuskan hubungan tersebut.

 Komunikasi antarpribadi merupakan alat utama untuk mengurangi ketidakpastian.

 Jumlah dan sifat informasi yang dimiliki seseorang berubah sepanjang waktu, sebab
komunikasi antarpribadi berkembang secara bertahap dan interaksi awal merupakan
elemen penting dalam proses perkembangan hubungan interpersonal.

6
Ibid.
 Sangat mungkin bagi kita untuk menduga perilaku seseorang berdasarkan kesamaan
karakternya dengan orang-orang yang memiliki gaya hidup yang sama. 7

Pada dasarnya Teori Pengurangan Ketidakpastian dikumpulkan berdasarkan hasil


penelitian dan memiliki beberapa aksioma, yang masing-masing menunjukkan adanya
hubungan antara ketidakpastian dengan sejumlah konsep lainnya. Terdapat sembilan aksioma
yaitu :

1. Ketidakpastian yang tinggi pada tahapawal dalam komunikasi, akan mendorong


peningkatan komunikasi verbal diantara orang yang tidak saling mengenal, sehingga
tingkat ketidakpastian semakin menurun.

2. Pada tahap awal interaksi, saatkomunikasi nonverbal meningkat makaketidakpastian


menurun.

3. Tingkat ketidakpastian tinggi akan meningkatkan upaya pencarian informasi mengenai


perilaku orang lain.

4. Tingkat ketidakpastian yang tinggidalam suatu hubungan menyebabkanpenurunan


tingkat keakraban isi komunikasi.

5. Tingkat ketidakpastian yang tinggi menghasilkan tingkat resiprositas yang tinggi pula.

6. Kesamaan atau kemiripan yang ada antara komunikan dan komunikator akan
menurunkan tingkat ketidakpastian.

7. Ketidakpastian yang meningkat akan mengurangi ketertarikan untuk saling berinteraksi,


dan sebaliknya yaitupenurunan tingkat ketidakpastian akanvmeningkatkan ketertarikan.

8. Tingkat intensitas interaksi yang semakinvtinggi antarpihak yang saling berkomunikasi


akan menurunkan tingkat ketidakpastian.

9. Tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi membuat kepuasan dalam berkomunikasi


semakin rendah.8

Untuk mengurangi ketidakpastian dalam diri bukan merupakan suatu kegiatan yang
begitu saja, melainkan harus melalui proses dari pengurangan ketidakpastian itu sendiri. Ada
dua proses dari pengurangan ketidakpastian. Adapun dua proses tersebut adalah proses
proaktif (proactive process) dan proses retroaktif (retroactive process).

7
Ibid.

8
Ibid.
 Proses proaktif merupakan proses pengurangan ketidakpastian yang berada pada tahap
ketika seseorang tengah berfikir sebelum melakukan komunikasi dengan orang lain.
Dapat dikatakan bahwa proses proaktif adalah proses dimana remaja penerima manfaat
melakukan prediksi dan langkah-langkah alternatif komunikasi serta prediksi akan
respon apa yang mungkin didengar atau diterima sebelum melakukan interaksi dengan
target.

 retroaktif merupakan proses disaat seseorang menjelaskan usaha-usaha atau perilaku


seseorang atau lawan bicaranya setelah bertemu dengan seseorang. Proses ini adalah
proses yang berada dalam tahap pasca interaksi, dimana seseorang akan berusaha
menjelaskan bagaimana interaksi tersebut berjalan serta perilaku dan pilihan respon
yang diterima serta dikirimkannya kepada lawan bicaranya yang baru ia temui. 9

Kesimpulan
Teori Pengelolaan Ketidakpastian adalah suatu teori yang ada di dalam
Komunikasi AntarPribadi. Teori ini terpusat pada individu karena pokok dari penelitian
teori ini adalah permasalahan yang terjadi pada individu ketika menemui masalah
didalam dirinya. Individu mengalami berbagai macam perasaan seperti bosan, takut,
cemas, merasa bersalah dan perasaan tidak pasti. Dengan ini komunikasi yang ada
bagaimana seseorang menghadapi situasi ketidakpastian dan peran apa komunikasi
dalam proses ini. Asumsi bagi individu-individu membentuk pemikiran kognitif dan
emosional sebagaimana mereka mengalami ketidakpastian dan pemikiran tersebut
digabungkan dalam cara yang kompleks.

Teori Reduksi Ketidakpastian adalah teori dalam komunikasi antarpribadi. Teori ini
merupakan kehidupan sosial penuh dengan ambiguitas dan sangat wajar apabila kita
memiliki keraguan untuk memprediksi hasil dari awal suatu hubungan. Misalnya pada
saat pertama kita bertemu dengan orang baru yang belum pernah kita temui
sebelumnya pasti banyak keraguan mengenai bagaimana cara kita memanggil orang
tersebut, apakah orang tersebut akan menyukai kita atau tidak, dan sebagainya.

9
Ibid.
Daftar Pustaka
Budyatna, Muhammad. Teori-Teori Mengenai Komunikasi Antar pribadi Jakarta : PrenadaMedia Group,
2015. hal 120.

Jurnal Komunikasi Profetik, Vol 08, No 02, Oktober 2015.

Jurnal common, Vol 3, No 1, Juli 2019.

Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol 12, No 1, Januari 2014.