Anda di halaman 1dari 2

Bumi

Bukan Sebatas pijakan tua

Bukan sebatas Bola biru biasa

Ia hadiah tuhan untuk umatnya

Menjadi wadah datang, singgah, dan pulangnya manusia

Bumi bergolak

Nestapa meluruhkan tangisnya

Ratusan piluh menggurita dalam benaknya

Gelisahnya menggeliat tiada henti

Lirihnya menggeremesik tak pernah sepi

Bumi bergolak

Pundak rentan seperti dikoyak

Segala risau menghimpit menyelinap

Gontai langkah karena asa

Penuhnya luka badan yang berjaga

Tenanglah bumiku

Kami disini, menemani

Sembari merapalkan doa-doa

Agar lukamu terobati

Lekas membaik bumiku

Kami membutuhkanmu

20/03/19