Anda di halaman 1dari 2

Nama : Indah Wahyuni

NIM : K3319037

Kelas B

Pendidikan Kimia 2019

FKIP UNS

Islam dalam Menghadapi Tantangan Modernisasi

Jika ditanya bagaimana Islam dalam menyikapi tantangan terkait modernisasi, hal ini erat kaitannya
dengan globalisasi. Sebab zaman modern erat kaitannya dengan era globalisasi. Untuk itu, lingkup yang
akan dibahas kali ini lebih berpusat pada pendidikan agama Islam.

Di zaman yang modern ini, sebuah pendidikan adalah sesuatu yang wajib kita miliki untuk mengarungi
berbagai ancaman negatif yang masuk kedalam negeri. Karena, tanpa adanya pendidikan yang kita
miliki, maka kita akan mudah terjerumus dalam era globalisasi negatif. Untuk itu kita haruslah
mempunyai pendidikan sebagai bekal kita untuk memilih dan memilah berbagai arus yang masuk dalam
zaman modern ini.

Pendidikan memikul beban amanah yang sangat berat, yakni memberdayakan potensi fitrah manusia
yang condong kepada nilai-nilai kebenaran dan kebajikan agar ia dapat memfungsikan dirinya sebagai
hamba, yang siap menjalankan risalah yang dibebankan kepadanya yakni “khilafah fil ardl”. Oleh karena
itu pendidikan berarti merupakan suatu proses membina seluruh potensi manusia sebagai: makhluk
yang: beriman, berfikir, dan berkarya untuk kemaslahatan diri dan lingkungannya.

Sebagaimana yang dikemukakan Hasmiyati Gani Ali, bahwa pendidikan adalah proses mempersiapkan
masa depan anak didik dalam mencapai tujuan hidup secara efektif dan efisien. Islam sebagai agama
yang sempurna telah memberikan pijakan yang jelas tentang tujuan dan hakikat pendidikan, yakni
memberdayakan potensi fitrah manusia yang condong kepada nilai-nilai kebenaran dan kebajikan agar
ia dapat memfungsikan dirinya sebagai hamba. Oleh karena itu pengertian pendidikan Islam adalah
“segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumberdaya insani yang ada
padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) sesuai dengan norma islam.

Globalisasi sendiri dapat diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional antara suatu negara
dengan negara yang lain, sehingga hubungan negara di dunia saling terikat satu sama lain.

Pendidikan islam dengan beragam sistem dan tingkatannya dari waktu ke waktu senantiasa mengalami
tantangan. Berbagai kemajuan dan ketertinggalan pendidikan islam seperti yang terdapat dalam sejarah.
Antara lain, disebabkan kemampuannya dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi.
Tantangan pendidikan islam saat ini jauh berbeda dengan tantangan pendidikan islam sebagaimana
yang terdapat pada zaman klasik dan pertengahan, baik secara eksternal maupun internal. Tantangan
pendidikan di zaman klasik dan pertengahan cukup berat, namun secara psikologis dan ideologis lebih
mudah diatasi. Secara internal, umat islam pada zaman klasik masih segar, masa kehidupan mereka
dengan sumber ajaran islam masih sangatlah dekat, serta semangat berijtihad dalam berjuang
memajukan ajaran islam fii sabilillah masih sangat kuat. Secara eksternal, umat islam masih belum
mampu menghadapi ancaman yang serius dari negara-negara lain yang sudah maju.

Tantangan pendidikan islam di zaman sekarang, selain menghadapi pertarungan ideologi-ideologi bedar
di dunia sebagaimana negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, China, Benua Eropa, dll. Juga
menghadapi berbagai kecenderungan yang tidak ubahnya seperti badai besar (turbulence) atau tsunami.

Strategi yang dapat digunakan terkait Pendidikan Agama Islam dalam Modernisasi yakni perlu adanya
rumusan orientasi pendidikan Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan
masyarakat. Orientasi tersebut ialah sebagai berikut:

(1) Pendidikan Islam sebagai Proses Penyadaran. Pendidikan Islam harus diorientasikan untuk
menciptakan “kesadaran kritis” masyarakat. Sehingga dengan kesadaran kritis ini akan mampu
menganalisishubungan faktor-faktor sosial dan kemudian mencarikan jalan keluarnya;

(2) Pendidikan Islam sebagai Proses Humanisasi. upaya mengembangkan manusia sebagai makhluk
hidup yang tumbuh dan berkembang dengan segala potensi (fitrah) yang ada padanya. Manusia dapat
dibesarkan (potensi jasmaninya) dan diberdayakan (potensi) rohaninya) agar dapat berdiri sendiri dan
dapat memenuhi kebutuhan hidupnya; dan

(3) Pendidikan Islam sebagai Pembinaan Akhlak al-Karimah.pendidikan Islam harus dikembalikan kepada
fitrahnya sebagai pembinaan akhlaq al-karimah, dengan tanpa mengesampingkan dimensi-dimensi
penting lainnya yang harus dikembangkan dalam institusi pendidikan, baik formal, informal, maupun
nonformal.