Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KELOMPOK

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Inggris


Dosen Pembimbing : Hasbullah SS, M.Pd.

Disusun oleh kelompok 5 :


Andini Rahmayani (P27901119056)
Dwi Haryani (P27901119065)
Eva Cahya Hilmiyah (P27901119066)
Hanifa Nur Esha (P27901119073)
Lisa Aulia Putry (P27901119056)
Rizky Nur Wulan (P27901119093)

JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG


PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN
TAHUN 2020
 Page 68

Abstrak

Latar belakang: sejarah ekonomi dan politik indonesia baru-baru ini telah
meninggalkan warisan berupa kemiskinan yang meluas dan masalah kesehatan
yang serius, dan telah berkontribusi pada ketimpangan yang mencolok dalam
perawatan kesehatan. Salah satu sarana untuk mengatasi tantangan ini adalah
dengan mempertimbangkan kembali peranan profesional perawat, sehingga
mereka dapat mengatasi kisaran dan kerumitan problem kesehatan. Akan tetapi,
pada saat ini ada sejumlah kendala untuk mencapai tujuan-tujuan ini: ada
kekurangan serius dalam diri para perawat yang terlatih, kebanyakan perawat
hanya memiliki pendidikan dan persiapan yang terbatas untuk peranan itu dan
tidak ada pendaftaran perawat yang penting, yang berarti bahwa tidak mungkin
mengatur profesi atau standar perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk
menetapkan profil kerja dari setiap golongan perawat, mengidentifikasi pelatihan
dan kebutuhan pembangunan mereka dan memastikan apakah ada perbedaan
antara perawat yang bekerja di berbagai daerah atau dalam lingkungan rumah
sakit atau komunitas. Metode: sebuah kuesioner yang sah secara psikologis
diberikan kepada 524 perawat, yang mencakup tiga nilai dan berasal dari lima
provinsi. Hasil: perbedaan mencolok dalam profil kerja terdapat pada para
perawat dari berbagai provinsi, yang menunjukkan bahwa peranan ini ditentukan
hingga taraf tertentu oleh lokasi praktik secara geografis. Peran perawat di rumah
sakit dan masyarakat, serta perawat-perawatnya yang berbeda, cukup serupa.
Semua perawat melaporkan kebutuhan pelatihan yang signifikan untuk ke-40
tugas, meskipun ini tidak sangat bervariasi antara kelas perawat. Kebutuhan para
perawat dari setiap provinsi cukup berbeda, sementara para perawat di rumah
sakit lebih besar daripada perawat di lingkungan masyarakat. Kesimpulan:
hasilnya memperlihatkan bahwa peran perawat tidak seperti yang diharapkan,
mengingat pada tingkat persiapan dan pelatihan yang berbeda serta keragaman
lingkungan kerja mereka. Hal ini mungkin mencerminkan kurangnya sistem
pendaftaran pusat dan kerangka kerja berkualitas, yang biasanya mengatur
kegiatan klinis menurut persyaratan. Perbedaan dalam kebutuhan pelatihan antara
subbagian dari sampel menyoroti pentingnya mengidentifikasi keterampilan
defisit dan menggunakan informasi ini untuk mengembangkan program
pendidikan pasca-pendaftaran. Bersama-sama, hasil ini memberikan pendekatan
yang ketat dan dapat diandalkan untuk menentukan peran kerja dan kebutuhan
pendidikan berkelanjutan dari perawat di indonesia.