Anda di halaman 1dari 5

1.

Persamaan dan perbedaan


a. Syariah dan fiqh
Syariah adalah hukum yang diatur oleh Allah SWT untuk hambanya melalui lisan para rasul
dan disampaikan kepada umatnya untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fiqh adalah pengetahuan yang menjelaskan tentang syari’ah secara terperinci, meliputi
dalinya, alasan atau logika hukumnya, metode pengambilan atau perumusan hukumnya.
Persamaan : Syariah dan Fiqh adalah dua hal yang mengarahkan kita ke jalan yang benar.
Syariah bersumber dari Allah SWT, Al-Qur'an, Nabi Muhammad SAW, dan Hadist.
Sedangkan Fiqh bersumber dari para Ulama dan ahli Fiqh , tetapi tetap merujuk pada Al-
Qur'an dan Hadist .
Perbedaan :
Perbedaan Syariah Fiqh
Objek Meliputi lahiriah dan batiniah manusia hubungan lahir antara manusia
dengan Allah (ibadah) dengan manusia
Sumber berasal dari wahyu Allah Berasal dari hasil pemikiran  dan
pokok kebiasaan masyarakat atau hasil
ciptaan manusia dalam bentuk
peraturan atau UU
Sanksi Pembalasan oleh Allah di Yaumul Semua norma sanksi bersifat
Mahsyar sekunder
Pokok - Berasal dari Al-Qur'an dan As-sunah - Karya manusia yang bisa
- Bersifat fundamental Berubah
- Hukumnya bersifat Qath'I (tidak - Bersifat fundamental
berubah) - Hukumnya dapat berubah
- Hukum syariatnya hanya Satu - Hukumnya beragam
(universal) - Berasal dari ijtihad para ahli
- Langsung dari Allah yang kini hukum yang dirumuskan oleh
terdapat dalam Al-Qur'an Mujtahid 

b. Syariah dan qonun


Qonun adalah undang-undang atau hukum positif yang berlaku di suatu wilayah hukum
Persamaan : Syariah dan qonun sama-sama merupakan suatu aturan atau hukum yang
dilakukan secara seksama untuk mengatur kehidupan manusia
Perbedaan:
Syariah Qonun
Mencakup syariah, ibadah, dan muamalah Mencakup muamalah saja

2. A. Macam-macam tauhid dan pengamalannya


- Tauhid Ubudiyah artinya percaya pada Allah, hanya Allah yang disembah, dimintai pertolongan,
tempat untuk berkeluh kesah dan percaya bahwa Allah selalu menunjukkan jalan kehidupan yang
terbaik termasuk hikmah. Contoh membaca doa iftitah ketika shalat
- Tauhid Rububiyah artinya percaya kepada Allah dan menganggap bahwa Allahlah yang maha
segala, seperti yang terdapat dalam nama-nama baik bagi Allah (asmaul khusna) yang jumlahnya
99. Contoh ketika berdzikir seraya mengucapkan asmau khusna.
- Tauhid Uluhiyyah artinya percaya kepada Allah dan menjadikan Allah yang terpenting dalam
hidup, sehingga seluruh aktifitas diniatkan untuk mencari ridha Allah. Contoh berbuat ikhlas
hanya mencari ridho Allah, melakukan sesuatu diawali dengan niat serta dahului dan diakhiri
dengan doa.
B. Fungsi tauhid dalam kehidupan pribadi dan sosial
- Membebaskan manusia dari menyembah selain Allah
- Mendorong untuk selalu mencari kebenaranserta menguji apa yang sudah dianggap sebagai suatu
kebenaran agar tidak kecewa di akhir nanti
- Mengajarkan emansipasi manusia dari nilai-nilai palsu yang bersumber pada hawa nafsu, gila
kekuasaan dan kesenangan sementara belaka.
- pondasi keimanan yang juga menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan hidup seluruh umat
manusia
- Mengantarkan umat manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin
3. A. Akhlak berasal dari kata khuluqun, artinya ilmu yang menjelaskan tentang mana perbuatan baik
dan mana perbuatan buruk, serta apa yang harus diamalkan. Contoh : ada orang terjatuh, kita
langsung menolongnya.
Moral adalah de-ide umum yang diterima masyarakat, mana yang baik dan wajar, atau perbuatan
baik atau buruk secara umum, perilaku yang sesuai dengan ukuran tindakan sosial atau
lingkungan tertentu, atau semangat juang atau tindakan yang bertanggung jawab.
Etika adalah Ilmu asas moral, faktor pembentuk moral, perilaku tertentu, misal; etika berbusana,
etika bertamu, etika bicara.
Persamaan :
- Sama-sama mengacu pada ajaran atau gambaran perbuatan,tingkah laku, dan sifat baik dan buruk
- Sama-sama merupakan prinsip hidup manusia dalam menakar harkat dan martabat manusia
- Sama-sama bukan semata-mata terbentuk dari faktor keturunan tetapi merupakanpotensi positif
yang dimiliki setiap orang
Perbedaan :
Perbedaan Akhlak Etika Moral
Tolak ukur Al- Qur’an dan As- Sunnah pikiran atau akal norma yang hidup
dalam masyarakat
B Upaya menjadi muslim yang beretika islam
- Menjaga lisan kita dengan berkata jujur, lembut, tidak berkata kasar, serta senantiasa menjaga
dirinya agar terhindar dari amarah yang berakibat pada hilangnya kendali seseorang, dan akhirnya
mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.
- Melaksanakan kewajiban secara keseluruhan, seperti yang telah diperintah Allah dalam Nash,
misalnya; shalat setiap lima waktu, puasa setiap bulan ramadhan, belajar, taat kepada orang tua.
- Melaksanakan amalan yag lebih utama, yakni amalan yang disunahkan, seperti; shalat rawatib,
shalat dhuha, shalat tahajut, puasa sunah.
- Latihan spiritual, misal; dzikr di waktu luang, do’a di setiap memulai pekerjaan, puasa,
mendoakan orang-orang diberi ujian oleh Allah
- Sering beramar ma;ruf nahi mungkar, misalnya; bersosial di masyarakat, menyingkirkan duri di
jalan, berbuat baik pada tetangga dan teman serta saudara, berkhusnudhon.
- Ikhlas dalam setiap perbuatan, hanya mengharapkan ridha dari Allah.
4. Muslim yang tidak menjalankan ajaran islam masih disebut sebgai orang Islam. Namun,
5. Beragama Islam adalah pilihan
Maksud: Menurut saya, agama Islam bukanlah agama yang dipilih melainkan agama yang
diwariskan dari orang tua. Namun, setelah mempelajari dan mengamalkannya kemudian sadar
bahwa agama Islam merupakan agama yang baik dan benar untuk dipilih
Konsekuensi beragama Islam :
- Menerima seluruh ayat Al Quran, karena Islam merupakan agama yang didasari oleh wahyu yang
sudah dimuat dalam Al Quran
- Menaati dan menjalankan ketentuan hukum Islam
- Tidak mencampur antara yang haq atau benar dengan yang bathil
- Meninggalkan hal-hal yang tidak islami
- Menunjukkan kebanggaan sebagai muslim
Alasan memilih agama Islam :
Alasan saya beragama Islam karena Islam merupakan agama yang yang benar, diridhai, dan diterima
oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia
termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

………
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.(Ali Imran ayat 19)
Selain itu, agama Islam merupakan agama yang mengatur kehidupan manusia supaya bahagia dan
sejahtera lahir dan batin selamat dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.
6. Faktor penyebab khilafiah intern dan ekstern
Khilafiah Intern adalah perbedaan yang terjadi di antara sesama umat Islam pada bidang ibadah
kepada Allah, baik mengenai amalan maupun pendapat, karena tidak diuraikan secara terperinci
dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadist
Khilafiah ekstern adalah perbedaan pandangan atau pendapat tentang konsep Tuhan sebab beda
agama atau aqidah
Sebab-sebab terjadinya khilafiah (Rosyidi dkk, 1995, 63-66)

- Adanya penggunaan beberapa Hadist shahih yang menjelaskan tentang suatu amalan, di mana
Hadist tersebut sama-sama benar, seperti; bacaan shalat wajib, raka’at shalat tarawih.
- Adanya sebagian ulama yang menggunakan Hadist shahih, dan yang lain menggunakan Hadist
dha’if, dan kedua Hadist tersebut sama-sama benar dan kuat. Seperti : bacaan do’a ruku’ dan
sujud.
1. Adanya beberapa ulama yang berbeda dalam memahami ayat nash.
2. Adanya perbedaan pendapat mengenai penetapan hukum islam
3. Perbedaan para ulama dalam memahami ayat Al-Qur’an atau Hadist secara tekstual dan
kontekstual.
4. Perbedaan dalam mengartikan bid’ah
7. Status dan kedudukan manusia dalam islam serta dalilnya
Status Dan Kedudukan Manusia Menurut Al-Qur’an

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling unik berbeda dengan makhluk yang lain. Ia
memiliki karakter yang khas, dan karena kekhasan inilah manusia mempunyai konsekuensi untuk
menjalankan perintah agama Islam yang telah diberikan Allah untuknya. Allah berbuat demikian karena
manusia mempunyai status dan kedudukan tertinggi dibanding makhluk lainnya. Al-Qur’an telah
menjelaskan bahwa manusia mempunyai status dan kedudukan sebagai berikut :

1. Merupakan makhluk yang paling sempurna. (QS At Tim ayat 4)

Artinya : ”Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna”.

2. Memiliki potensi untuk beriman kepada Allah. (QS al-A’raf ayat 172)
3. Diciptakan Allah untuk mengabdi kepadanya. (az-Zariyat ayat 56)
Artinya: “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.
4. Memiliki potensi akal yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.
5. Secara individu manusia bertanggung jawab atas perbuatannya.
Seperti dijelaskan oleh Allah dalam firmannya surat al-Tur ayat 21 yang berbunyi :

Artinya : “Tiap-tiap mereka adalah pemimpin dan tiap-tiap mereka akan


mempertanggungjawabkan atas perbuatannya”.

6. Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah. Al-Qur’an surat Yunus ayat 14 dan surat al-Baqarah
ayat 30
7. Manusia mempunyai kehendak. surat Al-Insan ayat 3
8. Manusia mempunyai akhlak.