Anda di halaman 1dari 3

BAB 2

PEMBAHASAN

1. Definisi Ipteks dalam Pandangan Islam

Kata ilmu dengan berbagai bentuk terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Kata ini
digunakan dalam arti proses penyampaian pengetahuan dan objek pengetahuan sehingga
memperoleh kejelasan. Ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari Al-
Qur’an sangat kental dengan nuansa-nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat
menjadi ciri penting dari agama Islam.

Dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan dan ilmu sangat berbeda
maknanya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui
tangkapan pancaindra, intuisi, dan firasat, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang
sedang diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran obyektif, sudah diuji
kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Secara etimologis kata ilmu berarti
kejelasan, oleh karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri
kejelasan. Dalam Al-Qur’an, ilmu digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan
dan obyek pengetahuan sehingga memperoleh kejelasan. Dalam kajian filsafat, setiap
ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang
memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu
tetapi tidak mendalam disebut generalis.

Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan. Dalam sudut pandang


budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis
dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik
obyektif dan netral. Dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki
potensi untuk merusak dan potensi kekuasaan. Di sinilah letak perbedaan ilmu
pengetahuan dengan teknologi. Teknologi dapat membawa dampak positif berupa
kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak
negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya
yang berakibat kehancuran alam semesta.
Dalam pemikiran Islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal dan wahyu. Keduanya
tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal
budinya berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu dalam
pemikiran Islam ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) tingkat kebenarannya
bersifat mutlak, karena bersumber dari Allah. Ada pula ilmu yang bersifat perolehan
(aquired knowledge) tingkat kebenarannya bersifat nisbi, karena bersumber dari akal
pikiran manusia .

Dalam pemikiran sekuler perennial knowledge yang bersumber dari wahyu Allah
tidak diakui sebagai ilmu, bahkan mereka mempertentangkan antara wahyu dengan akal,
agama dipertentangkan dengan ilmu. Sedangkan dalam ajaran Islam wahyu dan akal,
agama dan ilmu harus sejalan tidak boleh dipertentangkan. Memang demikian adanya
karena hakikat agama adalah membimbing dan mengarahkan akal.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ilmu pengetahuan (sains) adalah
pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode
ilmiah (scientific method) .Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang
merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas,
memperdalam, dan mengembangkan iptek

Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni
merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi
bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki
identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Seni
yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa
nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi
orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah.
2. Perbedaan Antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni

No Ilmu
Aspek Teknologi Seni
. Pengetahuan
Mencari Menciptakan
1 Tujuan Mengekspresikan keindahan
kebenaran barang-barang
Barang-barang
2 Hasil Karya ilmiah Karya seni
teknologi
Lingkunga Seniman penciptaan seni dan
3
n masyarakat
Filsafat dan Ilmu Fenomena kehidupan yang
4 Sumber
agama pengetahuan ada di tengah masyarakat
5 Aktivitas Kreativitas dan produktivitas
Berdasarkan umpan balik
6 kontrol
pemahaman etik dan estetika